NovelToon NovelToon
Mafia Vs Gadis Bercadar

Mafia Vs Gadis Bercadar

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Mafia / Identitas Tersembunyi / Persaingan Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Action / Tamat
Popularitas:9.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alif Irma

Zivanna Damanik gadis yang terlahir dari keluarga mafia membuat keluarganya menyembunyikan identitasnya dengan cara menyembunyikan gadis itu di suatu tempat yang tidak dapat diketahui oleh musuhnya.

Hingga suatu hari Zivanna mengetahui akan identitas nya yang terlahir dari keluarga mafia. Akankah Zivanna mengikuti jejak ayahnya atau memilih jalan lain.

Sementara di satu sisi tampak pemuda tampan duduk di kursi kebesarannya dia adalah Darren Alexander Tiger yang menjadi ketua mafia yang ditakuti karena sosoknya yang berdarah dingin dan kejam. Bila ada yang mengusik ketenangan cukup 1 kali tembakan nyawa seseorang akan melayang sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta 2

Seorang lelaki tampan berjalan dengan penuh wibawa memasuki pesta yang sudah di penuhi tamu undangan dia adalah boss besar Mafia kelompok The Tiger siapa lagi kalau bukan Darren Alexander Tiger. Suasana pesta menjadi berwarna berkat kedatangan Darren. Ria-riuh tamu undangan menyambut kedatangan Darren.

Nyonya Ratu, Fino beserta kerabat terdekatnya menoleh ke sumber suara yang begitu heboh menyambut kedatangan seseorang. Bahkan mereka tidak dapat melihat siapa sosok yang menjadi pusat perhatian di pesta itu, karena banyaknya para gadis yang berkerumun mencari kesempatan untuk menyentuh Darren tak terkecuali emak-emak ikut andil bahwa menjadi posisi terdepan.

Sementara Darren begitu risih dengan banyaknya para gadis dan emak-emak yang histeris terhadapnya. Lalu dengan kasar membentak mereka.

"Menjauh kalian" ucap Darren yang membentak mereka. Lalu Darren menerobos mereka untuk cepat menemui mamanya.

Sementara para gadis dan emak-emak kembali mengejar Darren, namun untungnya para penjaga keamanan pesta itu menghentikan mereka. Sehingga para gadis dan emak-emak hanya saling bisik memuji ketampanan Darren bahkan beberapa diantara mereka sangat bahagia bisa melihat lelaki setampan Darren.

Fino tersenyum hangat melihat seseorang yang dikenal nya menjadi pusat perhatian di pesta itu saat melihat Darren menerobos para gadis dan emak-emak. Ia tidak menyangka sosok adiknya yang super dingin plus menyebalkan, apalagi susah di tebak kemauannya bisa berada di pesta tersebut.

Berbeda dengan nyonya Ratu, ia tampak bahagia dan terharu buah hatinya bisa datang di pestanya. Lalu nyonya Ratu merentangkan tangannya untuk memberikan pelukan hangat kepada Darren.

Sementara Darren berjalan cepat untuk mendapatkan pelukan hangat dari mama tercintanya. Sehingga ibu dan anak itu berpelukan dan saling memberikan kasih sayang diantara keduanya.

"Hemm, aku kira kamu tidak datang" ucap Fino yang menyindir Darren.

"Itu bukan urusan kau" ucap Darren dingin yang melepas pelukannya terhadap mamanya.

Lalu Fino merangkul Darren layaknya memberikan kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya. Darren pun ikut tersenyum diperlakukan seperti itu oleh Fino.

"Ternyata kamu masih saja seperti dulu" ucap Fino yang melepaskan rangkulannya pada Darren.

Sementara Darren hanya tersenyum sinis.

"Mana kado buat mama?" tanya Fino.

Darren tidak menanggapi pertanyaan Fino, karena ia sudah menyiapkan kado khusus untuk mama tercintanya.

"Sudah-sudah kado paling berharga mama yaitu kalian berdua, dan yang jelas mama sangat bahagia karena kedua anak mama sudah berkumpul" ucap nyonya Ratu yang merangkul keduanya.

Setelah dirasa cukup kangen-kangenan mereka, lalu pesta berlanjut pada pemotongan kue tart yang tingginya kurang dari menara Eiffel dengan terdapat angka 48, untuk potongan pertama di berikan kepada kedua anaknya dan sisanya hanya diberikan untuk para tamu undangan. Setelah itu pesta berlanjut khusus muda mudi yaitu pesta dansa. Lantunan musik klasik mulai menggema, para tamu undangan bersama pasangan nya mulai berdansa mengikuti irama musik.

Darren, Fino dan nyonya Ratu hanya duduk di kursi menyaksikan para tamu undangan berdansa dengan pasangannya.

"Kenapa kalian mengikuti mama, harus nya kalian itu ikut berdansa bersama pasangan kalian. Terutama kamu Fin, cepat bawa calon istri mu ke rumah, lagian umur kamu sudah cukup untuk berumah tangga" omel nyonya Ratu.

Baik Darren dan Fino hanya geleng-geleng kepala mendengarkan Omelan mamanya tanpa harus membantah.

"Itu gampang ma, doakan saja" ucap Fino tersenyum.

Rissa yang baru saja dari toilet melihat keakraban ibu dan anak, lalu buru-buru menghampiri mereka.

"Halo Tante" ucap Rissa yang cari perhatian.

"Eeh nak Rissa, ayo duduk bersama kami" ucap nyonya Ratu.

Lalu dengan cepat Rissa duduk di samping Fino. Sementara Fino memasang wajah datar tanpa melihat Rissa sekalipun.

"Halo Darren, kamu tambah gagah saja" puji Rissa.

Sementara Darren tidak memperdulikan pujian Rissa, karena ia sedang memainkan ponselnya.

"Mana ayah kamu nak Rissa?" tanya nyonya Ratu.

"Sudah balik Tan, soalnya ayah ada urusan mendadak" jawab Rissa diikuti dengan senyum manisnya.

"Ooh seperti itu" ucap nyonya Ratu.

"Mau ikut dansa denganku" tawar Rissa pada Fino.

Sementara Fino tampak malas dan tidak ingin membuka suara.

"Fin ajak Rissa berdansa" ucap nyonya Ratu.

Tanpa membantah ucapan mamanya Fino langsung menarik tangan Rissa dan membawanya ke tempat dansa. Sementara Rissa tersenyum kemenangan.

Saat di tempat dansa Rissa langsung merangkulkan tangannya di pundak Fino. Sementara Fino yang tidak suka dengan perlakuan Rissa langsung mendorong tubuh Rissa hingga terjatuh.

"Aku peringatkan bahwa aku tidak menyukai gadis seperti mu yang seperti ikan kehilangan air saja" ucap Fino lalu melenggang pergi meninggalkan Rissa.

Untungnya mereka yang berdansa tidak peduli disekelilingnya. Dan untuk Darren dan nyonya Ratu lebih memilih untuk istirahat di kamarnya.

"Sial!, aku tidak terima perlakuan mu seperti ini terhadap ku Fin. Lihat saja nanti kau akan bertekuk lutut di hadapan ku" gumam Rissa.

Darren memasuki kamarnya yang sama sekali tidak berubah dengan warna hitam yang mendominasi. Hampir 2 tahun ia meninggalkan kamar ini. Lalu Darren berjalan menuju figura besar yang terpampang di dinding kamarnya yang menampilkan seorang lelaki yang tak lain adalah alex mengendong bayi berumur 5 tahun (Darren) di ikuti seorang wanita yang memeluk suaminya dari belakang (Nyonya Ratu). Keluarga kecil tersebut tampak bahagia.

Lalu Darren kembali berjalan menuju pintu yang menghadap pada pemandangan kota yang tampak indah di malam hari.

Sementara di tempat lain

Ziva di berikan kejutan oleh kakek tercintanya dengan mengadakan pesta berbaqyu di taman belakang.

Ziva sedang duduk di kursi taman bersama kakeknya melihat drama dari pesta berbaqyu, yakni baik Jonoh maupun Baron sudah menangis badai mendapatkan asap dari hasil bakar aran. Tidak hanya itu, di sana sudah berkumpul beberapa pelayan yang siap memanggang daging, sayur dan buah untuk mereka nikmati.

Tak berapa lama kemudian Donna beserta Gamal baru saja sampai di kediaman tuan Harris. Mereka berdua diundang langsung oleh tuan Harris. Mereka berdua berjalan menuju taman belakang setelah mendapat instruksi dari para penjaga di kediaman tuan Harris. Donna berjalan terlebih dahulu, ia begitu kesal karena ternyata Gamal juga diundang oleh tuan Harris. Andai saja ia tahu bahwa Gamal juga diundang di pesta ini, lebih baik ia mencari alasan untuk menghindari dari Gamal.

"Maaf saya telat" ucap Donna yang sudah berada di tengah-tengah pesta berbaqyu.

"Kak Donna, sini duduk bareng Ziva" ucap Ziva bahagia dan untuk panggilan Donna pada saat di luar kantor Ziva akan memanggil Donna dengan sebutan kakak.

Donna hanya tersenyum sebagai jawaban, lalu ia duduk di samping Ziva.

Gamal Pun baru bergabung di pesta itu ia lebih memilih bergabung dengan Jonoh dan Baron.

Semua makanan sudah tersaji di meja makan di taman tersebut, terdapat 4 meja makan yang terbagi-bagi. Tuan Harris, Ziva, Donna dan Gamal mereka satu meja dan yang lainnya menempati meja kosong tersebut.

Saat mereka menikmati makanannya tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah barat.

Bersambung.......

1
Noorjamilah Sulaiman
pelik ziva ni,semua seni bela dia pelajari tp bgtu saja lemah😆
Noorjamilah Sulaiman
klan manika lemah ya
Noorjamilah Sulaiman
buat apa bersembunyi terlalu lama klu tidak bisa mengimbangi sm musuh ayahnya💆🏻
Noorjamilah Sulaiman
sya lebih suka klu cerita yg berunsur mafia baik jgn melibatkn agama islam,lbh bgs keara kebaratan gitu
Noorjamilah Sulaiman
aku maunya kekuatan ziva dan darren itu seimbang😤
Noorjamilah Sulaiman
darren ni bodoh mcm bapanya
Noorjamilah Sulaiman
yg salah klan tiger tp dsini seolah2 klan manik yg salah...🤣
Noorjamilah Sulaiman
mereka ingin membls dendam sdgnkn klan mafia durang yg mencari gara2 duluan...
Noorjamilah Sulaiman
aku pikir cerita barat ya
Suyati
Alvin terlalu manjain rexa
Cintiya Wulan. S
wkwkwkwk, pertanyaan yg bagus🤣🤣🤣
Febby fadila
alhamdllah Thor, maksih ceritanya bagus dan menarik
Febby fadila
semoga saja ziva sama debay nya sehat
Febby fadila
hadee bibit pelakor
Febby fadila
woowww jangan bilang klw itu mantan pacarnya darren
Febby fadila
sungguh kasihan nasib Milan ini,
Febby fadila
jahat amat si kamu fino
Febby fadila
yaampun Fino jangan lupa kamu yg ambil kesucian nya Milan
Febby fadila
akhirnya kebusukan Sarah sdah terbongkar
Febby fadila
kasihan Milan, Fino emangx kamu nggak sadar klw kamu yg pertama buat Milan, mulutmu adalah harimau buuatmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!