NovelToon NovelToon
Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Aletta Si Cantik Milik Bad Boy Billioner

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ovelia.shin

Gara-gara rem blong membuatnya menyenggol sebuah Rubicon di lampu merah. Aletta Sora harus berurusan panjang dengan Dioneel Alardo.
Celaka seribu kali lipat, karena ganti rugi yang diminta Dioneel hanya karena goresan kecil di mobilnya itu harus dibayar seharga lima puluh juta atau diganti dengan tubuhnya.
Aletta menyerah, dia tak bisa membayar lima puluh juta sehingga dia hanya bisa pasrah menyerahkan tubuhnya kepada sang bad boy billionaire yang terkenal playboy itu.
Liku hari yang kini dialami Aletta menjadi semakin menyulitkan karena Dioneel terus mengulur waktu untuk mencicipi tubuhnya yang membuat Aletta semakin sulit lepas dari pria tampan sejuta pesona itu.
Di luar dugaan.
Dioneel justru sengaja mengulur perjanjian mereka karena dia butuh meyakinkan dirinya jika Aletta telah membuatnya jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Bab 29

Setelah berbincang panjang lebar dengan Arsen, Dioneel kemudian pamit pulang karena Daffa mengirimkan pesan untuknya.

Dioneel memasuki gedung perusahaan dengan langkah mantap, berpakaian rapi dengan style yang sangat keren. Sudah sejak tadi ia merasa gelisah karena ada kabar tak terduga dari asisten pribadinya, Daffa. Ia mencari Daffa yang duduk di meja resepsionis sambil mengetik dengan cepat di laptopnya.

“Boss, Anda akhirnya datang. Ada kabar yang cukup mengejutkan."

Dioneel mengerutkan keningnya. "Kabar apa?"

"Tuan Davin datang ke sini. Dia menanyakan tentangmu, dan aku memberitahunya kalau Boss akan segera datang."

Dioneel sangat terkejut. "Davin, ayahku? Apa yang dia lakukan di sini?"

"Tuan Davin ingin bertemu dengan Anda. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan langsung dengan Anda."

Dioneel menggaruk kepaanya yang takgatal. "Ini benar-benar mengejutkan. Aku tidak mengira dia akan datang ke perusahaan."

"Apa yang bisa aku lakukan sekarang,Boss?" tanya Daffa sambil menatap wajah Dioneel yang terlihat gelisah di depannya.

Dioneel berpikir sejenak, dia kemudian meneguk satu botol air mineral hingga tak bersisa.

"Aku akan mengajaknya ke ruang rapat untuk bicara. Aku ingin tahu apa yang ingin ayahku sampaikan."

"Baiklah Boss, aku akan menyiapkan ruang rapat untukmu dan menginformasikan keamanan serta resepsionis tentang kedatangan Davin."

"Thanks Daffa. Aku akan menemuinya sekarang."

Dioneel berjalan menuju ruang rapat dengan hati yang berdebar. Kedatangan mendadak ayahnya menimbulkan rasa penasaran dan kekhawatiran di dalam dirinya. Ia memasuki ruangan itu dan melihat Davin duduk dengan santai di salah satu kursi.

Dioneel melangkah masuk ke ruangan. "Ayah, apa yang sedang terjadi? Apa yang ingin kamu bicarakan?"

Davin tersenyum penuh arti. "Dioneel, anakku. Aku datang ke sini karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu."

"Apa itu, Ayah? Aku penasaran."

"Kamu sudah bekerja di perusahaan ini selama beberapa tahun dan aku sangat bangga dengan kesuksesanmu. Aku ingin memberikan dukungan lebih dalam perjalanan karirmu."

Dioneel terlihat bingung. "Maksud Ayah?"

"Aku ingin kamu mengambil alih semua perusahaan dan segera menikah. Aku ingin kamu menjadi pria dewasa yang sesungguhnya."

Dioneel sangat terkejut. "Ayah, jangan membuat lelucon!” Dioneel menjadi kesal.

"Aku sudah berpikir lama tentang ini, Dioneel. Kami bahkan sudah menyiapkan semuanya, calon istri yang akan sangat mendukungmu tentunya,” ucap Davin dengan bersemangat mengatakannya.

Dioneel berdiri tegak di tengah ruangan, wajahnya dipenuhi ketegangan dan ketidaksetujuan. Matanya memandang lurus ke arah Ayahnya, Davin, yang duduk dengan tenang di kursi empuk di seberangnya. Suasana ruangan terasa tegang, dipenuhi keheningan yang tidak nyaman.

"Baiklah, Ayah," ucap Dioneel dengan suara yang tegas dan penuh keberanian. "Aku menolak perjodohan ini!"

Davin mengangkat alisnya, tidak terkejut oleh reaksi keras putranya. Dia melihat Dioneel dengan tenang, mengisyaratkan agar putranya duduk di sampingnya. "Tenanglah, Dioneel," kata Davin dengan suara lembut. "Ini adalah keputusan yang sudah lama direncanakan untuk kebaikan keluarga kita."

"Kebaikan keluarga?" ulang Dioneel dengan nada sinis. “Kebaikan keluarga apa? Kebaikan keluarga tidak bisa dibangun di atas perjodohan paksa dan keinginan orang lain!"

Davin menatap putranya dengan lembut, berusaha menjelaskan alasan di balik perjodohan itu. "Kamu harus memahami, Dioneel, bahwa sebagai pemimpin keluarga, tanggung jawab saya adalah memastikan keberlanjutan dan kejayaan keluarga kita. Perjodohan ini adalah bagian dari rencana untuk mengamankan masa depan kita secara finansial dan sosial."

Dioneel menatap Ayahnya dengan mata yang penuh amarah. "Tapi Ayah, apa artinya keberlanjutan dan kejayaan jika kita harus hidup dalam kehampaan dan ketidakbahagiaan? Apa artinya kekayaan dan status sosial jika kita harus mengorbankan cinta dan kebahagiaan sejati?"

Davin terdiam sejenak, merenungkan kata-kata putranya. Dia menyadari bahwa Dioneel tidak akan mudah diatur seperti yang dia harapkan. Akhirnya, Davin mengambil nafas dalam-dalam sebelum berkata, "Dioneel, ayah sangat mengerti perasaanmu. Tetapi kehidupan ini tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Kadang-kadang kita harus mengambil keputusan yang sulit demi kebaikan jangka panjang."

Dioneel menatap Ayahnya dengan tajam, tetapi ada sedikit keraguan dalam matanya. "Apakah Ayah benar-benar yakin bahwa ini adalah keputusan yang tepat?"

Davin mengepalkan tangan dan menatap Dioneel dengan keberanian. "Ya, tentu saja, aku yakin bahwa ini adalah keputusan yang terbaik untuk keluarga kita. Ada komitmen dan tanggung jawab yang harus kita penuhi."

Mendengar kata-kata itu, Dioneel yang merasa kesal dan kecewa. Dengan langkah mantap, Dioneel melangkah lebih dekat ke arah Ayahnya, dan kemudian berhenti di hadapannya. Dia mengunci pandangannya dengan tajam ke mata Davin, menunjukkan tekad yang kuat.

"Ayah, aku sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan dalam hidupku sendiri," ujar Dioneel dengan tegas. "Aku ingin membebaskan diriku untuk menemukan calon istri yang aku cintai, tanpa ada campur tanganmu."

Davin terkejut mendengar permintaan itu. Ekspresi wajahnya berubah menjadi campuran antara kekecewaan dan ketidakpercayaan. "Dioneel, kamu tahu bahwa aku hanya ingin yang terbaik untukmu," ucap Davin dengan suara bergetar. "Aku khawatir kamu akan membuat keputusan yang salah."

Dioneel tersenyum, mencoba menenangkan Ayahnya. "Ayah, aku menghargai perhatian dan kepedulianmu, tapi aku perlu menemukan jalan hidupku sendiri," kata Dioneel dengan lembut. "Aku tahu bahwa aku mungkin melakukan kesalahan di sepanjang jalan, tapi itu adalah bagian dari pertumbuhan dan pembelajaran."

Davin menggenggam tangannya dengan erat, mencoba menahan kekhawatirannya. "Apakah kamu benar-benar yakin dengan keputusan ini, Dioneel?”

Dioneel menghembuskan nafasnya dengan kesal dan bangkit dari kursinya di ruangan rapat. Ekspresi wajahnya mencerminkan rasa frustasi yang mendalam. Suaranya terdengar tegas saat ia memutuskan untuk meninggalkan Davin sendirian.

"Baiklah, Ayah! Aku tidak bisa melanjutkan pertemuan ini. Kita bicarakan saja nanti."

Davin, yang terkejut dengan reaksi Dioneel, mencoba memahami situasi tersebut. Ia merasa sedikit terkejut dan bingung karena tidak menyangka Dioneel akan begitu marah.

"Tunggu sebentar, Dioneel. Apa kau sungguh marah? Apakah ada yang salah?"

Dioneel memutar tubuhnya dan menatap Davin dengan tajam, tatapan matanya penuh dengan kekecewaan dan ketidakpuasan.

"Apa aku marah? Ayah, apa yang kau tanyakan? Kamu benar-benar tidak sadar, ya? Selama ini, aku merasa tidak pernah didengarkan satu kata pun di rumahku sendiri. Kalian terus mengabaikan pendapatku dan mengambil keputusan tanpa meminta masukan dariku! Dan sekarang, kalian ingin aku menikah dengan pilihan kalian?"

Davin mencoba menenangkan Dioneel, berusaha memahami perasaannya.

"Maafkan aku, Dioneel. Aku tidak bermaksud mengabaikan pendapatmu. Mungkin aku terlalu terburu-buru dan lupa untuk melibatkanmu dalam proses pengambilan keputusan."

Dioneel menggelengkan kepalanya dengan geram.

"Ini bukan masalah melibatkanku dalam pengambilan keputusan, Ayah. Ini tentang menghargai."

Davin menggigit bibirnya, merasa menyesal karena menyebabkan Dioneel merasa seperti ini.

"Ayah sangat menyesal, Dioneel.”

Dioneel meredakan kemarahannya sedikit, tetapi rasa kecewa masih terpancar dari matanya.

1
nobita
itu Arsen anggota mu Dion...
nobita
aku juga kayak Aletta bersorak senang😄
nobita
awal yang menarik thor
Khoerun Nisa
aku bingung di bab ini apakah Loncar alurny
Khoerun Nisa
ko aku sedih yach wlu di bawah sadar nya tetep dia menyayangi adik nya dn mnghawatirknnya
Agung Ika Dewi
Luar biasa
Fitriyani
trnyta arsen tmn nya Dion....
Sulastri Abdi
ini kok jadi gini ceritanya. dionell kan katanya sudah nggak punya apa2 tinggal motor sj kok jd punya mobil lg dan nyiapkan lamaran romantis?
Fatma Wati
kurasa balap motor kenapa ada mobil🤔
Fitriyani: hahaa,,aku mpe ngulang bbrpa kalimat sblmnya,ku pukir apa aku yg salah baca,motor jd mobil 🤣
total 1 replies
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
HARTIN MARLIN
bukankah papa Dionell gak suka kepada Alletha 🤔🤔
Meywar
Oh so sweet deh kalian (death squad) , semoga persahabatan Kalian tdk akan menemukan musuh lg , Lanjut Thor🙏😘
Meywar
Good job Arsen..akhirnya Arsen bangun dr tidurnya, Bijaklah dalam mengambil keputusan, agar kehidupan kita bisa Damai 🤲
Meywar
Thor kok saya yg tegang y..saya inginya Exel masuk penjara Thor 🙏
Meywar
Saya jg ikut bahagia Thor..semoga kebahagiaan mereka akan selamanya..karena kita tahu, Dioneel adalah orang yg sukses di bidang usaha dn otomotif..apalg pacar Dioneel cantik pasti bnyk yg iri..tetap semangat Thor 👍🏻
Sintarahim Asep Dadan
good
Meywar
Wah Exel bikin kacau aja. smg masalah Exel suap ke Hakim kena pasal yg berat..
Meywar
Selamat berjuang Dioneel, karena Aletta sejatinya jg mencintaiMu bro Dioneel ☝🏻
Mamanya Raja
lanjut cerita nya bgua
Namira
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!