NovelToon NovelToon
Pengantar CINTA Untuk Mbak Janda

Pengantar CINTA Untuk Mbak Janda

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Cintamanis / Janda / Cinta Seiring Waktu / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Resti_sR

"𝘏𝘢𝘭𝘰, 𝘪𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘬𝘦𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘪𝘳𝘪𝘮, 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘱𝘢𝘮 𝘤𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.
𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵,
𝘑𝘢𝘷𝘢𝘴—𝘬𝘶𝘳𝘪𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘫𝘢𝘳 𝘫𝘢𝘯𝘥𝘢!"

Bagi Javas, seorang kurir dengan sejuta cara untuk mencuri perhatian, mengantarkan paket hanyalah alasan untuk bertemu dengannya: seorang janda anak satu yang menjadi langganan tetapnya. Dengan senyum menawan dan tekad sekuat baja, Javas bertekad untuk memenangkan hatinya. Tapi, masa lalu yang kelam dan tembok pertahanan yang tinggi membuat misinya terasa mustahil. Mampukah Javas menaklukkan hati sang janda, ataukah ia hanya akan menjadi kurir pengantar paket biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resti_sR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Kecelakaan

"Kak Javas,"

Suara yang sangat familiar itu membuat Javas mematung dengan wajah pucat. Pria itu perlahan menoleh, berusaha menenangkan degup jantung yang tiba-tiba berpacu tak karuan.

"Ya Tuhan, semoga bukan dia…" batinnya, mata terpejam sesaat.

Tatapan Meti yang sejak tadi memperhatikan, ikut tertuju pada Javas dan Vallerie yang memanggilnya.

Saat mata Javas bertemu pandang dengan tatapan penasaran Vallerie, kepanikan langsung merambat cepat. Tanpa pikir panjang, ia segera menyerahkan paket milik Selena pada Meti, lalu meraih uang COD dengan gerakan tergesa.

"Saya ambil ya, Kak. Titip juga bunga ini untuk Selena. Maaf, buru-buru," ujarnya cepat, nyaris tanpa jeda.

Vallerie berdiri dari kursinya, lalu berjalan mendekat ke arah Javas. Tatapannya menyiratkan rasa kangen dan kaget yang bercampur jadi satu. Namun saat jarak di antara mereka hampir tak tersisa, Javas sudah lebih dulu berlari keluar, menghindarinya.

"Kak… Kak Javas tunggu!" panggil Vallerie.

Sebelum benar-benar keluar, tatapannya sempat jatuh pada Meti dan beberapa kotak paket yang tadi dibawa Javas. Ada tanya yang menggantung jelas di matanya.

Seolah mengerti arti tatapan itu, Meti langsung menjawab, "Dia seorang kurir, Dek."

Dada Vallerie seketika terasa sesak. Ia tidak pernah membayangkan Javas, kakak yang selama ini hidup nyaman di rumah, kini bekerja sebagai seorang kurir di luar sana, sementara mereka di rumah menjalani hari dengan begitu santai, bahkan nyaris tanpa tuntutan apa pun.

Melupakan keterkejutannya, Vallerie segera keluar dari toko dengan langkah tergesa. Pandangannya langsung menangkap Javas yang sudah duduk di atas motor.

Dan seketika alisnya mengernyit. Motor Beat itu tampak begitu kontras di matanya. Terlihat sederhana, bahkan jelek menurut standar hidup yang biasa ia jalani. Terlebih mereka datang ke toko ini dengan mobil mewah.

"Kakak, tunggu…" panggilnya lagi.

Tanpa ia sadari, air mata jatuh begitu saja. Vallerie terus memanggil, suaranya nyaris pecah, sementara Javas justru melajukan motornya semakin cepat, meninggalkan area toko roti tanpa menoleh sedikit pun.

Melihat Vallerie keluar sambil berteriak memanggil Javas, sopir yang sedari tadi menunggu di dalam mobil langsung turun dengan raut bingung. Tak lama kemudian, Mommy Kanaya juga keluar dari arah toilet, pandangannya mencari-cari putrinya.

"Valle, kenapa?" tanya wanita itu heran.

"Mommy…" Vallerie menangis, lalu berlari mendekat dan memeluk ibunya. "Kak Javas, Mom. Itu tadi Kak Javas, hiks…" isaknya sambil menunjuk ke arah jalan.

"Iya, Javas kenapa? Kamu tiba-tiba menangis begini kenapa, sayang? Kakak di mana?" tanya Mommy Kanaya semakin bingung.

"Kak Javas baru saja keluar, Mom. Ayo kita kejar, pasti masih di jalan." Vallerie menarik tangan ibunya dengan panik. "Mommy tau nggak, Kak Javas sekarang bekerja sebagai kurir, Mom…"

Beberapa pengunjung di depan toko roti mulai melirik ke arah mereka, suasana mendadak terasa canggung.

"Apa?" pekik Mommy Kanaya dengan wajah terkejut.

Tanpa banyak bicara, wanita itu berbalik masuk ke dalam toko, mengambil tasnya, menyelesaikan pembayaran roti yang tadi mereka pesan, lalu keluar lagi dengan langkah cepat.

"Ayo, Pak. Jalan. Kita masih bisa kejar Javas, kan?" ujarnya tegas pada sopir.

Mobil pun bersiap melaju, meninggalkan halaman toko roti dengan ketegangan yang belum mereda.

...----------------...

“Aku dengar tadi rame sekali, ada apa ya?” tanya Selena saat keluar dari ruangannya.

“Itu… Kak, em, kayaknya barusan aku lihat ibunya Mas Javas sama adiknya,” jawab Meti. Wajahnya masih menyimpan sisa heran dan kaget.

Penampilan dua wanita tadi sempat mencuri perhatiannya. Pakaian mahal melekat rapi di tubuh mereka, terlalu mencolok untuk sekadar pengunjung biasa. Dari situ saja Meti sudah bisa menebak, mereka orang berada. Dan Javas… kalau memang pria itu anak dari wanita tadi, wajar jika kebingungan sempat singgah di benaknya. Karena itu pula Meti jadi sedikit ragu saat bicara. Namun dari cara mereka saling memanggil, rasanya sulit disangkal, mereka memang ibu dan anak.

“Iya kah? Terus?” tanya Selena, entah kenapa terdengar penasaran.

“Iya, terus Mas Javas pergi terburu-buru, Kak. Kayak orang takut kepergok,” lanjut Meti. “Adiknya manggil-manggil dia di depan sampai nangis, cuma karena tahu Mas Javas kerja sebagai kurir. Ibunya juga kelihatan kaget dan syok. Mereka barusan pergi, kayaknya ngejar Mas Javas.”

Selena terdiam. Tatapannya masih tertuju ke arah pintu, seolah menembus kaca dan dinding, melihat ke luar. Entah kenapa, bayangan Javas yang selalu datang, memarkir motornya di depan toko, melintas begitu saja di kepalanya. Tiga minggu terakhir, mengabaikan pria itu ternyata tidak semudah yang dia kira.

Tak bisa dipungkiri, ada rasa lelah yang muncul. Bahkan sesekali, rasa rindu ikut menyelinap. Namun Selena buru-buru menyangkalnya. Dia tidak boleh lengah, tidak ingin perasaan lain tumbuh untuk Javas.

“Hm.” Selena bergumam pelan, lebih seperti menggurui dirinya sendiri. Dia menarik napas, lalu mengalihkan fokusnya kembali ke Meti.

“Lupakan soal itu. Aku tidak mau tahu,” ucapnya singkat. “Paketnya mana?”

Meti menyerahkan kotak paket itu. “Ini, Kak. Mas Javas juga nitip setangkai mawar buat Kak Selena.”

Selena menatap mawar merah itu sejenak. Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya, perasaan yang sulit dia beri nama. Hatinya terasa goyah, meski pikirannya berusaha tetap berdiri tegak. Ucapan Sera beberapa minggu lalu kembali terngiang, menjadi alasan yang dia pakai untuk terus menjaga jarak.

“Buang saja,” katanya akhirnya, datar.

Tanpa menoleh lagi, Selena membawa kotak paket itu ke belakang.

...----------------...

Mobil milik Mommy Kanaya itu melaju dengan kecepatan yang tinggi atas perintah wanita itu. Tatapan mereka terus menatap ke arah depan, wajah penuh rasa gelisah dan bersalah sekaligus.

Vallerie masih menangis saat mengingat kembali kakanya tadi. Gadis cantik itu memang begitu menyayangi Javas, dan sejati ya hatinya mudah terenyuh. Apa yang ia lihat tadi benar-benar di luar bayangannya tentang sang kakak yang hidup di luar.

"Lebih cepat pak Anto!" ujar mommy Kanaya, tangannya sesekali dia usap karena keringat dingin.

"Siap, Bu." jawab sang sopir.

wanita itu mengeluarkan ponselnya, Jelas dia ingin menghubungi sang suami. Ya dia merasa di tipu oleh pria itu, yang pernah bilang bahwa Javas bekerja di kantor temannya, tapi taunya bekerja sebagai pengantar paket. Selama ini Mommy Kanaya percaya-percaya saja pada suaminya itu, karena dia bilang Javas di luaran sana aman-aman saja.

Panggilannya tidak tersambung. Mungkin saja suaminya masih sibuk bekerja, dan jujur saja hal itu justru membuat Mommy Kanaya semakin kesal.

“Kenapa berhenti, Pak?” tanyanya saat mobil tiba-tiba melambat lalu berhenti total.

“Macet, Nyonya,” jawab sang sopir sambil menatap ke arah depan.

Di depan sana, jalanan dipadati kendaraan. Deretan mobil mengular tanpa celah. Kemacetan itu terasa tidak biasa, terlalu panjang untuk jam seperti ini.

Beberapa meter di depan tampak keramaian. Orang-orang berkerumun di tepi jalan, membuat sang sopir akhirnya membuka pintu.

“Sepertinya ada kecelakaan, Nyonya,” ujarnya sebelum turun, berniat memastikan apa yang terjadi.

Vallerie nekat ikut keluar. Perasaannya tidak tenang, ada desakan aneh yang membuat dadanya sesak tanpa sebab jelas. Langkahnya dipercepat, hampir berlari, hingga akhirnya ia menerobos kerumunan orang di depan sana, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Siapa yang kecelakaan?” tanya Pak Anto, ikut bergabung dengan orang-orang di sekitar.

“Seorang kurir, Pak. Sudah dilarikan ke rumah sakit,” jawab salah satu warga.

Langkah Vallerie terhenti. Tubuhnya mundur beberapa langkah, tatapannya terpaku pada sebuah motor beat yang tergeletak di aspal. Motor itu sangat ia kenal. Itu motor yang tadi dinaiki kakaknya. Karung paket masih terlihat di belakang, sementara bodinya hancur tak berbentuk.

Air mata Vallerie menggenang, lalu jatuh tanpa bisa ditahan. Kakinya melemas, sulit menopang tubuhnya sendiri.

“Kak… itu bukan kamu kan?” pekiknya lirih sebelum tubuhnya limbung dan jatuh ke jalan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
javas di mata mommy kamu, kamu tetep bocahnya walaupun sudah besar juga😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
javas sikap selengek an nya😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga sadar ya papi jav
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
dokter jadian telepon siapa ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
idih sera belum apa apa sdh galak, maen nampar nampar aja, semoga mommy javes liat waktu zera nampar selana
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
trauma it susah di hilang kan sama seperti aq trauma denger bunyi hallikopter
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ: seperti mau perang😂
total 2 replies
Tulisan_nic
Pro sekali bro satu ini ya
Tulisan_nic
nyogok
Tulisan_nic
pepet troooos
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hayo selena ke RS jangan sampe dengan kehadiran mi javes bisa sadar dari koma
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
saling kenal
R_Bell
too much javas, banyak yg single.. jangan rusak rumah tangga orang 🤣😂
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Ngincernya istri orang kak😭🤣🤣
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
lanjut thor🤭
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: besok kak😁
total 1 replies
Cibby
yuk jadian yuk🤭
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: heummmm
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
pepet terus mas, gpp kaku tangan demi cinta🥰
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Javas: gini banget pepet janda🤣🤣
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagusss cerita nya thor ada lucu lucunya 🤣
Zee👻 sᥙᥒsһіᥒᥱ☀: Terima kasih kak🥰🥰
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
cinta dengan tulis ya javes
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
ada ada aja😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
🤣🤣🤣🤣🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
yang lagi viral skg namanya mas🤣 menguasai 3 negara, Indonesia korea n malaysia🤣😂
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ: iy thor🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!