NovelToon NovelToon
Hello, Mr. Vampire

Hello, Mr. Vampire

Status: tamat
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Cinta Beda Dunia / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:58k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Bee

Jenna Lake seorang gadis berusia 20-an tahun yang hidup merantau di kota besar seorang diri. Dia bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria pucat yang nyaris pingsan bernama Ortega yang mengaku sebagai vampire. Jenna tidak percaya begitu saja dan menganggap Ortega hanya kelaparan. Dia pun membawa Ortega ke rumahnya dan memasakkan sesuatu untuk pria itu. Namun tiba-tiba, Ortega menyerang Jenna dengan brutal.

Apakah Jenna berhasil melarikan diri? Ataukah Jenna berubah menjadi vampire juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HMV -- Bab 29

Senja mulai menyapa, Jenna terbangun dan mengerjapkan kedua matanya. "A-, apa yang terjadi?"

"Bagaimana perasaanmu?" tanya Ortega.

Jenna terdiam, dia berusaha mengingat dan merasakan apa yang terjadi padanya. Yang dia ingat hanyalah, dia lapar dan Ortega menawarkan makanan padanya. Namun entah kenapa, ingatan itu menghilang dan sulit sekali dia gali.

Gadis itu menelan salivanya. Dia mencecap lidahnya, mencoba merasakan sesuatu yang aneh pada indera pengecapnya itu. "Apa yang baru saja aku makan?"

"Apa yang kau rasakan? Apa kau sama sekali tidak ingat apa yang terjadi?" tanya Ortega.

Jenna menggelengkan kepalanya. Di saat yang bersamaan, Ortega menunjukkan lengannya yang digigit oleh Jenna. "Kau memakanku, Jen,"

"Benarkah? Apakah aku sudah resmi menjadi vampir?" tanya Jenna muram. Suaranya terdengar putus asa sekali. Dia memegangi tangan Ortega yang menyeramkan karena bekas gigitannya. "Maafkan aku,"

Ortega tersenyum. "Tidak masalah. Aku tau bagaimana perasaanmu. Kau pasti bingung, takut, dan tidak tau bagaimana caramu meredam rasa laparmu,"

Jenna mengangguk lemah. "Ya, kau benar sekali. Rasanya, aku menjadi manusia terkutuk yang penuh dengan dosa. Aku tidak suka perasaan ini,"

"Setelah kau mengetahui apa saja yang bisa kau lakukan dengan tubuh barumu ini, kau akan menarik ucapanmu," kata Ortega. Pria berantakan itu tampaknya mengenal banyak manusia yang baru saja berubah menjadi vampir.

"Hhhhh, entahlah. Yang jelas, aku harus segera meninggalkan Zac sebelum aku menjadikan dia vampir juga," ucap Jenna lemah sambil menghela napasnya.

"Jika kau menggigitnya, kau tidak akan membiarkan dia hidup. Kecuali, kalau kau bisa mengendalikan dirimu dan membuatnya menjadi setengah manusia setengah vampir sepertimu," jawab Ortega.

Pembicaraan di ruang tamu rumah Jenna itu layaknya pembicaraan normal. Tidak ada yang tau, jika di dalam rumah itu terdapat satu orang vampir serta manusia vampir yang sedang kelaparan.

Ortega menjelaskan bagaimana dan apa yang harus dihindari oleh para vampir yang hidup berbaur dengan manusia, serta apa yang seharusnya mereka makan saat mereka menginginkan darah.

"Berburu? Bagaimana caranya aku berburu? Aku tidak memiliki senapan seperti selayaknya seorang pemburu," tanya Jenna. Tentu saja dia bingung, ini hal yang belum pernah dia pelajari seumur hidupnya.

Ortega melongok keluar jendela dan menatap langit. "Tunggu tengah malam. Aku akan mengajarimu berburu," kata Ortega.

Jantung Jenna berdebar-debar, entah karena Ortega tersenyum kepadanya dan entah kenapa, tiba-tiba saja di mata gadis itu, Ortega tampak keren atau karena dia ingin berburu.

Mereka berdua menunggu tanpa banyak bicara. Perubahan ini masih asing untuk Jenna. Apalagi kenyataan yang mengatakan kalau Jenna adalah seorang vampir penghissap darah. Bahkan, dia cukup terkejut saat Ortega mengatakan mereka pernah bertemu sebelumnya.

Jenna mengacak-acak rambutnya kasar. Memang dia pernah meminta dan berdoa kepada Tuhan, supaya Tuhan memberikan seseorang yang bisa menemaninya setiap waktu agar dia tidak kesepian. "Tapi, bukan berarti vampir juga, 'kan, Tuhan?" keluh Jenna pada dirinya sendiri.

Seolah belum cukup kejutan hari itu, seorang pria masuk ke dalam rumah Jenna, tanpa melalui pintu. Dia muncul begitu saja.

"Aarrgghh! Kau-," tukas Jenna. Jari telunjuknya teracung saat dia melihat pria berambut perak itu masuk ke dalam.

Pria itu tersenyum lebar. Wajahnya yang tampan menjadi semakin tampan malam itu. "Hai, Jenna. Bagaimana kabarmu? Ah, sekarang darahmu sudah bercampur dengan darah vampirmu ini. Menyedihkan sekali. Seharusnya, darahkulah yang mengalir di relung nadimu, Jenna,"

"Bicara apa kau!" tukas Jenna ketakutan.

Pria itu mendekati Jenna, mengambil seutas rambut Jenna, dan mencium rambut gadis itu dalam-dalam. "Kau seharusnya milikku, Jen. Tapi, vampir jelek itu mendahuluiku! Cih! Kali ini kuakui, dia mendapatkan barang bagus sepertimu," ucap pria itu dan memandang Jenna seolah gadis itu barang diskonan dengan harga tinggi.

"Kudengar, kalian akan berburu? Aku ikut!" sambung pria itu lagi. "Ah, kau lupa namaku? Volkov. Namaku, Volkov,"

Jenna meringis. Baru saja ingatan tentang Volkov lewat di benaknya dan berhenti sebentar di sana. Kenapa dia bisa lupa? Akan tetapi, ada satu hal yang membuatnya terkejut. "Tunggu, kalau kau ikut berburu, berarti kau sejenis dengan Ortega?"

Volkov tertawa. Bahkan saat tertawa tergelak pun, dia tetap terlihat tampan. Bagaimana bisa? Tunggu dulu! Apakah dia, ...?

"Ya, Jenna, pikiranmu berteriak-teriak dari dalam kepalamu. Aku seorang manusia serigala yang tampan dan terima kasih karena kau memuji ketampananku," kata Volkov.

Jenna mundur beberapa langkah. "Oh, kau! Rasa-rasanya, sebelum ini, kita juga pernah bertemu, 'kan? Aarrgghh! Kenapa kalian harus datang lagi ke dalam hidupku?"

Tengah malam pun tiba, Ortega menggandeng tangan Jenna dan mereka pun melayang menembus kegelapan malam. "Wow! Ini luar biasa!" seru Jenna.

Ketakutan serta kekesalan yang tadi sempat dia rasakan, sirna seketika saat angin malam yang berhembus halus, menyapa wajahnya. "Ini perasaan yang benar-benar melegakan! Asik sekali!"

Jenna merentangkan kedua tangannya dan dia melayang, layaknya seekor burung yang sedang terbang. Ortega mengajaknya masuk ke dalam hutan. Pria vampir itu mengajari Jenna untuk dapat melompat dari satu pohon ke pohon yang lain tanpa terlihat oleh siapa pun.

Suara gemerisik menyambut mereka saat mereka berpindah pohon. "Aku tak tau kalau menjadi vampir itu seasik ini,"

Ortega tersenyum. Langkahnya tiba-tiba terhenti saat dia mendengar sesuatu yang bergerak di bawah. "Sssttt!"

Jenna mengangguk, paham. Dia pun berhenti dan kegembiraannya melonjak lagi begitu dia mampu melihat dan menembus dalam hutan yang gelap. Gadis itu melihat dua pasang mata di bawah. "Ortega, itu?"

"Ya, rusa. Kita akan makan daging rusa malam ini," jawab Ortega. "Perhatikan aku baik-baik,"

Baru saja Ortega hendak turun, seekor binatang besar melompat dan menerkam rusa itu. Suara rintihan serta lolongan kemenangan memenuhi seisi hutan.

"Cih, sombong sekali! Harusnya aku yang pamer lebih dulu, bukan kau!" protes Ortega. Bibirnya mencebik dan dia mengajak Jenna untuk turun dengan anggun.

Makhluk besar tadi berubah menjadi sosok manusia tampan yang lebar kepada Ortega dan Jenna. Dia melemparkan setengah tubuh rusa yang sudah tercabik menjadi dua bagian. "Makanlah! Jangan sering-sering makan daging! Karena kau semakin sulit mengendalikan dirimu nantinya,"

Jenna mengangguk dan dia sudah asik melahap tubuh rusa yang malang itu. Mereka bertiga makan dengan lahap dan sambil sesekali mengajari Jenna tentang cara berburu yang baik dan terutama tidak mengambil wilayah teritorial dari sebuah habitat.

"Tapi bagaimana kalau aku menginginkan darah? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Jenna. Pertanyaan itu mengungsi ketakutannya dan dia tidak ingin menjadi sebuah mesin pembunuh hanya untuk memuaskan dahaganya akan darah manusia.

"Kau harus pintar mengendalikan dirimu sendiri, Jenna. Seseorang yang baru saja berubah menjadi vampir memang memiliki nafsu makan yang besar, tapi kalau kau bisa mengendalikannya, anggap saja kau naik level,".jawab Ortega.

Jenna mengangguk-angguk dan tiba-tiba saja mereka bertiga terdiam karena mendengar suara gemerisik pohon-pohon serta rumput dan langkah kaki. Ortega, Jenna dan Volkov saling berpandangan. Mereka tidak bergerak dan tidak berpindah kemanapun, hanya mendengarkan.

Suara langkah itu semakin mendekati mereka dan sepertinya langkah kaki itu, lebih dari satu orang. Jenna menahan napasnya dan mencengkeram lengan Ortega dengan kencang.

Untuk melindungi Jenna, Volkov merubah wujudnya menjadi seekor serigala besar, sedangkan Ortega, membantu Jenna untuk tak terlihat. Meskipun begitu, Jenna masih tampak ketakutan dan menahan napasnya.

Ortega mengarahkan wajah Jenna supaya berhadapan dengannya. "Hei, kau tidak perlu takut karena aku bersamamu," Perlahan, Ortega mendaratkan bibirnya kepada Jenna dan dia mengecup gadis itu dengan lembut.

...----------------...

Ortega, Vampir ganteng yang berantakan 😁

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍
Florence Karina 🌹
dsni kalimatnya kayak ada yg hilang thor
Mama Bee: iyakah? Aku lupa kalimat apa itu yang hilang, maaf 🙏
total 1 replies
ga punya nama
bagus
ga punya nama
cakepan si Ortega sih kl kataku...maap ya, kk...
ga punya nama
ahai... manis banget si vampir...hehehe...senang jadinya. jadiinlah kak...hehehe...
Mama Bee: Apanya yg dijadiin, kak? 😅
total 1 replies
Bucinnya Rajendra 💞
bagus
Monstercute
Aku baru baca novel Fantasi yang menurutku keren banget, biasanya satu bab aku gak selesai baca ini mau lanjut ...
Zaenab Usman
bintang lima buat karya keren nya kak
Nunung Nurhayati
mulai seru kayanga
Mama Bee: makasih udah mampir 💜
total 1 replies
Florence Karina 🌹
nanti nyambung lagi, thor. q tandain dulu
Mama Bee: siap, kak
total 1 replies
Olive 🫒
Cool story
~Ķímhwä~
Keren, thor... sukses selalu
Mama Bee: maaci, Kim 💋
total 1 replies
Yem
Jenna berani juga hehe..
Padahal kan itu.. 🤭
Mama Bee: maaci
total 3 replies
Emily Rose
lanjut
Emily Rose
🐩 sosialita
Keeva Dewanti
Keren...smanga trz thor... ditunggu update ny
Keeva Dewanti
Sakit mister kl jth dr langit 😝
Keeva Dewanti
Makanannya mahal ....😅
Emily Rose
lanjut
Emily Rose
Ortega posesip ya, thor....tp seru sih, saingan zak sama vampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!