NovelToon NovelToon
Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.

Nigel masuk dengan langkah terburu, raut wajahnya campur aduk antara cemas dan bersalah. "Laura, maaf aku baru datang," suaranya bergetar saat ia berdiri di dekat tempat tidur.

"Sejak tadi ada beberapa pengawal yang menjagamu. Aku dan ibuku tidak diperbolehkan masuk lebih awal."

Di belakangnya, Nora, sang ibu Nigel, menatap Laura dengan penuh keprihatinan.

Matanya berkaca-kaca, mengingat kembali masa lalu saat mereka masih menjadi tetangga.

Ia teringat betapa pasangan orang tua Laura, pebisnis konglomerat yang penuh wibawa, selalu memanjakan putri cantiknya dengan kasih sayang dan kemewahan.

Kini, melihat tubuh Laura yang kurus kering dan wajah yang kehilangan sinarnya, Nora merasakan luka yang dalam di hati.

Dengan hati-hati, Nora melangkah lebih dekat, suara lembutnya nyaris seperti bisikan, "Laura, kamu harus kuat. Kami di sini untukmu." Namun, di balik kata-kata itu, terpancar kesedihan yang sulit disembunyikan.

Laura hanya mampu mengangkat sedikit bibirnya, seakan mencoba membalas perhatian itu, meski tenaga dan harapannya mulai memudar.

Nigel menatap Laura dengan hati yang sakit, bukan hanya Nigel tapi Nora juga.

Beberapa saat berlalu, hanya ada kesunyian. Baik Laura, Nigel maupun Nora fokus pada pemikiran masing-masing.

"Oh iya, aku bawakan makan malam kesukaan kamu," celetuk Nora, tapi Laura hanya merespon dengan menatapnya.

Nora menatap putranya, ia bingung.

"Ibu ... Laura nggak mengenalmu, jangan dipaksa. Mungkin dia nggak nyaman dengan sikap ibu yang dekat," ujar Nigel, berusaha mengikis kekhawatiran ibunya.

Ia tidak ingin ibunya berpikir, diamnya Laura karena gadis itu tidak menyukainya.

Nora pun mengangguk.

"Aku sudah ingat semuanya, termasuk bibi Nora," ujar Laura dengan suara serak yang dipaksakan.

Tadi ia diam karena takut air matanya tumpah.

Hal itu sontak membuat Nigel dan Nora menatap Laura bersamaan.

Tiba-tiba Laura malah menangis histeris. "Bibi Nora, tolong bawa aku pergi dari rumah keluarga Lucian. Aku sudah tidak kuat, aku nggak mau tinggal disana lagi."

Nora langsung memeluk Laura, "bibi akan membantumu Laura."

Nigel yang tahu penderitaan Laura mengusap air matanya, ia teringat video pembullyan Laura tadi sore.

Awalnya Nigel berniat membeli saham SMA Bintang siang hari sekalian menemui gadis itu, tapi dia mendadak ada rapat dadakan.

Jadi ia ke SMA Bintang sore harinya, disana ia baru mengetahui rincian kejadiannya. Saat di tunjukkan video cctv saat para murid membully Laura, Nigel juga merasakan sakit disekujur tubuhnya.

Bagaimana pun juga, ia sangat mencintai Laura, bahkan cinta itu sudah tumbuh sejak ia masih kecil.

"Bisakah bibi membawaku pulang ke rumahmu malam ini? Aku nggak mau tinggal disana lagi," ujar Laura dengan nada memohon.

Wajah Laura tiba-tiba berubah semakin panik saat teringat Luis, "aku juga nggak mau disini lagi. Tolong aku, aku ingin ikut kalian."

Nora menatap ke Nigel.

Nigel hanya bisa menghembuskan napas kasar, mengingat hak perwalian Laura masih ada ditangan Wilson sampai Laura berusia legal yaitu 21 tahun.

Dan sekarang umur Laura masih 19 tahun. "Masih kurang 2 tahun lagi!"

"Laura tenanglah, aku akan membawamu keluar dari rumah itu. Tapi untuk sementara, kamu bisa tinggal di apartemen. Kalau tinggal dirumahku, takutnya keluargaku akan terkena kasus penculikan," jelas Nigel.

Bukan tanpa sebab ia memesan dua unit apartment, takutnya kalau tinggal disatu apartemen yang sama. Wilson yang licik itu akan menuntut dirinya.

Luis yang dari tadi mengintip dari balik celah pintu, akhirnya masuk. Wajahnya nampak marah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!