NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 - Mengatasi Rumor (2)

Alvaro sedang berada di ruang kelas dan duduk di kursinya. Ia tampak sedang fokus membaca kamus bahasa Inggris. Sudah hampir beberapa tahun ke belakang, ia belajar bahasa Inggris dengan serius mengingat pekerjaannya sebagai freelance design mengharuskan ia bertemu dengan beberapa kliennya yang notabenya bukan orang Indonesia. Oleh karena itu agar bisa berkomunikasi dengan baik, Alvaro memutuskan untuk memperdalam bahasa Inggrisnya.

Alvaro menguap. Semalam ia kurang tidur karena mengerjakan proyek design permintaan kliennya. Namun ia bersyukur bahwa keadaannya kini sudah membaik sehingga ia bisa mengerjakan proyek tersebut dengan tepat waktu. Apalagi kemarin-kemarin ia memutuskan untuk izin tidak masuk kuliah karena sakit, sehingga ia bisa cukup beristirahat untuk memulihkan tubuhnya.

Alvaro melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Kurang lima belas menit lagi jam pertama mata kuliah akan segera di mulai. Alvaro menutup kamus bahasa Inggrisnya dan memasukkannya ke dalam tas. Kini ia akan berganti membaca buku mata kuliah yang akan ia pelajari nantinya.

Saat sedang fokus dengan buku di depannya, samar-samar telinganya menangkap pembicaraan di belakangnya dengan dirinya sebagai topik utamanya.

“Jadi Alvaro beneran punya anak ya?”

Ekspresi wajah Alvaro yang semula tenang kini berubah menjadi kesal ketika mendengar perkataan tersebut dari kejauhan. Meskipun terdengar samar-samar, tapi ia tetap bisa mendengar semuanya dengan jelas. Alvaro merasa sangat kesal. Kenapa mereka harus bergosip tentangnya? Memangnya apa yang akan mereka dapatkan dengan melakukan ini?

Alvaro heran dengan orang-orang itu. Alvaro bahkan tidak pernah mengusik mereka, lantas kenapa mereka malah mengusik privacy Alvaro seperti ini? Alvaro merasa sangat lelah. Lagi-lagi pembahasannya selalu tentang masalah pribadinya. Ia mengepalkan tangannya, bahkan ia tidak mengerti apa salahnya. Alvaro berpikir bahwa tidak semua masalah pribadinya harus orang-orang ketahui. Dia ada di sini hanya untuk fokus berkuliah. Tapi mengapa ia harus terseret dalam masalah yang tidak penting seperti ini?

Alvaro menghela nafas panjang. Ia meyakinkan dirinya. Sepertinya memang benar, ia harus menyelesaikan rumor ini sekarang juga. Ia harus segera menghentikannya. Ini sudah mencapai batas kesabarannya. Dirinya sudah merasa lelah terus menerus mendengar pembicaraan seperti ini. Kalau mereka ingin tahu kebenarannya, ya sudah. Mungkin dengan ini mereka semua akan berhenti mengurusi hidupnya. Lagipula anak dan statusnya bukanlah sebuah aib yang harus disembunyikan. Ia sendiripun tidak pernah merasa malu akan kenyataan ini.

Alvaro berdiri dari tempat duduknya. Ia menoleh ke belakang, di sana matanya menangkap sosok Sheyra yang tengah berdiri. Apa gadis itu akan membelanya lagi? Tidak, kali ini dia akan menyelesaikannya sendiri. Ia tidak ingin melibatkan Sheyra lagi. Ia tidak ingin Sheyra terseret oleh masalahnya lebih jauh.

Alvaro akan meluruskan semua rumor ini. Ia tidak akan membiarkan rumor tidak benar tentang dirinya menyebar seperti sebelumnya. Sudah cukup ia diam selama ini. Sekarang saatnya ia membela diri.

“Kalau gue punya anak emangnya kenapa? Ada untungnya buat kalian? Ngerugiin juga?” kata Alvaro dengan lantang.

Setelah Alvaro mengatakan kata-kata tersebut, suasana kelas menjadi hening untuk beberapa menit. Alvaro menyadari bahwa seluruh pasang mata yang ada di dalam kelas kini tengah menatapnya dengan ekspresi kaget. Alvaro memantapkan hatinya, keputusan yang ia ambil saat ini sudah benar.

Alvaro tidak akan diam lagi. Ia tidak akan bersabar lagi. Selama ini ia memilih diam namun ternyata itu tidak membuat rumor tentangnya berhenti. Oleh karena itu ia harus melakukan sesuatu seperti hari ini. Lagipula apa yang salah? Alvaro selama ini bertanggung jawab kepada anaknya. Ia tidak pernah sekalipun meninggalkan Lyra. Alvaro sangat menyayangi keluarganya, ia tidak akan membiarkan siapapun mengusik keluarganya. Tidak lagi.

“Al?” Panggil Sheyra sambil menatap ke arah Alvaro dengan tatapan tidak percaya. Gadis itu shock melihat perkataan Alvaro. Ia mengkhawatirkan Alvaro sekarang.

Alvaro tidak bergeming. Ia menghela nafas kemudian berjalan menghampiri gerombolan orang yang ada di bangku paling belakang. Melihat Alvaro mendekat, orang-orang itu justru terdiam ketakutan. Mereka menatap satu sama lain dengan ekspresi yang canggung. Beberapa kali mereka juga mengalihkan pandangannya menghindari penglihatan Alvaro.

Alvaro menatap wajah mereka satu persatu dengan tatapan yang kesal. Ia kecewa dengan semua orang itu. Kenapa mereka begitu obses terhadap kehidupan pribadi Alvaro?

“Kenapa?” Alvaro membuka mulutnya.

Tidak ada jawaban. Mereka semua hanya menunduk. Sehingga membuat Alvaro kembali melanjutkan ucapannya, “Puas kan udah tau kebenarannya? Iya, gue udah punya anak!” Ia berhenti untuk beberapa detik lalu kembali berkata, “Jangan karena selama ini gue diem aja. Gue gak tau soal gosip yang kalian sebarin. Gosip yang kalian sebarin selama ini gak semuanya benar. Kenapa kalian tega ngefitnah gue hah? Gue ada salah?!” Alvaro meninggikan intonasi suaranya untuk mengintimidasi orang-orang yang ada di depannya.

Seorang pria berdiri dari tempat duduknya. Namanya adalah Raka. Ia menatap Alvaro dengan tatapan tidak suka. “Gak ada salah?” katanya sembari terkekeh meremehkan. “Hei, sadar dong. Selama ini lo itu sok cuek dan seenaknya sendiri! Lo itu sok cool. Lo pikir cewek-cewek bakal suka dengan sikap lo ini?! Jangan karena lo ganteng, lo jadi sok keren gini.” cecar Raka.

Mendengar perkataan Raka membuat Alvaro tertawa, “Hahaha jadi ini alasan lo? Lo iri karena gue lebih ganteng dari lo?” tanya Alvaro dengan ekspresi wajah meremehkan lawannya.

Mendengar ucapan Alvaro membuat Sheyra yang sejak tadi memperhatikannya tertawa kecil. “Lucu banget. Dia tau kalo dia ganteng.” gumamnya pelan.

Keisha mendengar perkataan Sheyra. Ia menatap sahabatnya dengan tatapan yang heran dan kaget. Menyadari tatapan Keisha membuat Sheyra segera memalingkan wajahnya. “Hahaha gue bercanda doang. Aduh cuacanya panas ya.” ucap Sheyra mengalihkan pembicaraan agar tidak menimbulkan kecurigaan Keisha.

Raka tersenyum kecut mendengar perkataan Alvaro yang memang fakta. Selama ini ia menaruh rasa iri terhadap Alvaro. Karena wanita yang dia suka dan ia perjuangkan selama ini malah menaruh hati terhadap Alvaro yang bahkan tidak berusaha apapun. Ia kesal melihat orang good looking yang bisa mendapatkan wanita dengan begitu mudah. Kenapa penampilan begitu penting agar dicintai? Kenapa perasaan tulus dan usahanya selama ini tidak pernah terlihat bagi orang yang dia cintai?

“Stop menyebarkan rumor soal gue! Stop ngurusin kehidupan gue. Stop ngarang cerita soal gue! Gue memang udah punya anak, tapi gue sekalipun gak pernah lepas tanggung jawab dari anak gue. Gue gak pernah selingkuh dan gue gak pernah hamilin anak orang di luar nikah.” seru Alvaro dengan lantang. Ia mengatakan semua itu berharap seluruh orang di dalam kelas dapat mendengarnya. Alvaro sedang berusaha untuk membersihkan namanya dengan memaparkan fakta yang sebenarnya.

Semuanya terdiam dan hanya menyimak. Alvaro lalu melanjutkan kata-katanya kembali, “Stop sangkut pautin juga gue sama Sheyra. Jangan bawa-bawa dia lagi.. jangan usik dia. Gue minta tolong. Dia gak pernah jadi selingkuhan gue atau semacamnya.”

Sheyra menatap Alvaro dengan tatapan penuh arti. Seketika hatinya terasa hangat. Apa Alvaro juga sedang berusaha membersihkan namanya?

Setelah mengatakan semua itu, Alvaro langsung berjalan keluar ruang kelas. Ia berpikir untuk mencari udara segar guna menjernihkan pikirannya. Entah mengapa ia merasa sedih dan teramat bersalah karena Sheyra juga harus terseret ke dalam masalahnya. Alvaro tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi setelah ini. Yang terpenting ia sudah menjelaskan semuanya dengan benar. Ia tidak peduli lagi dengan rumor mengenai dirinya. Tapi jika rumor soal Sheyra, ia tidak bisa menerimanya. Bagaimana pun juga gadis itu terseret karenanya. Ia berpikir harus membuat mereka semua diam dan berhenti membicarakan soal Sheyra lagi.

Alvaro terlihat sangat frustrasi. Ia duduk di sebuah bangku yang ada di taman. Pikirannya penuh dengan masalah hari ini yang sungguh melelahkan. Alvaro menundukkan kepalanya. Kenapa ia harus mengalami masalah seperti ini?

Saat Alvaro sedang menunduk, tiba-tiba sepasang kaki yang memakai flat shoes berwarna merah muncul di depan matanya. Pertanda seorang gadis tengah berdiri di hadapannya sekarang.

“Al, lo gapapa?” suara seorang gadis menyapa Alvaro. Suara yang sangat Alvaro kenal.

Reflek Alvaro langsung mendongak untuk memastikan siapa yang tengah berdiri di depannya. Orang itu adalah Sheyra. Gadis itu sekarang tengah menatapnya dengan tatapan penuh khawatir. Kenapa Sheyra menyusulnya ke sini?

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!