NovelToon NovelToon
Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Romantis
Popularitas:464.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lukman Kalbuadi

Mengisahkan tentang seorang remaja bernama Galang. Remaja yang bisa di bilang introvert kala di SMP. Ia bahkan sulit untuk menghapal nama teman-temannya.

Kini ia telah memasuki jenjang SMA. Ibunya kini memberi saran kepadanya untuk bisa lebih terbuka dan mendapatkan beberapa teman di SMA. Setelah mendengar nasehat ibunya, Ia pun bertekad untuk bisa mendapatkan beberapa teman.

Dengan berjalan waktu, ia pun nantinya akan mengenal yang nama cinta. Perasaan yang ia belum pernah rasakan saat masih di SMP. Akan tetapi, ia sulit menyadari bahwa ia sebenarnya sedang merasakan cinta. Ia selalu bertanya-tanya perasaan apakah yang sedang ia rasakan itu.

Namun seiring berjalannya waktu, ia pun perlahan-lahan akan mengerti perasaanya itu.

Selain itu di cerita ini juga akan ada kisah persahabatan, kompetisi, dan hal-hal seru masa SMA lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Kalbuadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Ponsel Yang Kembali

Setelah pulang sekolah, aku, Ruben, Ahsan, dan Sofia berencana untuk pergi ke kantor bus Sumber Kencana untuk menanyakan soal ponsel milik Sofia. Kami bertiga pun langsung menuju ke kelas Sofia yang berada tepat di sebelah kelas kami sesaat setelah bel pulang berbunyi. Saat kami baru saja keluar dari kelas, kami langsung bisa melihat Sofia yang sedang duduk sendirian di luar kelas 10-6.

"Udah nunggu lama Sof?" tanya Ahsan.

"Belum kok, aku baru saja duduk di sini. Yaudah ayo kita segera menuju ke kantor bus itu," Sofia lalu berjalan menuju ke luar sekolah.

Ahsan bilang kantor bus Sumber Kencana terletak lumayan jauh dari sekolah, sekitar 15 km. Kami pun berencana berangkat ke sana menggunakan bus. Pertama-tama tentu kita akan menunggu bus datang di halte dekat sekolah yang berjarak sekitar 100 meter.

"Oi Lang jalannya cepat dikit dong, nanti kau ketinggalan loh," gerutu Ruben.

"Oh iya maaf," aku mempercepat langkahku.

Kami pun sampai di Halte bus. Karena saat ini baru jam pulang sekolah, maka suasana di sini cenderung cukup ramai. Kami pun tidak kebagian tempat duduk dan harus menunggu bus dengan berdiri.

"Wah rame juga yah di sini, kita sampe ga kebagian tempat duduk," Ruben menyandarkan punggungnya di tiang penyangga halte.

"Ya kan ini pulang sekolah, sudah pasti rame lah. Dasar bodoh," timpal Ahsan.

"Haa? Kau mau berdebat lagi sekarang?" balas Ruben dengan alis yang sudah mengkerut.

"Sudah-sudah jangan bertengkar di tempat seperti ini. Sebentar lagi pasti busnya datang kok. Gapapa cuma berdiri sebentar hihi," Sofia berusa melerai mereka sebelum perdebatan menjadi semakin panas.

"Siapa juga yang sedang bertengkar?" ujar Ruben yang kembali menyandarkan punggungnya pada tiang.

"Tapi ngomong-ngomong sekarang langitnya agak mendung gak sich?" Ahsan dengan logat khasnya.

"Iya yah, sekarang langitnya agak mendung. Apa mau turun hujan yah?" Sofia memandang ke atas.

"Ini sih cuman begini saja, tidak akan turun hujan pasti," ujar Ruben dengan percaya diri.

"Apa dasar mu mengatakan hal tersebut? Kau anggota peramal cuaca atau semacamnya?" sangkal Ahsan.

"Haa? Mau taruhan?" tantang Ruben.

"Siapa takut, mau taruhan apa?" balas Ahsan.

"Yang kalah jadi babu yang menang selama seharian besok. Berani?" ujar Ruben.

"Okee, deal ya?" Ahsan mengajak bersalaman.

"Okee, deal," Ruben menyambut ajakan salaman Ahsan.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya busnya datang. Kami berempat langsung masuk sesaat setelah busnya berhenti. Karena ini jam-jam pulang sekolah, maka kami harus bergerak cepat supaya dapat tempat duduk. Beruntung, kami masih bisa mendapatkan tempat duduk.

Aku dan Sofia duduk di kursi bagian kanan agak kebelakang, sementara Ruben dan Ahsan duduk terpisah. Ahsan duduk di kursi dekat pintu, sementara Ruben duduk tepat di depan kami. Lalu, bus pun kembali melaju.

***

Di tengah perjalanan, bus kembali berhenti di sebuah halte. Dari halte tersebut naik Seorang wanita yang kelihatannya sudah cukup tua dengan rambutnya yang sudah beruban. Karena kursi bus sudah penuh, ia pun terlihat akan tetap berdiri. Akan tetapi, tiba-tiba Ahsan berdiri dan memberikan kursi yang sedang ia duduki itu kepada wanita tua yang baru naik itu. Wanita tua itu sempat menolak, tetapi Ahsan berhasil membujuknya untuk duduk di kursi tersebut. Wanita tua itu pun tampak sangat berterimakasih pada Ahsan. "Ahsan memang orang yang baik yah," begitu pikirku dalam hati.

***

Akhirnya setelah sekitar 40 menit perjalanan, kami pun turun di halte yang paling dekat dengan kantor bus Sumber Kencana. Dari sisi, kita harus berjalan lagi sekitar kurang lebih satu km. Kami pun langsung bergegas menuju kantor tersebut.

Langit yang tadi agak mendung, kini menjadi semakin mendung. Aku rasa sepertinya ini akan turun hujan meskipun masih bulan Agustus.

"Oiya ngomong-ngomong kamu kok bisa tahu kantor bus Sumber Kencana San?" tanya Sofia.

"Oh itu dulu waktu SMP aku pernah sekali ke situ, soalnya ada tetanggaku yang bekerja di situ. Nah suatu ketika aku nemenin anaknya yang seumuran denganku pergi ke kantor itu nganterin sesuatu." jelas Ahsan.

"Oh begitu, apa tetanggamu itu sekarang masih bekerja di sana?" tanya Sofia lagi.

"Ya sepertinya begitu," jawab Ahsan.

***

Setelah sekitar 15 menit berjalan, akhirnya kami sampai di kantor. Kami langsung menanyakan perihal ponsel milik Sofia yang terjatuh hari Minggu malam kemaren. Beruntung, ternyata memang benar bahwa ponsel milik Sofia terjatuh di bus itu. Perusahaan pun langsung menyimpan barang-barang yang tertinggal di kantor, jadi ponsel milik Sofia sepertinya akan segera kembali.

Selanjutnya Sofia di cek apakah benar dia yang memiliki ponsel tersebut atau bukan. Setelah di cek akhirnya perusahaan mengembalikan ponsel tersebut kepada Sofia. Lalu, kami pun langsung bergegas pergi dari kantor itu untuk kembali menuju halte tempat kita turun tadi.

"Wah beruntung ya, ponselmu bisa kembali," ucap Ahsan.

"Iya ini, aku seneng banget hihi," senyum bahagia terpancar dari wajah Sofia.

"Eh kalian haus ga?" tanya Ruben yang nampak kelelahan.

"Lumayan sih, apa kita mau istirahat dulu sebelum pulang?" ucap Sofia.

"Ide bagus tuhhhh, ayo kita istirahat dulu saja," Ruben nampak sangat bersemangat dengan ide itu.

"Tapi kita mau istirahat dimana nich?" tanya Ahsan kembali dengan logat khasnya.

"Sepertinya tadi aku melihat minimarket yang ada tempat untuk duduknya di depannya," ujarku.

"Ehhh benarkah? Dimana Lang?" Ruben tambah bersemangat.

"Dekat dengan halte bus tadi. Mungkin sekitar 50 meter dari situ."

"Begitu ya, ayo segera menuju ke sana dengan kecepatan penuh," Ruben langsung berjalan di depan mendahului kami. Ia berjalan dengan penuh semangat.

Sofia terlihat sedang mengecek ponselnya. Sepertinya ia sedang mengecek pesan-pesan yang masuk ke ponselnya. Aku jadi sedikit canggung sekarang. Rasanya memalukan jika ia membaca pesan yang ku kirimkan kemaren itu sekarang. Apa lagi pesan yang ku kirimkan kan tidak jelas.

"Eh kamu mengirimi aku pesan Lang?" tanya Sofia.

"Ehhhhhh benarkah Sofia? Galang ngirimin pesan apa ke kamu? Wah kau benar-benar sedang mendekati Sofia ya Lang?" ujar Ruben dengan heboh.

Aku tidak menjawab pertanyaan dari mereka berdua. Aku hanya diam sambil tetap berjalan. Aku merasa sangat canggung sekarang dan malu sekarang.

"Ehhh kenapa kau diam aja Lang? Mukamu memerah tuh. Jangan malu-malu begitu lah hahahaha," Ruben tertawa sambil meledekku.

"Maaf ya Lang, aku gak ngasih tahu ke kamu dari kemaren kalau ponselku ketinggalan," ucap Sofia.

"Eh gausah minta maaf, gak papa kok," ucapku dengan sedikit rasa tegang.

"Eh jadi ini alasan kenapa kau kemaren terlihat begitu menyedihkan? Hahahaha lucu sekali kau Lang," ledek Ruben lagi.

"Oi jangan begitu lah Ben, lebih baik kau persiapkan dirimu untuk menjadi pembantuku besok," tiba-tiba Ahsan bersuara.

"Eh kenapa aku harus bersiap jadi pembantu mu besok?" balas Ruben.

"Kau lupa tentang taruhan kita tadi waktu berangkat ke sini?" ucap Ahsan.

***

Bersambung

1
Kang Nyimak
ngk punya adik nyimak
Munibah Munibah
masih blm jelas alur cerita nya
Munibah Munibah
hadir
senja
hiatus?
HeeeM
konsep cerita yang unik tor saya suka
Aiko_cchi
Ruben Ahsan emang yg paling lucu
Aiko_cchi
Yahh.... Galang gk disebut ya....😞
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Aiko_cchi
Wah....pasti seru tuh, main ke pantai bareng temen² terus liat sunset
oktabebee
lanjut lagi kak
Aerik_chan
Semangat berkarya kak...

"Pengantin Pengganti"
Aiko_cchi
Bener kata Hana, Ruben sama Ahsan emang lucu banget
Aiko_cchi
Cindy cemburu ya....
Aiko_cchi
Kok Risal gk dpt juara sih....
Aiko_cchi
17 September, sama kyk ulang tahun sekolah SMP gw
Aiko_cchi
Ahsan sama Ruben selalu bikin ketawa
Aiko_cchi
Es jeruk tanpa gula
Aiko_cchi
Gara² baca ini gw jadi kangen waktu gw masih sering main bola dulu, walaupun gw cewek gw itu suka banget main bola, dulu biasanya gw ikutan anak² cowok main di lapangan deket sekolah gw, anak cewek yg ikut juga bukan gw doang, ada beberapa temen gw juga yg ikut, tapi cewek² jarang main sampe selesai, paling² cuma setengah permainan doang, kecuali gw pastinya, gw selalu ikut sampe selesai, waktu SMP juga nilai olahraga gw pas materi sepakbola lumayan bagus, seimbang sama cowok²
Aiko_cchi
Puisinya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!