NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maullll

"Pernikahan yang Tidak Diinginkan" bercerita tentang Kirana Putri, seorang wanita muda yang cantik dan berhati lembut, yang terpaksa harus menikah dengan Arga Wijaya, seorang pengusaha sukses yang terkenal dingin, tegas, dan tak tersentuh.

Pernikahan ini bukanlah hasil dari cinta, melainkan sebuah perjanjian bisnis dan kewajiban keluarga untuk menyelamatkan perusahaan ayah Kirana dari kebangkrutan. Bagi Arga, pernikahan ini hanyalah formalitas dan cara untuk memenuhi keinginan orang tuanya, sementara bagi Kirana, ini adalah pengorbanan besar demi keluarganya.

Sejak hari pertama, rumah tangga mereka dipenuhi dengan kebekuan. Mereka hidup satu atap layaknya dua orang asing—saling menghormati tapi jauh dari kata dekat, sering bertengkar karena salah paham, dan masing-masing menyimpan perasaan terpaksa.

Namun, seiring berjalannya waktu, di tengah sikap dingin dan pertengkaran, benih-benih perhatian mulai tumbuh perlahan. Mereka mulai melihat sisi lain dari satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maullll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 Badai Datang Kembali

Hari-hari bahagia itu terus berlanjut selama beberapa minggu. Rumah yang dulu dingin kini terasa seperti surga kecil bagi Arga dan Kirana. Mereka bagaikan sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Ke mana pun Arga pergi, ia selalu mengajak istrinya, atau setidaknya selalu mengabari setiap jam. Arga bahkan mulai mengajarkan Kirana banyak hal tentang bisnis dan manajemen, karena ia berniat suatu saat nanti Kirana bisa membantunya mengurus perusahaan.

Kirana pun berubah menjadi wanita yang semakin bersinar. Wajahnya selalu cerah, senyumnya tak pernah lepas dari bibir. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia karena memiliki suami yang begitu sempurna, tampan, kaya, dan sangat mencintainya.

Namun, kebahagiaan yang terlalu indah seringkali membuat orang lengah. Dan seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Kedamaian mereka pun mulai terganggu kembali.

Suatu siang, saat Arga sedang rapat penting di kantor dan tidak bisa dihubungi, sebuah amplop cokelat tebal dikirimkan ke rumah. Tidak ada nama pengirimnya.

Bi Sumi yang menerima bingung, lalu memberikannya pada Kirana yang sedang membaca buku di ruang keluarga.

"Ini ada kiriman buat Non, tapi nggak ada nama pengirimnya," kata Bi Sumi.

Kirana mengerjap, menerima amplop itu dengan rasa penasaran. "Hah? Dari siapa ya?"

Dengan hati-hati ia membuka segelnya. Isinya bukan surat, melainkan tumpukan foto-foto berukuran besar.

Saat mata Kirana melihat isi foto itu, wajahnya seketika pucat pasi. Darah seakan berhenti mengalir di tubuhnya.

Tangan-tangannya gemetar hebat. Ia menjatuhkan foto-foto itu ke lantai karena terlalu syok.

Foto-foto itu memperlihatkan Arga. Tapi bukan Arga yang ia kenal sekarang. Foto-foto itu diambil beberapa tahun lalu, namun sangat jelas wajahnya. Di foto-foto itu, Arga terlihat sangat mesra berjalan bergandengan tangan dengan seorang wanita. Wanita itu cantik, anggun, dan memiliki senyum yang sangat manis.

Dan yang paling membuat jantung Kirana hancur... di beberapa foto lainnya, terlihat jelas Arga sedang memeluk wanita itu dengan penuh cinta, bahkan ada foto mereka berdua sedang berciuman di depan sebuah gereja kecil dengan latar belakang bunga-bunga indah.

Wajah wanita di foto itu sangat familiar. Bukan Natasha. Tapi... wajah wanita itu sangat mirip dengan dirinya. Sangat mirip! Hanya saja gaya berpakaian dan potongan rambutnya berbeda.

"Siapa... siapa dia?" bisik Kirana pelan, suaranya tercekat di tenggorokan. Air mata mulai membanjiri wajahnya tanpa sadar.

Rasa penasaran membuatnya mengambil kembali foto-foto itu, membaliknya. Di bagian belakang salah satu foto, ada tulisan tangan yang sangat indah:

Untuk Arga, cintaku selamanya. Kita akan bersama sampai akhir hayat.

— Alya —

Alya... nama itu terngiang di kepala Kirana bagaikan petir yang menyambar.

Jadi ini wanita yang dimaksud Mama dulu? Wanita yang membuat Arga berubah dingin karena kehilangannya? Alya?

Dan kenapa wajahnya sangat mirip dengan dirinya? Apakah selama ini Arga bersikap manis dan mencintainya... hanya karena ia mirip dengan mendiang wanita itu? Apakah Arga hanya menjadikannya sebagai pengganti? Sebagai boneka yang memiliki wajah serupa dengan cinta pertamanya?

"Ya Allah... tidak mungkin..." isak Kirana tertahan di dada. Rasanya sesak sekali.

Ingatan kembali berputar. Kata-kata Arga saat tidur dulu: "Jangan pergi...". Tatapan Arga yang kadang kosong saat menatapnya. Semuanya kini terjawab sudah.

Arga tidak mencintainya karena dia adalah Kirana. Arga mencintainya karena dia terlihat seperti Alya!

Hancur sudah hati Kirana. Cinta yang selama ini ia bangun dengan begitu indah, ternyata dibangun di atas kebohongan dan bayang-bayang orang lain. Ia merasa dipermainkan. Ia merasa hanyalah sebuah barang pengganti yang murahan.

"Kenapa begini, Arga... kenapa?" tangisnya pecah. Ia memeluk lututnya, duduk bersandar di sofa dengan tubuh gemetar hebat.

Bi Sumi yang melihat majikannya menangis histeris langsung panik. "Non Kirana! Ya ampun, Non kenapa? Ada apa ini?!"

"Tidak apa-apa, Bi! Biarkan aku sendiri!" seru Kirana, lalu ia berdiri dan berlari secepat kilat menuju kamar tidur utama, mengunci pintu rapat-rapat.

Ia tidak mau melihat siapa pun. Apalagi melihat wajah Arga. Rasanya sakit sekali. Lebih sakit daripada saat Arga bersikap dingin dulu. Saat itu ia sakit karena tidak dicintai, tapi sekarang ia sakit karena sadar bahwa cinta yang ia terima itu tidak tulus, melainkan milik orang lain.

 

Sore harinya, Arga pulang dengan wajah ceria seperti biasa. Ia membawa sekotak cokelat dan bunga kesukaan Kirana, berniat memberi kejutan untuk istrinya.

"Bi Sumi, Kirana mana?" tanya Arga santai saat masuk rumah.

Wajah Bi Sumi terlihat cemas dan bingung. "Eh, Tuan pulang. Non Kirana... di kamar, Tuan. Sejak tadi siang dia mengunci diri dan menangis. Saya khawatir sekali."

Arga langsung kaget. Senyum di wajahnya lenyap seketika.

"Menangis? Kenapa? Ada apa? Dia sakit?" tanya Arga cepat, panik bukan main. Ia langsung meletakkan barang bawaannya dan berlari menaiki tangga.

"Kirana! Sayang! Buka pintunya!" ketuk Arga berkali-kali. "Ada apa? Kenapa nangis? Kamu kenapa?!"

Dari dalam kamar, tidak ada jawaban. Hanya terdengar suara isak tangis yang tertahan.

"Kirana! Tolong buka pintunya! Kamu bikin aku takut tahu!" teriak Arga panik, tangannya memukul pintu pelan namun mendesak.

Akhirnya, setelah beberapa menit, pintu terbuka perlahan.

Kirana muncul dengan wajah bengkak, mata merah, dan tatapan kosong yang menyakitkan. Di tangannya, ia memegang tumpukan foto-foto yang tadi siang ia terima.

Melihat foto-foto itu, wajah Arga seketika berubah pucat. Matanya membelalak kaget. Darah seakan surut ke seluruh tubuhnya.

"Dari mana kamu dapat ini?" tanya Arga pelan, suaranya terdengar bergetar.

Kirana tertawa kecil, tapi tawanya terdengar sangat menyedihkan dan penuh kepahitan.

"Jawab aku, Arga..." suara Kirana terdengar serak dan dingin, sangat berbeda dengan biasanya. "Siapa Alya itu?!"

Nama itu terlontar dari mulut Kirana, membuat tubuh Arga terasa kaku patung.

"Dia siapa?! Kenapa wajahnya mirip banget sama aku?! Jawab aku!!" teriak Kirana melepaskan semua emosinya, melemparkan foto-foto itu ke wajah Arga. Foto-foto itu bertebaran di lantai kamar yang luas itu.

Arga menunduk, tidak berani menatap mata istrinya. Tangannya mengepal kuat di sisi tubuh. Rasa bersalah, kaget, dan marah bercampur menjadi satu. Marah pada siapa pun yang berani mengirim foto-foto masa lalu itu untuk menyakiti istrinya.

"Jawab!!" desak Kirana lagi, air mata terus mengalir. "Aku cuma pengganti kan?! Aku cuma mirip sama dia, makanya kamu terima aku jadi istri?! Makanya kamu sayang sama aku?! Selama ini aku cuma boneka buat kamu, Arga?!"

"Tidak! Bukan begitu, Kirana!" Arga akhirnya angkat bicara, ia mencoba meraih tangan Kirana. "Dengerin aku penjelasan dulu!"

"JANGAN SENTUH AKU!" Kirana mundur menjauh, menepis tangan Arga dengan kasar. Tatapannya penuh kebencian dan kekecewaan mendalam. "LEPAS! JANGAN DEKAT-DEKAT! AKU BENCIIII!"

Terakan itu menyakitkan. Sangat menyakitkan. Arga terpaku, tangannya terulur di udara. Ia melihat betapa hancurnya hati wanita itu karena ulahnya yang menyembunyikan masa lalu yang begitu penting.

"Kirana, tolong... dengerin aku dulu. Alya itu..."

"AKU GAK MAU DENGER!" potong Kirana keras. "Cukup! Aku sudah cukup bodoh percaya sama omongan manis kamu! Aku pikir kamu beneran sayang sama aku, ternyata cuma karena fisik doang! Kamu kangen sama dia, makanya kamu cari pengganti! Dan aku yang sial kena damprat!"

Kirana memegang dadanya sendiri, napasnya memburu karena tangis dan emosi yang meledak-ledak.

"Keluar... kamu keluar dari kamar ini sekarang!" tunjuk Kirana ke arah pintu. "Aku gak mau lihat muka kamu lagi! Aku benci kamu, Arga Wijaya! AKU BENCI!"

Arga berdiri terpaku di sana. Hatinya terasa remuk redam melihat istrinya memandangnya dengan tatapan begitu benci. Ia ingin menjelaskan, ia ingin berteriak bahwa cintanya pada Kirana sekarang sudah jauh lebih besar, tapi saat ini Kirana sedang terlalu emosi dan tidak mau mendengar apa pun.

"Kirana, aku mohon..." suara Arga terdengar lemah dan memohon, sesuatu yang sangat jarang dilakukan pria sekuat dia.

"KELUARRR!!"

Dengan langkah berat dan hati yang hancur, Arga akhirnya berbalik. Ia keluar dari kamar itu, meninggalkan Kirana yang langsung mengunci pintu kembali dan menjatuhkan diri di ranjang sambil menangis sejadi-jadinya.

Di luar pintu, Arga bersandar lemas di dinding. Ia menengadahkan kepala ke atas, memejamkan mata erat-erat. Pundaknya bergetar menahan tangis yang tak bisa keluar.

'Maafkan aku, Sayang... maafkan aku...' batinnya berteriak putus asa.

Badai yang sebenarnya kini benar-benar datang. Dan kali ini, badai itu sangat besar, seolah ingin menghancurkan rumah tangga mereka yang baru saja dibangun dengan susah payah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!