Seorang gadis bernama Mentari sagita terpaksa harus menikah dengan seorang duda beranak satu yang seharusnya menjadi kakak iparnya akibat sebuah kecelakaan yang menimpa sang kekasih tepat di hari pernikahannya.
Hantara putra Adipura Sanjaya seorang pengusaha sukses yang terkenal dengan sikap dinginnya terpaksa harus menikahi calon istri adiknya karena sebuah Amanah.
Akankah Gita sanggup mempertahankan rumah tangganya bersama Hantara ??? Apakah Gita bisa kembali membuka hati seorang Hantara yang begitu dingin akibat pengkhianatan di masa lalunya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan selera.
Tanpa di sadari oleh Gita ada sepasang mata yang sejak tadi menyaksikan interaksi dirinya dan juga Hantara, pria itu tak lain adalah Dr Atala Mahendra.
"Ada hubungan apa antara Gita dan Tuan Hantara??." pertanyaan itu terus berputar di pikiran Dr Atala, mengingat Gita bukanlah gadis yang mudah bersentuhan dengan lawan jenisnya apalagi di tempat umum seperti ini.
Bukannya jahat, namun saat mengetahui jika Gita gagal menikah beberapa bulan yang lalu Hati pria itu seakan kembali berbunga, tetapi malam ini rasanya bunga itu seakan kembali layu saat menyaksikan pujaan hati di peluk oleh pria lain.
🌹🌹🌹
"Apa kamu sudah makan malam??." Tanya Hantara ketika perjalanan kembali ke rumah.
Gita perlahan menggeleng. "Aku pikir kita akan makan malam bersama di rumah bersama anak anak." jawab Gita, karena biasanya mereka berempat pasti akan makan malam bersama.
Hantara melirik ke arah Gita.
"Lain kali kamu tidak perlu menunda makan malam hanya untuk makan malam bersama jika lembur seperti saat ini, kamu bisa sakit jika sering makan terlambat seperti ini." ucap Hantara.
"Kita mampir sebentar untuk makan malam." tawar Hantara dan Gita pun mengangguk sebagai jawaban.
Kini Hantara dan Gita telah berada di sebuah restoran. Hantara membiarkan istrinya itu memesan sesuai dengan seleranya, sementara ia sendiri hanya memesan segelas kopi mengingat tadi ia telah makam malam bersama klien.
Saat menunggu pesanan, Gita tak sengaja mendengar obrolan seorang wanita muda bersama seorang anak laki laki berusia sekitar delapan tahunan. Gita bisa menebak jika anak itu merupakan putra dari wanita itu sebab tak sengaja Gita tadi mendengar anak itu memanggilnya dengan sebutan mama.
Entah kenapa obrolan keduanya menarik perhatian Gita.
"Mah kapan kita akan bertemu dengan papa??." anak laki laki itu nampak tak menyentuh makanan di hadapannya ia malah terus bertanya tentang sang ayah.
"Nanti kita akan bertemu dengan papa sayang, tapi sekarang kamu harus makan dulu!!." wanita itu nampak membujuk putranya.
"Sejak dulu Mama selalu ngomong begitu, tapi mana buktinya Sampai sekarang kita belum pernah bertemu papa. apa papa tidak mau bertemu dengan kita, karena papa tidak sayang sama kita ya mah??." tanya anak laki-laki itu dengan wajah sendu, sehingga membuat Gita tak tega melihatnya.
"Jangan bicara seperti itu sayang....!!! sekalipun jika papa tidak sayang sama mama, tapi mama yakin papa pasti sayang sama kamu karena bagaimanapun kamu darah dagingnya" wanita nampak memeluk erat tubuh putranya dari wajahnya nampak jelas wanita itu menahan tangis.
"Jika papa sayang sama aku kenapa sejak aku lahir papa tidak pernah datang menemuiku??." kata anak itu.
Deg
Tiba tiba Gita membayangkan jika ia ada di posisi wanita itu dan anaknya ada di posisi anak itu. "Jika aku sampai mengandung anak dari mas Hantara, Apa nasib anakku kelak akan sama dengan nasib anak itu??.". membayangkannya saja sudah membuat hati Gita terasa begitu nyeri.
Gita memandang ke arah suaminya yang kini tengah fokus menatap layar ponselnya, memeriksa email yang di kirimkan oleh Armada. "Mas...Apa kamu juga akan meninggalkan aku begitu saja jika kamu sudah merasa bosan padaku??." batin Gita mengingat keduanya menikah karena terpaksa, Tidak menutup kemungkinan jika Hantara bertemu dengan wanita yang ia cintai pria itu akan membuangnya begitu saja, apalagi setelah merasa bosan dengan tubuhnya.
Sadar dengan pandangan sang istri kini tertuju padanya membuat Hantara mengeryit. "Ada apa?." tanya Hantara sedangkan Gita hanya bisa menggeleng.
"Makanlah!!.".ucap Hantara saat pesanan mereka tiba dan Gita kembali mengangguk. namun selera makan Gita seakan hilang begitu saja, sehingga wanita itu hanya nampak mengaduk aduk makanan di piringnya.
"Jika aku sampai mengandung anak dari mas Hantara, apa aku akan sanggup melihat anak kandungku berada di posisi yang sama dengan anak itu nantinya??." Gita hanya mengaduk aduk makanannya sembari membatin.
Dari obrolan kedua ibu dan anak itu, Gita menyimpulkan jika ayah dari anak itu tidak mencintai ibu dari anaknya sehingga membuat seorang anak yang tak berdosa menjadi korban, tidak mendapat kasih sayang dari seorang ayah.
terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menikmati karya recehku 🙏🙏🙏🙏 jangan lupa tinggalkan jejak vote,like and koment biar aku makin semangat nulisnya 🥰🥰🥰 I LoVe you all.