NovelToon NovelToon
Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Chef Kirana Dan Jendral Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kirana, Executive Chef bintang lima di Jakarta, mati konyol karena ledakan gas. Sialnya, dia malah terbangun di tubuh Putri Tantri—tokoh antagonis dalam novel sejarah yang baru saja meracuni adik angkat suaminya!
​Di hadapannya, Jenderal Arga sang "Iblis Perang Utara" sudah menghunus pedang, siap memenggal kepalanya.
​Tak mau mati dua kali, Kirana mengajukan penawaran gila: "Jangan bunuh aku dulu! Izinkan aku masak makanan terakhir!"
​Bermodalkan bawang merah, kecap manis buatan sendiri, dan teknik masak modern, Kirana bertekad mengubah takdir kematiannya. Siapa sangka, masakan lezatnya tak hanya menyelamatkan lehernya, tapi juga menyembuhkan maag kronis sang Jenderal dan mengguncang lidah satu kerajaan?
​Tapi hati-hati, Kirana! Musuhmu bukan cuma panci gosong, tapi juga pelakor bermuka dua dan intrik politik yang mematikan. Sanggupkah Kirana bertahan hidup di zaman kuno tanpa rice cooker dan kulkas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2 BAB 4: SABOTASE

Pukul 09.00 WIB. Kedai Majapahit biasanya baru saja mulai berdenyut. Suara pisau yang beradu dengan talenan, desisan uap dari panci kaldu, dan aroma rempah yang menyengat adalah simfoni harian bagi Kirana. Namun, pagi ini, simfoni itu terputus oleh suara derit ban mobil yang mengerem mendadak di depan pintu masuk.

Tiga pria berseragam dinas kesehatan, lengkap dengan rompi bertuliskan "Pengawasan Keamanan Pangan", melangkah masuk dengan wajah kaku. Di belakang mereka, entah dari mana asalnya, dua orang jurnalis dari portal berita hiburan kelas menengah sudah siap dengan kamera ponsel mereka yang menyala.

"Chef Kirana?" salah satu petugas, pria dengan kacamata tebal dan kumis tipis, bertanya dengan nada otoriter. "Kami menerima laporan masyarakat terkait penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang dan kondisi sanitasi yang tidak layak di dapur ini."

Kirana, yang sedang mengenakan celemek hitamnya, tidak berkedip. Dia meletakkan pisau chef miliknya dengan sangat pelan. Di dalam benaknya, memori lama berputar—memori saat para prajurit Arga mengepung kamarnya setelah Laras pura-pura keracunan.

Pola yang sama, batin Kirana. Laras tidak pernah belajar cara baru untuk menjatuhkanku.

"Laporan masyarakat?" Kirana mengangkat dagunya, memberikan tatapan dingin yang biasanya ia gunakan untuk mendisiplinkan asisten koki yang ceroboh. "Toko kami baru buka dua jam lagi. Jika Anda ingin melakukan inspeksi, silakan ikuti prosedur. Mana surat tugasnya?"

Petugas itu menyodorkan selembar kertas dengan kasar. "Kami punya wewenang untuk melakukan inspeksi mendadak jika ada ancaman kesehatan publik. Silakan minggir, kami akan memeriksa gudang bahan kering Anda."

Para staf dapur mulai panik. Bayu, asisten kepercayaan Kirana, mendekat dengan wajah pucat. "Chef, ini tidak benar. Kita baru saja lulus audit kebersihan minggu lalu."

"Diam, Bayu. Biarkan mereka bekerja," bisik Kirana, matanya terus mengawasi gerak-gerik salah satu petugas yang tampak lebih sibuk mencari-cari sesuatu di sudut tersembunyi daripada memeriksa suhu lemari es.

Benar saja. Hanya dalam waktu sepuluh menit, petugas yang berada di area penyimpanan tepung berteriak. "Ketemu! Apa ini, Chef?"

Pria itu mengangkat sebuah bungkusan plastik kecil berisi serbuk putih yang disembunyikan di balik karung beras organik. "Boraks? Atau sianida? Ini bukan bahan makanan, ini racun."

Kamera jurnalis langsung mendekat, mengambil gambar close-up plastik tersebut. Kirana merasakan darahnya mendidih. Dia tahu persis bungkusan itu tidak ada di sana sepuluh menit yang lalu.

"Itu bukan milik kami," suara Kirana tenang, namun mengandung getaran kemarahan yang tertahan.

"Tentu saja Anda akan bilang begitu," cibir petugas itu. "Kami harus menyegel tempat ini untuk penyelidikan lebih lanjut."

"Segel?" Kirana melangkah maju, auranya tiba-tiba berubah. Bukan lagi sekadar koki modern, tapi Putri Tantri yang pernah menguasai wilayah Selatan. "Anda pikir Anda bisa menutup bisnis yang menghidupi dua puluh orang hanya karena sebuah bungkusan yang Anda bawa sendiri di dalam saku rompi Anda?"

Petugas itu tertegun. "Apa maksud Anda?! Jangan mencoba memfitnah petugas!"

"Bayu, putar CCTV sudut kiri atas. Sekarang!" perintah Kirana tanpa mengalihkan pandangan.

"CCTV itu sedang mati untuk perbaikan, Chef," bisik Bayu lemas.

Kirana mendengus. Laras benar-benar sudah merencanakan ini dengan sangat detail. CCTV yang mati, laporan palsu, dan media yang sudah siap siaga. Persis seperti skenario peracunan Laras di masa lalu yang membuatnya hampir dihukum mati.

Di saat yang sama, Arga baru saja turun dari mobilnya di depan restoran. Dia datang untuk mengembalikan buku biru yang tertinggal, tapi langkahnya terhenti saat melihat kerumunan dan garis kuning yang mulai dipasang di pintu masuk.

Wajah Arga mendingin. Ingatan tentang bagaimana dia hampir mengeksekusi istrinya sendiri karena fitnah Laras kembali menghantamnya. Tidak. Tidak kali ini, batinnya.

Arga menerobos kerumunan. Tubuhnya yang tinggi dan tegap, ditambah setelan jas mahal yang membungkusnya, memberikan intimidasi instan.

"Ada apa ini?" suara Arga menggelegar, memotong perdebatan di dalam dapur.

Petugas kesehatan itu menoleh. "Ini urusan dinas, Pak. Silakan keluar."

Arga mengabaikan petugas itu dan berjalan langsung ke arah Kirana. Dia melihat wajah wanita itu—pucat namun tetap tegak. Dia melihat bungkusan plastik di atas meja.

"Bahan tambahan terlarang?" Arga mengambil plastik itu, mengamatinya sejenak. "Kelihatannya seperti arsenik kelas rendah yang biasa digunakan di industri tekstil. Bukan sesuatu yang akan disimpan oleh koki berkelas seperti Kirana."

"Siapa Anda?" tanya petugas itu sengit.

"Arga Narendra. Pemilik Arga Heritage dan salah satu donatur utama untuk yayasan kesehatan yang membawahi instansi Anda," Arga mengeluarkan kartu namanya dan menjatuhkannya ke atas meja. "Dan saya saksi mata bahwa sepuluh menit yang lalu, koki ini sedang bersama saya membahas sejarah, sementara stafnya sedang melakukan sterilisasi dapur. Tidak ada ruang untuk benda ini masuk kecuali dibawa oleh orang luar."

Kirana menatap punggung Arga. Punggung yang sama yang dulu sering ia lihat dari kejauhan saat Arga bersiap pergi ke medan perang. Ada rasa hangat yang menjalar di hatinya. Arga modern ini... dia lebih cepat mempercayainya daripada Arga versi Jenderal.

"Pak Arga, kami hanya menjalankan tugas—"

"Tugas Anda adalah memeriksa fakta, bukan menciptakan drama untuk media," potong Arga tajam. Dia melirik ke arah dua jurnalis yang mulai menurunkan kamera mereka. "Kalian berdua. Jika ada satu kata pun tentang 'racun' keluar di berita sebelum hasil laboratorium resmi keluar, saya pastikan perusahaan media kalian akan menghadapi tuntutan hukum yang tidak akan selesai dalam sepuluh tahun."

Para jurnalis itu menelan ludah dan perlahan mundur. Mereka tahu siapa Arga—pria yang punya kekuatan untuk membeli gedung kantor mereka jika dia mau.

Arga kemudian menoleh ke arah petugas kesehatan. "Bawa sampel itu. Uji di laboratorium independen yang saya tunjuk. Jika terbukti itu bukan milik kedai ini, saya ingin surat permintaan maaf resmi di koran nasional. Sekarang, keluar."

Para petugas itu, menyadari bahwa mereka telah salah memilih lawan, segera mengemasi barang-barang mereka dan pergi dengan terburu-buru.

Suasana dapur kembali sunyi. Bayu dan staf lainnya menarik napas lega, beberapa bahkan terduduk lemas di lantai.

Kirana menatap Arga. Pria itu masih berdiri di sana, napasnya sedikit memburu. "Kau baik-baik saja?" tanya Arga, suaranya melembut drastis.

"Aku bisa menanganinya sendiri, kau tahu," sahut Kirana, mencoba mempertahankan harga dirinya meski tangannya masih sedikit gemetar.

"Aku tahu kau bisa. Kau adalah wanita paling tangguh yang pernah aku temui di dua dunia," Arga mendekat, tangannya secara alami meraih bahu Kirana. "Tapi seorang Jenderal tidak akan membiarkan wanitanya bertempur sendirian di depan dapur."

Kirana tertegun. "Kau... kau mulai mengingat semuanya?"

Arga menghela napas, menatap langit-langit restoran. "Belum semua. Tapi tadi, saat aku melihat mereka mencoba menjebakmu, kepalaku terasa seperti terbakar. Aku melihat diriku sendiri yang dulu... bodoh, kaku, dan hampir membunuhmu karena percaya pada air mata palsu Laras. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, Kirana."

Kirana menunduk, menyembunyikan air matanya yang mulai jatuh. "Laras tidak akan berhenti di sini, Arga. Di masa lalu, dia menggunakan cinta dan belas kasihanmu. Di sini, dia menggunakan uang dan pengaruh."

"Maka aku akan menggunakan segalanya untuk menghancurkannya," suara Arga dingin dan mematikan. "Dia lupa bahwa di dunia ini, aku bukan lagi Jenderal yang terikat sumpah setia pada raja. Aku adalah orang yang menciptakan aturan itu sendiri."

...****************...

...Bersambung.... Terima kasih telah membaca📖 Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yeaayyy ngumpul semua 🥳🥳
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
ms. S
mantap up lagi ya kak👍👍
ms. S
keren...
SeekarYaSeekar
akhirnya update juga kak
Calisa
seru
Calisa
kok aku bingung ya?
arga itu kakak iparnya Panji? terus Kirana siapanya panji sih? 😅
Calisa
emang arga istrinya berapa? Laras bukannya adik angkat?
Calisa
ayo kiranaaa.. hajaarrr
Calisa
diancam kayak gini siapa yg nggak takut 🤣
ms. S
novel dgn bab sedikit tapi cerita ga kaleng2. tuntas dan jelas. cerita jendral dan chef dan masa lalu. good job Thor.
Nunung Elasari
recommended, ceritanya bagus.......
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ada kelegaan yang menyumbat rongga dada,
Kasih di mana tak dapat bersatu di masa itu ,kembali bereinkarnasi menemui cinta abadi nya.
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
cinta Arga membawa nya ke masa depan
tak berjodoh di masa lalu
berjodoh di masa depan
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
tdk bisa kah takdir di rubah kembali
Tantri akan bahagia bersma jenderal dan putra nya
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
seluruh istana pasti berduka atas hilangnya Tantri yang istimewa
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
waduhh , kisah masa lalu bisa kacau kembali ini
kalau Tantri kembali ke masa depan
apa tantrii sebenarnya yg telah meninggal
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
huhuhu.. /Sob/ bagaimana kelanjutannya ini thor? semoga happy ending..
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
taktik gerilyaa apalagi tantri
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
pengorbanan seorang ibu tidak akan pernah sia2, ....
siapa tahu "SUARA" itu akan tersentuh oleh ketulusan cinta kalian.
Hingga nanti semua akan berakhir bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!