Masih Dalam Revisi, mohon maaf kalau tidak nyambung 🙏🙏
Celine terpaksa harus menikah dengan seorang mafia kejam, hanya untuk mendapatkan biaya untuk ayahnya yang sedang kritis, pernikahan kontrak yang Caline terima ternyata membawanya kedalam penderitaan karena sang suami Gerald Smith tidak menganggapnya ada dan terus memberinya penderitaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Incy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Mr. Romero yang teramat sangat bahagia karena akan mendapatkan seorang cucu, dia terus menawarkan bermacam hadiah kepada menantunya.
“Daddy hampir lupa, belum memberikan ucapan selamat untukmu sayang" ujar Mr. Romero mengusap puncak kepala Celine.
Celine mengangguk “Iya Dad, selamat juga untukmu" jawabnya dengan tersenyum.
Gerald yang melihat itupun berdecak kesal “Bahkan kamu sama sekali tidak memberikan selamat padaku, kamu hanya memperdulikan dia saja? padahal tanpaku dia tidak akan bisa hamil" Ketus Gerald menatap jengah sang Daddy.
Benar saja Mr. Romero sama sekali tidak memperdulikan putranya, dia kembali tertawa “Karena ini berita bagus, ayo kita rayakan, aku akan meminta mereka menyiapkan makanan yang sehat untukmu dan calon cucuku"
Celine hanya menanggapinya dengan tertawa kecil, dia melirik suaminya yang memasang wajah datar. pelayan dipanggil untuk menyimpan makanan apapun yang Celine mau dan minuman tanpa soda juga tanpa alkohol, hanya ada air putih dan bermacam jus buah saja.
“Sayang, duduklah, Daddy akan mengambilkan buah untukmu" Ujar Mr. Romero dengan lembut membawa menantu kesayangannya untuk duduk, datang seorang pelayanan membawakan sepiring potongan buah.
“ini buah untukmu, kamu mau makan sendiri atau mau Daddy suapin?"
"Terimakasih Dad, aku makan sendiri saja" Jawabnya dengan sopan, pria tua itupun mengangguk.
“Apa anak durhaka itu memperlakukan mu dengan baik? Apa makananmu terjamin? apakah dia masih menyakitimu? Jika begitu tinggallah bersama Daddy" Ucapnya, Sedangkan Gerald langsung tercengang mendengar ucapan Daddy nya.
“Tidak, dia istriku dan harus tinggal bersamaku, dan jangan pernah meragukan ku, makanannya selalu terjamin, Celine kenapa kamu diam saja tidak membelaku sama sekali?" Gerald benar-benar merasa kesal, diam nya Celine seakan membenarkan perkataan Mr. Romero
Celine terus memakan buah yang diberikan oleh ayah mertuanya, dia ingin menolak namum tidak tega melihat wajah bahagia Mr. Romero yang akan segera menjadi seorang kakek. namun perut Celine mulai tidak karuan rasa mual mulai dia rasakan.
“Sayang kamu kenapa?" tanya Mr. Romero yang mulai melihat perubahan di raut wajah menantunya, Gerald langsung mendekat.
“Minggir pria tua, dia istriku dan kamu dengan santainya memanggilnya 'sayang' aku tidak suka, awas" ucapnya menggeser pelan tubuh sang ayah yang duduk disebelah istrinya.
“Kamu cemburu dengan Daddy mu sendiri Gerald?" Tanya Mr. Romero tidak percaya jika sejak tadi putranya menahan rasa cemburu.
“Iya, carilah perempuan lain jika kamu ingin, tapi jangan istriku" ketusnya, padahal sayang yang dimaksud oleh Mr. Romero bukan sebuah ketertarikan kepada lawan jenis, melainkan sayang seorang ayah pada putrinya.
“Gerald aku ingin ke toilet" Sela Celine, dia sudah tidak kuat menahan gejolak di perutnya.
“Biar aku antar, di sini tidak aman untukmu, predator kelamin tengah mengawasi mu" Melirik Mr. Romero yang ter cengang dengan ucap putranya.
Namun dia tetap mengabaikan Gerald, “Aku akan memanggil dokter" Gumam Mr. Romero ketika melihat menantunya memuntahkan isi perutnya sampai terbatuk-batuk.
“Gerald bagaimana keadaan Celine? Daddy sudah memanggil dokter" tanyanya dengan khawatir, dia melihat wajah menantunya yang pucat, Gerald dengan telaten membersihkan bibir istrinya dengan tisu.
“Tidak perlu khawatir Dad, dokter sialan yang di rumahku mengatakan ini sudah biasa untuk ibu hamil muda" jawab Gerald tanpa mengalihkan pandangannya dari sang istri.
Mr. Romero manggut-manggut dia tidak begitu paham dengan perempuan hamil. “Kalau begitu bawa istrimu istirahat"
“Tidak, aku akan membawanya pulang, disini tidak aman"
“Apa maksudnya tidak aman? tidak akan ada yang berani menyerang mansion Daddy, jadi kamu tenang saja" Jawab Mr. Romero.
"Aku tidak takut musuh, tapi aku takut dengan mu yang akan mendekati istriku" ucapnya, tidak menutup kemungkinan istrinya tidak tergoda oleh Daddy nya, apa lagi tadi Celine sempat kagum dengan kekayaan Mr. Romero.
“Kamu bilang aku tidak bisa seperti mu menjadi katak di ranjang? Kenapa kau begitu khawatir?" cibirnya
“Sayang ayo kita pulang"
“Tunggu dulu, biarkan istrimu istirahat sebentar Gerald, Daddy bersumpah demi apapun menyayangi istrimu sebagai anak sendiri tidak lebih" ujar Mr. Romero dengan sungguh-sungguh.
Gerald tampak diam, dia juga tahu akan hal itu, hanya saja tidak rela jika perhatian sang ayah terbagi menjadi dua, sedangkan dia sejak tadi diabaikan.
“Kamu hanya menyayangi nya saja, dan kamu mengabaikan aku pria tua" mendengus kesal
“Hah?" Celine dan Mr. Romero melongo ada apa dengan pria kejam ini.
“Kamu sebenarnya cemburu dalam hal yang mana Gerald?" Tanya Celine.
“Bodoh, aku cemburu dalam segala hal" ketusnya
Mr. Romero tersenyum tipis “Wajar saja kamu cemburu pada Daddy karena menyayangi Celine, tapi bukannya kamu akan bercerai dengan nya setelah cucuku lahir?"
Celine langsung menundukkan kepalanya, seakan diingatkan bahwa dirinya hanya istri kontrak yang bersifat sementara, meskipun Mr. Romero pernah memintanya menjadi istri kontrak seumur hidup, namun tidak dengan Gerald, pasti pria itu akan memilih hidup bersama istri keduanya Elena.
“Jaga bicaramu pria tua, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan istriku, kami akan hidup bersama selamanya, hanya kematian yang bisa memisahkan aku dan Celine" menjawab dengan tegas menatap lekat mata Celine.
“Apa itu artinya kamu sudah jatuh cinta dengan Celine? dan percaya akan pernikahan?"
Gerald kembali diam, namun detik berikutnya dia mengangguk “Aku menyukai nya, dan ya aku percaya pernikahan" jawabnya, perlu diralat Gerald hanya mengatakan menyukai bukan mencintai, Celine sudah bisa membedakan ucapan suaminya.
“Begitu rupanya" Mr. Romero mencibir kan bibirnya, dia paham apa yang putranya ucapkan, mungkin nama Elena masih sangat kuat ber singgah di hatinya, tapi Mr. Romero yakin jika suatu saat Gerald akan bertekuk lutut dihadapkan Celine dengan penuh cinta.
“Lebih baik kita pulang, aku sudah tidak merasakan mual lagi" Celetuk Celine.
“Apa kamu yakin nak?"
Celine mendongak lalu mengangguk “Dad, bisakah aku menambah meminta hadiah padamu?"
pria tua itu tersenyum “Sudah aku katakan sejak tadi kamu boleh meminta apapun padaku"
“Terimakasih Dad, tolong jangan katakan pada Daddy ku jika aku tengah mengandung" ujarnya dengan tersenyum, Mr. Romero mengerutkan keningnya.
“Kenapa? bukankah ini kabar baik? Daddy mu harus tahu nak"
Celine menggeleng “Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya, aku khawatir kebahagiaan ini hanya sesaat untuknya" Jawab Celine, Gerald hanya diam, memperhatikan istri nya.
Celine mengatakan seperti itu karena teringat dengan ucapan Gerald, jika Elana lah yang akan merawat calon anaknya kelak, dia tidak ingin membuat Daddy nya sedih, sedangkan untuk Mr, Romero pria tua itu memiliki kuasa pasti tidak akan susah untuknya kelak bertemu dengan cucunya meskipun Elena yang merawat. berbeda dengan dirinya.
Bersambung.