Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29.
“Ternyata Lu beneran manfaatin foto adik Lu sendiri buat ambil mobil ini,” sambut Zay dengan wajah tengilnya.
Biru tersenyum sambil menyalakan rokok yang saat ini sudah ada di mulutnya, “Bukannya Lu juga manfaatin dia, demi sebuah pertandingan?” Jawab Biru sambil mengepulkan asap rokok ke muka Zay. “Gue mau tanding sama Lu bukan adik Lu,” tantang nya dengan senyaman remeh.
“Kenapa lo takut dengan kemampuan dia saat ini yang di atas rata-rata?” Sarkas Zay.
Biru langsung terkekeh, “gue takut dia nggak fokus, dan pertandingannya jadi nggak seru kayak kemarin, seolah olah balap dengan gaji buta,” ucap Biru dengan ekspresi yang meremehkan.
“Dia nggak setolol dan secinta itu sama adik Lu,” ucap Zay sedikit kesal.
“Oh ya, bagus…!!” Ucap Biru sambil menatap tajam ke arah Brandon.
Saat ini Biru dan Brandon sama-sama berjalan masuk arena, “Gue harap Lu hapus foto Senja, jika gue menang,” ucap Brandon dengan serius.
“Sayangnya gue jadi suka koleksi foto dia, dalam keadaan nggak bener,” jawab Biru dengan senyum tengilnya.
“Brengsek,” teriaknya terusulut emosi.
Sedangkan Biru terlihat tenang dengan wajah tengilnya, mereka saat ini sama-sama siap masuk ke mobil dan siap menancapkan gass mobil dalam kecepatan tinggi.
Brandon jauh melesat lebih dulu, dia yang saat ini berambisi mengalahkan Biru demi Senja, menancapkan gasnya dengan kecepatan di luar batas dan membuat semua orang tercengang dengan kecepatan tersebut.
Sedangkan Biru terus membuntutinya di belakang dengan senyuman yang menyeringai, dia terus fokus ke depan dan medan balapan nya.
Mobil Brandon yang terus berkecepatan penuh dan mentok, mulai sulit di kendalikan saat mereka melewati leter delapan di arena tersebut hingga Biru berhasil mengendalikan medan dan melesat lebih jauh dari Brandon lalu menyentuh garis finis.
Sorak sorai menyambut kemenangan Biru, dan pelukan kemenangan terus menghampiri nya.
Mike melemparkan satu kantong tas hitam full dengan uang, “buat sekolah Lu, soal anak-anak biar gue yang traktir,” ucap Mike dengan wajah bangganya.
“Thanks bang, gue boleh nggak langsung cabut?”pamitnya yang membuat Mike memicingkan matanya. “Gue ada kerjaan yang belum gue selesaikan,” ucapnya dan Mike mengijinkannya.
“Minum seteguk buat kemenangan Lu,” ucapnya sambil memberikan sebotol untuk Biru, dan Biru menerima nya.
Biru langsung bergegas pulang lebih cepat, dalam fikirannya untuk saat ini dia mau merayakan kemenangan nya bersama Senja.
Hingga beberapa saat kemudian dia sampai di rumah, dan membuka pintu balkon kamar Senja, Biru tersenyum bahagia melihat wajah Senja yang terlihat tenang dan pulas dalam tidurnya.
“Senja aku pulang,” ucapnya pelan sambil mengusap kepala Senja. Dengan perlahan Senja membuka matanya, Senja terdiam saat Biru tepat di dapan matanya dengan wajah tampannya.
“Kak Biru mabok lagi?” Tanya Senja dengan suara seraknya. Dan Biru hanya menggelengkan kepalanya. “Bohong,” jawab Senja dengan wajah ketusnya.
“Kenapa akhir akhir ini jadi sering marah?” Tanya Biru.
“Karena aku nggak suka Kak Biru seperti ini terus,” jelas Senja.
“Aku juga nggak suka kamu marah-marah terus,” ungkap Biru.
“Ya udah berhenti, jangan balapan, jangan mabok,” jelas Senja sedikit emosi.
“Aku emang minum dikit Senja, tapi nggak mabok, aku masih sadar, bahkan aku langsung pulang dari balapan itu, agar cepet ketemu kamu lagi,” jelas Biru yang mulai ikut frustrasi.
“Kak Biru sayang nggak sama aku?” Tanya Senja tiba-tiba.
“Kita udah sejauh ini Senja, tentu saja aku sayang sama kamu,” jawab Biru dengan yakin.
“Ya udah berhenti balapan.” Ucap Senja dengan tegas.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍