Menceritakan tentang perjalanan empat sekawan para pria yang kaya raya, dan Cindy sari yang bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah karaoke
Semua kisah berawal dari Cindy yang akhirnya di nikahi oleh Aditya Pratama salah satu anggota empat sekawan CEO yang kaya raya dan baru pertama kalinya jatuh cinta
Tetapi karena perbedaan status keluarga Adit tidak menyetujui pernikahan tersebut, mereka pun menggunakan cara kotor untuk memisahkan Adit dan Cindy. Rencana mereka pun berhasil, Adit meninggalkan Cindy yang ternyata saat itu sedang berbadan dua
Cindy meninggal dunia saat melahirkan anaknya yang bernama Zahra Pratama
Bagaimana kah nasib buah hati mereka berdua ?
Apakah Zahra bisa membantu Adit bangkit dari keterpurukannya saat mengetahui semua kebenarannya ?
Lanjut di baca ya ada seribu kesedihan di dalam nya..
baru belajar maaf kalo masih banyak typo..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candaan Yang Berlebihan
Hari itu seharian Adit terus saja merasakan gelisah karena hari ini dia tak akan dapat melihat penguasa hatinya, akhirnya Adit memutuskan untuk kembali ke kediaman mamanya
Setelah mengutarakan keinginannya kepada mamanya Adit memutuskan untuk kembali ke apartemennya, dia pun meninggalkan kediaman mamanya saat menjelang menjelang malam hari
Adit kini sudah tiba di dalam apartemennya, dia merasa sedikit hampa di dalam hatinya karena hari ini dia sama sekali tidak bertemu dengan pujaan hatinya, lalu dia memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan langsung menghubungi Cindy
" Halo "
" Kamu lagi apa sayang ? " tersimpul senyuman tipis di bibir Adit
" Coba kamu tebak ? "
Entah mengapa saat itu terpikir oleh Cindy untuk berbuat usil kepada Adit, yang sudah seharian ini terus mengganggu dirinya saat sedang perawatan dengan menghubungi dirinya berkali-kali hampir setiap menit
" Lagi mikirin aku ya sayang ? "
" Kamu salah "
" Terus kamu lagi apa sekarang ? " Adit sudah mulai sedikit kesal
" Tapi kamu harus janji ya kamu ga boleh marah " dengan nada serius
" Kamu jangan berbuat yang macem-macem sayang, aku ga suka kalo kamu berbuat yang aneh-aneh di belakang aku "
Cindy hanya diam tak mengeluarkan suara hanya tersenyum untuk melanjutkan sandiwaranya
" Sayang jawab kamu lagi apa.. !! ? " Adit sudah mulai berteriak
" Iya, tapi janji dulu kamu ga boleh marah kalo aku jujur "
" Cindy aku ga main-main, jangan pernah bilang kalo kamu lagi sama laki-laki lain, aku ga akan pernah maafin kamu.. !! " suara Adit yang sudah menggelegar
Cindy pun kembali diam melanjutkan sandiwaranya, Cindy lupa bahwa Adit adalah seorang pencemburu berat dia bahkan lupa kejadian yang telah menimpa Rangga
Bugh... Sepeti ada sebuah besi yang memukul jantung Adit karena Cindy hanya terdiam, yang ada di dalam pikiran Adit pada saat itu adalah Cindy membenarkan ucapannya
" Kamu pasti bercanda kan ? jawab sayang jangan diam " lirih
" Maafin aku sayang "
" Kamu jahat banget Cindy " Adit langsung mematikan sambungan teleponnya
Cindy pun tertawa merasakan kemenangannya, lalu dia pun baru sadar kalau mungkin candaannya sudah keterlaluan, Cindy mencoba menghubungi Adit berkali-kali tetapi tidak ada satupun panggilannya yang di gubris
" Sayang maaf aku cuma bercanda kok " pesan Cindy
Cindy terus menghubungi Adit dan mengirimkan beberapa pesan tetapi tetap tak ada balasan satu pun, Cindy pun mulai tersadar bahwa candaannya sudah keterlaluan Cindy mulai menangis dengan sejadi-jadinya
Sedangkan di sisi lain ternyata Adit yang sudah mencapai puncak emosinya langsung menghubungi Rangga, untuk tau nomer apartemen Mita dan langsung pergi ke sana, ternyata Adit lupa membawa ponselnya
Tok.. Tok.. Tok..
Cindy pun membuka pintunya dengan air mata yang masih terus mengalir dengan deras, Cindy pun terkejut saat membuka pintu dan langsung menghamburkan dirinya memeluk pria yang sudah ada di hadapannya saat itu
" Sayang aku cuma bercanda sumpah " terbata-bata tertahan oleh tangisnya
Adit berusaha melepaskan pelukan Cindy dan matanya berusaha keliling mencari di mana pria itu, tetapi Cindy semakin erat memeluk Adit
" Lepasin " dingin
" Enggak aku ga mau "
" Lepas aku ga mau nyakitin kamu " sinis
" Maaf aku yang salah, aku keterlaluan bercanda sama kamu sayang " Adit menatap tajam ke arah Cindy
" Ya udah lepas aku mau periksa ke dalam, kalo kamu bilang bercanda atau kamu sengaja tahan aku di sini supaya aku ga temuin laki-laki itu..!! " Adit mulai berteriak
" Aku ga akan pernah lakuin itu sayang "
Dengan berat hati perlahan Cindy pun melepaskan pelukannya lalu Cindy memilih untuk duduk di sofa, Adit masuk ke semua ruangan yang ada di tempat itu, bahkan kamar pertama yang sudah pasti itu adalah kamar Mita karena terdapat foto Mita berukuran besar terpampang di dinding pun tetap di periksa
Adit memasuki kamar lainnya dan pasti itu adalah kamar Cindy tetap dia tidak menemukan siapapun, Adit melihat ponsel Cindy yang berada di atas kasur lalu mengambilnya
Adit yang masih dalam keadaan berdiri memeriksa satu persatu pesan dan panggilan telepon yang tercatat di ponsel itu tetapi tetap tidak ada satupun hal yang mencurigakan
Lalu Adit melihat tanda pesan yang belum terkirim kepadanya di ponsel Cindy, Adit pun membuka pesan itu terlihat lah semua pesan permintaan maaf Cindy dan pernyataan cintanya kepada Adit yang dikirim sebelumnya
" Sayang sumpah aku tadi cuma bercanda, hati dan otak aku udah di isi sama kamu semua udah ga ada tempat buat yang lain, jangan marah aku takut kehilangan kamu aku cinta kamu " isi salah satu pesan yang dikirim cindy
" Dasar.. Jadi kamu tadi mau ngerjain aku, kamu ga tau gara-gara kamu aku sudah hampir gila "
Adit pun meletakkan kembali ponsel Cindy ke atas kasur dan keluar dari dalam kamar itu, lalu Adit mulai mendudukkan dirinya di samping Cindy. Sedangkan Cindy masih setia mengeluarkan air mata tetapi sudah mulai tenang
" Maaf aku beneran cuma bercanda "
" Maaf Cin aku ga bisa maafin kamu, kamu jahat " Adit hanya ingin membalas perbuatan Cindy
Cindy hanya tertunduk dan air matanya kembali keluar dengan hebatnya, Cindy seperti merasakan ada seribu pisau menghujam jantungnya, benar-benar sakit mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Adit
" Aku ga tau harus ngomong apa lagi ke kamu ? ya udah ini mungkin yang terbaik " Adit kembali melanjutkan sandiwaranya
Cindy pun akhirnya memilih untuk pasrah, lalu Cindy berusaha melepaskan cincin yang ada di jari manisnya dia berniat mengembalikan itu kepada Adit, tetapi sebelum Cindy berhasil melepaskan cincinnya Adit sudah memeluk tubuh Cindy dengan erat
" Jangan pernah coba-coba buat lepasin itu, dan jangan pernah lagi coba-coba buat bercanda kayak gini lagi sayang, kamu ga tau tadi aku udah hampir gila rasanya " ucap Adit dengan lembut
Aaaaa...!! Suara teriak Cindy dan tangis Cindy pun pecah di dalam pelukan Adit, dia memang menyesal melakukan hal tersebut, tetapi tangisan ini adalah tangisan bahagia dari Cindy
Cindy benar-benar bisa merasakan kehangatan di dalam pelukan Adit, Adit mulai melepaskan pelukannya saat Cindy sudah mulai tenang, lalu Adit mencium kening Cindy dengan lembut
" Udah jangan nangis lagi " ucap Adit sambil menggunakan kedua ibu jarinya untuk menghapus air mata Cindy yang tersisa di pipinya
" Kamu harus janji selama kamu masih bernyawa cuma aku yang ada di hati kamu, aku ga tau aku akan jadi apa kalo di hati kamu ada orang lain " Adit memandang kedua mata Cindy dan di balas anggukan oleh Cindy
Adit mendekati wajah Cindy dan Cindy pun menutup kedua matanya, Adit mencium bibir Cindy dengan lembut lalu mengakhirinya dengan mencium kening Cindy
" Ya udah aku pulang dulu ya udah malam, kamu kompres mata kamu sayang pake es biar ga bengkak besok " Cindy membalas dengan menganggukkan kepalanya
Adit pun keluar dari apartemen Mita dan kembali ke apartemennya, dia harus cepat untuk istirahat karena besok adalah hari yang paling penting baginya
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 😊
Maaf ya kalo masih banyak typo masih belajar..
ciyeee yng bentar brp bln lagi nyusul jd papa