NovelToon NovelToon
Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Perjodohan
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Rmdhn

Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelindung dari Mahendra

Zevanya dan Arsen akhirnya tiba di pusat kota.

Mereka turun dari bus,

memutuskan berjalan kaki sedikit menuju kontrakan nya.

Zevanya menggandeng erat tangan kecil Arsen,

menceritakan tentang sekolah barunya.

Namun,

di pinggir jalan raya,

sebuah mobil mewah melaju kencang.

Di dalam mobil itu,

Ada Clarissa yang berteriak histeris.

Air mata kemarahan membasahi pipinya.

, "Sial! Enam tahun sia-sia! Bertahun-tahun aku berpura-pura anggun, tapi Arkan tetap tidak melirikku!

Arkan, kamu bajingan!"

teriaknya sambil memukul kemudi berkali-kali.

Dalam kemarahan dan kecepatan tinggi itu,

Clarissa terlambat menyadari ada dua sosok di pinggir jalan.

BRAKK!

"Aaaaa!"

Clarissa menjerit saat benturan keras terasa di mobilnya.

Zevanya tersentak dan reflek melepaskan genggaman nya,

Di depannya,

tubuh kecil Arsen terlempar ke samping trotoar.

"ARSENNN!"

teriakan Zevanya.

Ia menghampiri putranya yang berlumuran darah di dengkul nya,

Zevanya menangis histeris.

Clarissa turun dari mobil dengan gemetar,

merasa panik dan ingin meminta maaf.

Namun,

saat Zevanya mendongak dengan wajah penuh air mata,

mata Clarissa seketika berubah tajam.

Rasa paniknya, digantikan oleh kebencian.

"Eh, dasar wanita miskin! Bagus ya, bertahun-tahun aku mencarimu, sekarang kamu muncul sendiri di hadapanku!"

maki Clarissa, seolah lupa bahwa dia baru saja mencelakai seorang anak kecil.

"Nona... kamu telah menabrak anakku! Dia terluka parah! Kamu harus tanggung jawab!"

teriak Zevanya dengan nada tinggi.

Clarissa tertawa mengejek.

"Tanggung jawab? Urus saja sendiri! Itu anakmu, bukan urusanku.

Kenapa? Kamu minta tanggung jawab karena kamu miskin dan tidak punya duit, hah?"

"Nona kamu gila! Kamu yang menabraknya! Kalau kamu tidak bertanggung jawab, aku akan melaporkanmu ke polisi!"

ucap zevanya dengan emosi,

"Silakan! Laporkan saja! Memangnya apa yang bisa dilakukan wanita miskin sepertimu?"

tantang Clarissa angkuh.

Zevanya yang sudah hilang kendali mendorong bahu Clarissa dengan keras.

"Keterlaluan kamu!"

Saat keributan terjadi,

warga sekitar berdatangan dan segera membantu membawa Arsen ke rumah sakit.

Clarissa justru mengikuti dengan mobilnya.

Ia tersenyum jahat di balik kemudi.

"Mampus. Mungkin itu karma karena kamu sudah mencuri hati calon suamiku. Tuhan memang adil, ya?

Tanpa perlu repot memberi pelajaran, anakmu sudah tertabrak sendiri olehku.

Rasakan itu, wanita miskin. Kita lihat bagaimana kamu membayar biaya rumah sakitnya nanti!"

Di depan pintu kaca ruang perawatan,

Clarissa berdiri sambil melipat tangan,

menatap Arsen yang sedang diobati dengan tatapan meremehkan.

"Salah sendiri jalan di pinggir jalan. Lagian cuma luka kecil begitu saja berlebihan,"

ucap clarissa sambil tertawa kecil.

Zevanya yang melihat wajah clarissa di balik jendela pintu,

langsung keluar dengan amarah.

"Nona! Anda ini kenapa? Anda sudah menabrak anak saya, dan sekarang Anda bersikap seolah tidak punya salah apa pun!"

Clarissa justru menantang.

"Jawab jujur! Ada hubungan apa kamu dengan calon suamiku, Arkan?!"

"Arkan? Aku tidak punya hubungan apa pun dengannya!"

sahut Zevanya.

"Dengarkan saya, Nona. Anda boleh membenci saya, tapi jangan pernah menyakiti anak saya!

Saya akan melawan siapa pun yang berani menyentuhnya, tidak peduli Anda dari keluarga kaya raya sekalipun!"

"Berani sekali kamu bicara begitu padaku, wanita miskin! Aku bisa membuatmu tidak diterima bekerja di perusahaan mana pun, paham?!"

Clarissa mengangkat tangannya, dan ingin menampar zevanya.

"BERHENTI!"

Tiba tiba Suara arkan menghentikan gerakan Clarissa.

Di ujung lorong,

Arkan berdiri dengan wajah mengeras.

Ia baru saja menemani Baskara yang kondisinya melemah di rumah sakit yang sama,

Dan tidak sengaja melihat clarissa yang sedang memaki maki seseorang.

Arkan melangkah mendekat,

jantungnya berdegub kencang saat melihat wanita yang sedang dimaki Clarissa.

"Zevanya?"

batin Arkan terkejut.

"Ada apa ini, Clarissa?"

tanya Arkan.

"Dia menabrak putraku sampai terluka, Tuan! Tapi dia malah memaki dan menuduh saya merebut calon suaminya,"

adu Zevanya dengan mata berkaca-kaca.

Arkan menatap Clarissa.

"Keterlaluan kamu, Clarissa! Perjodohan kita sudah batal, kenapa kamu masih bertingkah gila seperti ini?"

"Arkan! Aku dengar sendiri enam tahun lalu kamu menyebut nama wanita ini! Dia seolah tidak mau hilang dari pikiranmu!"

teriak Clarissa histeris.

Zevanya tersentak.

"Arkan menyebut namaku enam tahun lalu?"

batinnya bingung.

"Sudah tidak waras kamu,"

ucap Arkan.

arkan lalu menatap Zevanya dengan lembut.

"Ayo, tunjukkan padaku di mana anakmu."

Zevanya menunjuk ke dalam ruangan.

Saat Arkan melihat Arsen dari balik kaca, meski ia menunduk.

ada perasaan aneh di dadanya, namun ia berusaha tenang.

"Namamu Zevanya?"

tanya Arkan memastikan.

Zevanya mengangguk pelan.

"Iya, Tuan."

"Kenapa putramu tadi bisa tertabrak?"

"Saya baru sampai di kota ini untuk kembali ke rumah dan mencari lowongan pekerjaan, Tuan.

Tapi tiba-tiba mobil Nona ini melaju kencang dan menabrak putra saya."

Arkan terdiam sejenak,

lalu menatap Zevanya dalam-dalam.

"Kalau kamu butuh pekerjaan, datanglah ke perusahaanku, Mahendra Group pt senja."

Clarissa berteriak histeris tidak terima,

namun Arkan mengusirnya dengan kasar hingga Clarissa pergi sambil menangis.

Setelah Clarissa pergi, Arkan memberikan kartu namanya.

"Datanglah besok. Kabari saya,"

ucap Arkan.

Setelah Arkan pergi,

Zevanya menatap kartu nama itu.

tanpa sadar zevanya mencium kartu itu.

"Aroma ini... sama persis dengan pria malam itu,"

bisik zevanya dalam hati.

Ia menggelengkan kepala,

mencoba menepis pikiran gila itu.

"Sudahlah Zevanya!"

Di sisi lain,

Arkan kembali ke ruangan ayahnya dengan perasaan tak menentu.

Aroma mawar dari tubuh Zevanya tadi masih tertinggal di penciumannya.

"Aroma itu... persis dengan wanita malam itu. Aku tidak sabar melihat wajahnya dan mencium aroma itu setiap hari jika ia bekerja di kantor,"

batin Arkan dengan senyum tipis.

Baskara yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit,

melirik putranya.

Arkan tampak duduk di sudut ruangan sambil senyum senyum sendiri,

pemandangan yang sangat langka bagi baskara.

"Arkan,"

panggil Baskara.

"Ayah bosan. Ayah ingin mencari udara segar ke luar."

Arkan tersentak dari lamunannya.

"Baik, Ayah. Aku akan panggil Rio untuk mengantarkan Ayah berkeliling."

Rio kemudian mendorong kursi roda Baskara menyusuri lorong rumah sakit.

Saat melewati area lobi dan kasir,

tiba-tiba ada seorang anak kecil yang tampak terburu-buru berlari..

Brak!

Anak itu tidak sengaja menabrak kursi roda Baskara.

Dia adalah Arsen Adistira,

yang sedang mencari ibunya karena takut ditinggal sendirian di ruang perawatan.

"Maaf, Kek..."

ucap Arsen dengan suara kecil.

"Siapa namamu, Nak?"

tanya Baskara dengan suara serak.

"Arsen, Kek," jawab arsen

saat mata baskara bertemu dengan mata Arsen,

Dunia seolah berhenti.

Baskara mencondongkan tubuhnya,

menatap dekat dekat wajah arsen.

Ia bahkan memegang pipi Arsen,

dan membolak-balikkan wajah anak itu dengan tangan gemetar.

Jantung Baskara berdegup kencang.

"Wajah ini... garis rahang ini... bahkan sorot matanya sangat identik dengan Arkananta waktu kecil."

ucap baskara

"Rio! Kamu lihat ini?!"

teriak Baskara panik sekaligus antusias.

"Wajah anak ini mirip sekali dengan Arkananta! Lihatlah!"

Rio mendekat dan ikut tersentak.

"Iya, benar Tuan... wajah anak ini benar-benar mirip dengan Tuan Arkan."

Arsen yang merasa takut karena diperhatikan perlahan mundur.

Tanpa pamit,

ia langsung berlari kencang kembali menuju lorong ruang perawatan,

meninggalkan Baskara.

"Hey, Nak! Tunggu!"

teriak Baskara.

Baskara memukul pegangan kursi rodanya dengan penuh semangat.

"Rio! Cepat kejar anak itu!!

Aku yakin... dia adalah darah daging Arkan!"

1
Suanti
zevanya terima lah arkana jdi pasangan nya 🤭
Niarmdhn: beneran ini mah 🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
malah sok jual mahal lagi zevenye🤣
Niarmdhn: meresahkan yak🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
pov gua kalo sebagai zevanya pasti udah seneng banget punya pasangan seorang ceo🤣
Niarmdhn: seharusnya begitu yak🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
katakan saja lah arkan cepat bujang🤣
Niarmdhn: tahan napas dulu coba🤭
total 1 replies
Niarmdhn
bingung dengan pertanyaan zevanya yak🤣
kaylla salsabella
la binggung aku juga zevanya🤣🤣🤭🤭
Suanti
semoga baskara selesai tes DNA merestui zevanya jdi istri arkan 🤭
Niarmdhn: kita buka pengajian bareng2 yuk🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah jangan tuh calissa tahu rumah zevanya
Niarmdhn: bisa perang dunia yak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
akhirnya.....☺️ semoga Arkan zevanya segera bersatu❤️
Niarmdhn: itu semua berkat kamu azzura🤣
total 4 replies
Lindu Wati
Seorang ibu yg buruk, tidak mengenal anaknya, biasanya filing ibu tajam ,
Niarmdhn: mungkin karna sudah terpisah sejak kecil🤣
total 1 replies
Suanti
nanti kalau sdh terbongkar rupa nya zevanya ank kandung siska wijaya yg hilang baru tau rasa siska nyesal pun sdh tak guna 🤭🤣🤣
Niarmdhn: harus di tungguin ending itu🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
ealah Siska.. Siska 🤣🤣🤣
Niarmdhn: hantam siska🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
to the point banget arkan nanya🤣
Niarmdhn: coba ajarin si arkan biar lebih smooth nanya nya🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
nah gitu berani tegas
Niarmdhn: bantuin zevanya hantam clarissa 🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
la bisa" si zevanya tinggal in anak sendiri gak nunggu dia sadar
Niarmdhn: arsen kan udah gede ga boleh manja🤭
total 1 replies
Suanti
zevanya harus berani melawan clarissa jgn jdi wanita lemah 🤭
Niarmdhn: coba tolong bawakan zevanya kapak suanti untuk menghantam clarissa🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
tampol dia zevenye🤣
Niarmdhn: tahannn duluuu🤭
total 2 replies
Sur Yani
mantaaap thor..
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪
Niarmdhn: udah yang cepet cepet aja sampe keluar🤣
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Niarmdhn: udah di cepetin nanti tenang aza 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!