Nama ku ailin putri berusia 7tahun dan terkenal gadis yang periang dan sangat suka tertwa. . tapi sejak kecelaka, an Mobil itu semua pun berubah, ayah ibu meninggal dalam kecelakaan itu, dan mereka membawa semua tawa dan bahagia yang aku miliki.
Sejak saat itu aku harus hidup bersama bibiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29.
Villa tempat tinggal Ailin.
Setelah sampai di rumah Ailin segera masuk kedalam kamar mandi dia membersihkan tubuhnya dari bau alkohol yang membuatnya semakin tersiksa.
Aku hanya ingin menyembuhkan Bi Lani, dan penderita ini sungguh membuatku semakin tak tahan mereka selalu menyudutkan aku dan dengan mudahnya mereka berlaku kasar padaku! Huhuhuuu hiks hiks hiks.
Apakah aku tidak pantas bahagia seperti wanita lainnya aku kira menikah dengannya adalah jalan terbaik untuk bisa mendapatkan uang dengan cara cepat. Namun tak ku sangka aku justru masuk kedalam dasar jurang kegelapan yang membuatku semakin tersiksa. Ailin meratapi nasibnya dan tanpa disadarinya dia sudah ada satu jam lebih didalam kamar mandi. Ailin duduk di bawah guyuran air shower, dia meringkuk dibawahnya.
Tangisannya sungguh memilukan dan air matanya tak berhenti menetes.
Tok tok tok!
Ketuk Radja dari balik pintu, "Apakah kau baik-baik saja? Kenapa lama sekali di kamar mandi."
Ailin langsung tergelak dan dia berlahan bangkit sembari melilitkan handuk di tubuhnya. Ailin berjalan mendekati kaca, dia melihat matanya yang bengkak karna terus menerus menangis tanpa henti. Ailin memantapkan hatinya agar tak menunjukkan kesedihannya dihadapan suaminya itu.
"Ya, aku baik-baik saja! Apakah kau mau mandi?" Ucap Ailin setelah membuka pintu kamar mandi. "biar aku siapkan air hangat untukmu." imbuhnya sembari hendak memasuki kamar mandi.
"Tidak perlu! Aku sudah mandi di bawah," Ucap Radja menghentikan langkah Ailin.
Ailin segera Menganti handuk itu dengan pakaian tidurnya dihadapan Radja, Radja hanya dia sembari menikmati pemandangan yang ada dihadapannya itu. Selesai berganti baju Ailin ikut menjatuhkan dirinya di ranjang.
Ailin menutup tubuhnya dengan selimut dia tidur sembari melingkarkan tangannya di tubuh kekar suaminya itu. Radja tak hentinya menatap Ailin dengan mengerutkan dahinya.
"Ada apa denganmu?"
"Aku tidak tau apa maksudmu sayang!"
"Kenapa kau tidak membalas diperlakukan Keren seperti itu? Kau dipermalukan didepan banyak orang apa kau tidak punya malu!" Nada suara Radja mulai terdengar keras.
"Dia kekasihmu! Aku bukan siapa-siapa, mana berani aku melawannya." Jawab Ailin sembari terlihat kristal bening di pelupuk matanya.
Deg!
Apakah dia takut aku ceraikan sampai tak berani menyentuh keren tadi. Aku sangat penasaran selain uang apa lagi yang membuatnya bertahan denganku! Kenapa aku melihat kesedihan dan rasa tertekan dari sorot matanya dan itu membuatku ingin semakin menjaganya.
"Kau istriku! Jangan pernah lupakan statusmu."
"Ya aku tau! Hubungan kita akan berakhir setelah beberapa bulan kemudian." Jawab Ailin sembari menundukkan pandangannya.
_ _ _ _
Pagi hari seperti biasanya, Ailin pergi kedapur dan dia menyiapkan sarapan untuk Radja.
Ailin menyiapkan dua helai roti bakar dan dua gelas susu putih di atas meja. Sedangkan Radja masih tidur didalam kamarnya karna hari masih pagi.
Ailin hendak melangkah masuk kedalam kamarnya untuk membangunkan Radja. Namun langkahnya terhenti setelah mendengar suara bel dari pintu rumahnya. Ini baru kali pertama Ailin mendapatkan tamu karna selama tinggal disana Ailin tidak pernah dikunjungi oleh siapapun. Ailin bergegas membuka pintu, setelah pintu terbuka mata Ailin terbelalak lebar-lebar melihat wanita yang berdiri didepan pintunya itu.
SETELAH BACA JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMENTAR YA.
SERTA TINGALKAN KRITIK DAN JUGA SARAN SUPAYA SAYA BISA MEMBUAT NOVEL YANG LEBIH BAGUS LAGI.
SELAMA KRITIK DAN JUGA SARAN MASIH DALAM BATAS WAJAR DAN SOPAN MAKA SAYA SANGAT MENGAPRESIASI 😊😊😊
order mertua model begini satu aja thor, kirim ke rumah ku ya 🤣🤣🤣
tenang ada CCTV rumah..kau mau berakting keren