Xuan Lan adalah seorang gadis tomboy, judes dan cerdas ditambah parasnya yang elok membuat ia terkenal di sekolahnya. Meskipun tomboy ia tetap menjaga kecantikan dan penampilannya agar enak dipandang saja. Dia ahli dalam beladiri dan memanipulasi orang lain sehingga semua orang tunduk padanya.
Pada suatu hari ia meninggal karena diracuni kakaknya yang sangat iri atas semua kemampuan yang dimiliki Xuan Lan.
"Akhirnya kau berhasil membunuhku, kak. Jika ada kehidupan selanjutnya aku akan membalasmu." ia akhirnya menutup matanya dengan senyum evilnya.
~
Sementara itu disebuah gubuk terdapat seseorang yang sangat lemah, dan tubuhnya memucat ia sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi saat ini.
~
Xuan Lan membuka matanya, ia merasa sangat lemah "Ugh, ini di surga atau di neraka kenapa jelek sekali?!" ternyata ia bertransmigrasi ke tubuh seorang yang lemah tadi.
cover and pict by pinterest
~~~
follow ig: @chiccacaaa
~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiccacaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH SEMBILAN
Ran menatap kembali tuannya itu,
"Itu bukan tanda lahir, itu adalah segel" ucap Ran mengagetkan Xiao Lan dan Kuma.
•••
"Segel apa Ran?" bukan Xiao Lan yang menanyakan itu tetapi Kuma,
"Dari awal aku sudah melihat ada yang tidak beres dari tubuhmu, Lord. Seperti ada sesuatu yang ditutupi dari tubuhmu itu tapi aku tidak mengetahui apa itu karena ilmuku masih rendah pada saat itu"
"Memangnya segel apa yang berada dalam tubuhku ini?" tanya Xiao Lan penasaran,
"Segel bintang, kau bukan orang sembarangan, Lord"
"Apa maksudmu?" tanya Xiao Lan penasaran,
"Aku tidak ada hak untuk menceritakannya, Lord. Jika sudah tiba saatnya kau akan mengetahuinya"
Apa-apaan ini kenapa Ran terlihat menyembunyikan sesuatu darinya ia juga diminta untuk menunggu agar waktu yang menjawab semuanya. Apakah ini karma dari ia menutupi identitasnya kepada kekaisaran Li dan menunggu mereka mengetahuinya pada waktu yang tepat?
Hari ini adalah hari pengangkatan ketua baru di kelompok combat. Tidak ada yang tau mengenai hal ini kecuali Xiao Lan dan Ho bahkan orang yang ditunjuk menjadi pengganti Ho juga tidak tau. Ia hanya diberi tau jika ia akan mendapatkan tugas yang sangat penting dan tidak boleh menolaknya ia pun menyanggupinya.
Bagaimanapun Ho tetaplah manusia biasa, ia merasa keringat dingin bercucuran dari seluruh tubuhnya,
"Sebenarnya apa salahku reine" batinnya di dalam hati,
Seluruh anggota Gold Tiger sudah berkumpul tetapi Ho menanyakan sekali lagi apakah mereka benar-benar sudah berkumpul,
"Kami semua telah berkumpul, ketua. Hanya ada beberapa orang di luar yang menjaga markas agar tetap aman"
Dia masih dipanggil ketua oleh orang-orang disekitarnya padahal sebentar lagi jabatannya itu sudah hilang hatinya meringis,
"Jangan lupa adakan pergantian jika pesta sudah setengah perjalanan pasti mereka juga ingin menikmatinya" ujar Ho menepuk pundak orang tadi kemudian pergi menemui sang reine,
"Semuanya sudah berkumpul, reine" ujar Ho kepada Xiao Lan yang sedang memandangi pemandangan yang ada di luar jendelanya,
"Baik, segera mulai saja. Apa kau sudah siap?" tanya Xiao Lan,
"Tentu, mari reine" ujarnya mantap sedangkan Xiao Lan hanya tersenyum dibalik topeng emasnya,
Kumpulan manusia yang berisik tadi menjadi bungkam saat melihat seseorang mengenakan topeng emas keluar dari ruangannya.
"Apakah kalian tau untuk apa kalian dikumpulkan disini" tanya Xiao Lan datar kepada mereka,
"Menjawab, tidak reine" ucap mereka serempak,
"Adakah yang bernama Jun disini?" tanya Xiao Lan lagi, orang yang dipanggil namanya maju ke depan tanpa rasa takut,
"Apa kau tau kenapa aku memanggilmu kemari?" tanya Xiao Lan lagi,
"Menjawab, saya diminta untuk menjalankan segala tugas yang reine berikan"
"Apakah kau yakin?" tanya Xiao Lan dingin,
Jun mulai gugup karena nada bicara Xiao Lan tapi ia bersikap setenang mungkin,
"Tentu" jawabnya mantap,
"Bagaimana jika aku menyuruhmu membunuh Ho?" semua orang dibuat terkejut karena pernyataan Xiao Lan,
"Saya pasti akan melakukannya" ucapnya terpotong dengan perkataan Xiao Lan,
"Lakukanlah" ucapnya kembali dingin,
"Tapi anda harus memberi tau saya alasan yang tepat kenapa saya harus membunuh ketua Ho, jika ia terbukti berkhianat dengan reine maka saya akan membunuhnya" imbuh Jun,
"Kalau aku tidak memiliki alasan?" tanya Xiao Lan yang mulai tersenyum sinis dibalik topengnya,
"Maka saya tidak akan melakukannya" ucap Jun mantap,
"Wah, kau berani menentangku ya" ucap Xiao Lan datar, sangat datar lebih dari biasanya bahkan orang yang mendengarnya akan susah menelan salivanya,
"Saya tidak akan berani menentang reine, kita semua sudah membuat perjanjian hanya boleh membunuh orang yang terbukti bersalah dan tidak akan menyakiti orang yang tidak bersalah apalagi membunuhnya" ia menarik nafasnya,
"Saya juga yakin ketua Ho tidak akan berbuat macam-macam kepada reine ataupun Gold Tiger" ujarnya kembali terdengar mantap,
"Atas dasar apa kau mengatakan Ho tidak pernah macam-macam kepadaku dan Gold Tiger? Padahal kau tidak selalu berada di sampingnya" tanya Xiao Lan sinis,
"Karena dia ketua di kelompok saya, bagaimanapun saya harus tetap percaya padanya bukankah jika kita tidak mempercayai ketua dalam kelompok kita maka sama saja kita tidak mempercayai reine yang sudah mempercayakan hal tersebut kepadanya?" ujarnya sambil tersenyum tipis,
Xiao Lan tersenyum puas dibalik topengnya ia lalu menghadap kumpulan manusia di depannya,
"Apakah kalian mendengar apa yang ia ucapkan?" tanyanya,
"Menjawab, kami dengar reine"
"Apa yang dia katakan?"
"Kita harus mempercayai ketua kita karena mereka sudah diutus oleh reine sendiri"
"Bagus, tapi bukan itu jawaban yang aku inginkan" orang-orang disana saling bertukar pandang tidak mengerti sebelum Xiao Lan kembali bersuara,
"Kalian harus mempercayai satu sama lain karena kepercayaan orang-orang kepada kalian lah yang membuat kalian kuat. Juga jagalah kepercayaan itu pada diri kalian sendiri jangan sampai kau mengingkari kepercayaan yang sudah diberikan padamu"
"Kami mengerti, reine" ucap mereka kembali serempak,
"Dan untuk kau Jun" Xiao Lan mengarahkan pandangannya ke pria di sampingnya itu,
"Aku menunjukmu menjadi ketua combat"
Hening,
"B-bagaimana dengan ketua Ho?"
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
TERIMAKASIH
chiccacaaa