George Elvano Abraham pria berparas tampan dan berkarisma. Namun siapa sangka kalau di balik ketampanannya itu dia adalah seorang pria yang kejam dan tidak mengenal ampun pada musuhnya, karena memang dia adalah ketua Mafia Sisilia Italia.
Seorang wanita cantik yang terus saja menganggu dia karena kerap datang di mimpi-mimpinya yang bahkan Elvano tidak mengenal nama dan tinggal dimana wanita itu.
Karena merasa penasaran dengan wanita yang berada dalam mimpi itu, akhirnya Elvano mencoba untuk mencari tahu keberadaannya karena hatinya sudah benar-benar ingin memiliki wanita itu.
Alisha Purnama Gadis yang sangat manis juga baik hati. Bahkan ia selalu terima dengan ikhlas atas perlakuan buruk kedua orang tuanya. Ingin menghindar pun ia tidak mampu karena memang dia tidak memiliki siapapun di dunia ini kecuali mereka.
Simak ceritanya yuk. Akankah Elvano akan menemukan wanita pengganggu mimpinya itu? dan bagaimana nasib Alisha selanjutnya?
Jangan lupa! vote, komen dan likenya ya🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih tentang Bima
Elvano tengah bersama teman-temannya di ruang khusus tempat biasa mereka berkumpul.
Bermain sebuah permainan kartu, yang lain tertawa bersama namun tidak dengan Elvano yang hanya memutar-mutar lembaran kartu dengan tatapan yang kosong.
''El, giliran mu!'' seru Dion.
''El?'' panggil Erik lagi karena ucapan Dion tidak digubris oleh Elvano.
Elvano tersadar dan menatap Erik dengan alis yang diangkatnya mengibaratkan pertanyaan, kenapa memanggilnya.
''Kau melamun?
''Tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu.''
''Alisha?'' tebak Erik dengan tepat.
Mendengar nama Alisha, Bima yang duduk di depan Elvano seketika mengangkat pandangannya, melihat Elvano yang menganggukkan kepalanya, menandakan bahwa tebakan Erik memang benar.
''Ada apa lagi dengan Alisha?'' tanya Erik yang terus melemparkan kartunya ke atas meja.
''Aku sangat penasaran dengan kehidupan dia sebelumnya.''
''Bukankah, bagimu itu tidak sulit mencari tahu kehidupan dia sebelumnya, kenapa kau tidak melakukannya saja,'' timpal yang lainnya.
''Apa boleh?''
Semua orang seketika terdiam menatap Elvano secara bersamaan, perasaannya dengan kalimat Elvano yang terucap itu
Begitu juga Bima yang masih menyimak obrolan seputar Alisha yang dimulai dari Elvano.
''Kenapa tidak! Kau ini kenapa, malah bertanya seperti itu? bukannya kau sering mencari tahu kehidupan seseorang, sebelum berurusan dengan orang itu.''
''Tapi ini berbeda, ini adalah istriku, bagaimana jika dia marah.''
Semua orang saling bertukar pandangan, semakin merasa aneh dengan Elvano yang sekarang. Elvano yang tidak pernah bertanya apa yang akan dia lakukan dan Elvano yang tidak pernah ingin tahu perasaan seseorang. Namun berbeda yang saat ini mereka lihat, Elvano yang sangat mementingkan perasaan seseorang.
''Apa kau sudah sangat mencintainya?'' celetuk Bima tanpa melihat pada Elvano yang saat ini tengah menatapnya.
''Maksud ku, apa kau sudah benar-benar peduli dengannya?'' ralat Bima.
''Memangnya apa urusannya dengan mu?!'' pertanyaan yang sangat menohok dari Elvano untuk Bima, sehingga suasana disana pun mendadak dingin dan canggung.
Erik menghela nafasnya, padahal sudah berulang kali dia memperingati Bima, tapi entah apa yang sebenarnya Bima pikirkan, seolah-olah dia tidak lagi memiliki rasa takut pada Elvano.
''Aku hanya penasaran, tidak boleh kah? kalau begitu ya sudah, tidak perlu kau jawab. Selesai bukan?''
Bima memantik api pada rokkok-nya, menyesap lalu mengepulkan asapnya ke udara.
Mata Elvano semakin menajam, menatap Bima dengan sangat heran.
tok tok tok
Pintu diketuk, dan penjaga yang ada di sana membukakannya.
''Maaf Tuan-tuan, saya mengganggu. Nona Alisha sedang berjalan-jalan di halaman depan, apa tidak masalah?''
Elvano dengan cepat memutar kepalanya, melihat seorang pelayan wanita yang dipekerjakan khusus melayani Alisha. Semula ia terdiam, dan setelahnya iapun mengangguk.
''Tidak apa-apa, yang terpenting harus terus mengawasi sekitar. Lima menit lagi aku akan menyusulnya,'' ucap Elvano dan di angguki pelayanan wanita itu yang segera berpamitan pergi.
''El, sebaiknya kau susul istri kecil mu itu. Jangan sampai terjadi seperti kemarin,'' ucap Erik yang Elvano pun mengiyakannya dan berlalu pergi dari sana.
Sedikit lega karena ternyata ucapannya membuat Elvano pergi, ya karena dia memang sengaja berbicara seperti itu agar Elvano pergi dan melupakan pembicaraan sengitnya pada Bima tadi.
''Aku mau, lain kali siapapun itu, jangan pernah bahas apapun tentang urusan Elvano. Mengerti!'' suara Erik meninggi, dia sudah sangat sabar tapi ternyata peringatannya memang tidak di idahkan oleh Bima yang terpaksa membuat Erik mengeluarkan peringatan keras pada siapapun itu.
''Mengerti!!'' jawab serentak terkecuali Bima yang hanya mendengus dengan kesal.
''Biarkan Elvano menjalankan kehidupannya, mau itu bahagia ataupun tidak, dia yang telah memilih, dan pastinya dia juga sudah memikirkan konsekuensinya.'' Erik pun pergi setelah mengatakan hal demikian.
''Kau ini kenapa, Bim?'' tanya teman satu gengnya.
''Ck, aku sakit kepala, kalian lanjutkan saja bermainnya.'' Bukannya menjawab justru Bima malah pergi dari dengan raut wajah yang ditekuk.
Sikap Bima yang seperti itu membuat semua menyimpan banyak pertanyaan pada pikirannya.
*
Alisha yang tiba-tiba merasa bosan, akhirnya memutuskan untuk berkeliling mansion mewah milik Elvano, semua ruangan telah ia jelajahi, dan diapun keluar dari mansion lalu berjalan-jalan dihalaman depan yang terdapat sebuah taman khusus meminum teh santai.
Sedang memainkan kelinci yang ada di taman itu, Alisha dikagetkan oleh kehadiran Elvano yang tiba-tiba berada di sampingnya, berjongkok bersamanya dan mengusap kepalanya dengan lembut.
''Kau sedang apa? hmm?''
''A–aku merasa bosan, tidak apa kan aku berjalan-jalan disini?''
Elvano mengangguk pelan, ''Tidak apa-apa, asalkan tetap hati-hati dan waspada.''
''Waspada? untuk?''
''Heuumm... sepertinya aku harus menjelaskan sesuatu, kemarilah.'' Elvano meriah kedua tangan Alisha dan mengajaknya duduk di kursi taman.
''Apa kau tidak pernah ingin tahu, siapa aku sebenarnya?''
Alisha memiringkan kepalanya, merasa aneh dengan pertanyaan itu. ''Aku tidak perlu tahu kau siapa, Tuan. Karena yang aku tahu, kau adalah suami ku.''
Jawaban polos dari Alisha tentu membuat Elvano berdebar terlebih lagi Alisha mengatakan itu sambil tersenyum dengan manis.
''Suami mu?''
''Ya! kau memang suami ku, kan?'' ucap sewot Alisha karena raut wajah Elvano yang saat ini sedang sangat menyebalkan!
''Ya, aku memang suami mu, tapi kau juga harus tahu aku siapa.'' Elvano mencolek ujung hidung Alisha yang berkelip karena ngeri.
''Memangnya kau siapa?''
''Aku adalah—''
''Tuan! masuklah, salasatu dari kami menemukan bom aktif di ujung sana,'' ucap seorang pengawal yang langsung memasang badan untuk Elvano dan Alisha.