NovelToon NovelToon
Cinta Tak Ada Logika

Cinta Tak Ada Logika

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delisa Sitari

Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 29 : Semoga Kau Bahagia

Toni memarkirkan mobilnya di garasi tempat kostnya. Hari ini ia suntuk sekali. Begitu banyak masalah di kerjaan. Diusapnya wajahnya kasar, lalu disibakkannya rambutnya ke belakang. Dan lagi sampai detik ini ia tidak bisa menghapus nama Kinta dari hati dan fikirannya.

Sampai kapan dia seperti ini. Dia tahu dia tidak mungkin bisa bersama Kinta. Tapi sekeras apapun dia berusaha melupakan wanita itu, masih saja tidak bisa.

Sudah berkali-kali teman-temannya berusaha mengenalkan Toni dengan beberapa teman wanita mereka. Namun tidak satupun yang bisa mengambil hatinya.

Lalu Toni segera turun dari mobilnya. Berjalan dengan langkah berat menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Tempat kost Toni termasuk kost mewah. Yang di dalamnya sudah tersedia tempat tidur, kamar mandi dalam, AC dan televisi bagi yang menyewanya. Jadi mereka hanya tinggal membawa pakaian saja dan alat-alat lain jika membutuhkan lebih dari itu.

Ia belum mampu untuk membeli rumah. Gajinya dari bekerja di sebuah perusahaan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membeli motor dan sebuah mobil.

Tapi dia berasal dari keluarga berada. Orang tua Toni berjanji akan membelikannya sebuah rumah jika ia sudah menikah nanti. Jadi dia tidak perlu bersusah payah.

Hari ini terasa sunyi bagi Toni. Dia sangat merindukan Kinta.Sudah cukup lama ia tidak mengetahui kabar wanita itu. Setelah tiba di dalam kamarnya, ia bergegas membersihkan diri. Membasahi seluruh tubuh dan rambutnya.

Cukup lama ia di kamar mandi sembari berusaha menyegarkan tubuh dan otaknya. Selesai mandi ia hanya mengenakan celana boxer dengan bertelanjang dada. Menunjukkan dadanya yang bidang.

Ia rebahkan tubuhnya di kasur sejenak dengan menjadikan kedua tangannya sebagai alas kepala. Dipejamkannya matanya, yang terlintas adalah bayangan Kinta. Diambilnya ponsel yang tadi ia taruh di atas meja sebelah tempat tidurnya.

Ada beberapa foto Kinta yang sempat ia curi saat bersama wanita itu secara diam-diam. Semakin tidak kuat dia menahan rindu. Akhirnya setelah beberapa saat ia putuskan untuk mendatangi cafe tempat Kinta bekerja.

Toni segera berganti pakaian dengan setelan celana jeans dan kaos oblong hitam kesukaannya. Setelah mengunci pintu kamarnya ia pun pergi menuju garasi mobil dan segera melaju menuju cafe itu.

Hanya kurang dari setengah jam Toni telah sampai di tempat tujuan. Hatinya berdebar memasuki tempat itu. Mungkin dengan melihat Kinta ia bisa lebih sedikit tenang. Ia memilih meja paling pojok agar dengan bebas melihat wanita pujaannya itu.

Setelah ia duduk dengan tenang seorang wanita yang dirindukannya itu menghampirinya dengan tersenyum.

" Hai Ton... Kamu di sini. Bagaimana kabarmu ? " sapa Kinta dengan buku menu di tangannya.

Toni pun tersenyum pahit. " Baik Mbak Kin... Mbak sendiri bagaimana kabarnya ? " tanya Toni balik.

" Baik juga Ton. Sendirian saja kamu..." tanya Kinta lagi.

" Emmm... Iya Mbak. Lagi ingin sendiri saja. "

" Hmmm... Mau pesan apa ? "

" Emmm... Hot latte saja Mbak. Oh ya sama roti bakarnya ya... Rasa coklat keju. "

" Mmm... Oke... Ditunggu ya..." jawab Kinta sambil menulis di kertas orderannya.

Toni hanya mengangguk dengan senyumnya. Dipandangnya Kinta yang berlalu dari hadapannya sampai tidak terlihat.

Selang beberapa menit wanita itu sudah membawa pesanannya.

" Silahkan Ton... " ujar Kinta dengan tersenyum manis. Dia sudah melupakan kejadian yang lalu. Di saat Toni pernah mengintainya sehingga membuatnya takut dan cemas. Pernyataan cinta pria itu sudah tidak diingatnya karena memang sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi terhadapnya dan dengan gamblang Toni mengungkapkan tidak akan bisa ia bersama Kinta karena perihal keluarganya.

" Terima kasih Mbak... " sahut Toni yang sedikit kecewa dengan sikap datar Kinta. Entah karena wanita itu mengabaikannya atau karena ia sedang dalam posisi bekerja.

Toni menikmati hidangan yang ada di atas meja dengan menghisap beberapa batang rokok yang selalu menemaninya akhir-akhir ini. Ya... Sejak pertemuan terakhir dengan Kinta ia jadi seorang perokok sejati. Dengan rokok itu ia merasa lebih tenang dengan beberapa masalah di hidupnya.

Sementara Kinta masih sibuk dengan pekerjaannya. Hari ini dia mendapat shift malam. Toni hanya bisa memperhatikan Kinta yang berlalu lalang melayani para pengunjung. Dengan sesekali tersenyum padanya saat pandangan mereka tidak sengaja bertemu. Dia tidak melihat keberadaan Rani sama sekali. Mungkin gadis itu mendapat shift siang. Ia juga malas bertanya pada Kinta tentang mantan gebetan Abang angkatnya itu.

Toni berencana akan menunggu Kinta sampai pulang kerja. Ia ingin ngobrol dengannya walau sebentar.

Tiba waktunya jam Kinta untuk mengakhiri pekerjaannya hari ini. Sebelum tempat itu ditutup Toni sudah keluar dan menunggu di parkiran. Dia sudah hafal sekali motor milik Kinta. Ia menunggu sambil duduk di motor itu.

Kinta terkejut saat keluar dari cafe ia melihat seseorang menduduki motornya. Semakin ia mendekat akhirnya ia tahu Toni yang berada di situ.

" Ton... Kamu masih di sini ... " seru Kinta.

" Iya Mbak... Sengaja menunggu Mbak Kinta pulang. " jawab Toni yang lalu bangkit dari motor Kinta.

" Apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan sama aku ? " tanya Kinta menyelidik.

" Emmm... Tidak ada Mbak. Aku hanya ingin ketemu saja. Sudah cukup lama kita tidak bertemu. Aku juga mau minta maaf atas kejadian waktu itu. Aku takut Mbak Kin masih marah padaku. " jawab Toni menatap lekat wanita di hadapannya itu.

" Sudah lupakan saja Ton. Aku sudah tidak mengingat hal itu lagi. Aku juga tidak marah padamu. " sahut Kinta dengan senyum manisnya. Dipegangnya bahu Toni untuk menenangkannya.

" Syukurlah kalau Mbak tidak marah. Aku hanya ingin tahu kabar Mbak. Karena aku benar-benar tidak bisa melupakan Mbak Kinta. Perasaan ini tidak bisa hilang juga. " ujar Toni sambil mengambil kedua tangan Kinta dan menggenggamnya lembut.

Kinta tertegun mendengarnya. Sebesar itukah perasaan cinta Toni padanya hingga seperti ini.

" Tapi kamu tahu kan Ton.. Itu tidak mungkin... " sahut Kinta sambil melepaskan pegangan tangan Toni.

Toni menunduk lesu. Ia sadar sudah salah menemui Kinta saat ini. Namun rindunya sudah tidak dapat dibendung.

" Aku tahu Mbak... Maaf..." ucap Toni.

" Kamu perlu tahu satu hal Ton... Akan ada orang yang akan melamarku. " jelas Kinta menatap wajah sendu pria di hadapannya.

Toni pun menatap kembali wajah Kinta. Ia terkejut dengan perkataannya barusan seakan tak percaya.

" Benarkah Mbak ? Siapa yang akan melamar Mbak Kinta ? Kapan itu ? " tanya Toni.

" Seseorang yang dikenalkan oleh sahabat lamaku. Dia benar-benar mencintaiku dengan tulus. Dan mau menerima keadaanku apa adanya. Tanpa butuh waktu lama dia memutuskan untuk menikahiku ." jelas Kinta dengan menatap lekat wajah Toni seolah menyindir dirinya dan Atta.

Toni yang mengaku mencintainya tapi terhalang oleh keluarga. Sedangkan Atta yang hanya mempermainkan cintanya.

Mata Toni berkaca-kaca mendengar ucapan Kinta. Ia tahu maksud dari kata-kata wanita itu. Tapi dengan ini ia mulai menyadari bahwa Kinta berhak bahagia. Dia juga wanita biasa yang membutuhkan seorang laki-laki yang mendampingi dan melindunginya, juga anak-anaknya.

Dia mengambil dan menggenggam tangan Kinta lagi. " Selamat Mbak Kin. Aku turut senang mendengarnya. Apa Mbak juga mencintai laki-laki itu ? "

Kinta melepaskan lagi tangan Toni. " Konyol kamu Ton. Tentu saja aku mencintainya. Kalau tidak mana mungkin aku akan mau dilamar sama dia... " jawab Kinta kesal. Dan tanpa sadar ia sudah mengakui bahwa dia sudah mencintai Yusdi di dalam hatinya.

Toni tersenyum pahit. Meskipun sakit dan sesak rasa di hatinya namun ia harus ikut bahagia dengan kebahagiaan wanita impian yang tak mungkin dimilikinya itu.

" Syukurlah Mbak... Semoga kali ini Mbak benar-benar memiliki pendamping yang bisa membahagiakan Mbak. Menghapus luka dan air mata Mbak selama ini. Apalagi yang disebabkan oleh Bang Atta..." ucap Toni. Dia juga bersyukur Kinta sudah bisa move on dari Atta. Bahkan secepatnya akan segera menikah. Jadi sudah tidak ada yang dikhawatirkannya tentang Kinta.

" Iya Ton... Aku sudah melupakannya. Aku akan membuka lembaran baru dengan keluargaku nanti. Ya sudah Ton Aku pulang dulu ya. Sudah malam... " pamit Kinta.

" Oh iya Mbak. Sudah hampir larut malam. Sekali lagi selamat ya Mbak... Semoga Mbak bahagia dengan kehidupan yang baru. " ucap Toni lagi. " Boleh aku memeluk Mbak Kinta untuk yang terakhir kali ? "

Kinta tertegun mendengarnya. Tapi dia mengabulkan permintaan Toni. " Boleh Ton ... " jawabnya dengan mengangguk.

Dipeluknya Kinta dengan erat. Dadanya begitu sesak. Dia tidak akan bertemu dengan wanita impiannya lagi. Tapi dia sudah yakin hal ini akan terjadi. Dalam hatinya Toni berkata... Semoga kau bahagia....

Kinta pun membalas pelukan Toni. Tapi perasaannya hanya kesedihan seseorang yang akan berpisah dengan sahabatnya.

Beberapa menit mereka melepaskan pelukannya.

" Aku pulang ya Ton. Semoga kelak kamu segera menemukan seorang wanita yang kamu impikan. Yang lebih baik dari aku tentunya. " ucap Kinta. Ia segera menaiki motornya dan menyalakannya.

" Iya Mbak... Hati-hati ya... " jawab Toni masih dengan perasaan yang pedih. Wanita impiannya adalah Kinta. Namun perlahan ia akan berusaha melupakannya.

Kinta melajukan motornya membelah jalan raya di hari yang hampir larut malam.

Toni menatap kepergian Kinta dengan dadanya yang semakin sesak. Ia berjalan gontai menuju mobilnya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dibukanya pintu mobil yang terasa cukup berat. Beginilah rasanya berpisah dengan orang yang dicintai, meskipun bertepuk sebelah tangan. Tanpa Kinta memberitahunya bahwa dulu wanita itu juga pernah menaruh hati padanya.

Dilajukannya mobilnya dengan perasaan hampa.

Sementara di seberang jalan cafe itu di dalam sebuah mobil ada yang memperhatikan Toni dan Kinta sedari tadi. Dengan rasa penasaran ada hubungan apa antara mereka berdua hingga berpelukan seperti itu.

1
Agus Irawan
Halo Readers Mampir yuuk ke cerita ku klik langsung frofil ku yah
Agus Irawan
feedback untuk mu kak
coni
like mendarat Thor

mampir juga ya ke CSku
coni
Semangat upnya Thor🥰
Like ku udah melayang tuh

Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
kitty
mau gimana lg anak2 butuh ayah kandungnya, apalagi anak perempuan..nanti ayahnya yg jd wali
kitty
mantan suami kinta yg pertama gak ada kabar?
Firstraha cleanida
semangat semangat yokkk
Delisa Sitari: trm kasih...
total 1 replies
AM
Lanjut semngat terus, aku bacanya nyicil ya😁

baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
kitty
klo menikah dg duda cerai hidup apalagi jk perceraiannya tdk baik2 sj, dan ada anak pula rata2 kisah balikan sm mantan itu srg tjd..
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
Delisa Sitari: Tp dlm cerita ini Kinta hanya akan menikah 2x 🙏🙏🙏
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
mantap ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike ❤️
Bill
Mbak bisa follback saya gk?ada yg saya tanyain nih😊 lanjut mbak ak suka alur cerita mu😍
Delisa Sitari: oke... sudah
total 1 replies
Author Ika.
HAI AUTHOR SAYA UDA LIKE DAN RATE 5 BINTANG , MAMPIR DONG KE NOVEL SAYA “Aku Bukan Lesbian," DITUNGGU KEHADIRANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK.

-AKU BUKAN LESBIAN.
delesia
dasar si Ahmad.... udh tau tambah mencurigakan malah ga lapor
delesia
emang enak kinta... kamu rasakan karma mu sendiri
delesia
sakitnya dikhianati.... akupun sudah pernah merasakan beberapa kali
delesia
terlambat utk menyesal kinta... gw malah ingin yusdi menceraikan kamu
delesia
banyak sih wanita type sprt kinta.... mendua
delesia
dasar kinta munafik ... kalo wanita bener hrsnya diblokir nomor atta dan kemanapun janjian dg atta, ajak suami biar ga ada yg disembunyikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!