Tiga orang remaja yang merupakan kembar tiga bersekolah di Smith internasional school. Mereka bukan manusia biasa tapi tiga kembar yang memiliki Indra keenam dan mampu melawan para makluk halus dengan kemampuan mereka.
Bisakah mereka menolong banyak orang dengan kemampuan mereka itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zaki dalam bahaya
Dhuar. Dhuar.
Bunyi ledakan terdengar dari dalam rumah gubuk yang terletak di tengah hutan dan jauh dari pemukiman, bahkan atapnya sudah terlihat terbakar dan hampir habis.
"Ggrrrhhhh"
"Kamu harus mencari pengganti wadah untukku! Dan aku menginginkan seorang lelaki Soleh yang sudah berani menolong perempuan yang menjadi tempatku mencari tumbal!" Ucap sosok berbulu yang mengaku bernama Kala
"Tapi itu sangatlah sulit tuanku, dia punya pagar yang sangat kuat bahkan tempat saya bertapa sudah terbakar habis"
"Dia punya pelindung" jawab dukun dari kampung tempat Vika tinggal
"Aku juga ingin gadis bernama Aurora itu, gadis muda itu punya darah yang wangi, dengan memilikinya, aku tidak perlu lagi tumbal darimu Jiwo" ucapnya, kemudian menghilang dari sana
"Tuanku, bagaimana dengan saya dan para penduduk?" Tanya jiwo
"Terus tipu mereka, aku perlu memulihkan tenagaku dan pastikan saat bulan purnama nanti kamu sudah menyiapkan tumbal untukku!" Jawab Kala yang hanya suaranya saja terdengar di hutan itu.
"Harus aku cari lagi kemana tumbal baru untuknya" gumam Jiwo
"Sepertinya di kampung sebelah banyak ibu hamil dan aku akan minta salah satu anak buahku untuk menculik salah satu bayi, atau membuat seorang ibu hamil keguguran" gumamnya lagi.
Dia menatap gubuk tempat dia biasa melakukan ritual pemanggilan jin yang dia pelihara dengan bantuan kala, tapi gubuk itu sekarang sudah hangus terbakar akibat usahanya untuk tetap mempertahankan Vika dan juga kalung yang dia pakai.
"Vika, padahal harusnya kamu melakukan tugasmu mencari tumbal disana, tapi kamu malah ingin pergi dan bebas dari kami, kamu tunggu saja pembalasanku" ucapnya dengan penuh dendam.
........................
"Ta celci ini ada oyeh oyeh ( kak Chelsea ini ada oleh oleh)" ucap Belinda semangat mengambil tas yang sama sekali tidak bisa dia geser.
Grep.
"Oleh oleh apa Tante kecil?" Tanya Yudhistira menggendong Belinda dan mengambil tas itu
"Oyeh oyeh dali lumah bel" jawab Belinda
"Terima kasih ya adik kakak yang paling cantik" ungkap Chelsea
"Anak Daddy nggak kangen Daddy ya?" Tanya Brandon memelas
"Itu ciapa ya, bel dak tenal ( itu siapa ya, bel nggak kenal)" sinis Belinda memeluk Yudhistira dan mencibir Brandon.
"Kasihan kamu dad, nggak apa apa kamu bisa peluk aku dan Ben" bujuk Cantika
"Hiks.. tapi aku juga rindu anak kita cantik, satu tahun nggak ketemu ko dia nggak ingat wajah Daddy nya sih" keluh Brandon
"Wajar dad, waktu Daddy kesana kan Belinda masih bayi dan belum kenal Daddy" ucap Ben.
"Iya om Ben benar, Opa yang sabar saja, nanti juga Belinda kenal lagi dengan Opa" ucap Niandra.
"Bel cuma belcanda Daddy, bel juda tanen Daddy" ungkap Belinda menghampiri Brandon dan memeluknya.
"Oh.. princess Daddy yang Cantik secantik mommy kamu, Daddy kangen kamu sayang" ungkap Brandon menciumi wajah Belinda dan Cantika.
"Aki aki punya anak di usia lima puluh, nanti pas anak Lo sepuluh tahun, Lo Udah enam puluh tahun Don" ledek Hendra.
"Biarin DRA, gue malah mau nambah lagi, tapi gue tahu Cantika sudah tidak bisa hamil lagi, kasihan dan nggak tega juga" jawab Brandon.
"Kak, tadi di rumah kak Samuel, aku lihat ada banyak bulu di lantai tapi aku yakin bukan bulu anaknya si meong, bulu apa ya?" Tanya Cantika.
"Ko kak Hendra nggak lihat" gumam Hendra
"Nempel juga di tengkuknya Zaki, aku lihat seperti menempel tapi bukan rambut Zaki aku yakin" jawab Cantika
"Kamu juga bisa lihat hantu sayang?" Tanya Brandon
"Nggak, tapi aku lihat bulu, dan kalian juga pasti bisa lihat kalau di cek" jawab Cantika
"Coba kamu cek Van, Zaki sedang di rumah Sagara" ucap Hendra
"Iya, Vandra akan ke sana" jawab Vandra
Vandra keluar dan diikuti oleh Arjuna yang penasaran juga dengan apa yang di katakan Cantika.
"Assalamu'alaikum" sapa Vandra
"Wa'alaikumussalam.. sini bang, kami sedang ngobrol tentang kasus mutilasi yang tangannya di kubur di salah satu kelas di sana" jawab Safira
"Kenapa?" Tanya Sagara karena Vandra terlihat ragu
"Kata mommy, tengkuk Zaki ada bulu yang terlihat menempel, tapi bukan rambut, jadi gue kesini mau memastikan, apa kalian tidak tahu?" Tanya Vandra
"Nggak, Fira nggak dapat penglihatan apapun, Khalid, apa kamu tahu?" Tanya Safira
"Tidak mom" jawab Khalid penasaran
"Itu bulu mahluk yang sudah pergi, sepertinya dia mau bang Zaki jadi bagian dari dia" jawab Altair
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... Tolong di lihat kak, Zaki nggak mau terus di ikuti makhluk itu, pantas saja selalu ada suara suara aneh di telinga Zaki" ungkap Zaki khawatir.
Vandra melihat tengkuk Zaki, dan memang ada beberapa helai bulu yang menempel di tengkuk Zaki, terlihat berkumpul membentuk sebuah lingkaran dan itu memang bukan rambut Zaki karena warna rambut Zaki coklat sedangkan bulu itu berwarna hitam pekat.
"Ada, kalian lihatlah, orang awam juga tahu kalau ini bukan rambut Zaki, bentuknya lingkaran dan warnanya hitam" ucap Vandra
Mereka berdiri dan melihat tengkuk Zaki juga dengan penasaran. Ternyata memang ada bulu bulu hitam melingkar di tengkuk Zaki, dan bulu itu mirip dengan bulu dari makhluk berwajah monyet itu.
"Astagfirullah, ko ini bisa nggak ketahuan ya yang?" Tanya Safira cemas
"Bagaimana cara melepaskan bulu bulu ini? Ini menempel" ucap Sagara mencoba mengusap bulu bulu itu
"Akh.. sakit kak" pekik Zaki saat Sagara mencoba mencabutnya tapi tidak bisa
"Kita harus telepon Om Rian lagi Yang" jawab Safira
"Altair apa ini berbahaya?" Tanya Gafi menyentuh bulu itu dan Zaki kepanasan
"Dia sedang lemah karena kalah, jadi bulu itu harusnya bisa di hilangkan hanya dengan di pegang bang Gafi, asal bang Zaki bisa tahan panasnya" jawab Altair
"Andromeda, coba kau bantu bang Zaki, pegang tangannya dan pastikan bang Zaki nggak pingsan" ucap Gafi
"Tahan ya bang" Gafi bersiap dan Zaki mengangguk
Arjuna terus berdiri di samping Vandra dan bersembunyi karena takut dan juga khawatir.
"A'udzubiilaahiminassyaitoonirrojiim Bismillahirrahmanirrahim"
Grep..
Jika sentuhan Gafi dirasakan dingin oleh Aurora, beda halnya jika yang dia sentuh Zaki, yang di tempeli ataupun di rasuki jin atau setan, mereka akan kepanasan.
"Aakhhh Astagfirullahaladzim.. Allahu.. Allahu... Allahu" ucap Zaki terus menahan panas di tubuh terutama kepalanya
"Tahan Ki, kami akan bantu do'a" ucap Vandra
"Panas kak, Zaki sepertinya nggak kuat" ungkap Zaki mulai terlihat lemah.
Andromeda mengusap punggung Zaki dan mulai menyalurkan energi miliknya agar Zaki bisa bertahan.
Lingkaran itu sudah mulai berkurang, bahkan setengah dari bulu itu sudah berjatuhan dan di kumpulkan Sagara.
Hendra dan Brandon yang khawatir, datang untuk melihat dan terkejut karena ternyata memang benar di tengkuk Zaki di tempeli bulu mahluk itu.
"Mahluk itu mencoba menjadikan Zaki bagian dari dirinya pa" bisik Vandra
"Innalilahi.. untung saja kita tahu lebih cepat" ungkap Hendra ikut mendo'akan Zaki
Gafi juga sudah mulai kelelahan, tapi Khalid sigap membantunya dengan memberikan energi miliknya juga.
"Kenapa yang setengah ini begitu sulit terlepas, dan sepertinya sekarang akan masuk ke dalam kulit bang Zaki" ungkap Gafi