NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 ( Hari Pertama Jadian )

Pagi pagi sekali Arven sudah menghubungi kedua temannya, ia kembali meminta saran untuk mengajak Alena pergi berkencan.

[Arven : Biasanya orang pacaran ngapain??]

[Bayu : Siapa yang pacaran ?]

[Reza : Lo udah jadian ?? ]

[Arven : Udah dong]

[Bayu : Alhamdulillah akhirnya]

[Reza : Ko bisa Alena mau sama Lo ? ]

[Arven : Za..]

[Reza : Hahaha selamat deh, berkurang penyakitnya]

[Arven : Yaudah kasih gue ide sekarang]

[Reza : Nonton Bioskop]

[Bayu : Ke hotel ]

[Arven : Ngapain ke hotel ??]

[Bayu : Biasaaa, kayak ga tau aja]

[Reza : Dia kan emang ga tau Bay, lo lupa kalau temen lo bodoh]

[Bayu : Oh ya lupa]

[Reza : Nonton, ngajak main seru sih ]

[Bayu : Ajak makan juga, nanti laper]

[Arven : Gue cuma mau pamer ke kalian, kalau Alena nyium pipi gue ]

Arven langsung keluar dari grup itu.

Arven kembali tersenyum sambil mengusap pipinya.

" Lucu "

....

Seperti biasa Alena bangun pada pukul 7 pagi, ia mencari ponselnya untuk melihat pesan pagi ini.

Dan benar saja, pagi ini Alena banyak menerima pesan masuk dari Arven.

[Arven : Selamat pagi cantik]

[Arven : Udah bangun ?]

[Arven : Lo ga sibuk kan hari ini ?]

[Arven : Jalan yuk]

[Arven : Kangen..]

Alena tersenyum membaca pesan pesan Arven, ia pun segera membalas pesan itu.

[Alena : Selamat pagi sayang]

[Alena : Gue baru bangun ]

[Alena : Jalan kemana ?]

[Alena : Baru juga ketemu]

Tak sampai satu detik, Arven pun langsung membalasnya.

[Arven : Alenaaa ]

[Arven : Gue jemput sekarang ya ]

Kedua bola mata Alena langsung membulat sempurna.

Ia pun segera mandi dan bersiap siap.

...

Pukul 8 Arven sudah berada tepat didepan rumah Alena, ia sudah mengetuk pintu itu.

Dan tak lama, perempuan yang kini sudah menjadi kekasihnya itu keluar dari dalam.

Saat Alena keluar, Arven memberikan Alena satu tangkai bunga mawar putih kepada Alena.

" Buat gue ? "

Tanya Alena sambil tersenyum

" Buat orang yang spesial "

" Satu doang ? Pelit banget, katanya CEO "

" Yaudah nanti gue beliin satu toko, kalau perlu sama tokonya gimana ? "

" Mulai deh, yaudah ayo pergi "

Alene menciumi bunga pemberian Arven itu..

" Bunganya terus yang di cium "

Ucap Arven yang sejak tadi melirik Alena

" Biarin aja "

" Yang ngasih engga ? "

" ARVEN..!! "

Alena Memukul lengan Arven dan Arven tertawa..

" Udah sarapan belum ? " tanya Alena

" Udah "

" Bohong "

" Dikit "

" Yaudah kita sarapan dulu, belum minum obat juga pasti kan ? "

Arven tersenyum sambil mengusap tengkuknya.

Alena mengajak Arven untuk makan disalah satu warung soto langganan Alena.

Arven cukup terkejut melihat spanduk penjual itu, harganya yang tidak masuk akal bagi Arven.

Setelah selesai memesan, Alena dan Arven pun mencari tempat duduk disana.

" Panas ya ? " tanya Alena karena Arven terus mengusap keringat nya

" Lumayan, tapi ga apa apa "

Alena mengambil sapu tangan dari tasnya, dan mengusap kening Arven yang berkeringat.

" Kasian pacar gue "

Arven tersenyum, begitu juga dengan jantungnya yang terus berdebar dengan cepat.

Begitu pesanan mereka datang, Arven pun menatap cukup lama semangkuk soto itu.

" Al.. " bisik Arven

" Hmm kenapa ? "

" Ini beneran bisa di makan ? "

" Bisa, kenapa emang ? "

" Harganya lima ribu Alena "

" Ya terus kenapa Arven "

" Setara harga parkir minimarket "

Alena yang sedang minum tiba-tiba tersedak karena ucapan Arven

" Pelan pelan Alena minumnya "

" Lo yang ngomong asal aja "

" Udah deh Arven makan, habis itu minum obat "

Karena takut dimarahi oleh Alena, Arven pun mulai mencicipi semangkuk soto itu.

Dan Rasanya tidak seburuk yang Arven bayangkan, dan Arven cukup menyukainya.

" Enak ? " tanya Alenaa

" Lumayan" jawab Arven dan Alena tersenyum

Setelah selesai sarapan, keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka.

" Kita mau kemana sih ? "

Tanya Alena penasaran

" Nonton "

" Tumben banget ngajak nonton "

" Ide Reza "

" Tumben bukan ide Bayu "

" Ide Bayu ga masuk akal "

" Emang idenya kemana ? "

" Ke hotel.. "

" Hah ?? "

Alena tak bisa berkata-kata lagi, Alena juga merasa heran kenapa seorang Arven memiliki teman seperti mereka berdua.

Setelah berhasil memarkirkan mobilnya, Arven dan Alena pun segera turun dari mobil.

" Ayo "

Arven menggenggam tangan Alena, hal itu membuat Alena merasa degdegan.

" Kita kan ga nyebrang ngapain pegangan tangan ? "

" Takut lo hilang Alena, susah nanti carinya "

Alena tersenyum sesekali ia mengusap lengan Arven.

Alena dan Arven mengantri tiket untuk menonton film, walaupun sejujurnya Arven sendiri tak tau ingin menonton film apa saat itu.

" Lo ga takut film horor kan Ar ? "

" Engga, cuma film doang "

" Oke, kita nonton itu aja ya "

Setelah selesai memesan tiket, Arven awalnya ingin beralih membeli makanan namun Alena menolaknya.

" Kenapa ga mau ? "

" Takut duit lo abis "

" Lo lupa gue siapa Al ? "

" Inget, lo pacar gue "

Arven tersenyum..

" Pacar yang nyebelin " lanjut Alena

" Ga bisa orang senyum, heran " ucap Arven dan Alena tertawa kecil.

Alena dan Arven masuk kedalam studio nomor 7, mereka duduk di kursi bagian tengah.

Di deretan bangku mereka, hanya berisi mereka dan 4 orang lainnya dan itupun jaraknya sangat jauh.

Lampu mulai padam, film pun segera dimulai.

Sesekali Arven melirik Alena yang sedang fokus menatap layar didepannya.

Perempuan itu nampak cantik bagi Arven, Bahkan Arven sangat menyukai senyuman Alena

Saat Arven kembali menatap layar, tanpa ia tau layar sedang menampilkan adegan yang cukup menyeramkan.

" Haa " Arven sedikit berteriak dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya

" Arven, lo takut ? "

" Gue kaget Alena "

" Bilang aja takut "

Alena asik menggoda Arven, sedangkan laki-laki itu kini sedang menutup wajah dengan kedua tangannya.

" Cemen ah, masa tutup mata "

Arven akhirnya menurunkan kedua tangannya dan memberanikan diri menatap ke layar besar di hadapannya.

Namun entah kenapa dipertengahan film, menampilkan sebuah adegan yang tak mereka duga.

Sebuah adegan ciuman yang membuat Alena dan Arven menjadi salah tingkah.

" Sejak kapan film horor ada adegan kayak gini sih " kata Alena

" Yaa mana gue tau " jawab Arven

Arven menatap Alena yang sedang salah tingkah, namun terlihat gemas bagi Arven.

" Alena " bisik Arven

" Kenapa ? "

" Ga apa apa " jawab Arven

Entah kenapa Arven kini terfokus dengan bibir Alena..

" Alena " bisik Arven

" Apa Arven ? " Alena menoleh

" Gue.. "

" Kenapa sih ? "

" Gue ke toilet dulu ya "

Arven langsung bangun dari duduknya dan Alena merasa aneh dengan tingkah pria itu.

" Aneh banget deh "

Sebenarnya Arven hanya alasan pergi ke toilet, padahal sebenarnya ia merasa sangat gugup saat Alena menatap lekat dirinya.

" Kalau gue ngajak ciuman sekarang, terus dia marah dan ninggalin gue gimana ? "

Arven terus berpikir dengan rasa gugup yang menghantuinya.

" Alenaaa lo bikin gue gilaa "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!