BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.
👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 yefan terluka dan melarikan diri, musuh terlalu kuat
"Cepat, gabungkan seluruh kekuatan kalian!" teriak Bai Feng memimpin.
"Mari kita gabungkan!" sahut mereka serempak.
Boomm...!
Tanpa buang waktu, ribuan kultivator dari berbagai faksi itu langsung melepaskan jurus dan teknik andalan masing-masing untuk membendung-dan menghancurkan cahaya pedang Yefan sekali Gus membunuh nya dalam satu serangan. Berbagai macam segel bela diri, perisai energi, ragam senjata, hingga artefak bobrok yang diyakini masih menyimpan kekuatan magis dikerahkan tanpa ragu. " jelas mereka tidak menahan diri.
Melihat tebasan pedang Yefan kian mendekat dengan membawa niat membunuh yang teramat mengerikan, Bai Feng kembali berteriak memberi aba-aba. "Serang...! Serang...!"
Wuuusss... wuuusss... wuuusss...!
Tiga ribu kultivator itu serempak melancarkan serangan dahsyat dalam waktu bersamaan. Guncangan energi yang berutal meluluhlantakkan ruang hampa di sepanjang lintasannya, seolah-olah dunia ini hendak runtuh.
'Ini...' Jiun Yi, yang mengamati dari kejauhan, terperanjat hebat. Serangan gabungan dari tiga ribu kultivator tersebut kini telah setara dengan kekuatan penuh seorang kultivator Alam Roh tahap tengah yang sesungguhnya. Bahkan, energi hancurnya terasa jauh lebih mengerikan daripada tebasan tunggal Yefan sebelumnya.
Jiun Yi disergap kepanikan luar biasa. Jika tebasan Yefan kalah oleh serangan mereka, sudah dipastikan yefan akan mati—dan nyawa sang adik Jiu liang pun bakal melayang bersama nyawa yefan.
Di sisi lain, usai memimpin serangan gabungan tersebut, Bai Feng dan Xijing Li segera melarikan diri mundur ke kejauhan. Mulut mereka tampak menyeringai licik; tentu saja mereka menjauh berjaga-jaga sekiranya Yefan masih menyimpan kartu as di balik lengan bajunya.
'Mati kau, si pendosa sialan!' batin Bai Feng sinis tatkala melihat gelombang serangan gabungan itu telah mencapai level Alam Roh tahap tengah yang sesungguhnya.
Yefan mendengus dingin melihat intensitas serangan mereka yang telah mencapai tahap tersebut. Dengan kehendaknya, ngung...!—kuas bertinta hitam yang terselip di sabuk pinggangnya bergetar keras. Menampilkan gambar-gambar tiga dimensi yang membentuk perisai di hadapan nya. "Dan, dengan secara tiba-tiba cahaya pedang yang tadinya membentang sepanjang tiga ratus meter mengembang pesat hingga mencapai lima ratus meter dalam sekejap, dilingkupi proyeksi gambar-gambar tiga dimensi yang memancarkan aura kehancuran jauh lebih brutal pada Cahya pedang tersebut. Tentu saja ini Teknik penggabungan senjata yang dipelajari Yefan dari informasi rahasia yang tertinggal di dalam kuas bertinta hitam tersebut yang telah di transfer dalam pikiran nya.
Boommm...!
Detik berikutnya, hantaman Cahaya pedang Yefan beradu telak dengan gelombang serangan tiga ribu kultivator dari berbagai faksi, menciptakan ledakan kolosal yang saling meremukkan.
Gelombang energi putih keabuan menyembur liar ke segala arah, menyapu bersih para kultivator di garis terdepan. Barisan kultifator itu seketika diliputi kepanikan mutlak saat menyadari jurus gabungan mereka sama-sama hancur dengan tebasan tunggal pemuda di hadapan mereka.
"Tidak... tidak mungkin!"
"Bagaimana mungkin serangan satu orang saja bisa setara dengan serangan gabungan tiga ribu kultifator sekali Gus?!"
"Lariii...!"
Teriakan histeris itu pecah ketika energi destruktif tersebut mulai menyapu barisan mereka. Namun, semua sudah terlambat.
Akibat momentum ledakan yang begitu keras, Membuat energi putih keabuan seperti ombak laut setinggi seratus Mil berhamburan kesegala arah secepat kilat, menyambar dua ribu delapan ratus kultivator sekali Gus yang tak sempat melarikan diri.
"Jangan... ampuni aku...!"
"Kau iblis... kau bukan manusia! Akhhh...!"
Jeritan keputusasaan menggema saat mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari kematian. Tanpa ampun, energi putih keabuan itu membekukan sekujur tubuh mereka secara paksa.
"Hancur." gema suara Yefan dingin.
Boomm...!
Ledakan susulan yang lebih dahsyat mengguncang bumi.
Di sisi lain, kondisi Yefan sendiri tidaklah baik-baik saja. Aliran darah hitam segar merembes dari sudut bibirnya, sementara wajah tampannya tampak memucat pasi. Bagaimana pun, energi ledakan dari serangan ribuan kultivator telah menyamai serangan kultifator Alam Roh tahap tengah yang sesungguh nya, Dan itu sudah cukup memberikan efek yang merugikan tubuhnya meski gambar tiga dimensi di tubuh nya tidak hancur. tapi guncangan energi dekstruktif tersebut tetap mengguncang organ dalam nya.
Seandai nya yefan tidak menggunakan gambar tiga dimensi untuk melindungi tubuh nya. mungkin tubuh nya telah hancur akibat ledakan serangan tersebut. Meski ia tidak mati karena jantung di dada nya yang memiliki kekuatan menentang langit.
Sementara itu, Bai Feng dan Xijing Li yang sejak awal melarikan diri jauh sebelum benturan terjadi berhasil selamat. Tindakan bertahan di sana tentu adalah kebodohan mutlak setelah melihat Yefan mampu menyaingi kekuatan Alam Roh tahap tengah.
Pelarian Bai Feng dan Xijing Li tidak luput dari pengamatan Yefan, namun ia tidak berniat untuk menghabiskan energi nya untuk mengejar mereka. "Sebab ia harus tetap berjaga-jaga bila situasi tidak memungkinkan. Tanpa buang waktu, ia melesat secepat kilat menyambar kantong ajaib milik Yufan Xi yang tertinggal—besarnya hanya seukuran kepalan tangan balita—lalu menggenggamnya erat dengan senyuman yang tampak di bibir pucat nya, "Seakan-akan ia tidak perduli dengan luka dalam yang menggerogoti organnya.
jelas ia merasakan dengan indra sepiritual nya, di dalam kantung ajaib milik Yufan xi terdapat harta yang begitu banyak,
Di kejauhan, Jiun Yi bernapas lega. Melihat Yefan mampu menghadapi serangan serempak tiga ribu kultivator yang membuatnya terkejut sekaligus takjub. Perlahan, kepalan tangannya mengendur.
'Sepertinya itu benar-benar kartu as terakhirnya,' gumam Jiun Yi dalam hati, menyadari Yefan pun harus membayar kemenangan lewat luka-lukanya. 'Kurasa aku harus membersihkan sisa-sisa cecunguk yang masih hidup.'
Niat membunuh terpancar dari pupil mata Jiun Yi terhadap sisa-sisa kultifator yang selamat dari ledakan. Namun, sebelum ia sempat bergerak, gerakannya mendadak terhenti.
Hal yang sama juga di lakukan oleh Yefan yang baru saja hendak mengamankan kantong ajaib di tangannya.
Secara serentak, mereka merasakan kehadiran sebuah gelombang tekanan yang teramat mendebarkan, melesat membelah udara dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju kemari.
Yefan menyipitkan mata, diterpa rasa terkejut yang luar biasa. Ia dapat merasakan ancaman maut yang begitu nyata memancar dari gelombang aura tersebut.
'Kultivator Alam Roh tahap puncak...!' batin Yefan tajam.
Ia sangat menyadari bahwa batas kemampuannya saat ini hanya sebatas bertukar beberapa jurus dengan kultivator tahap tengah—terlebih lagi dengan kondisi tubuhnya sedang terluka saat ini. Memilih bertahan di tempat adalah keputusan paling bodoh.
Wusss...!
Tanpa berpikir dua kali, Yefan langsung melesat kabur, menyeret Jiun Yi yang masih terpaku dalam keterkejutan.
"Anak pendosa! Setelah kau membantai begitu banyak nyawa seperti membantai semut, kau pikir bisa pergi begitu saja tanpa rasa bersalah? Apakah kau mengira Keluarga Yujin yang menjunjung tinggi keadilan ini akan membiarkanmu lolos begitu saja?!" teriak suara seorang pria paruh baya dari kejauhan yang menggelegar kesegala penjuru.
Wusss...!
Tiba-tiba, "Sebuah tombak merah sepanjang dua meter yang diselimuti kobaran api melesat keluar dari celah di antara awan gelap yang menutupi langit, membakar habis udara di sekitarnya dan mengejar Yefan yang tengah kabur menuju bagian terdalam Hutan Belantara Timur.
"Keparat!" geram Yefan, merasakan aura kematian kian mendekati punggungnya. Ia sekuat tenaga mengerahkan seluruh energi di dalam tubuh nya untuk melarikan diri, namun kecepatan tombak yang di hunuskan kultifator alam roh puncak tidak begitu mudah untuk di hindari, dengan secepat kilat tombak itu terus memangkas jarak.
Bahkan Jiun Yi di sampingnya kini ketakutan setengah mati; musuh dengan level kekuatan mengerikan semacam itu jelas berada di luar batas kapasitas kemampuan mereka.
Bersambung...
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏