NovelToon NovelToon
What Is Love? "Silent Love"

What Is Love? "Silent Love"

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Keluarga / Romansa / Balas Dendam
Popularitas:451
Nilai: 5
Nama Author: SNFLWR17

Menurut Kalian apa itu Cinta? apakah kasih sayang antara manusia? atau suatu perasaan yang sangat besar sehingga tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata?.
Tapi menurut "Dia" Cinta itu suatu perasaan yang berjalan searah dengan Logika, karena tidak semua cinta harus di tunjukan dengan kata-kata, tetapi dengan Menatap teduh Matanya, Memegang tangannya dan bertindak sesuai dengan makna cinta sesungguh nya yang berjalan ke arah yang benar dan Realistis, karena menurutnya Jika kamu mencinta kekasih mu maka "jagalah dia seperti harta berharga, lindungi dia bukan merusaknya".
maka di Novel akan menceritakan bagaimana "Dia" akan membuktikan apa itu cinta versi dirinya, yang di kemas dalam diam penuh plot twist.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNFLWR17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MIMPI= KENANGAN.!

Di malam yang sunyi, dengan udara ruangan yang dingin berasal dari AC menyelimuti dua orang di dalam ruangan, yaitu Alena yang sudah tertidur dan Bunda Tiara yang hanya menatap nanar langit-langit ruangan dengan perasaan frustrasi.

Di sana Alena sedang berbaring di sofa dengan selimut. Tubuhnya sudah mulai terlihat kehilangan berat badannya akibat masalah yang bertubi-tubi mendatanginya.

Sehingga Bunda Tiara ingin berteriak marah dan menangis. Dia sangat ingin mengatakan semuanya bahwa kematian sangat dekat dengan Alena, Putrinya.

Dan sekarang suaminya, Lingga, juga terseret. Walaupun dirinya dan Lingga tidak akur semenjak kasus Abang Rio, dia masih mencintai suaminya itu.

Memang dia tahu, balas dendam dari seorang putra semata wayang yang kehilangan ibunya itu tercipta karena dirinya. Kenzo adalah konsekuensi dari dosa masa lalunya.

Sekarang dia sangat menyesali perbuatannya di masa lalu.

Kini air mata Bunda Tiara mengalir deras di kesunyian malam, lalu dia menutup matanya, mencoba untuk tertidur.

Lalu, kenangan buruk itu datang bagaikan mimpi buruk.

*ALAM MIMPI*

Di dalam ruangan salah satu rumah mewah, terlihat tiga orang yang sedang berdebat.

"TIARA, DASAR WANITA MURAHAN!" Teriak Eleanor atau Mommy Kenzo, dengan napas memburu menatap nyalang ke arah Bunda Tiara yang sedang duduk.

Sedangkan Brian Lee hanya berdiri, menatap datar istrinya.

Dengan sigap, Eleanor melangkah menuju Tiara. Dengan keras, dia menarik rambut dari wanita itu.

"Aahkk, sialan! Sakit!" bentak Bunda Tiara sambil memegang rambutnya yang sedang dijambak oleh Eleanor.

"DASAR WANITA JALANG! BERANI-BERANINYA KAMU BERSELINGKUH DENGAN SUAMIKU, HAH!" Kini ruangan ini penuh dengan teriakan dan bentakan dari kedua wanita itu.

"Emang kenapa? Suamimu juga mau!" Jawab Bunda Tiara.

"SIALAN KAMU!" Eleanor semakin mengencangkan tarikannya di rambut Bunda Tiara.

Sedangkan Bunda Tiara hanya berteriak, lalu dia melihat ke arah Brian Lee meminta tolong.

Brian Lee yang menangkap kode minta tolong dari Tiara, langsung melangkah dan memegang bahu Eleanor lalu menariknya ke belakang sampai jambakan di rambut Bunda Tiara terlepas. Di jari-jari Eleanor terdapat beberapa helai rambut yang dengan sengaja dia tarik dengan kuat sampai rontok.

Tiara langsung meringis kesakitan sambil memegang kepalanya, setelah itu dia mengangkat kepalanya dengan emosi.

Eleanor memberontak lalu—

PLAKK!

Tamparan yang dilayangkan oleh Eleanor ke wajah Brian Lee. Wajahnya terpaling ke samping, rahangnya mengeras saat menerima tamparan dari istrinya.

"SIALAN KALIAN BERDUA! BRIAN, KAU AKAN KU BALAS RASA SAKIT INI."

"MARI KITA BERCERAI!"

Bentak Eleanor sambil menatap suaminya dengan napas tersenggal-senggal.

"Mari bercerai, Brian Lee. Dan aku akan menarik semua saham dan investasi milikku dari perusahaanku," Ucap Eleanor dengan nada berat sambil melihat suaminya dengan rasa benci yang besar.

Brian yang mendengar langsung menegang. Lalu Eleanor melihat ekspresi Tiara yang juga berdiri tak jauh.

"Dan kamu, Tiara! Aku akan membongkar perselingkuhanmu ini ke suami dan anakmu. Ah, bagaimana reaksi mereka? Terutama anakmu itu yang akan tahu bahwa ibunya hanya seorang jalang tua tidak tahu diri."

Tiara langsung berjalan menuju Eleanor, tapi belum sempat dia sampai di hadapan Eleanor.

Brian sudah dengan cepat mencekik leher Eleanor, sampai membuat wajahnya memerah karena kekurangan oksigen.

Eleanor terus memberontak sambil berusaha melepaskan cekikan di lehernya, tapi sia-sia. Sebelum dia kehilangan napasnya sepenuhnya, Brian melepaskan cekikan dari leher Eleanor.

Eleanor yang merasakan cekikan terlepas, tubuhnya langsung merosot ke bawah dengan napas tersengal-sengal parah. Air matanya jatuh karena kesakitan.

Brian lalu berjongkok. Dengan kasar dia kembali menjambak rambut istrinya.

"Tarik kata-katamu, untuk menarik saham dan investasi dari perusahaan ku," Kali ini wajah Brian Lee sudah dikuasai oleh amarah.

Eleanor dengan susah payah untuk berdiri, setelah dia sudah berdiri dan diikuti oleh Brian.

Eleanor hanya terkekeh melihat wajah suaminya.

"Hahaha, mimpi! Aku punya kuasa penuh atas itu. karena itu warisan yang diberikan oleh orang tuaku dan kamu tidak punya hak.

"Sialan! Tarik ucapanmu itu. Oke, kita bercerai, tapi dengan syarat kamu jangan menarik itu semua!" Ujar Brian Lee dengan tegas.

Cuih!

Eleanor meludah tepat di wajah Brian, suaminya, sehingga membuat kemarahan Brian semakin menjadi-jadi. Dia kembali menjambak rambut Eleanor, tapi Eleanor memberontak dengan kasar. Karena sudah terlalu emosi, Brian menyeret Eleanor ke arah meja panjang yang terdapat TV besar, dan di sisinya ada hiasan patung kecil berukuran 30 cm lumayan berat.

Lalu dengan tenaga yang kuat, Brian memukulnya ke kepala Eleanor. Belum sampai di situ, Brian menyeret lagi ke meja pantry lalu membenturkan kepala Eleanor beberapa kali.

"Ahk..! Br..ii..an, ber..henti..!" Ujar Eleanor memohon.

Eleanor menjerit kesakitan, di mana darah mulai merembes keluar.

Lalu dia menghempaskan tubuh Eleanor ke lantai.

Eleanor dengan napas tersenggal-senggal, suaranya tercekak. Dia mengangkat kepalanya melihat ke arah Tiara, tangannya terulur dengan gemetar sambil menggerakkan bibirnya meminta tolong kepada Tiara, dengan air mata yang sudah tercampur dengan darah.

"To..Lo..Ng, a..a..kku."

Setelah mengatakan itu, Brian kembali mengambil patung itu dan mengangkat tinggi-tinggi lalu memukul kembali ke kepala Eleanor.

Sedangkan Tiara tidak merespon permohonan dari Eleanor.

"Brian! Apa yang kau lakukan?!" bisik Tiara, tangannya gemetar.

Brian Lee melihat istrinya yang tergeletak. Napas Eleanor terdengar tersenggal-senggal dan lemah. Dia masih hidup.

"Dia... dia akan menghancurkan kita berdua, Tiara! Perusahaan ku hancur!" Brian Lee panik.

"Kita harus membawanya ke rumah sakit!" Sambung Brian Lee dengan wajah panik, karena dia tersadar dari apa yang dia lakukan.

"Tidak!" larang Tiara, suaranya dingin, matanya kini menunjukkan keputusan mutlak.

"Dia masih bernapas, Brian! Jika dia selamat, dia akan membongkar semua! Ancaman perceraian dan kehancuranmu akan menjadi senjata yang jauh lebih kuat bagi Eleanor. Kita tidak bisa mengambil risiko itu."

Tiara menarik napas. "Kita harus membuatnya menghilang. Kematian palsu."

Brian terdiam sejenak.

"Oke," putus Brian dengan yakin.

"Bagus, kita bawa ke apartemennya dan buatlah kematian palsu di sana," Ujar Tiara.

Setelah mengatakan hal itu, mereka berdua bergegas pergi.

Tubuh Eleanor ditempatkan dalam koper besar, dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Setelah melakukan hal itu, mereka melaju menuju apartemen istrinya. Di perjalanan, Brian mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang.

"Matikan seluruh CCTV di setiap sudut apartemen Golden Flower, SEKARANG!"

bentak Brian yang sudah dikuasai kepanikan.

Tiga puluh menit kemudian di tengah malam, akhirnya mereka sampai dengan pakaian tertutup. Mobil mereka terparkir, lalu Brian mengeluarkan koper yang berisi istrinya lalu berjalan menaiki lift menuju lantai 10.

Setelah sampai, Brian memasukkan password, lalu pintu terbuka. Di dalam, mereka mengeluarkan tubuh Eleanor yang masih bernapas pendek, dengan mata tertutup.

Tiara melihat sekelilingnya, lalu matanya berhenti di lemari kaca yang penuh dengan anggur beralkohol tinggi. Dia mengambil dua botol. Satu botol dia buang isinya di wastafel lalu membersihkan wastafel dengan sabun cuci piring

Dia kembali membawa dua botol alkohol, yang satunya sudah habis isinya, dan satu gelas kosong. Dia mulai menyusun skenario seakan-akan Eleanor habis minum-minum sampai mabuk parah. Dan satu botol yang masih penuh, Tiara membukanya lalu menumpahkan sedikit ke dalam gelas dan dia memaksa Eleanor yang sudah tidak sadar untuk meminum alkohol itu.

Saat sudah ditekan, dia mulai mengambil tisu dan merendamnya di sisa-sisa alkohol dalam gelas. Lalu diangkat dan digosok pelan ke bagian mulut, leher, dan pakaian Eleanor.

Setelah melakukan hal gila itu, dia melihat ke arah Brian.

Brian melihat itu, langsung berjalan mematikan kontak lampu dan membuat cahaya remang-remang yang tersisa dari lampu hiasan. Dengan sedikit usaha, Brian mengambil tas plastik lalu membungkus tangannya dan menyeret tubuh lemah Eleanor ke depan jendela besar apartemen dengan kesadaran penuh.

Brian langsung mendorong tubuh Eleanor dari lantai 10. Setelah melihat tubuh Eleanor jatuh.

Mereka berdua dengan cepat membersihkan apartemen Eleanor, dan membuat skenario bunuh diri palsu.

Lalu mereka pergi dengan membawa koper yang mereka gunakan untuk menaruh tubuh Eleanor.

Seakan-akan kejadian itu tidak pernah terjadi.

Bunda Tiara terkaget dengan napas memburu, dengan mata terbuka lebar. Dahinya penuh dengan keringat. Jantung berdegup kencang. Ini bukan mimpi biasa, tapi ingatan yang berupaya dia kubur.

Tiba-tiba,

Krekkkk

Decitan kecil dari pintu ruangan. Bunda Tiara merasa waspada, dia tidak bisa melihat ke samping sehingga dia menegang.

"Bunda, maaf ya aku tadi pergi ke kantin." Ucap Alena yang sudah sampai di samping tempat tidur rumah sakit.

Lalu Alena menaruh bingkisan makanan yang dia beli.

Bunda Tiara langsung mengembuskan napas pelan dan merileksasikan perasaannya.

"Bunda, hari ini dan seterusnya aku ambil Homeschooling, biar aku punya banyak waktu buat jagain Bunda dan Ayah."

Bunda Tiara yang mendengar perkataan Alena hanya merasa bersalah, karena di umur sekarang itu masa-masa menikmati masa muda di sekolah. Tapi karena ego-nya di masa lalu, dia membuat masa depan anaknya berubah drastis.

Waktu berlalu dengan cepat, sehingga sekarang sudah sore hari. Ruangan Bunda Tiara cukup ramai karena kedatangan Jevan, Nadia, Dewi, Vhian, Bagas, dan Kenzo.

Di sisi Kenzo, dia merasa puas melihat keadaan Bunda Tiara sekarang. Tiba-tiba Kenzo berdiri lalu berjalan ke arah tempat Bunda Tiara berbaring. Kenzo mengambil kursi lipat lalu dia duduk.

"Hai Tante, bagaimana keadaannya?" Ucap pelan Kenzo, dengan senyum, sedangkan orang-orang di ruangan itu melihat hanya interaksi biasa saja.

"Oh iya, Tante tahu nggak? Ada fakta yang menarik."

"Faktanya yaitu, sahabat saya, Vhian, dia adalah anak haram dari Tante dan Daddy," bisik Kenzo.

Bunda Tiara yang baru saja mendengar fakta besar saat ini, membuat dirinya ingin berteriak dan berlutut meminta maaf kepada Vhian.

(Pantas saja wajah Vhian sedikit mirip dengan Kenzo, dan matanya juga familiar, ternyata mirip mata milik Abang Rio.)

Kenzo menarik napas lalu bersandar di sandaran kursi. Terkekeh pelan.

"Tante, bagaimana jika Alena tahu jika pria yang dekat dengannya saudara tirinya? Tapi tenang Tante, Vhian tidak akan aku sentuh sama sekali."

Bunda Tiara tiba-tiba menangis. Jari telunjuknya berusaha bergerak pelan, tapi sia-sia.

Di sisi lain, Vhian menangkap pergerakan dari Kenzo. Dia dengan cepat berdiri dan menghampiri Kenzo dan Bunda Tiara. Vhian sampai di antara keduanya.

Vhian mencengkeram kuat bahu kanan milik Kenzo untuk memberikan kode peringatan, agar dia tidak melampaui batas.

(Vhian dari awal sudah tahu rencana Kenzo untuk menghancurkan keluarga Alena, Vhian hanya kurang cepat memperingati Kenzo.)

"Hey, santai bro! Gue hanya menceritakan kisah sedih saat gue masih kecil yang harus kehilangan ibu karena bunuh diri di Apartemen, iya kan Tante?" Kali ini Kenzo menyeringai.

Bunda Tiara sekarang melihat Kenzo sudah bukan hanya pemuda anak SMA, tapi Iblis yang menjelma di tubuh pemuda tampan.

1
Michelle Flores
Menggugah hati
Tae Kook
Thor, kapan update lagi nih?
Tani
Thor, jangan diam aja, kasih kabar kalo ada kendala, kami akan terus menunggu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!