NovelToon NovelToon
Pendekar Pilih Tanding II : Ksatria Bhumi Mataram.

Pendekar Pilih Tanding II : Ksatria Bhumi Mataram.

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Ilmu Kanuragan / Fantasi Timur
Popularitas:432.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Zakaria Faizz

Ah,..rasa- rasanya diriku perlu menemukan seorang guru yg mampu untuk mengajariku mendapatkan cara memiliki tenaga dalam, berkata pemuda itu di dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakaria Faizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8 Terluka dalam.

Putra Arya Rangkana ini pun menceritakan mengenai keadaan nya pada saat itu sehingga ia dapat lolos dari kematian dengan mengatakan bahwa dirinya berada di kali hingga pagi menjelang, sebab ia tengah menjaga kail dan rumpon nya.

Bahkan saat itu ia sempat terhanyut di bawa arus hingga jauh ke arah hilir, beruntung ia dapat menggapai sebuah ranting pohon bambu yg ada di tepi kali itu.

" Demikian lah ki , dan saat aku kembali ke rumah dari kejauhan Kinangkin melihat nyala api yg sangat besar membubung ke udara!" terang nya mengakhiri kisahnya.

" Ah, mungkin itu adalah salah satu jalan yg maha kuasa untuk dapat menyelamatkan mu le, !" sahut orang tua itu.

Ia menyebutkan dirinya dengan nama Wongso lemu dan merupakan teman dekat dari ki Ranu.

" Jadi Ki Wongso ini merupakan sahabat dari Ki Ranu?" tanya Wisanggra Kinangkin dengan perasaan senang.

Sebab orang tua itulah yang di cari nya hingga harus singgah di dusun Tirta ini.

" Benar Le, aku adalah teman dari Ki Ranu, bahkan sebelum ia meninggal beberapa tahun yang lalu sempat menceritakan kisah yg terjadi atas dusun mu itu" ucap orang tua yg bernama Wongso lemu ini.

" Ha, jadi Ki Ranu tahu apa yg jadi penyebab hancur nya dusun Winanga itu Ki ?" tanya Wisanggra Kinangkin penuh semangat.

Dan di balas oleh anggukan kepala lelaki tua yg bernama Wongso lemu tersebut.

Dengan desakan dari Wisanggra Kinangkin maka Ki Wongso lemu pun menceritakan apa yg pernah ia dengar dari sahabat nya yg bernama Ki Ranu itu.

Berawal dari kisah sepasang muda mudi yang sedang merajut kasih yg bernama Saroji yg lelaki dan Wurini yg perempuan.

Kedua nya pun menjadi pasangan yang serasi saat kedua keluarga nya menyetujui hubungan mereka itu.

Akan tetapi malang tidak dapat di tolak untung tidak dapat diraih, pada satu ketika , seorang pangeran lewat dari dusun Winanga tersebut dan melihat gadis remaja yang bernama Wurini ini, hati sang pangeran pun kepincut untuk menjadikan nya sebagai seorang istri.

Maka datang lah beberapa orang yg meminta gadis itu untuk di bawa ke kota Mataram, namun di tolak oleh keluarga Wurini sebab ia sebentar lagi akan segera menikah dengan pemuda yang bernama Saroji itu.

Pangeran yg mendengar nya menjadi sangat murka sehingga menyuruh para prajurit nya mengambil paksa gadis yang bernama Wurini ini dari keluarga nya.

" Akan tetapi orang tua mu, yaitu angger Rangkana berhasil mengalahkan mereka sehingga utusan itu pulang dengan tangan hampa!" jelas Ki Wongso lemu.

" Lalu apa yg terjadi selanjutnya Ki?" tanya Wisanggra Kinangkin semakin penasaran dengan kisah yg di dengar nya ini.

" Kisah yg terjadi selanjutnya adalah penghancuran total yg telah menimpa dusun mu itu, sang pangeran mengirimkan pasukan segelar sepapan yg di pimpin oleh seorang lurah prajurit yang sakti mandraguna, orang tua mu, arya Rangkana berhasil ia tewaskan dan termasuk seluruh penghuni dusun mu itu tidak ada yg tersisa!" terang Ki Wongso lemu mengakhiri cerita nya.

Banyak pertanyaan yang menggelayuti pikiran Wisanggra Kinangkin termasuk kemana seluruh mayat orang orang dusun Winanga itu dan juga kisah akhir dari Saroji dan Wurini yg menjadi akar masalah nya.

Lama terdiam Wisanggra Kinangkin setelah mendengar penuturan dari orang tua yg bernama Ki Wongso lemu ini.

Pandangan matanya jauh menerawang keluar dari rumah yg gelap tanpa penerangan , disebabkan tadi pemilik rumah telah memadamkan seluruh lampunya.

Sehingga yg terdengar hanya desah nafas keduanya saja.

" Apakah dirimu sudah makan le?" tanya Ki Wongso lemu.

Ia ingin tamu nya ini bersantap malam , sebab hari sudah beranjak.

Burung-burung malam pun telah memperdengarkan suara nya.

" Terima kasih Ki, Kinangkin belum lapar!" sahut pemuda itu.

Akan tetapi Ki Wongso lemu tetap memaksa dan telah menyiapkan makanan , sehingga mau tidak mau ,pemuda yang berasal dari dusun Winanga ini pun turut makan di rumah itu.

Setelah selesai, barulah Wisanggra Kinangkin kembali meminta penjelasan kepada Ki Wongso lemu mengenai mayat dan juga sepasang muda mudi yang telah mengakibatkan kehancuran dusun dimana ia berada.

Secara singkat Ki Wongso lemu menjelaskan bahwa seluruh mayat orang orang dusun Winanga itu di buang ke kali termasuk juga orang tua dari Wisanggra Kinangkin.

Mengenai sepasang muda mudi ini, oleh Ki Wongso lemu di seburk bahwa mereka berdua sempat melarikan diri sebelum peristiwa itu terjadi dan hingga kini belum di ketahui keberadaan nya.

" Yg terakhir Ki, siapakah pangeran itu dan juga Lurah prajurit pemimpin pasukan yang telah menghancurkan dusun kami itu?" tanya Wisanggra Kinangkin..

" Heh, ini merupakan suatu rahasia yg Kinangkin harus sembunyikan dan berjanji lah Le kepada aki untuk tidak mengatakan ini kepada orang lain " sebut orang tua itu sambil berkata dengan pelan sekali.

" Ya, Kinangkin akan berjanji tidak akan menceritakan hal ini kepada siapa pun!" sahut Wisanggra Kinangkin mantap.

Ki Wongso lemu tidak serta-merta mengatakan apa yg menjadi pertanyaan dari WisanggraKinangkin, ia berusaha memasang telinga dengan sebaik baiknya , seolah orang tua ini tidak ingin ada orang lain yg mendengar nya atau.memang secara sengaja coba untuk menguping pembicaraan mereka.

" Aman Ki, tidak ada orang di sekitar rumah ini!" ujar Wisanggra Kinangkin.

Memang ia saat ini memiliki panca indera yang sangat baik, entah itu penglihatan nya juga pendengaran nya.

Wisanggra Kinangkin dapat mendengar suara langkah kaki yg berjalan meskipun berada cukup jauh dari nya , bahkan ia pun dapat mendengar desah nafas bila orang tersebut berada di sekitar sepuluh tombak dari nya.

Atas ucapan tamu nya ini, Ki Wongso lemu pun memiliki keyakinan yang sama bahwa keadaan memang cukup aman.

Ia pun menyebutkan nama orang yg telah melakukan pembumi hangusan di dusun Winanga itu.

" Pangeran itu bernama Raden mas Sayyidin yg sekarang ini telah menjadi raja di Mataram sedangkan lurah prajurit pemimpin pasukan tersebut bernama Ki Singorejo" ungkap Ki Wongso lemu pelan sekali.

" Hahh "

Wisanggra Kinangkin terkejut sekali mendengar ucapan dari orang tua yg merupakan sahabat dari Ki Ranu ini.

Seolah ia tidak percaya dengan apa yg telah di dengarnya , namun itulah nama yg telah diucapkan oleh orang tua tersebut.

" Benarkah itu Ki?"tanya Wisanggra Kinangkin sekali lagi.

Ki Wongso lemu tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.

Meski keadaan cukup gelap tetapi dengan jelas Wisanggra Kinangkin mampu melihatnya.

" Berhati-hati lah Le, jangan pernah menyebutkan bahwa dirimu berasal dari dusun Winanga itu, sebab saat ini yg ku dengar dusun itu akan di jadikan oleh penguasa Mataram ini sebagai Pesanggrahan nya" kata Ki Wongso lemu.

" Aki mengetahui kisah ini dari Ki Ranu , sebelum ia meninggal dunia sempat mengatakan nya bahkan dengan wanti wanti ia berpesan untuk merahasiakan nya kepada siapa pun terkecuali kepada para penduduk dusun Winanga yg selamat atau yg tersisa agar mereka tidak salah mengerti tentang keadaan dusun nya itu!" terang Ki Wongso lemu menutup kisahnya.

" Benar yg Ki Wongso katakan itu , sebab Kinangkin sempat mendengar bahwa dusun Winanga di hancurkan karena telah menyembunyikan seorang telik sandi asing yg sempat singgah di sana" kata Wisanggra Kinangkin membenarkan ucapan orang tua itu.

" Ah, itu hanya pengalihan cerita saja Le, agar sang pangeran mendapatkan restu dari orang tuanya untuk memusnahkan penduduk dusun Winanga itu , bahkan yg sebenarnya terjadi adalah lain, ia amat murka setelah kehilangan Wurini, gadis yang menjadi incaran nya itu!" ungkap Ki Wongso lemu lagi.

" Kejam !" seru Wisanggra Kinangkin dengan agak keras.

Sejak malam itu ia tidak mempunyai keinginan lagi untuk menjadi seorang prajurit Mataram, padahal dahulu semasa berada di padepokan Elang Canggah hasrat nya untuk menjadi seorang prajurit amat besar dan menggebu-gebu sekali.

Berbeda hal nya setelah ia mendengar cerita yg di tuturkan oleh Ki Wongso lemu ini, tidak ada secuil pun keinginan nya untuk menjadi seorang prajurit.

Bahkan ia berjanji pada dirinya sendiri untuk membalas dendam terhadap lurah prajurit yang bernama Ki Singorejo itu yg saat ini telah berpangkat sebagai seorang tumenggung.

Malam semakin dalam, Ki Wongso lemu menawarkan kepada Wisanggra Kinangkin untuk bermalam di rumah nya dan esok pagi baru ia kembali.

" Baiklah Ki, aku akan menginap malam ini disini!" ucap Wisanggra Kinangkin.

Ketika keduanya bersiap untuk beristirahat, tiba tiba mereka mendengar suara kentongan.

Awalnya hanya satu saja namun lama kelamaan makin banyak dan berbunyi titir pertanda ada sesuatu yang tidak baik terjadi di dusun itu.

" Ada apakah ini Ki?" tanya Wisanggra Kinangkin heran.

" Entahlah aki tidak tahu, jangan-jangan !"

Lelaki tua itu tidak melanjutkan ucapan nya , ia bangkit dan segera menyambar senjata nya yg berada di dinding rumah nya.

1
BSP
sdh ada
Lembu Sora
bertele2
Lembu Sora
hadeuhh ,,pendekarnya d bikin bego nih ceritanya
Lembu Sora
pendekar oon
Wahyu Indra
ditunggu² kok nggak ada kelanjutannya jangan² udah lupa ya
Hafis Yudhistira
jangan kelamaan nanti lupa alur ceritanya
Hafis Yudhistira
kok ngilang Thor..
Teh Mbak Sri
Menulis cerita itu rumit..
Apalagi cerita berlatang belakang sejarah..
brrrr...rumit dan ruwettt bangettt..
cari referensinya puyenggggg...
Aku salut pada Othor yg sudah mampu menghasilkan hingga ratusan eposod..
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏

Maaf..bukan promosi..
Sekedar wujud menghargai karya rumit yg membutuhkan waktu berbulan2, bahkan bertahun2.

Untuk pemirsa yg minat dg certa sejarah Mataram Kuno. Dari Medang hingga Kediri masa Jayabaya.
Silahkan cari karya Kang Ebez..
Keren. ratusan episod dan sudah tamat..
Sayang banget kalau gak dinikmati..

Atau jika kurang puas juga..
Cari aja karya-karya S.H Mintarja..
yg paling fenomenal: Api Di Bukit Menoreh..
Jaman runtuhnya Pajang, dan berdirinya Mataram.
banyak tuh di wordpress
sampai ribuan episod..
sampai ganti penulis 3x belum tamat...masih on going..

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Rafly Rafly
sifat-sifat hanggini berubah setelah tau status yg melekat pada dirinya yg mengalir kan darah raja... sombong dan angkuh..
Hafis Yudhistira
kok ngilang thor
Nusa thotz
apa nama Surabaya sudah ada masa VOC dan Mataram ya...?
Teh Mbak Sri: Sudah...
sebelumnya bernama Hujung Galuh.
kalau gak salah sihhh..
total 1 replies
Windy Veriyanti
menunggu keseruan kiprah sepasang suami istri Kinangkin-Hanggini di Kadpaten Surabaya
Ilham Ilham
jalan ceritanya menarik
Bodas_2337
mungkin keluarga ki anjar ada yg disandera,,,
Bodas_2337
lanjutkan thor
Windy Veriyanti
berpihak pada penguasa yang manapun tetap akan ada musuhnya...
Windy Veriyanti
saudara sekandung saja bisa berebut takhta...apalagi saudara tiri...
Anindya Nuri Adnina
apakah kinangkin akan bertarung dengan Ki AjarWilia
Anindya Nuri Adnina
My hubby
Windy Veriyanti
siapa kah dia? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!