Seorang gadis polos/biasa (kemungkinan Tika) secara tidak sengaja terlibat dengan seorang bos mafia atau pria berkuasa yang kejam/dingin (kemungkinan Robert).
Keterlibatan ini bisa karena hutang, perjodohan paksa, atau insiden tertentu.
Awalnya, Robert bersikap kasar, kejam, atau dingin, namun seiring berjalannya waktu, sifat polos Tika meluluhkan hati Robert, dan ia mulai memanjakan Tika habis-habisan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabeth antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
Aku pun di bawa ke rumah sakit ,daffa pun mengikuti dimas ke rumah sakit ...
Ketika datang ke rumah sakit aku langsung di bawa ke UGD aku pun di bawa ke dalam dan di periksa Dimas dan Daffa menunggu di luar..
Dimas pun seketika melihat ke arah Daffa..
"Awas lu kalau Tika kenapa Napa gua janji lu bakal mati di tangan gua langsung" ucap Dimas dengan tatapan marah ...
Daffa pun langsung menciut dan lalu pergi entah kemana..
Dimas bulak balik di depan ruangan dan tiba lah asisten nya Tika...
" Mas bagai mana dengan mbak Tika" ucap Dewi..
" Semoga saja tidak kenapa Napa " ucap Dimas singkat ...
Sekitar 30 menitan dokter pun keluar dari ruang UGD
"Keluarga ibu Tika mana iya" ucap dokter
"Saya dok ,saya tunangan nya , apa calon istri saya terluka parah " ucap Dimas sambil gemetar ...
" Ooh tidak papah pak hanya saja hidung nya sedikit kena dan keluar darah ini kena hantaman yang cukup keras " ucap dokter
" Terimakasih ya dok" ucap ku
" Bu Tika sekitar 2 hari di rawat dulu ya pak kita liat dulu takut ada yang serius luka nya" ucap dokter....
Dokter pun pamit pergi...
Tika pun di bawa ke ruang rawat inap Dan ke adaan nya masih pingsan kata dokter sekitar 30 menit belom sadar nanti ada tindakan ...
Sesampai nya di ruang rawat inap Dimas pun langsung duduk di samping nya dan memegang tangan nya...
" Maff kan aku tidak bisa menjaga mu aku janji akan membalas ini semua Daffa harus menerima balasan nya " ucap Dimas sambil menahan amarahnya...
Setelah 20 menit aku pun tersadar...
Jari telunjuk ku bergerak dan yang aku ucapkan kalimat pertama yaitu nama ...
"Dimas" ucap ku sambil melirih pelan
Dimas pun senang dan langsung memangil dokter..
Dimas pun belari langsung memangil dokter
Dokter dan Dimas pun tiba di ruangan ku
Dokter pun mengecek kondisi ku..
"Alhamdulillah sudah sadar tapi ibu Tika perlu di rawat inap sekitar 2 hari sambil kita memantau apa kah ada luka yang serius" ucap dokter menjelaskan kan kepada Dimas
" Baik lah dokter terimakasih" ucap Dimas
" Yasudah saya permisi dulu pak, ibu anda istirahat saja " ucap dokter iya pun langsung pamit pergi...
"Alhamdulillah Tika syukur lah kamu sadar aku takut banget kamu kenapa Napa" ucap Dimas sambil duduk di samping ku sambil memegangi tangan ku...
Aku pun perlahan-lahan duduk dan bicara..
"Dimas aku engga papa kok" ucap ku sambil tersenyum..
"Aku akan membalas semua ini kepada cowok berengsek itu" ucap Dimas dengan penuh amarah..
"Sudah lah Dimas kamu jangan berkelahi lagi dengan dia " ucap ku tapi sepertinya Dimas salah paham...
"Kamu masih perduli sama cowok berengsek itu" ucap Dimas sambil memasang muka kesal..
"Hei bukan gitu aku engga mau kamu terluka kalau kamu kenapa Napa aku akan sedih Dimas" ucap ku sambil tersenyum
Dimas pun melihat ke arah ku dia pun mengerti yang aku bicarakan...
"Baik lah ini semua demi kamu" ucap nya
Tiba-tiba ponsel Dimas pun berdering ada panggilan masuk dari ibu nya..
" Bentar iya aku angkat telpon dulu" ucap Dimas lalu keluar ruangan..
" Hallo ada apa mih" ucap Dimas
" Hallo Dimas kamu malam ini jemput mami malam ini mami pulang" perintah ibu nya
"Aduh mih engga bisa aku harus jagain Tika dia masuk rumah sakit" tolak Dimas...