Demi bisa hamil, Deavenny sampai nekat mencuri benih suaminya sendiri yang tak mau memiliki anak dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Daddy Davis mendapatkan telepon dari orang suruhannya. Dia mengepalkan tangan saat mendengar kondisi putri tercintanya yang sedang dirawat di rumah sakit. “Biarkan Deavenny berobat di sana, aku akan segera ke Jerman! Kau jangan pergi kemanapun, jaga putriku dengan baik!”
“Baik, Tuan.”
Dengan rasa khawatir yang begitu besar, Tuan Dominique segera menuju kamarnya. Langkah kaki terkesan tergesa-gesa. Hingga istrinya yang melihat pun muncul rasa penasaran.
“Dad, kenapa kau buru-buru seperti dikejar penagih hutang?” tanya Mommy Diora seraya mengikuti suaminya menuju kamar.
“Kita harus pergi segera, Deavenny sakit. Sekarang dia ada di Jerman,” beri tahu Daddy Davis seraya membuka koper dan siap memasukkan barang-barang yang penting untuk dibawa.
“What?” pekik Mommy Diora dengan wajahnya yang sangat terkejut. Padahal setiap hari ia berkirim pesan dengan Deavenny, tapi putrinya tak pernah memberi tahu kalau sedang sakit. “Dari mana kau tahu? Pantas saja setiap kali aku mengajak dia video call, selalu ditolak.” Sembari berbicara, tangannya terampil membantu memasukkan beberapa pakaiannya dan juga sang suami.
“Ada anak buahku yang ku tugaskan untuk memata-matai Deavenny. Putri kita terlalu aneh karena tujuh bulan selalu absen tak ikut kumpul keluarga.” Sembari menutup koper, dia memberikan perintah pada istrinya. “Tolong kau kabari yang lain, siapa tahu mereka mau menyusul ke Jerman juga.”
“Oke.” Mommy Diora segera mengambil ponselnya, dia mengirimkan pesan di grup keluarga besar Dominique dan Giorgio supaya informasi lebih cepat tersebar.
Tuan dan Nyonya Dominique itu segera berganti pakaian secepat mungkin. Langsung berangkat menuju bandara. Tidak mau menunda satu detik pun karena sangat mencemaskan kondisi putri tercinta mereka.
“George dan Gabby ingin ikut, dia sedang perjalanan menuju bandara.” Mommy Diora memberitahukan pada suaminya yang sudah duduk di dalam pesawat pribadi mereka. “Kita tunggu sebentar.”
“Hm.” Selama menanti, Daddy Davis terus berkomunikasi dengan salah satu utusannya yang sedang di Jerman. Ia ingin memantau terus perkembangan kesehatan Deavenny. Perasaannya sebagai orang tua mulai tak keruan. Takut kalau terjadi sesuatu hal buruk dengan kesayangannya.
Hingga akhirnya orang yang ditunggu pun datang juga. “Maaf membuat kalian menunggu,” Tuan Giorgio, orang tua Marvel segera mengambil posisi duduk berdekatan dengan istrinya.
“Tak masalah.” Daddy Davis segera memberikan perintah agar pesawat lepas landas. Dia sudah tak sabar ingin segera bertemu Deavenny.
Tidur tak nyenyak, makan tak enak, Tuan Dominique terus membuka mata sembari melihat awan di luar selama perjalanan. Dia yang paling tak sabar ingin segera sampai.
Saat pesawat sudah mendarat dengan sempurna dan selamat sampai tujuan, Daddy Davis pun orang yang pertama turun. Sudah ada mobil yang menanti kedatangannya. Keempat orang tua itu langsung diantarkan menuju rumah sakit di mana Deavenny dirawat.
“Di mana putriku dirawat?” tanya Daddy Davis pada salah satu anak buahnya. Ia terlihat sangat tak sabaran.
“Di dalam, Tuan.” Ia menunjuk ruangan yang ada di depannya.
Tanpa basa-basi, Tuan Dominique segera membuka pintu kayu itu. Dadanya berdebar ketika menyaksikan kesayangannya terlelap dengan wajah pucat. “Dea, putriku sayang, kenapa kau jadi kurus sekali?” gumamnya seraya mengusap pipi anaknya. Bahkan, bulir bening turut menetes karena sedih melihat kondisi Deavenny.
Marvel menunduk memberikan salam atas kedatangan orang tua dan mertuanya. “Maafkan aku.” Dia merasa bersalah juga karena tak bisa menjaga Deavenny agar tetap sehat.
...*****...
...Nahloh, petaka di depan matamu Marvel, segera lari menyelamatkan dirimu, sebelom kena amukan mertua wkwkwk...