NovelToon NovelToon
Serumah Dengan Mertua

Serumah Dengan Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

menginjak usia pernikahan ke tahun ke lima. aku dan suamiku masih tinggal dirumah orang tua dari suamiku.
bersama dengan dua saudara ipar yang setiap hari tiada henti nya merengek pada suamiku untuk memenuhi gaya hidup mereka.
padahal mereka tau suami ku hanya seorang buruh pabrik yang gajinya tidak seberapa, bahkan uang dapurpun aku hanya diberi separuh dari gajinya. itu pun masih untuk jajan anak anak kami juga untuk membeli listrik.
mau tau gimana kelanjutannya, ikutin terus ceritanya yaa .
terus dukung outhornya dengan like dan komen ya readers😋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

"ayoo kita kembali kerumah, kalian pasti capek. ayo pak" ajak ibu ku dengan wajah binar bahagia menyambut anak dan cucunya.

"oh ya sar, kamu kesini sama siapa? mana Radit?" tanya bapak ketika kami berjalan menuju rumah bapak dan ibu.

"berdua aja sama Aska pak, mas Radit banyak kerjaan" jawabku menutupi keadaan rumah tanggaku dengan mas Radit dihadapan orangtuaku, begitu pun dengan perlakukan ibu mertua kepadaku selama ini. yang orangtua ku tau, ibu mertua memperlakukan aku dengan baik. karna aku sama sekali tak pernah bercerita apapun ketika bapak dan ibu mengunjungiku, begitupun sikap ibu mertua yang selalu baik saat dihadapan orangtuaku.

"oohh begitu, mumpung kamu kesini ada yang ingin bapak bicarakan pada kamu sari. ini soal penggusuran sawah kita yang akan dibeli oleh pengusaha pembangun desa kita" kata bapak

"baik pak, nanti kita bicarakan dirumah saja ya pak" jawabku, bapak pun hanya menganggukan kepala setuju.

tak lama kamipun sampai didepan rumah bapak dan ibu, ibu pun segera membuka kunci pintu dan mempersilahkan kami masuk.

"ayok masuk dulu, istirahat. kamu sama Aska pasti capek, biar ibu masak untuk makan siang kita" kata ibu. aku melangkahkan kaki memasuki rumah penuh kenangan sewaktu kecil ini dengan mata berkaca-kaca. aku melangkah menuju kamar ku sebelum menikah dengan mas Radit, semuanya masih terasa sama bahkan barang-barangku masih tersusun sama ditempatnya. bapak dan ibu menjaga kamar ini dengan baik,.pikirku.

"ini kamar mama ya?" tanya Aska, aku menundukkan pandangan melihat Aska yang masih memperhatikan setiap bagian dikamar ini.

"iyaa sayang, bagus kan?" tanyaku pada Aska.

"iyaa sih, tapi kok gaada kipas anginnya ma?" tanya Aska dengan polosnya.

"Aska, disini dingin sayang kalo malam. jadi mama ga pernah pakai kipas angin" jawabku dengan santai.

"yaaah terus kalo Aska ga bisa tidur karna kepanasan gimana ma?" kata Aska dengan mimik wajah lucu serta mengerucutkan bibirnya.

"nanti kita minta kakek pasangkan kipas angin disini ya sayang" jawabku membuatnya tersenyum seketika menganggukan kepala.

aku merebahkan badan ku diatas kasur yang masih berbahan kapuk, maklum dikampung beda dengan dikota yang sudah memakai sprinbed. Aska pun membaringkan badannya disampingku, menatap langit-langit kamar dengan dahi mengerut. aku pun mengerutkan kening melihat ekspresi Aska.

"kenapa sayang?" tanyaku berbalik menghadap Aska yang masih tetap heran langit-langit kamar.

"gapapa ma, Aska hanya heran aja. kasur ini keras sekali ma, dan coba mama lihat keatas itu langit kamarnya masih genteng sama kayu ma" kata Aska seketika membuatku tertawa.

"hahaha Aska Aska iyaa beginilah kehidupan mama dan kakek dulu sayang, walaupun rumah sudah nyaman tapi untuk genteng kakek memang sengaja memasang itu agar tetap adem. sedangkan jika dipasang asbes atau seperti rumah kita dikota pasti panas, karna nenek sama kakek kan ga punya kipas angin" jawabku melihat keheran Aska.

"oohh begitu ya ma, kalo gitu kenapa ga dipasang AC aja ma. kaya dirumah kontrakan kita skrng kan ada ac nya ma" kata Aska yang membuatku semakin keras tertawa.

"Aska, disini ga pakai kipas aja dingin bagaimana mau pakai AC bisa-bisa beku" jawabku, aku dan Aska pun tertawa bersama melupakan kegundahan hati sejenak.

tak terasa aku dan Aska pun terlelap setelah aku menceritakan kehidupanku waktu kecil dikampung ini pada Aska, aku terbangun tepat pukul satu. aku melangkahkan kaki menuju sumur, didapur aku berpapasan dengan ibu yang baru saja menyelesaikan masaknya. didapur ini masih memakai kayu, karna ibu tidak suka memakai kompor gas kamar mandinya pun masih sumur dimana airnya harus menimba dulu sebelum dipakai.

"kamu mau ke sumur sar?" tanya ibu yang melihatku melewati dapur.

"iyaa Bu, mau mandi terus sholat Zuhur. sari ketiduran tadi" jawabku

"yasudah sana, nanti abis itu bangunkan Aska ya kita makan siang dulu. ibu juga mau memanggil bapak dikamar" kata ibu dengan senyuman.

"iyaa Bu" jawabku sambil melangkahkan kaki menuju sumur, kemudian menimba air untukku mandi. ku penuhi semua ember yang ada agar tidak repot jika harus menimba lagi.

setelah semua selesai dan Aska juga telah aku bangun kan, aku dan Aska menghampiri ibu dan bapak yang sudah siap untuk makan siang bersama. duduk beralaskan tikar diruang tengah, dengan aneka makanan diatasnya. sangat menggugah selera, sudah lama rasanya tidak menikmati makanan khas kampung ini.

"ayok sini makan siang dulu, Aska nenek suapi ya?" kata ibu ku pada Aska, Aska pun mengangguk antusias. tentu saja karna selama dirumah ibu mertua Aska tidak pernah sekalipun disuapi olehnya, jangankan disuapi digendong pun tidak pernah. kami makan sambil mengobrol sesekali bercanda, setelah selesai bapak pun membicarakan padaku apa yang tadi ingin beliau bicarakan.

"sari, begini. sawah kita dan seluruh sawah warga kampung sini sudah dibeli oleh perusahaan yang akan membangun taman rekreasi didesa ini. desa ini akan dijadikan tempat wisata karna areanya yang masih asri dan pemandangannya yang bagus, bapak membicarakan ini karna kamu anak bapak satu-satunya. beberapa hari lagi adalah pencairannya, hari Senin nanti bapak ditugaskan membuat buku rekening atas nama bapak setelah itu beberapa hari kemudian uang akan dicairkan setengahnya. kamu bisa bantu bapak kan?" tanya bapak.

"tentu bisa pak, nanti aku antar kan ke bank terdekat agar bapak bisa buat rekening. nanti jngan lupa bapak bawa KTP nya ya?" jawabku

"baik. satu lagi sari, bapak minta kamu pikirkan baik-baik akan digunakan untuk apa uang itu. karna bapak akan memberikan uang itu untuk kamu keseluruhannya" kata bapak yang lagi-lagi membuatku tercengang.

"sari belum tau mau usaha apa pak, lagi pula itu hasil penjualan sawah bapak. lebih baik bapak simpan itu sebagai tabungan masa tua bapak dan ibu" jawabku.

"tidak sari, kamu anak bapak dan ibu satu-satunya. kami sudah berdiskusi untuk menyerahkan uang ini untukmu, untuk mu memulai bisnis yang kamu inginkan" jawab ibu dengan wajah berkaca-kaca.

"tapi Bu, bagaimana dengan ibu dan bapak dimasa tua nanti jika tidak punya tabungan" tanyaku.

"makanya itu bapak memintamu untuk memikirkan usaha apa yang akan kamu geluti sar, kami mau membantu kamu untuk memulai bisnis kamu nanti" jawab bapak.

"baiklah pak, sari akan terima uang itu" jawabku dengan yakin.

"Alhamdulillah syukurlah, hasil penjualan sawah pada perusahan itu sekitar enam miliyar rupiah sari dan mereka akan memberikan setengahnya setelah bapak memberikan rekening koran ke kantor kelurahan. nanti sisanya sebulan kemudian" kata bapak membuatku melebarkan mata.

enam miliyar? sungguh aku tak percaya akan mendapatkan uang sebesar itu dari perusahan yang membeli sawah bapak.

"en-enam miliyar pak?" tanyaku dengan gugup pada bapak.

"iyaa sar, enam miliyar. kenapa? banyak ya? iyaa itu hasil kesepakatan warga desa sini yang sawahnya mau dibeli. kamu tau kan, didesa ini yang punya sawah rata-rata luasnya masih dua sampai lima hektar bahkan ada yang punya sampai sepuluh hektar. nah sawah bapak kan ada empat hektar didesa ini makanya bapak dapat enam miliyar, karna harga gusurnya satu setengah miliyar perhektarnya" jawab bapak membuatku menganggukan kepala masih tak percaya sih tapi itulah yang terjadi.

1
Castello96
bab 1 gedek,,memang ga enak tinggal serumah ma mertua plus ipar tuh,🥲🥲🥲,Mangat Thor❤️
Castello96
❤️👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!