NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:401.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Setuju

Bab 28. Setuju

(POV Author)

Teguh tidak dapat lagi mengelak setelah kepergok Umi tengah video call dengan Bocilnya.

"Duduk dulu Mi, Teguh bisa jelasin."

Teguh tahu Uminya sedang marah karena tanpa sengaja melihat latar suasana ruangan dimana Lyra berada. Dan sang Umi paling tidak suka bila anak-anaknya membawa seorang wanita di Apartemen, apalagi belum ada ikatan yang sah.

Dengan napas mendengus kesal Umi menurut dan duduk di kursi dimana Teguh duduk sebelumnya.

"Umi percaya kan sama Teguh?"

Teguh berlutut di hadapan sang Ibu yang duduk di kursi sambil menggenggam tangan sang Umi. Persis seperti seorang pacar yang sedang membujuk kekasihnya.

"Ada apa ini?"

Roy yang kebetulan melihat adegan yang tidak biasa ikut mempertanyakan, ada apa gerangan.

Teguh menarik napas panjang lalu duduk di lantai depan Umi dan Abangnya.

Dengan perlahan ia mulai menceritakan awal mula bertemu Lyra, dan duduk permasalahan kenapa sampai wanita itu harus tinggal bersama dirinya.

Air mata Umi menetes. Wanita paruh baya itu tidak sanggup membayangkan bagaimana terlukanya Lyra yang yang dikhianati oleh Ibu dan suaminya. Apalagi Lyra baru tahu kenyataan pahit, bahwa ia bukan anak kandung ibunya.

Sebagai seorang ibu, hati Umi yang keibuan itu begitu terluka mendengar cerita Teguh, tentang apa yang Lyra alami.

"Kenapa ada ibu yang begitu kejam sama anaknya?"

"Teguh nggak tahu juga Mi. Karena itu, Teguh ingin lindungi Lyra, sampai kasusnya selesai. Ia sedang kuliah tahap akhir sekarang. Teguh nggak bisa membiarkan pendidikannya terhambat."

"Ya, sebaiknya begitu. Pendidikannya itu penting untuk masa depannya."

"Soal masa depan sih, insyaallah dia aman Mi. Teguh sedang mengupayakan pengembalian haknya sebagai ahli waris." Ujar Teguh meyakinkan.

"Jadi kamu ingin menerima ajakannya untuk menikah Guh?"

"Soal itu... Mmm....."

"Halah, pura-pura jaim. Bilang aja kamu suka. Cuma masalahnya statusnya yang masih menjadi istri orang." Celetuk Roy.

"Hehehehe..."

Teguh hanya bisa nyengir karena apa yang dikatakan Abangnya itu memang benar adanya.

Umi menghela napas berat, dan tampak tampak berpikir.

"Umi akan tinggal bersama kalian untuk sementara, sampai kasusnya selesai. Jika dia sudah cerai nanti, lamarlah dia, sesuai adab kita."

Teguh terdiam, tidak menyangka Umi akan mengambil keputusan seperti itu. Walau dalam hatinya senang bukan kepalang. Pasalnya kali ini ia akan menang banyak dari Aditnya yang selama ini memonopoli Uminya saat ia jauh.

"Umi serius Mi? Abi gimana?"

"Carikan Unit Apartemen yang ada di dekatmu. Kalau bisa satu gedung, jadi Umi dan Abi bisa tinggal sementara di situ."

"Masih ada tabungan nggak Abi, Mi? Biar Roy bayarin."

"Abi mu masih punya sisa tabungan."

"Umi mau beli apa sewa? Pas di sebelah Teguh lagi di sewain. Sewa aja ya Mi? Umi juga nggak bakal selamanya di sana. Sayang uangnya." Ujar Teguh memberi saran.

"Bener, sewa aja. Ntar Roy yang bayarin tiap bulan. Umi jangan nolak. Tabungan Umi dan Abi bisa dipakai kalau Umi sama Abi mau Umroh lagi." Roy pun ikut memberi saran.

Umi tampak berpikir sejenak.

"Ya udah gitu aja. Nanti biar Lyra tinggal sama Umi dan Abi. Bahaya kalau dia terus-terusan sama kamu!" Ujar Umi mendelik sinis kepada Teguh.

"Dih, Umi. Anakmu yang ganteng ini masih ingat dosa Mi." Protes Teguh.

Mulutnya manyun 2 centi, di tuding sang Umi.

"Iya di depan Umi. Di belakang Umi, Umi yakin kamu udah sentuh-sentuhan sama dia."

Teguh mendadak tegang. Iya teringat pernah beberapa kali memeluk Lyra dan mengecup pucuk kepala wanita itu.

Tatapan mata Umi memincing melihat Teguh yang terlihat mulai gelisah.

"Dah kamu apain Guh?!" Tuding Umi.

Busett Umi kok bisa tahu?! Batin Teguh gelisah.

Roy terkekeh melihat wajah adiknya yang memucat seketika. Bahkan Teguh terlihat susah payah menelan salivanya.

"Umi sholehut, yang bikin hati Abi melehot, sabar... tenang...Teguh masih suci Mi, masih jauh dari apa yang Umi pikirkan."

"Sudah kamu apakan?!" Tanya Umi mulai naik oktaf.

"Astagfirullah! Sabar Mi, cuma peluk sama kecup dikit." Jujur Teguh yang mulai ketakutan.

Sontak Umi berdiri mendengar pengakuan anak bujangnya. Napasnya memburu bagai banteng yang siap menyeruduk.

Melihat reaksi sang Umi, Teguh pun spontan ikut bangkit dan langsung lari menjauhi Uminya.

"TEGUUUUUHH...!"

Suara Umi yang menggelegar memicu rasa ingin tahu orang-orang yang ada di rumah itu. Namun sayangnya, teriakan Umi tidak berhasil membawa Teguh kembali ke hadapannya.

Bu Sumi sang besan mendekat pada Indah, anaknya.

"Ade ape tu In, sampai mertua engkau murke dengan Teguh?"

Indah terkekeh melihat Teguh yang lari kocar-kacir sebelum menjawab pertanyaan Ibunya.

"Dah biase Mak. Teguh memang suke nak besakat dengan Uminye."

Bu Sumi menggeleng sambil tersenyum.

"Pastilah die dah buat salah sampai Umi teriakan die. Tapi die dah kebal Mak, hehehe usah Emak cemaskan die." Ujar Indah kepada Ibunya.

"Hmm, ye lah. Dah tu, tolong engkau antar kopi Ayah engkau ni. Orang tue tu dimane-mane tak bise jaoh dari kopi." Ujar Bu Sumi sambil memberikan nampan yang berisi 3 gelas kopi.

"Banyak nye Mak? Ayah sorang je yang ngabeskan kopi ni?"

"Tadak, Ayah engkau dengan Abi engkau agek cakap-cakap dengan Uwak engkau. Takkan Emak bikin segelas je?"

"Oh, baek Mak. Indah antar dolok." Indah pun segera melakukan perintah Ibunya.

Walau Teguh telah ngacir entah kemana, namun keputusan pun telah di ambil. Kepulangan Teguh ke Jakarta nanti akan di ikuti oleh kedua orang tuanya.

Umi duduk kembali ke kursi. Roy dengan sigap memberikan air mineral kemasan gelas yang kebetulan ada di sampingnya.

"Minum Mi. Jangan marah-marah terus Mi sama bujang kapok Umi. Mumpung ada yang mau, nikahin aja ntar." Ujar Roy seolah-olah adiknya tidak laku.

"Heleh, kamu itu."

Roy terkekeh.

"Aditnya biar disini saja Mi. Biar bareng Kirana sekolahnya." Ujar Roy tentang anak Almarhum Abangnya yang selama ini tinggal bersama Uminya.

Umi mengangguk. Dan malam itu dilanjutkan dengan rencana kedepannya bagaimana tentang Teguh dan Lyra nantinya.

***

Sementara itu di tempat berbeda.

Lyra berasa jantungnya hendak lepas dari tempatnya. Sosok Umi yang baru pertama kali ia lihat membuatnya merasa segan dan juga takut. Apalagi ia sadar diri telah tinggal di rumah Teguh tanpa sepengetahuan sang Umi.

"Duh gimana nih? Gimana kalau Uminya Abang nggak bolehin Gue tinggal disini? Apa Gue cari kos-kosan aja ya? Gue nggak mungkin tinggal sama Mitong, keluarganya rame gitu."

Lyra berjalan bolak balik sambil menggigit kuku tangannya. Hatinya gelisah setelah ia bertemu secara tidak langsung dengan orang tua Teguh.

Tidak beberapa lama sebuah notif pesan masuk berbunyi di handphone-nya. Tanpa menunggu lebih lama, Lyra segera membuka isi pesan itu.

Teguh : Umi sama Abi mau kenalan Cil. Mereka akan ikut Abang pulang ke Jakarta.

Pesan itu hanya di baca Lyra tanpa dibalas. Pesan dari Teguh itu semakin menambah kepanikan Lyra.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!