NovelToon NovelToon
RAJA DAN RATU

RAJA DAN RATU

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ucy81

Pertemuan Ratu sang mahasiswi baru dengan Raja seniornya digerbang kampus di awali dengan sebuah perselisihan. Mereka tidak pernah menduga akan bertemu kembali dalam kegiatan ospek yang diadakan di kampus. Moment itu dimanfaatkan oleh Raja untuk membalas Ratu.

Tindakan yang dilakukan Raja merupakan suatu kesalahan fatal, karena dengan begitu membuat Ratu semakin cuek padanya. Sekeras apapun Raja mendekati Ratu, dia akan selalu diabaikan. Hingga akhirnya mereka harus diikat oleh perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tua mereka.

Akankah perjodohan itu berlanjut atau mereka akan memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucy81, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Berprasangka Buruk

"Sudah semakin sore, Ratu ayo kita pulang." Ucap Sisil yang mulai bosan karena dicuekin Rendy.

"Oke Sil. Aku juga sangat lelah karena tugas yang diberikan pak Handoko tadi."

"Ya sudah ayo", sahut Sisil kembali.

"Tunggu dulu", ucap Raja menahan mereka agar tidak beranjak. Lalu mengalihkan pandangannya pada Rendy.

"Rendy, tolong kamu antarkan Sisil. Rumah kalian kan se arah."

Rendy dan Sisil saling menatap.

"Eh, jangan Kak. Tadi aku kan datangnya bareng kalian, jadi pulangnya bareng juga dong."

Perkataan Sisil tidak di gubris sama sekali. Raja tetap fokus berbicara pada Rendy.

"Kamu gak keberatan kan Ren?" tanya Raja penuh penekanan.

"Oke Sisil bareng sama aku... sekalian mengantar Elsa."

"Elsa bareng sama kita, lagian rumah kami berdekatan. Kamu cukup mengantar Sisil saja", ucap Raja yang tidak mau dibantah.

"Oke", jawabRendy dengan terpaksa.

\=\=\=\=\=\=\=

Di dalam mobil Rendy hanya diam dan fokus menyetir.

"Kak Rendy,,, hmm,,, itu..." Sisil ragu melanjutkan ucapannya.

"Apa?" tanya Rendy tanpa menoleh ke arah Sisil.

"Kak Rendy marah ya sama Sisil?"

"Kenapa aku harus marah?"

"Karena terpaksa mengantar aku pulang", jawab Sisil menundukkan kepalanya.

"Aku tidak pernah keberatan mengantarmu pulang", ucap Rendy lalu menjeda perkataannya.

"Sil, aku boleh jujur sama kamu?" tanyanya kembali namun tetap fokus memandang ke depan.

"Ya kak?" ucap Sisil sambil menoleh ke arah Rendy.

"Sebenarnya aku tidak setuju dengan perjodohan ini. Aku sudah menganggap kamu seperti adikku sendiri tidak lebih. Menurut kamu apakah perjodohan ini masih harus diteruskan?"

Sisil berfikir keras dan menarik nafas dalam-dalam, dia merasa sakit mendengar perkataan Rendy.

"Oke kita batalkan perjodohan ini!" jawabnya tegas pada Rendy.

"Nanti akan aku sampaikan pada kedua orang tuaku", ucapnya kemudian dengan suara bergetar mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia tidak mau terlihat lemah dihadapan Rendy.

"Baiklah... aku pun akan memberitahu kedua orang tuaku", ucap Rendy dengan menoleh sekilas ke arah Sisil.

Setelah itu tidak ada lagi obrolan diantara mereka. Sisil sibuk dengan lamunannya sedangkan Rendy fokus menyetir hingga mereka sampai di rumah kediaman Sisil.

"Terima kasih Kak", ucap Sisil saat turun dari mobil. Dia langsung berjalan masuk ke halaman rumahnya dengan raut wajah sedih. Dia tidak menghiraukan apakah Rendy mengatakan sesuatu atau malah sudah meninggalkan kediamannya.

Saat sudah berada di dalam rumah, dia langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Dia membuka pintu kamarnya dan membantingnya dengan keras.

Dia melempar tasnya dengan asal, menghempaskan tubuhnya di tempat tidur lalu berteriak melampiaskan kekesalannya.

"Aku benci kak Rendy!"

"Aaaarghhh..." suara tangisannya pun pecah. Dicengkeramnya selimut dan dilemparkannya bantal ke sembarang arah.

"Sisil!" teriak bundanya yang mendengar saat pintu dihempaskan dengan kuat.

"Kamu kenapa sayang?" tanya sang bunda panik saat melihat kondisi putrinya.

"Bunda,,, aku benci kak Rendy."

"Memangnya apa yang sudah dia lakukan?"

"Dia tidak menyukaiku dan menolak perjodohan kami."

Bunda sisil paham, lalu memeluk erat Sisil.

"Kamu tenang dulu ya. Coba ceritakan pelan-pelan."

Sisilpun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Hmm, jadi ini masalah hati." ucap bundanya.

"Bunda pikir ini memang keputusan yang terbaik. Bunda tidak mau anak gadis bunda mengemis cinta pada seorang pria. Kamu tenang ya sayang. Bunda ada di pihak kamu. Semua keputusan kamu bunda dukung."

Sisil merasa lega setelah mendengar perkataan bundanya. Dia memeluk erat bundanya. Bunda memang selalu mengerti aku. Ucapnya dengan tersenyum.

"Nah gitu dong. Kalau senyum cantiknya nambah. Pria mana yang gak klepek-klepek melihat gadis cantiknya bunda."

"Ha,, ha,, Bunda bisa saja."

"Sisil mau mandi." ucapnya sambil beranjak dari tempat tidur.

"Eits, tunggu dulu. Ini tolong diberesin. Bantal, tas sama selimut balikin ke tempat yang benar."

"Iya Bun." ucap Sisil dengan cengiran kuda.

"Bunda mau keluar. Ingat harus rapi seperti semula."

"Siap Bun."

\=\=\=\=\=\=\=\=

Raja sudah sampai di depan gerbang rumah Elsa.

"Thanks Raja," ucap Elsa saat keluar dari mobil.

"Oke", sahut Raja singkat. Lalu menjalankan mobilnya menuju kediamannya yang tidak jauh dari rumah Elsa.

"Raja,,,!"

"Ya, Ma." sahutnya saat sudah berada di dalam rumah.

"Mama mau ngomong sesuatu."

Raja menghampiri Kanaya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.

"Mama mau ngomong apa?" tanya Raja saat sudah duduk di sofa.

"Kamu dekat dengan Elsa?"

"Dia kan tetangga kita Ma. Pasti dekatlah cuma berjarak beberapa meter."

"Bukan itu maksud mama. Tapi kedekatan kalian seperti apa. Apakah sebagai teman atau lebih dari sekedar teman?"

"Mama sudah mulai tidak mengenal anak sendiri ya? Aku itu punya prinsip ma, setia pada satu pasangan."

"Tapi bagaimana dengan Elsa? Mama ragu dia hanya menganggapmu sebagai teman."

"Mama lupa siapa yang mengatur semua sandiwara hilangnya Raja?"

"Mama gak lupa dan mama juga bukan orang yang tidak tahu berterima kasih. Tapi perasaan mama mengatakan ada yang berbeda dengan sikapnya. Tidak ada salahnya kan kalau kamu berhati-hati."

"Mama jangan suka berprasangka buruk. Aku yakin perasaan Mama itu salah."

"Semoga saja." sahut Kanaya.

"Aku ke kamar ya Ma, sudah gerah banget."

"Oke," sahut Kanaya singkat.

Dibenaknya masih membayangkan ekspresi Elsa saat tertawa, ada yang mencurigakan dari sikapnya itu. Sesuatu yang tidak bisa diungkapkannya pada Raja, tapi kanaya ragu kalau dia salah menilai tentang Elsa.

"Mama,,, kenapa termenung sore-sore gini?"

"Papa, ngagetin saja. Harusnya ucapkan salam dulu dong."

"Ha,,ha,, Mama lucu. Dari tadi papa ucapkan salam tapi Nama gak nyahut."

"Ah yang benar pa. Telinga mama baik-baik saja kok."

"Iya, telinga Mama baik-baik saja tapi tidak dengan pikiran Mama. Sebenarnya Mama lagi mikiran apa sih?" Tanya Arjun sambil duduk di sofa.

"Mama mikirin Elsa tetangga baru kita Pa."

"Apa Mama curiga dengan Elsa?" tanya Arjun.

"Kok Papa bisa tahu?"

"Sepertinya kecurigaan kita sama Ma. Saat Elsa datang ke rumah kita dan dia mendapatkan telpon dari seseorang gerakannya sangat mencurigakan." ucap Arjun menceritakan.

"Dia pergi sangat jauh hanya untuk mengangkat telpon, tanpa sengaja papa dengar satu kalimat "semoga rencana kita berhasil".

Papa hanya dengar itu saja."

"Tuh kan Pa. Feelling mama benar."

"Tapi kita jangan berprasangka buruk dulu Ma."

"Iya Pa, tapi kita kan harus hati-hati. Jangan sampai Raja menaruh kepercayaan penuh pada Elsa."

"Hmm,,, Mama benar." ucap Arjun sambil manggut-manggut.

\=\=\=\=\=\=\=\=

Drrttt drrrrtt...

Ponsel Ratu terus bergetar. Dia melihat itu adalah panggilan video call. Dia meletakkan kembali ponselnya dan bergegas mengenakan pakaiannya.

Sampai panggilan video call kedua kali, Ratu tidak juga mengangkatnya. Setelah dia selesai mengenakan pakaiannya, panggilan pun terputus.

Ratu menunggu panggilan video call itu diulangi oleh Raja, namun Raja tidak kunjung menghubunginya.

Hanya sampai segitu kegigihanmu kak. Ternyata kamu bukan orang yang penyabar. Cih, gampang sekali menyerah. Ucap Ratu memaki ponselnya namun terus bolak-balik meliriknya.

Tiba-tiba ponselnya kembali bergetar. Dengan cepat Ratu menscroll tombol hijau di ponselnya.

Happy reading 😊

1
@Kristin
Favorit Thor
@Kristin
Wao semua visual nya bikin meleleh
@Kristin
Salam kenal ratu 🥰
Ig : Author_fanie.liem
PociPan ma.mpir.
jgn lpa mampir kembali ya
di karya dua karya terbaru aku
berjudul pria perhitungan plus I Miss you my best friend
Pipit Sopiah
wah sodaraan ternyata
Pipit Sopiah
lanjut lagi
Pipit Sopiah
lanjut
Pipit Sopiah
mampir dan langsung like
Helen Apriyanti
achh nnti psti jd bucin nich ratuku & rajaku
Helen Apriyanti
achh nnti psti jd bucin nich ratuku & rajaku
Helen Apriyanti
hahahaa raja sksd... mncoba akrsbinn diri dg clon istri
Helen Apriyanti
mksa bgt y mmhnya raja tnte kanaya
wkwkwk
Helen Apriyanti
wahhh ratu d jodohkn sm raja
Helen Apriyanti
siapakah.. apkah raja yh
Helen Apriyanti
ccok visualnya mnrt ku.. tpi kok nma" nya india yh .. tpi viduslnya korea kak hee
Helen Apriyanti
mmpir.. nyimak .. seru
smngttt kak .. yukz lnjutttt bca
Satry Lemba
nyimakk
Muhammad Muzakir
Sorry thor mau nanya itu visual nya nama dan main film apa ya
Revi Nuraini
Hay kak, mampir yuk di novel ku😊
zien
Hadir ❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!