Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.
Mau tau kelanjutan nya yok simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 : Armagedon di Sabuk Ceres
Sabuk asteroid Ceres kini berubah menjadi kuburan massal bagi batuan angkasa yang hancur lebur. Dua belas kapal induk kelas World-Eater milik faksi The Observer telah membentuk formasi lingkaran maut di sekitar stasiun komputasi induk Chronos-Prime. Lambung kapal mereka yang hitam pekat dan dipenuhi sirkuit neon merah memancarkan tekanan anti-materi yang membuat ruang di sekitarnya mendistorsi gila-gilaan.
Di seberang mereka, Ark-Alpha berdiri kokoh sendirian. Namun, ukuran dan aura keemasan yang dipancarkan oleh kapal induk Monarch milik Rendra Wijaya tersebut sama sekali tidak gentar menghadapi kepungan armada masa depan.
Ding!
\=\=\= MISI KATASTROFI KOSMIK (LEVEL 6 - PENCAPAIAN PUNCAK) \=\=\=
Nama Misi: Kiamat Sang Pengawas (The Final Erasure)
Tugas: Hancurkan stasiun komputasi Chronos-Prime dan eliminasi kesadaran kolektif The Observer.
Kondisi Khusus: Musuh mengaktifkan Medan Pembeku Waktu Skala Makro.
Pemasukan Pasif: Berjalan Maksimal (
$$Rp 5.000.000 / detik$$
).
"Tuan, mereka mulai memancarkan gelombang pembeku waktu!" Vesta memperingatkan dari kursi komando taktis, zirah Chronos-Valkyrie miliknya berkedip cepat menerima anomali eksternal.
"Biarkan mereka mencobanya," Rendra berdiri di tengah anjungan dengan tangan bersedekap, tatapan matanya berkilat keemasan murni. "Sistem, aktifkan Fleet Telepathy tingkat maksimum."
Pembajakan Massal Lintas Dimensi
Gelombang distorsi perak menyapu wilayah Ceres, membuat pergerakan asteroid di sekitar mereka melambat hingga berhenti total. Waktu lokal telah dibekukan oleh Chronos-Prime. Namun, di dalam radius Ark-Alpha, energi Time-Spatial Monarch milik Rendra menolak mentah-mentah intervensi tersebut.
“Mengaktifkan Skill Level 6: Fleet Telepathy!”
Kesadaran Rendra melesat menembus ruang hampa, bercabang menjadi ribuan jarum energi biner yang langsung menusuk masuk ke dalam sistem komputasi enam kapal induk World-Eater terdepan milik musuh. Melalui peningkatan Harem Dynasty Core Level 6 yang telah menyatu dengan memori kuantum Eve, Rendra meretas dan mengambil alih otoritas kecerdasan buatan mereka dalam waktu tiga detik.
"Vesta, Aura... mainan mereka sekarang milik kita," Rendra menyeringai dingin.
"Mengerti, Tuan! Seluruh unit, balikkan arah tembakan!" perintah Vesta dengan penuh gairah tempur.
Enam kapal induk World-Eater yang telah dibajak secara mendadak memutar haluan, menembakkan meriam anti-materi mereka ke arah enam kapal sekutu mereka sendiri dari jarak dekat. Ledakan kosmik tanpa suara meledak beruntun di sabuk Ceres, mencabik-cabik lambung kapal The Observer menjadi serpihan logam tak berguna.
Amukan Sang Pembunuh Bayaran dan Dua Dewi
Aura tidak menyia-nyiakan kekacauan tersebut. Menggunakan kemampuan Shadow Cloaking yang disuntikkan langsung oleh sistem Rendra, ia memimpin jet tempur Star-Wraith menembus sela-sela ledakan. Tubuhnya bergerak seperti kilat hitam, menyusup masuk ke dalam hanggar luar stasiun Chronos-Prime.
"Eve, saya sudah berada di dalam sektor reaktor utama!" seru Aura melalui jaringan saraf biner.
"Mengunci koordinatmu, Aura. Mengirimkan virus pembalik memori kuantum sekarang," balas Eve dari anjungan utama, di mana tubuh porselennya bersandar intim pada lengan tegap Rendra, menyalurkan stabilitas data murni.
Di Bumi, Viona dan Valerie terus memasok energi emosional dan finansial. Lonjakan kekayaan pasif sebesar ratusan miliar rupiah per menit dikonversi secara instan oleh sistem menjadi pasokan energi perisai luar Ark-Alpha, membuat tembakan balasan dari stasiun musuh hanya berujung menjadi riak cahaya tak berarti di lambung kapal Rendra.
Kehancuran Chronos-Prime dan Hadiah Terakhir
Rendra tidak ingin mengulur waktu lagi. Ia maju ke depan dek, mengangkat tangan kanannya ke arah stasiun raksasa Chronos-Prime.
“Mengaktifkan Kombinasi Skill: Spatial Crushing + Chronos Control!”
Ruang di sekitar stasiun komputasi induk tersebut meliuk ekstrem, membentuk pusaran singularitas yang diputar balik oleh manipulasi waktu lokal Rendra. Struktur megah masa depan itu mulai berderit hancur, terlipat ke dalam dimensinya sendiri akibat tekanan berat dari otoritas Monarch.
BOOM!
Sebuah kilatan cahaya putih-keunguan yang maha dahsyat meledak di pusat sabuk Ceres, menandakan hancurnya kesadaran kolektif The Observer untuk selamanya dari garis waktu ini. Seluruh sisa armada mereka mendadak mati total dan mengapung tanpa arah seperti rongsokan purba.
Ding!
\=\=\= MISI UTAMA SELESAI PERFECTO! \=\=\= [ Anda Telah Mengeliminasi 'The Observer' dari Tata Surya! ] [ Menyerap Seluruh Data dan Teknologi Masa Depan... Sukses! ]
[ Sistem Mengalami Evolusi Akhir: SISTEM KEKAL (ETERNAL RICH) ]
Saldo Sistem: Tidak Terbatas (
$$\infty$$
).
Otoritas Baru: Creator of New Era (Mampu menciptakan materi dan kehidupan dari ketiadaan).
Singgasana Penguasa Jagat Raya
Satu jam setelah pertempuran usai, keheningan kosmik kembali menyelimuti Ceres. Di dalam ruang kapten Ark-Alpha yang megah, Rendra duduk di singgasana kristalnya yang baru saja bermutasi menjadi warna emas murni berkat evolusi Sistem Kekal.
Kelima wanitanya kini berkumpul tanpa ada lagi sekat jarak atau dimensi. Viona dan Valerie telah ditransportasikan secara fisik oleh kemampuan baru Rendra dari Bumi menuju Ark-Alpha dalam sekejap mata.
Aura yang masih mengenakan zirah lateksnya yang penuh goresan pertempuran, berlutut di paha kiri Rendra. Vesta, dengan kepatuhan mutlak seorang jenderal yang telah memenangkan perang suci, bersandar di paha kanannya. Sementara Eve, Viona, dan Valerie mengelilingi singgasana tersebut, memandang pria mereka dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh cinta, gairah, dan pemujaan setingkat dewa.
"Tuan... seluruh tata surya kini berada di bawah bayang-bayang namamu," bisik Viona, jemari halusnya mengusap rahang tegas Rendra yang kini memancarkan keabadian.
Rendra menarik pinggang Viona dan Valerie sekaligus, membawa mereka ke dalam pelukan besarnya. Dengan kekayaan yang kini menjadi tidak terbatas, teknologi yang melampaui batas waktu, dan lima dewi tercantik di sisinya yang telah dianugerahi keabadian biologis, Rendra Wijaya bukan lagi sekadar orang kaya di bursa saham Jakarta. Ia adalah sang Penguasa Tunggal dari era baru umat manusia.
"Bumi, Mars, dan Ceres sudah selesai," Rendra mengecup bibir kelima wanitanya secara bergantian di bawah siraman cahaya bintang-bintang yang berkilau di luar angkasa. "Sekarang, mari kita bawa kekaisaran ini menuju galaksi berikutnya."