NovelToon NovelToon
Anakku Hanya Milikku

Anakku Hanya Milikku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:808.6k
Nilai: 5
Nama Author: Redwhite

Di tinggal sang suami dan di usir oleh mertua sungguh malang nasib Salimah.

Dengan tega sang mertua mengusirnya dan sang putra karena merasa Salimah adalah penyebab kecelakan putranya.

Di tengah keterpurukannya, dia juga harus kehilangan anak dalam kandungan.

Triya dan suaminya, Jendral yang dia kira tulus membantu nyatanya juga ingin memanfaatkan dirinya agar mau mengandung anak mereka.

Bagaimana nasib Salimah ketika di minta menjadi rahim pengganti sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Salimah keluar dari ruangan Hari dengan keadaan lesu. Perkataan sepupu mantan suaminya yang mengatakan jika sang mantan suami akan kembali ke negeri ini membuatnya antara senang dan bingung.

Hari mengatakan kalau nanti dia tahu kapan waktunya, dia akan memberitahu Salimah, sebab sudah di pastikan kalau seluruh keluarga besar akan menyambutnya.

"Kenapa Sal? Kamu kenapa kelihatan sedih begini?" tanya Alawiyah begitu melihat Salimah keluar dari ruangan Hari.

Salimah mendudukkan diri di sofa yang di khususkan menerima tamu di bagian itu.

"Kata Pak Hari, mas Afnan udah sadar terus udah mau pulang ke sini," jawab Salimah.

"Harusnya kamu senang kenapa malah sedih?" heran Alawiyah.

"Kamu gimana sih Al! Aku ini lagi hamil, anak orang lain lagi. Yang bikin aku sedih, enggak ada pertanyaan tentang aku dan Rino saat mas Afnan sadar," lirihnya.

"Apa mantan ibu mertuaku mengatakan sesuatu yang buruk tentangku dan mas Afnan percaya ya Al? Atau ada yang lain?" sambungnya.

Alawiyah menghela napas, dia tahu kekhawatiran sang sahabat. Dia pun penasaran, mungkin ibunda Afnan belum memberitahukan tentang perceraian mereka, atau mungkin mantan mertua sahabatnya itu berbohong pada putranya tentang Salimah.

"Aku bingung harus ngomong apa, kalau ketemu Afnan sekarang, aku yakin mantan mertuamu pasti langsung menjatuhkanmu," jawab Alawiyah apa adanya.

Salimah kembali menunduk sedih, Alawiyah lantas mengusap bahu sang sahabat.

"Kan masih ada pak Hari, kamu minta beliau aja jadi perantara kamu. Tapi minta dia rahasiain dulu kehamilan kamu sama Afnan dan keluarganya," saran Alawiyah.

Salimah tersenyum, dia akan melakukan apa yang di sarankan Alawiyah, harapannya seolah kembali.

Dia akan bersabar sampai anak ini lahir dan menemui Afnan lagi.

Lagi pula hubungan keluarga Afnan dan Hari memanglah tidak pernah akur, jadi Salimah bisa menggunakan Hari sebagai perantara antara dirinya dan Afnan.

.

.

Sore hari, Evita yang sudah merasa segar setelah beristirahat di hotel, memutuskan kembali ke kediaman sang putra.

Di kediaman Jendral sendiri tengah terjadi keributan yang cukup besar. Jendral tengah kesal karena keberadaan sang ibu tak di temukan, tentu saja dia menyalahkan sang istri karena menganggap sang ibu pergi karena ulah istriya.

Saat dia menanyakan apa yang terjadi dengan ibunya ketika dia pergi bekerja, justru ucapan sinis keluar dari mulut mertuanya.

"Enggak ada yang ngusir ibu kamu, tapi dia aja yang keluar sendiri, kok jadi kamu salahin Triya? Kamu mau Triya kenapa-kenapa karena stres akibat ulah ibu kamu!" sentak Tati kesal.

Jendral meraup wajahnya kasar. Dia melirik sang istri yang menangis di atas ranjang mereka.

Jika ada mertuanya, maka permasalahan mereka akan semakin panjang.

Iwan, ayah Triya yang baru bangun dari tidur lantas menuju ke kamar sang putri karena mendengar keributan mereka.

"Ada apa sih Mah! Berisik banget tau," keluh Iwan pada sang istri.

"Ini loh Pah, menantu kamu, enak aja dia nyalahin Triya karena ibunya pergi!" adu Tati.

Iwan seakan tak begitu peduli, karena kalau mereka sedang berkunjung ada saja hal yang di ributkan, entah apa lagi sekarang, pikirnya.

Yang Iwan pikirkan saat ini adalah perutnya yang keroncongan minta di isi.

"Lapar papah mah!" ucap Iwan tak peduli.

"Ish, papah ini gimana sih, anak di perlakukan semena-mena sama menantu kita kok kamu malah ngurusin perut aja!" gerutu Tati.

"Terus mau apa? Bukannya biasa kalau kita ke sini ada aja hal yang kalian ributin? Papah enggak bisa berpikir kalau lapar mah!" jawab Iwan sengit.

Mendengar nada suara suaminya yang mulai meninggi Tati memilih menghentikan rengekannya.

Dia lantas menatap Triya dan juga Jendral. "Kalian pesankan makanan untuk kami. Tuh papah kelaparan!" pintanya.

Jendral hanya bisa menghela napas kasar, begitulah kalau kedua mertuanya datang ke sini.

Hanya tau minta uang tanpa mau membantu mereka. Padahal setahu Jendral, kulkas di rumahnya sudah penuh berisi bahan makanan yang sudah di belikan oleh ibunya.

Kalau Evita yang main, jangankan masak, ibu kandung Jendral itu bahkan tak segan membantu sang menantu membersihkan rumah dan mengisi segala keperluan dapur.

Belum lagi uang yang pasti akan dia tinggalkan. Pernah dulu dia mengatakan perbedaan kedua orang tua mereka pada Triya.

Namun tak di sangka, jawaban Triya justru membela orang tuanya sendiri dan mengatakan wajar kalau Evita memberikan segalanya pada mereka sebab Jendral anak tunggal.

Sedangkan orang tua Triya, memiliki dua anak lain selain dirinya.

"Di kulkas ada bahan masakan Mah, kenapa enggak di masak aja?" pinta Jendral pelan.

Tati menoleh dan menatap sengit sang menantu. "kamu nyuruh mamah masak?!" ketusnya.

"Mamah ini udah cape dari rumah. Terus mau santai di rumah kalian, tapi kalian justru mau membudaki mamah? Keterlaluan!" sungutnya semakin kesal.

Memang di rumahnya masih ada satu orang anaknya yang tinggal bersama dengannya dan juga cucunya.

Segala pekerjaan rumah sering di lakukan Tati, makanya jika berkunjung ke kediaman Triya, dia selalu berharap bisa bersantai dari rutinitasnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Makanya dia selalu merasa jika wajar besannya membantu sang putri sebab di rumahnya, sang besan tak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga karena memiliki pembatu.

Baru akan menjawab ucapan sang mertua, mereka di kejutkan dengan ucapan salam dari suara wanita yang telah membuat keributan di rumah tadi.

"Ibu!" seru Jendral segera berlalu ke pintu depan.

Evita mengernyit heran saat melihat raut wajah sang putra yang terlihat lega.

"Ada apa?" tanya Evita heran.

"Ibu dari mana? Aku cemas banget tadi. Aku kira ibu marah terus pulang tanpa pamit ke kami," jelas Jendral sambil memeluk ibunya.

Rasa lega luar biasa mendapati sang ibu kembali, membuatnya merasa tenang.

"Hei jeng! Astaga, kamu ini bisa-bisanya buat heboh anak dan menantu kamu karena pergi gitu aja! Kamu tau? Jendral memarahi Triya hanya karena dia enggak tau ke mana jeng pergi!" sentak Tati sambil menunjuk wajah Evita dan Jendral bergantian.

"Maafkan saya besan, bukannya tadi saya udah bilang kalau saya mau istirahat? Saya sangat kelelahan tadi," jawab Evita tenang.

"Emang ibu dari mana?" sela Jendral penasaran.

"Ibu abis menemui Salimah dan ibu datang ke sini mau ngajak kamu menemui Salimah—"

Ucapan Evita di potong begitu saja oleh Tati.

"Apa-apaan kamu jeng! Menyebut nama wanita lain di hadapan kami Hah!" bentak Tati sambil berkacak pinggang.

Wajah wanita itu sangat merah padam menahan amarah dan kesal luar biasa pada Evita.

Dia tak menyangka mertua putrinya itu bisa berlaku kejam pada putrinya dengan menghadirkan wanita lain dalam kehidupan rumah tangga anaknya, pikir Tati.

Jendral menegang karena ibunya berbicara mengenai Salimah di hadapan mertuanya.

"Bu," Jendral hendak menarik Evita masuk ke kamarnya dan mencoba menghentikan maksud sang ibu.

"Tunggu, ada apa lagi sih ini! Dari tadi kan papah bilang papah lapar, bukannya pada nyiapin makanan malah masih ribut aja!" sela Iwan yang tadi sempat kembali ke kamar untuk kembali merebahkan diri.

Namun karena mendengar suara keributan semakin besar membuatnya sangat marah dan memutuskan keluar lagi.

.

.

.

Tbc

1
Baby_Miracles
Ibu jendral sabar banget ngadepin besan sama menantunya. Demi anaknya
Wanita Aries
Kok lngsung tamat
Wanita Aries
Gilaaaa tu org tua si triya pengeretan gk mau rugi
Wanita Aries
Wahh trnyata pembantu 🤣🤣🤣 songong kali kau sriii sama halnya dgn fitria yg hny ank supir tp gk tau diri
Wanita Aries
Buang aja istri dan mertua sialan itu
Wanita Aries
Aslii parah si fitria dan si salma ini agak menggemaskan yaaa oon
Wanita Aries
Mantap thor karyamu gk prnh gagal
Wanita Aries
Kasian udh keguguran harus dipaksa cerai
Nur Syamsi
Curiga ibu Sri falangnya
Nur Syamsi
Ini Fitriya kayaknya maw sama kelakuan mama Afnan yg katanya pembantu dinikahi majikan e malah lupa asal
Nur Syamsi
Dasar mertua serakah giliran menantu dpt musibah angkat tangan ....jdi pelajaran Jendral Tdk usah lagi bantu" tu mertuamu dan keluarganya....
Nur Syamsi
Bilang sja Yudis hp Afnan ketinggalan
Nur Syamsi
Ya syukur ketahuan duluan jdi rencana busuknya gagal dan pastinya Afnan Tdk sudah" lagi untuk menolak ...
Nur Syamsi
Jgn percaya Ama tu ulat Afnan, kamu lebih lama tau bgaimna kelakuan Salimah slama bersamamu
Nur Syamsi
Bagus pak Brata....mnang mulut Bu Sri itu hrs disumpal ..
Nur Syamsi
Dasar, anak tak tahu diri
Nur Syamsi
Menantu Tdk tahu diuntung, Tdk peka
Nur Syamsi
Dasar orang tua serakah, maunya sja enak Tdk memikirkan anak yg selama ini membantunya
Nur Syamsi
Adik angkat Tdk tau diri, ditampung malah ngelunjak, dasar wanita Tdk tau jga perasaan
Nur Syamsi
Fitriah" kan Afnan sudah mengatakan.kpda kamu bhw Dian masih mencintai Salimah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!