Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 29
Sulhan baru saja terbangun dari tidurnya, dia menggeliat. rasanya semalaman dia tidur tidak bergerak sama sekali apalagi berganti posisi.
Dilihatnya olah Sulhan, Juniar masih tertidur lelap. Sulhan tersenyum sesaat setelah mengingat apa ysng terjadi sebelum dia terlelap. Dia langsung terbangun dan mengenakan kembali celananya juga kemejanya tanpa dia kancingkan.
Sulhan juga mengambil ponsel nya yang dia lihat ada di samping bantalnya.
Sulhan keluar kamar Juniar pas adzan subuh berkumandang, Mus yang sudah tebangun dan baru saja membuka seluruh gorden rumah Tuannya tersenyum saat melihat Tuannya keluar dari kamar Istrinya.
Sulhan tersenyum penuh kepuasan saat keluar kamar Juniar, rona wajah penuh bahagia bahkan bisa dilihat Mus. Mus melihat Tuannya sampai Tuannya masuk kedalam kamarnya.
" Kenapa Mus senyum - senyum sendiri???" tanya Maya
" Tuan Muda kita sedang bahagia"
" Memang kenapa???"
" Tuan baru saja keluar dari kamar istrinya dengan senyuman, bahkan sedikit bersiul"
Maya tersenyum mendengar ucapan Mus
" Berarti pagi ini Nona Juniar tidak perlu dibangunkan"
" Iya jangan, sebangunnya saja" ucap Mus sambil terkekeh.
----- pukul 07.00 Sulhan baru saja selesai sarapan. Sulhan juga tidak meminta Maya membangunkan Juniar untuk menemaninya sarapan.
" Sudah selesaikah Bos ku ???" tanya Haikal saat tiba di ruang makan.
" Ayo berangkat " ajak Sulhan
Haikal melihat Sulhan sarapan sendiri, Haikal pun mengedarkan pandangannya
" siapa yang kamu cari?"
" mana istrimu??"
" mau apa??"
" belum pulang?? masih di Bandung??? tanya Haikal sambil mengikuti langkah Sulhan.
Sulhan memilih tetap berjalan menuju mobilnya dan mengabaikan pertanyaan Haikal.
-------- tepat Sulhan berangkat kerja, Juniar baru menggeliatkan badannya. Perjalanan Jawabarat - kalimantan dan apa yang Sulhan lakukan kepadanya semalam membuat tubuhnya berasa remuk semua.
Juniar melirik ke arah dimana Sulhan semalam tidur dan seperti biasa, sosok yang dia cari sudah tidak ada ditempatnya.
" Kebiasaan " ucap Juniar dan Juniar berusaha bangun untuk membersihkan diri
---- sesaat setelah mandi dan berpakaian, Maya mengetuk pintu kamar Juniar.
" Masuk May"
" Non sarapan sudah siap"
" Iya, tolong bantu dulu mengeringkan rambut"
" baik Non" ucap Maya sambil mendekat dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut Juniar.
" Tuan muda mana???"
" Baru saja berangkat kerja bersama Haikal"
Mendengar ucapan Maya ada sedikir rasa kecewa di hati Juniar, kenapa sih Sulhan tidak pernah pamit kalau pergi kemana mana. Dirinya ingat bagaimana Daddy nya pamit dan menciumi seluruh wajah Mommy dan juga dirinya.
" Mungkin karena Nona sedang tidur jadi Tuan Muda tidak pamit " ucap Maya seolah tahu apa yang dipikirkan Juniar.
" May "
" Iya Non "
" boleh nanya????"
" Boleh Non"
" Fatma siapa nya Mas Sulhan?"
" Oh Nona tahu dari mana tentang Non Fatma??"
" Maya kenal Fatma??"
" iya kenal Non, Fatma kan mantan pacar Tuan Muda. 10 tahun mereka pacaran. tapi kandas karena Non Fatma menikah dengan pengusaha dari Jakarta. Orang kaya Non, kaya nya lebih dari Tuan Muda"
" Ko masih berhubungan ya sama Mas Sulhan, semalam Fatma menelpon Mas Sulhan"
" Cieeee Nona Cemburu???"
" Cemburu itu apa dan bagaimana May??? Aku tidak tahu rasanya cemburu "
" Cemburu itu ada rasa kesal saat seseorang mengganggu milik kita atau berusaha mendapatkan apa yang kita miliki"
" memang nya Fatma berusaha mendapatkan Mas Sulhan kembali??? bukannya dia sudah menikah???" tanya Juniar dengan mengerutkan keningnya.
" Yang lebih bahaya justru istri orang Non "
" Iiiih masa sih May" jawab Juniar
" Heheheh Nona cemburu itu Non"
" Masa sih" ucap Juniar
" Mending Nona tanya Tuan muda saja tentang Fatma, ngobrol baik - baik sama Mas Sulhan ya" ucap Maya dan saat itu juga rambut Juniar telah kering.
" Sarapan dulu yuk " ajak Maya.
Juniar pun mengangguk, baru saja dia baru keluar dari kamarnya.
Mamih Sulhan sudah berdiri didepan pintu kamarnya.
" Sayang " ucap Mamih Sulhan dan memeluk Juniar dengan sangat erat. Mamih Sulhan mencium kening Juniar cukup lama.
" Mih " ucap Juniar
Mamih Sulhan pun melepaskan pelukannya dan tersenyum lalu menyelipkan rambut Juniar kebelakang telinga Juniar
" Anak Mantu Mamh sudah sarapankah??? hari ini kita belanja "
entah sudah berapa lama Juniar tidak belanja, untuk itu Juniar langsung mengangguk.
" sudah sarapan belum??" tanya Mamih Sulhan
" belum Mih"
" sarapan dulu setelah itu kita Shopping"
Juniar tersenyum dan mengangguk
" Mamih sudah sarapan???"
" Sudah sayang, sebelum kesini Mamih sarapan dulu"
" Niar sarapan dulu ya Mih " ucap Juniar sesaat setelah dia mengambil makanan untuk sarapannya.
Mamih Sulhan menatap Juniar.
" Gadis yang kuat, bersyukurlah Sulhan anak Mamih yang menemukanmu Nak. kalau saja orang yang tidak tepat yang menemukanmu. entah apa yang terjadi. "
sesaat setelah akad nikah selesai, Papih Sulhan mencari tahu asal usul Juniar. termasuk kepada Mus. Mus menceritakan dari mana awal mula mendapatkan Juniar.
lalu Papih Sulhan mencari tahu tentang Juniar melalui rekan bisnisnya Di Bandung.
Bahkan mereka tahu saat Juniar pergi ke Bandung bagaimana dia berjuang sendirian berusaha mengembalikan rumah orang tua nya, berusaha mencari Daddy nya.
Mamih Sulhan merasa terharu dengan perjuangan Juniar. Mamih Sulhan merasa Juniar adalah wanita yang tepat untuk anaknya. Walau dilahirkan dari kalangan orang berada, lalu jatuh miskin. Juniar tetap berdiri tegak walau sendiri.
Papih Sulhan sebenarnya sedang membantu mencari keberadaan Daddy nya Juniar melalui tangan - tangan kepercayaannya. Bahkan Papih Sulhan sedikit mencari keberadaan Mommy nya Juniar yang katanya ikut menghilang sesaat setelah suami nya miskin dan anak Sulungnya meninggal.
" Kemana wanita yang tega meninggalkan anak juga suami nya???? lihatlah putrimu, betapa malang nasib nya saat itu " gumam Mamih Sulhan, mengutuk perbuatan Mommy Juniar yang meninggalkan suami juga Juniar.
Juniar merasa heran saat Mamih Sulhan menatap nya dengan tatapan sendu.
" sarapan yang banyak ya, karena shopping kita perlu tenaga"
mendengar ucapan Mamih Sulhan, Juniar tersenyum dan mengangguk.
------ setelah sarapan selesai, Juniar dan Mamih Sulhan pun menuju mobil yang dibawa Mamih Sulhan. Mamih Sulhan menggenggam jemari tangan Juniar.
Mereka saling tatap dan lempar senyum.
----- setelah beberapa menit ternyata Mamih Sulhan membawa nya ke bandara
" kita mau kemana Mih??" tanya Juniar heran
" Kita shopping ke Singapura "
" hah???" ucap Juniar sambil melongo
" Juniar tidak bawa pasport Mih " ucap Juniar yang ingat kalau pasport nya ada di Bandung.
Mamih Juniar tersenyum dan memperlihatkan Pasport untuk Juniar
" Mamih sudah menyiapkan segalanya"
Juniar pun tersenyum " terima kasih Mih "
" Sama - sama cantik " ucap Mamih Sulhan
mereka kini sama - sama sedang berada di Bandara menunggu waktu penerbangan mereka.
------
Sulhan melihat ponselnya, namun tidak ada tanda - tanda Juniar menghubunginya.
" kenapa dia tidak menanyakan keberadaanku??" gumam Sulhan
" duh apa dia marah lagi ya Aku tidak pamit " gumam Sulhan
Lalu Sulhan menghubungi Mus untuk menanyakan keberadaan istrinya.
" Mus, apa Istriku sudah bangun???sudah sarapan???" ucap Sulhan
Mus tersenyum saat Tuan Muda menyebutkan kata Istriku.
" Sudah Tuan Muda"
" Sekarang dia lagi apa???"
" baru saja Nyonya besar menjemput Nona Juniar"
" Mau kemana mereka?"
" saya dengar Nyonya mengajak Nona belanja "
mendengar ucapan Mus, Sulhan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
" Ko Mamih tidak bilang mau ngajak Juniar " gumam Sulhan.
namun tak lama Sulhan bermain dengan pikirannya, Haikal sudah masuk ke ruangannya
Pak Wiryo dan Istrinya menunggu di ruang meeting. katanya mereka mau kembali ke Jakarta. mau pamitan.
" duh Aku tidak sempat memenuhi undangan mereka untuk makan malam di rumah mereka kemarin"
" ya sudah sekarang minta maaf, ingat mereka menginvestasikan dana mereka untuk... "
" Stop, tanpa kamu ingat kan Aku tahu " ucap Sulhan berdiri dari kursinya dan menuju ruang meeting."
.
.
.
.
.
❤ Juniar
terimakasih untuk dukungan kalian semua yang membuat di Akoh semangat terus untuk update Novel😋😋😋
I love you All😚
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr