NovelToon NovelToon
Sistem Misi Polisi

Sistem Misi Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Time Travel
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.

Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Bertemu lagi...

Tidak terasa sudah satu tahun berlalu semenjak Nathan kembali ke masa lalu.

​Saat ini, Nathan sedang berdiri di luar area pekarangan rumahnya.

Pagi itu, ia menatap bangga bangunan rumah miliknya yang sedang dalam proses renovasi.

Suara tukang bangunan yang sibuk mengolah semen dan memukul kayu mengudara di sekelilingnya.

​"Tak terasa waktu sudah berlalu begitu saja... Selagi ada uang lebih, aku melakukan renovasi," gumam Nathan pelan pada diri sendiri.

​Tabungan milik Nathan sebenarnya sudah menumpuk hingga beberapa miliar.

Namun, pria itu sangat jarang menggunakan uang sebanyak itu untuk membeli barang-barang mahal demi kepentingannya sendiri.

Nathan jauh lebih banyak menggunakan kekayaannya untuk membantu orang lain yang membutuhkan, seperti merenovasi panti asuhan atau menyokong warga miskin.

​Nathan menghela napas pendek, lalu melangkah berjalan pergi meninggalkan area rumahnya.

​Ia menyusuri jalanan kota hingga sampai di sebuah toko kopi langganannya.

Nathan membeli satu cangkir kopi hangat, lalu memilih duduk di bangku sudut luar cafe untuk menikmati waktu senggangnya di hari libur.

​Nathan bersandarkan punggungnya di kursi, memandangi cangkir kopi yang berasap tipis di atas meja. "Terakhir kali aku berkunjung ke rumah Niko itu beberapa bulan lalu... dan dia bilang istrinya hamil lagi. Apa yang harus kubawa untuk berkunjung ke sana nanti, ya?"

​Pikiran Nathan kemudian melayang membayangkan sahabatnya yang satu lagi, Reno.

Nathan terkekeh tipis. Pria itu pasti saat ini sedang berjalan-jalan tidak jelas mengisi hari liburnya sambil mencuci mata, menatap wanita-wanita cantik yang lewat di jalan.

"Dasar mata keranjang."

​Di saat Nathan mencoba memejamkan matanya sejenak untuk menikmati hembusan angin segar, tiba-tiba sepasang tangan hangat dari arah belakang menutup kedua matanya rapat-rapat.

​Nathan sama sekali tidak bereaksi panik atau melakukan gerakan bertahan. Nalurinya tahu bahwa orang yang memegangnya ini tidak berbahaya.

​"Lepaskan, Lisa! Kenapa kamu kembali lagi ke sini?" ujar Nathan santai.

​Suara tawa renyah seketika terdengar dari belakang. Lisa melepaskan kedua tangannya, lalu melangkah memutar dan duduk di kursi kosong tepat di depan Nathan.

​"Kamu bisa tahu ini aku, ya? Hebat sekali ya," goda Lisa, menumpukan kepala di atas kedua tangannya di meja. "Sebenarnya aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu di sini. Ya... tadinya mau berkunjung ke rumahmu juga sih."

​Saat menatap sosok Lisa kembali di hadapannya, Nathan mengukir senyum tipis.

Dalam hati, ia merasa bersyukur karena tampaknya wanita aneh di depannya ini terlihat sangat banyak berubah ke arah yang lebih baik.

​Lisa mengganti kacamata lamanya dengan kacamata baru yang jauh lebih bagus dan cocok dengan bentuk wajahnya.

Rambutnya kini dipotong rapi sebahunya, dan kulit wajahnya tampak bersih serta sangat cantik.

"​Apa sifat anehnya juga sudah sembuh?" pikir Nathan penasaran dalam hati.

​Melihat Nathan yang memperhatikannya tanpa berkedip, Lisa mendelik jahil, lalu tersenyum penuh curiga. "Hei, kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa sekarang aku sangat cantik bagimu? Yah... aku memang cantik sih."

​Nathan tertawa pelan. "Hahaha, terserah kamu saja. Jadi, ada apa kenapa kamu ke Distrik 1 lagi? Apa ada urusan?"

​Lisa memanggil pelayan dan memesan satu cangkir kopi hangat.

Namun, ia sengaja diam dan tidak menjawab pertanyaan Nathan sama sekali sampai pesanan kopinya datang di atas meja. Hal itu sukses membuat Nathan agak jengkel menunggunya.

​Setelah cangkir kopi diletakkan, barulah Lisa bersuara. "Aku hanya kangen saja," ucap Lisa tersenyum lebar sembari memegang cangkir kopinya. "Aku juga mau pindah lagi saja ke sini, ah. Mungkin saja bisa bekerja lagi denganmu, kan? Hehe."

​Tanpa menunggu kopinya agak dingin, Lisa langsung meminum kopi yang baru disajikan itu.

Ia sebenarnya sudah tahu kalau kopi itu masih sangat panas, tapi ia malah sengaja meminumnya dalam jumlah banyak.

Tentu saja bibir dan mulutnya langsung kepanasan, namun anehnya Lisa justru tampak sangat menikmati rasa sakit terbakar itu.

​Ekspresi Nathan seketika berubah muram, menatap kelakuan wanita di hadapannya dengan tatapan datar.

"​Sepertinya hanya penampilan luar dia saja yang berubah..." batin Nathan lelah.

​Nathan dengan cepat mengambil sapu tangan dari sakunya, lalu menjangkau tangan Lisa untuk menghentikan aksinya. "Jangan minum seperti itu, bodoh! Apa kamu ini memang tidak waras?! Ayo, kita periksa ke dokter sebentar. Sepertinya mulutmu terluka."

​Lisa mendelik kaget, lalu memegang bibirnya yang memerah. Karena lidahnya melepuh, sekarang dia jadi sangat sulit untuk berbicara dan malah tertawa-tawa girang sendiri.

​Melihat kepribadian aneh Lisa yang tidak berkurang sedikit pun, wajah Nathan semakin suram dan menggelap di depan meja. "Lebih baik aku bawa dia ke psikolog saja..."

​Setelah diperiksa oleh dokter di klinik terdekat dan diberikan obat pereda nyeri serta salep mulut, Nathan berniat untuk langsung pulang. Namun, langkah kakinya terus dibuntuti oleh Lisa dari belakang.

​Nathan menghentikan langkahnya dan menoleh. "Hei, kenapa kamu terus mengikutiku? Pulanglah."

​Lisa yang lidahnya masih kaku dan tidak bisa berbicara untuk sementara waktu tampak bingung. Ia mencoba bersuara, "Aa... uuaa... aaa..."

​Nathan menghela napas. "Hah? Kamu bicara apa? Sudahkah, jangan memaksakan diri bicara dulu."

​Lisa meringis pelan, lalu mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Jarinya mengetik dengan sangat cepat di aplikasi catatan, lalu menyodorkan layar ponselnya ke depan wajah Nathan.

​[Aku belum menyewa tempat tinggal. Aku ikut di rumahmu saja seperti saat itu. Aku bayar?]

​Nathan membelalak heran. "Hah? Kenapa harus ke rumahku? Itu terlalu merepotkan. Kamu itu suka sekali terluka... Ah, bukan, tapi menyakiti dirimu sendiri!"

​Lisa kembali memencet papan ketik di ponselnya dengan cepat, lalu memperlihatkannya lagi.

​[Kan kamu bisa obati dan jaga aku. Pliss ya.]

​Nathan menarik napas panjang dan menghembuskannya pasrah. "Baiklah, baiklah... Terserah kamu saja."

​Namun sebelum mereka benar-benar berjalan menuju rumah, Nathan teringat akan tujuannya semula.

Ia menatap Lisa yang berdiri di sampingnya. "Apa kamu punya rekomendasi sesuatu yang bagus untuk ibu hamil? Aku berniat mengunjungi rumah temanku malam ini."

​Mendengar hal itu, mata Lisa berbinar dan ia mengangguk cepat penuh semangat.

​Lisa memimpin jalan menuju pusat perbelanjaan.

Di sana, Nathan mulai mencari barang-barang kebutuhan untuk istri Niko yang sedang hamil serta hadiah untuk anak pertama Niko.

Lisa menunjuk ke berbagai toko, merekomendasikan perlengkapan bayi, vitamin, hingga pakaian-pakaian lucu yang jumlahnya sangat banyak.

​Walaupun barang yang ditunjuk Lisa terasa terlalu banyak, Nathan yang malas berdebat hanya menurut saja dan memborong semua barang yang ditunjuk oleh wanita itu.

[Beli yang itu juga. Nah, yang ini juga. Bagus sekali.]

1
Kaisar surgawi
sorry ini gw skip , karna apa ? sistemnya cuman memberikan uang, tidak kemampuan
Maul: gapapa kak. terima kasih sudah baca /Pray/
total 1 replies
Dragonovic
up👍👍👍
Dragonovic
up👍
Jonatan Revan
novel yang sangat baguss
Maul: terima kasih banyak atas ulasannya. yuhuh🍜/Determined/
total 1 replies
Jonatan Revan
saran yah thor bab nya bisa di kasih panjang lagi gak terlalu pendek
Maul: di usahakan ya hehe/Smile/
total 1 replies
Maul
🍝
Maul
🍜
Maul
/Coffee//Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
🍜/Coffee/
Maul
🍝🥘
Maul
🍔🍹
Maul
/Rice/🍜
Maul
/Coffee//Watermalon/
Maul
/Cake/
Maul
/Rice/
Maul
/Coffee/
Maul
𝙃𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖. 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖
Maul
...
Maul
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!