Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
salah paham (22)
Hari ini adalah hari Senin, dimana semua murid murid sedang berbondong-bondong masuk ke dalam sekolah yang sebentar lagi akan mengadakan upacara bendera.
Naya sedang berlarian kecil sambil bersenandung, tangannya dia taruh pada tali tas persis seperti anak SD yang sedang di beri jajan lebih orang tuanya.
Naya tiba-tiba berhenti di sebuah koridor, dia terdiam melihat pemandangan di depannya, Arga dan Tasya sedang berpelukan entah mereka sedang apa Naya juda tidak tahu yang Naya lihat memang seperti itu.
"sahabat aku sendiri?" tanya Naya pada dirinya sendiri, ketika Naya sedang melihat mereka yang tadinya pelukan sekarang sedang mengobrol tiba-tiba Arga memanggilnya
"NAY BARU DATENG YA? SINI" ucap Arga sedikit berteriak, di dalam ucapannya tidak kata rasa bersalah atau apapun itu namanya, namun ucapannya seperti biasa ucapan yang sering Naya dengar setiap harinya.
Naya hanya tersenyum kecil dan mengangguk pelan, dia juga bingung harus bersikap seperti apa sekarang, dia cemburu namun dia hanya bisa terdiam melihat semuanya , sedangkan Tasya yang berada di sisi Arga hanya terdiam sambil melihat Naya.
Naya berjalan begitu saja melewati mereka tanpa mengatakan permisi atau sapaan terlebih dahulu, membuat Arga bingung, namun bagi Tasya itu semua tidak aneh karena Naya pasti cemburu melihatnya.
"nay, hey, kenapa?" Arga mengejar Naya dan memegang pergelangan tangannya, seketika Naya tersentak dan menoleh
"gapapa" ucapan Naya singkat, membuat kening Arga bertaut biasanya Naya akan heboh kalo pagi-pagi seperti ini
"aku duluan ya ka" ucap Naya pada akhirnya, Arga mengangguk, tapi tangannya tidak lepas dari Naya.
"kamu mau upacara nay?" tanya Arga Naya hanya menggelengkan kepalanya
"kenapa?"
"lagi gak enak badan" ucap Naya melepaskan tangannya dari Arga dan berlari kecil memasuki kelasnya, Arga terus memandangi Naya hingga Naya masuk kedalam kelasnya
"ka" panggil Tasya membuat Arga menoleh
"mungkin Naya tadi liat kita ya?" tanya Tasya membuat Arga sedikit berpikir
"liat kaya gimana?" tanyanya
"liat kita pelukan? iya ga?" Arga langsung ngeh dan mengangguk
"nanti biar aku aja yang jelasin" ucap Tasya membuat Arga menggelengkan kepalanya
"biar aku aja, sekarang kamu siap-siap aja buat upacara, itu biar jadi urusan aku" Tasya mengangguk terus pergi begitu saja, walaupun dia meng iyakan apa yang Arga ucapkan namun di dalam hatinya lain lagi
.......
Naya yang sedang berada di kelasnya menggerus sambil memukul mukul meja, kelas mulai sepi karena murid sudah pada ke dalam lapangan, tadi juga Naya ditanya oleh OSIS namun dia hanya mengeluh tidak enak badan dan OSIS itu mengiyakan
"dasar cowok ga peka ihhhhhh" naya terus saja menggerutu seperti itu
tidak lama kemudian ketika upacara sudah berjalan sekitar sepuluh menit Tasya datang dan langsung duduk di samping Naya, Naya yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya ke samping
"nay kamu salah paham tau, dengerin aku dulu" Naya hanya diam membisu, membuat Tasya tidak menyerah dan terus membujuk Naya
"dengerin aku dulu makanya biar kamu ngerti dan biar ga salah paham terus" ucap Tasya membuat Naya menoleh dan menyenderkan tubuhnya ke kursi
"apa?" tanya Naya nyolot membuat Tasya terkesiap
"tadi aku jatuh nay dan kebetulan ada ka arga, ga lebih kok emang jatuh aja, mungkin emang pas kamu liat aku kaya lagi di peluk ka Arga tapi nyatanya engga nay, ga kaya gitu" Naya hanya mengangguk lalu memalingkan wajahnya kembali
"kamu dengerin ga sih kalo aku ngomong" tanya Tasya membuat Naya menoleh dengan napas yang terengah-engah
"aku dengerin" ucap Naya sambil memajukan telinga nya di hadapan Tasya, membuat Tasya yang melihat itu tersulut emosi dia berdiri lalu berkata
"Lo ko kaya ngeledek gitu ya nay" naya yang mendengar itu langsung tersentak karena tidak menyangka bahwa Tasya akan membentak nya seperti ini dan mengganti kosa katanya nya yang awalnya jadi aku-kamu kini menjadi lo-gue
"gue udah kasih tau kan kemarin dan Lo kaya gitu, hebat banget" ucap Naya kemudian tidak kalah menyolot oleh Tasya
"ya kan gue udah bilang kalo itu jatuh, kenapa sih Lo" ucapan Tasya dengan Nada yang masih menyolot
"ya Lo yang kenapa?" ucap Naya membuat Tasya bingung
"gue kenapa? emang gue kanapa?" tanya Tasya membuat Naya semakin tersulut emosi
"LO TAU GUE SUKA COWO ITU DAN LO KAYA GITU" ucap Naya berteriak dan membentak, didalam kelas itu hanya ada mereka berdua yang sedang sama sama tersulut emosi
"LO APASIH NAY" Naya terdiam sambil menatap Tasya dengan emosi
"dia juga bukan siapa-siapa Lo kan? apalagi pacar lo? inget kan itu, Lo cuman suka sama dia" ucap Tasya membuat Naya semakin diam
"pikir dong nay siapa dia" ucap Tasya kembali membuat Naya akhirnya berbicara
"iya gue ga tau dia siapa, sama kaya gue yang gatau gue juga siapa di dunia ini" ucapnya membuat Tasya akhirnya terdiam
"LO HARUSNYA GA BILANG GITU TASYA, LO DENGER GA? KALO EMANG LO GASUKA SAMA GUE GA USAH BIKIN SAKIT HATI GUE, GUE JUGA SAMA KAN KAYA KALIAN?" ucap Naya berteriak membuat Tasya tersentak
"gue manusia yang berakal Tasya, atau emang bener gue ga berakal sama sekali?" ucapan Naya membuat Tasya terdiam
"dia cowok yang gue suka dari dulu dan gue gamau kalo gue menyukai orang yang sama dengan sahabat gue sendiri, kalo emang itu kenyataannya, gue atau Lo yang harus kalah?" lanjut Naya
"gue ga suka sama ka Arga nay gue ga suka, gue udah punya ko cowo yang gue suka" Naya menatap Tasya dan mengangguk pelan seolah-olah percaya, dia kembali duduk, keduanya sama sama terdiam, tak lama kemudian teman-teman Naya memasuki kelas, upacara sudah selesai yang artinya dia dan Tasya selama itu beradu mulut
tak lama kemudian lagi seorang guru laki-laki datang memasuki kelas Naya yang merasa tidak akan bisa menerapkan pelajaran yang di berikan guru akhirnya dia meminta izin untuk ke UKS
di pertengahan jalan dia bertemu Arga, Arga yang melihat itu langsung menyapa namun Naya hanya menatap dan kembali berjalan begitu saja tidak memperdulikan Arga
"nay aku mau jelasin sesuatu" ucap Arga sambil berjalan di sebelah Naya, Naya hanya terdiam dan sambil berjalan terus
"nay aku sam Tasya itu-" belum sempat Arga mengatakannya Naya langsung memotongnya dengan cepat
"Udah ya ka aku lagi cape" Arga tidak menyerah dengan penjelasannya
"nay tap-" Naya langsung berhenti dan menatap Arga
"kalo aku bilang udah ya udah ka, diem dulu bisa ga? kamu mau jelasin atau ngga juga terserah, tapi ga sekarang aku lagi cape banget" ucap Naya dan berjalan namun tiba-tiba dia berhenti membuat Arga melihat itu
"toh kita juga ga ada hubungan apapun kan?" ucap Naya membuat Arga terdiam
........
soon to bee....