NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

.. tok ..

   .. tok ..

"Nona." Amel memanggil dari luar kamar.

Disty yang baru selesai mandi itu segera membukakan pintu, menatap Amel yang tersenyum dan menunduk sebentar.

"Dress nya Nona," ucap Amel memberikan paper bag berwarna maroon kepada Disty.

Disty tidak langsung menerima, ia menatap Amel dengan bingung.

"Tuan Javen yang membelinya, Nona," ucap Amel memberitahu.

"Javen udah pulang?" tanya Disty akhirnya bersuara.

Amel masih dengan senyumnya. "Belum Nona," jawabnya.

Disty mengangguk singkat dan mengambil paper bag itu.

"Saya permisi, Nona," ucap Amel undur diri dari hadapan Disty yang kembali menutup pintu kamar.

Javeno masih ada latihan basket hari ini.

Disty duduk di tepi ranjang dan akan membuka paper bag maroon yang katanya pemberian Javeno.

"Apa ini sebenarnya dress untuk Aurel? Javen nggak akan mungkin tiba-tiba beliin aku dress kalau nggak ada acara," pikir Disty dengan wajah lesu nya.

"Mungkin iya untuk Aurel, jangan sembarangan buka deh, takutnya malah gue yang di marah dan berakhir kena hukuman," ucap Disty menyimpan paper bag itu di sebelahnya.

Disty berdiri, keluar dari kamar ke balkon. Duduk menikmati sinar matahari sore yang membuatnya tenang.

"Andai aku punya hak lain selain pelacur kamu, aku bakal bantah tentang perjodohan kamu sama Aurel. Tapi nggak bisa, aku nggak punya hak dan kamu pun menerima," ujar Disty lirih sambil menatap ke bawah sana, di mana Javeno yang baru saja memasuki gerbang dan halaman rumah.

Senyum Disty merekah saat Javeno mendongak untuk melihat dirinya. Diam saat Javeno mulai melangkah masuk ke dalam rumah.

Disty berdiri saat mendengar pintu kamar di buka, ia kembali masuk dan menghampiri Javeno yang meletakkan ransel di sofa.

"Kenapa?" tanya Javeno mengusap kepala Disty.

Disty menggeleng pelan lalu memeluk Javeno, memejamkan mata dan pelukan yang semakin erat.

"Nanti_ apa kamu pulang?" tanya Disty lirih dan serak, hampir tidak terdengar.

"Memangnya aku kemana?" Javeno bertanya sambil menelusupkan kedua tangan di balik baju Disty.

Tidak melakukan apa-apa, hanya mengusap-usap punggung mulus nan lembut milik Disty.

"Aku dengar pembicaraan kamu sama Aurel tadi pagi di sekolah. Malam ini kamu dinner sama dia kan?"

"Hm."

"Siap dinner apa kamu pulang? Atau...."

"Pulang," jawab Javeno memotong.

Disty mendongak dan tersenyum, lalu melepaskan pelukannya.

"Udah mandi?" tanya Javeno serak, matanya sedikit sayu.

Disty mengangguk, namun Javeno malah mengangkat tubuhnya, membawa masuk ke dalam kamar mandi dan ya mereka melakukan hal itu.

Desahan lembut yang selalu menjadi candu di pendengaran Javeno.

~

Sebelum jam 19.00 WIB, Disty sudah sibuk memilihkan pakaian yang rapi untuk Javeno yang tengah mengerjakan tugas sekolah itu.

"Apa yang di pakai sama Javen harus senada sama dress nya Aurel," pikir Disty pula.

"Disty," panggil Javeno mengejutkan gadis itu.

"Ya?" Disty segera membalik badan menatap Javeno.

Javeno menghampiri, melihat semua jas nya yang keluar dari dalam almari.

"Ngapain?" Javeno mengangkat sebelah alisnya.

"Emm_ lagi ini, pilihin kamu jas. Kan sebentar lagi bakal pergi...."

"Nggak usah!" potong Javeno menatap dingin Disty yang segera menundukkan kepala, memilin jari jemarinya.

"Kamu bersiap," ucap Javeno dingin.

Disty mengerutkan dahi, namun belum berani mengangkat kembali kepalanya untuk melihat Javeno.

"Aku..."

"Pakai dress yang aku beli tadi."

Disty mengangkat kepalanya, menatap Javeno. "Dress itu bukannya untuk Aurel?" tanyanya.

"Kenapa dia?" tanya Javeno juga heran.

"Kan kamu sama dia yang dinner, jadi dress..."

"Kamu ikut," papar Javeno memotong lagi.

"Hah?!"

"Sekarang Disty! Bersiap!"

~

Javeno dan Disty keluar dari kamar bersama, dengan Javeno yang merangkul pinggang kecil Disty.

Javeno yang mengenakan jas hitam dengan rapi, dan Disty yang memakai dress indah berwarna maroon. Keduanya berpenampilan rapi.

Saat di dalam mobil Disty merasa gelisah, menatap Javeno. "Jav, gimana perasaan Aurel kalau tau aku malah ikut? Aku...."

"Aku minta kamu bicara?"

Pertanyaan itu membuat mulut Disty tertutup rapat tanpa mengeluarkan suara lagi, hingga sampai di alamat rumah yang sudah Aurel kirimkan kepada Javeno tadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!