Kisah Naimah yang tiba-tiba berubah dingin ketika mendapat kenyataan suaminya menduakan cinta nya dan juga mempermainkan pernikahan suci ini.
"Aku tidak menyangka, kamu mas Nabil. Bisa menduakan kesucian ini." ucap dingin seorang istri.
"Maafkan mas, Naimah. mas khilaf." balas pria itu suami Naimah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Itu hukuman di Dunia untuk kalian.
''Ayah ... Ayah lagi apa, Ayah jangan seperti itu.'' jeritan Sifa menghentikan aktivitas Nabil dan Sania yang lagi menuju puncaknya mungkin.
Nabil langsung diam di tempat dengan perasaan yang campur aduk antara malu dan terkejut kehadiran Sifa secara tiba-tiba seperti ini.
''S-sifa Sifa sayang.'' ucap Nabil terbata
''Ibu, Ayah Kenapa tidak pakai baju Ibu, sama Tante itu.'' tanya Sifa sambil menunjuk dua orang yang masih menyatu
''Sifa, ayo kita keluar sayang ayo Nak.'' ajak Naimah dengan memaksa Sifa untuk berhenti melihat perbuatan bejat dan hina sang Ayah.
''Gak mau Ibu, ayo marahi ayah Bu itu Ayah kenapa harus tidak memakai pakaian Bu.'' jerit Sifa sangat menyakitkan bagi Naimah
''Sifa ini gak seperti yang kamu kira Nak.'' ucap Nabil kemudian Pria itu ingin menjauh dari Sania tapi ada yang aneh dalam dirinya ini, tiba-tiba saja tubuhnya dari tubuh si wanita tidak bisa terlepaskan.
''Ahhkk Bang sakit jangan bergerak.'' pekik Sania ia terkejut dan kesakitan ketika Nabil akan mencabut pusaka nya
''Ini ke-kenapa tidak b-bisa di le- lepas sih?'' Nabil panik dan terus berusaha melepaskan pistolnya yang begitu susah untuk di lepaskan bahkan sangat susah dan agak nyeri.
''Yaudah jangan ahh, aku kesakitan ini ahh.'' jerit Sania melarang Nabila bergerak apalagi sampai mencabut
''Tapi ini bagaimana Sania, aku gak bisa melepaskannya. Oh sial.'' umpat Nabil
''Ya aku pun gak tahu bang, ahh ini sakit.'' kata Sania
''Ini salah mu Sania.'' Nabil menyalahkan selingkuh nya
''Enak aja kamu nyalahin aku, ini karya mu wanita pembawa sial emang.'' bahkan kini Nabil menghina Sania
''Justru ini salah mu, kau pria yang tidak becus dan mungkin kau yang bawa sial.'' balas Sania mengumpati Nabil
''Naimah tolong bantu mas Nimah, ini sakit sayang ayo cari bantuan Nimah.'' pinta Nabil kini ia memelas pada Naimah dengan meminta bantuan istri sah yang sudah ia sakiti.
Memang sepertinya Pria itu sudah hilang akal z bahkan dia masih bisa menyebut sayang pada Naimah sementara kehormatan nya sedang bersama wanita lain, benar-benar menjijikkan.
''Apa setelah ini kamu masih mau berselingkuh Mas? Dan apa kamu akan punya rasa menyesal hah? Sadarlah Nabil dan kembali ke jalan yang benar.'' ucap Naimah hanya itu yang ia katakan namun sejujurnya hatinya teriris sakit tapi tak ia tunjukkan di hadapan Nabil maupun Sania
''Iya tapi tolongin mas Nimah,'' mohon Nabil
''Iya Naimah, Jangan diam saja kamu ayo bantu kami.'' pinta Sania namun caranya sangat salah bukannya menyesal apalagi mengucapkan maaf justru wanita itu seolah menyalahkan Naimah yang hanya diam menyaksikan saja.
''Oh tentu aku akan menolong kalian, ya kamu tenang saja Sania. Tapi sebelum pertolongan datang aku ingin melihat pemandangan yang indah tentang kesakitan nya antara dua manusia yang hina.'' balas Naimah dia puas melihat nya sangat puas.
''Kurang ajar kau Naimah.'' pekik Sania dia marah campur kesal saat Naimah mengatakan semuanya
''Bu hiksss itu Ayah kenapa ?'' Sifa tidak mengerti antara ayahnya dengan wanita ular itu kenapa dan lagi apa.
''Nak, menurut lah sama Ibu ayo kita keluar ibu ingin menghubungi seseorang dulu Nak ayo.'' Naimah meminta Sifa untuk menurut agar ma keluar
Akhirnya Sifa mau Karena dia juga merasa kasihan saat Nabil dan Sania sepertinya kesakitan.
'Apa mereka gancet ya? Ya Tuhan kenapa bisa?' batin Naimah menebaknya
'Mungkin ini hukuman untuk mereka yang tega melakukannya di rumah ku, bahkan tadi sampai ketahuan oleh Sifa yang tak berdosa.' lanjut batin Naimah
''Sayang kamu disini dulu ok, ibu harus membantu ayah mu.'' ucap Naimah menyuruh Sifa anteng dan melarang ke kamar itu lagi
''Iya Bu, tapi Ayah kenapa Bu ?'' sungguh Sifa penasaran apa yang terjadi
''Nanti ibu jelasin sekarang Sifa nurut sama Ibu diam disini dulu '
''Iya Bu.''
''Aku harus hubungi siapa ini?'' gumam Naimah
Akhirnya wanita itu menelpon ibu mertua.
[Halo assalamualaikum ibu.]
[Iya waalaikum salam Nak, kamu sudah pulang?] tanya ibu mertua
[Iya Bu sudah, tapi begini Bu di rumah sekarang lagi ada kejadian Bu.] ucap Naimah
[Maksudnya kejadian apa Nimah?]
[Bu Mas Nabil dan wanita itu mereka ...] Naimah menceritakan yang terjadi tadi ketika dia masuk rumah namun yang pertama kali di lihat adalah pemandangan yang tak pantas Sifa lihat.
[Apa Nimah, k-kamu serius nak? Nabil melakukan itu, dasar anak tidak tahu malu, gak punya perasaan dan sangat hina. Nimah ibu mohon kamu yang sabar ya menerima ini, ibu mendukung mu sayang kalaupun sekarang kamu ingin berpisah baiklah ibu akan sangat setujui nak.] ucap ibu mertua dengan penuh kekecewaan pada Nabil anaknya.
[Baiklah Bu, makasih banyak Ibu mau dukung aku tapi sekarang ibu tolong cepat kesini ya Bu, kalau bisa dengan bawa kiyai Bu.] ucap Naimah
[Ok Nak, ibu segera kesana dan ibu akan menghajar anak itu bahkan wanita itu juga. Ibu sudah ingin meluapkan emosi Ibu.] kata ibu mertua terdengar memang sangat marah
[Iya sudah Bu, aku tunggu.]
''Astagfirullah mas Nabil kamu sudah sangat keterlaluan, kau begitu hina bertaubat lah Nabil ini adalah hukuman untuk kalian, bahkan di dunia kalian sudah seperti ini bagaimana di akhirat mas, kembali lah pada jalan yang benar.'' gumam Naimah melihat kondisi Nabil dan Sania yang masih saling menempel. Tapi ada rasa senang dalam diri Naimah juga ada rasa sedih yaitu kenapa harus Sifa melihat langsung kelakuan ayahnya ini.
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profil ku. semangat berkarya author ♥️