"Kamu Kriminal" Ucap gadis itu ketus dengan tangan diikat.
" Saya bukan kriminal." Ucap Pria itu tegas.
Mereka saling bertatapan dalam situasi hening dan penuh ketegangan. Alih - alih merasa takut, Gadis itu terus menatapnya tajam.
"Kau monster." Celetuknya.
Senyum menyeringai. " Aku bukan monster,... Aku Vampir." Ucap pria itu pelan berbisik ditelinga gadis yang ia sekap.
Bukannya jeritan rasa takut yang didengar, Pria itu merasa heran gadis dihadapannya malah tertawa puas.
Kesal tak kunjung percaya, Pria itu menunjukan taring dan mata merahnya.
Sontak gadis itu terdiam mematung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laliza_xiexie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Agar Kamu Tau Kalo Aku Mencintaimu"
Edward perlahan berjalan mendekati danau tiba – tiba di kepalanya terlintas sosok wanita yang sedang tertidur ditepi danau. Ia mulai mencarinya dan benar saja dikejauhan Edward melihat ada wanita sedang berbaring ditepi danau.
Edward dan Eyden menghampiri wanita itu dan saat melihat wajahnya.
“ Kiara…” Ucap Edward bahagia dan hendak membangunkannya.
“ Tunggu Edward, jangan bangunkan Dia. Ini sudah tengah malam biarkan Dia tidur dan istirahat.” Ucap Eyden lembut.
Edward terdiam sembari menatap wajah Kiara yang cantik, hati Edward kini merasa tenang. Kiara kini ada dihadapannya, Ia berharap Kiara mau kembali tinggal bersamanya.
Akhirnya Edward memilih berbaring tidur disamping Kiara dan Eyden disamping yang satunya. Mereka melindungi Kiara, namun kantuk melanda dan akhirnya mereka ikut tertidur.
Di pagi hari Edward terbangun, Ia terkejut Kiara tidak ada disampingnya. Edward segera berdiri dan mencarinya. Hati Edward sangat cemas, Ia tidak ingin kehilangan Kiara untuk kedua kalinya. Edward kini menyadari bahwasanya dirinya mencintai Kiara, Kiara sangat berarti baginya. Ternyata Kiara duduk termenung sendiri diatas pohon yang roboh, Edward yang melihatnya langsung melesat menghampirinya.
Kiara tau Edward duduk disampingnya, tapi Ia tak peduli dan menghiraukannya.
Edward yang melihat Kiara tampak sangat kecewa padanya memutuskan berdiri dan jatuh bertekuk lutut dihadapan Kiara. Kiara sangat terkejut dan langsung berdiri kebingungan.
“ Maafkan Aku. Aku sadar sikapku sudah sangat buruk padamu. Tidak ada sedikit pun terlintas dipikiranku untuk menyakitimu, melihatmu dekat dengan Eyden memaksaku bertingkah sepertu itu. Aku tidak mengerti kenapa Aku seperti itu, Aku minta maaf.” Ucap Edward menunduk dengan penuh penyesalan.
Kiara tampak masih kecewa, Ia menyentuh kedua bahu Edward dan memintanya berdiri.
Mereka berdiri berhadapan dengan wajah yang penuh harapan dan penyesalan.
“ Sudahlah bukankah Kau bilang sesuatu yang sudah terjadi tidak usah terlalu dipikirkan, tidak akan berubah dan hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Jadi Aku sudah melupakan semuanya dan memaafkanmu.” Ucap Kiara lembut.
Edward tampak tersenyum mendengar perkataan Kiara, tanpa basa – basi Ia langsung memeluk Kiara dengan erat dan Kiara memeluk Edward balik.
Tanpa mereka sadari Eyden berdiri dari jauh melihat mereka, wajahnya sangat menjelaskan perasaannya yang hancur. Namun Eyden tetap tersenyum dan tiba – tiba ada yang meneleponnya lalu pergi.
Edward dan Kiara berdiri sembari tersenyum dan bertatapan. Edward dan Kiara mereka duduk berdampingan menghadap danau. Kepala Kiara bersandar dibahu Edward, hati mereka tampak saling menyembunyikan kebahagiaan dibalik wajah cuek mereka.
“ Mengapa Kamu sangat mencemaskanku?” Tanya Kiara lembut sembari masih bersandar dibahu Edward.
Edward mulai merangkul pundak Kiara, dengan menarik nafas Ia berusaha menjelaskan isi hatinya.
“ Entahlah Aku sangat mencemaskanmu, Aku merasa tidak bisa hidup tanpamu. Aku merasa tidak senang jika harus jauh darimu.” Jawab Edward lembut.
Kiara yang melamun tiba – tiba menunjukkan raut wajah yang terkejut.
“ Bukankah Aku sangat merepotkanmu?” Tanya Kiara lembut menatap Edward.
“ Terkadang itu yang Aku inginkan, direpotkan olehmu. Aku ingin merasa diriku berguna untukmu.” Jawab Edward lembut menatap Kiara.
“ Tapi untuk apa, agar apa?” Tanya Kiara serius.
“ Agar Kamu tau kalo Aku mencintaimu.” Jawab Edward tegas menatap Kiara.
Kiara sangat terkejut sampai Ia salah tingkah dihadapan Edward. Perasaan Kiara tak karuan, Ia tidak tau harus apa. Kiara menghiraukan Edward dan kembali melihat danau.
Edward yang melihat tingkah Kiara hanya tersenyum dan sama – sama melihat danau.
“ Sepertinya Kita harus pergi, Eyden mungkin sudah menunggu!” Ucap Kiara sembari berdiri.
Edward ikut berdiri dan mulai menggunakan kekuatannya untuk melacak keberadaan Eyden. Benar saja Eyden sudah menunggu mereka di mobil.
Edward mengangguk pada Kiara, sembari bergandeng tangan mereka keluar dari hutan.
Eyden tampak berdiri bersandar dimobil dengan menekukan satu kakinya dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
Edward dan Kiara berjalan menghampiri Eyden sembari bergandengan tangan. Eyden tampak cuek dan langsung masuk mobil setelah melihat Edward dan Kiara kembali.
“ Kembali Ke Penginapan?” Tanya Edward lembut.
Kiara hanya mengangguk. Edward langsung membuka pintu belakang dan mempersilahkan Kiara masuk, sedangkan Edward Ia duduk didepan disamping Eyden yang mengemudi.
Mereka mulai melaju kembali Ke Penginapan, setelah sampai Eyden tidak ikut masuk dan memilih untuk pulang.
“ Kenapa? Mampir dulu ya Aku buatkan teh.” Ucap Kiara lembut.
“ Tidak perlu, Aku sibuk.” Ucap Eyden cuek.
“ Sudahlah tidak perlu dipaksa.” Ucap Edward jutek.
“ Terima kasih Eyden.” Ucap Kiara lembut.
Eyden hanya tersenyum dan masuk mobil. Eyden tampak mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, Kiara merasa khawatir sekaligus bingung dengan sikapnya yang dingin.