NovelToon NovelToon
Aku GENDUT!!!

Aku GENDUT!!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vhy'dHeavy Putri

Kisah bully di masa lalu, membuatku benar-benar trauma. Rasa percaya diriku sangat tipis dan selalu membuatku sulit bergerak serta berpikir dalam mengambil suatu keputusan. Aku selalu tenggelam dalam kesepian, tak ada cinta, meski beruntung setidaknya aku masih memiliki teman.

Padahal, impianku cukup sederhana aku hanya ingin menikah, itu saja. Sayangnya, Tuhan belum menunjukkan siapa orang yang bersedia menerimaku apa adanya. Terlebih, ketika fisik yang kumiliki seperti gumpalan daging besar. Aku tidak langsing seperti para wanita idaman, paras blasteranku tak mampu menutupi kekuranganku dalam segi bentuk badan. Karena hal itu pula, kadang kala aku sampai berpikir bahwa pernikahan hanyalah sebuah kemustahilan untuk terjadi di dalam hidupku.

Namun, suatu ketika, aku bertemu Mas Arlan dan seorang CEO tampan pemilik perusahaan besar—tempatku bekerja. Kisahku yang sebenar-benarnya dimulai sejak saat itu, benih-benih cinta pun turut menghiasi. Siapakah yang bisa menerima kekuranganku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy'dHeavy Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbang

Uuhh... Lagi-lagi aku terbangun dari tidur malamku untuk ketiga kalinya. Aku melongok kearah jarum jam di dinding. Masih menunjukkan pukul dua pagi. Satu kali, dua kali, aku masih bisa terlelap lagi. Namun, untuk ketiga kalinya aku benar-benar tidak bisa memejamkan mata.

Bola mataku menatap langit-langit kamar apartemenku. Benakku melayang membayangkan segala hal yang baru-baru ini terjadi dalam hidupku. Bagaikan dihujani ribuan keping emas yang berharga namun juga membuatku kewalahan menangkapnya.

Aku terdiam sendirian dengan rasa gelisah. Aku masih tidak percaya dengan posisi yang akan diberikan Celvin. Mungkinkah aku sanggup menjalaninya nanti? Atau aku akan sial di kemudian hari?

Jika aku menceritakannya kepada orang tuaku, pastinya mereka akan sangat bahagia. Segala lontaran kalimat selamat dan bahagia akan ditujukan padaku. Mereka akan mendukungku. Tanpa mau peduli dengan segala kegelisahan hatiku yang masih enggan dan tidak percaya diri. Maka dari itu, aku tidak ingin mengatakan apapun terlebih dahulu.

Dari semua kebimbangan hatiku, aku juga sedang memikirkan kata sayang yang terucap oleh Mas Arlan di pertemuan beberapa jam yang lalu. Sebenarnya maksud sayang yang bagaimana? Aku benar-benar tidak tau dan tidak habis pikir, kata tersebut bisa keluar dari bibir tipis milik Mas Arlan dan ditujukan kepadaku.

Meski Mas Arlan enggan untuk melanjutkannya dan tidak mau menjawab pertanyaan bingungku selanjutnya. Aku tetap merasa harus mengetahuinya lebih lanjut, meski ia langsung mengalihkan topik pembicaraan. Saat itu juga, Mas Arlan memilih untuk mengajakku pulang karena ia merasa kasihan kepadaku yang kelelahan.

Seandainya saja aku cantik. Tidak! Maksudku kurus sedikit, aku pasti akan lebih percaya diri. Ada satu hal yang belum aku ceritakan, di masa perkuliahan aku mengalami bulliying dari mahasiswa lain. Body shaming, tidak berguna, tidak laku, tidak gaul, dan lain-lain menjadi momok dan sebutan yang aku peroleh. Menjadi penyendiri, kutu buku, diet keras dan gangguan bulimia adalah efek dari semuanya. Sampai di jenjang dunia kerja.

Aku sangat takut. Hinaan, cacian, dan kini lebih parahnya aku belum bersuami. Aku sudah lelah.

Waktu berjalan sebagaimana mestinya, satu jam berlalu setelah aku terjaga ketiga kalinya. Aku berusaha keras menghilangkan semua pikiran-pikiran nostalgia di masa lalu kelamku. Aku berusaha tenang agar bisa tertidur kembali. Aku tidak ingin terlihat seperti zombie pada saat di kantor.

Badan besarku bergeliat ke kanan ke kiri. Sampai-sampai ranjangku ikut bergoyang. Semua usahaku sia-sia. Aku tidak merasa mengantuk, meski pening dan puyeng menerpa kepala dan mataku.

Aku beranjak dari ranjangku dan bergegas ke kamar mandi mencuci muka dan buang air kecil. Lalu berjalan mondar mandir dari tempat tidur sampai ruang televisi. Terkadang melakukan gerakan senam kecil. Semua upaya aku lakukan agar merasa letih dan mengantuk.

Sampai akhirnya aku kelelahan sendiri. Terduduk di sofa sambil menyaksikan siraman rohani dini hari dari acara islami di televisi. Hingga merasa tengkuk penat, aku merebahkan tubuhku pada sofa.

_____________________________________________

BUUUUUUUUOOOMMMMM!!!

Terdengar suara keras dentuman seperti bom. Aku melonjak kaget dan bergegas keluar dari tempat tinggalku.

Aku menengak nengok kanan kiri, namun hasilnya nihil. Lorong apartemen sepi. Aku kembali kedalam untuk memastikan dari jendela dan dapur. Takutnya ada barangku yang meledak.

Sama seperti diluar, tidak ada yang terjadi. Semua terlihat rapi dan baik-baik saja.

Baiklah! Aku akan ke sofa kembali. Televisi yang belum aku matikan berisi acara berita. Sebuah kebakaran terjadi dan sedang disiarkan secara langsung. Diakibatkan oleh beberapa tabung gas yang meletus.

"Ah! Jangan-jangan suara tadi dari tv? Astaga! hahaha," Gumamku.

Aku terkekeh sendirian dibuatnya. Tingkah konyolku yang menggelikan. Beruntung aku hanya tinggal sendiri.

Glup!

"Oh shit! Kesiangan!" Ujarku tersontak kaget ketika menatap keberadaan jam dinding.

Aku menelan ludah. Sial aku ketiduran sampai jam tujuh lebih lima belas menit. Tanpa pikir panjang aku langsung kearah kamar mandi.

Aku mandi secara kilat, berias sesimple mungkin. Memakai baju kemeja dan blezer yang besar. Kemudian bawahan dengan celana jeans kendor berwarna hitam.

Aku berlari terburu-buru keluar. Menuruni lantai apartemen dengan lift seperti biasa. Sesampainya dibawah aku melangkah cepat menghampiri mobil merahku.

Tidak ada waktu lagi untuk bersantai. Sebentar lagi sudah jam delapan. Tanpa pikir panjang aku pacu mobil dengan cepat.

Karena kalang kabut, aku mengingkari janjiku sendiri. Aku melewati jalanan alternatif dimana aku terjebak mogok karena ban kempes beberapa waktu yang lalu. Sudahlah aku tidak punya pilihan lain, daripada terjebak macet. Semoga saja hal tersebut tidak terjadi dua kali. Yah, meski aku bergidik merinding ketika melewati area pemakamannya.

Delapan menit berlalu. Ini rekor tercepat yang aku miliki selama bekerja di perusahaan milik keluarga Hariawan Sanjaya. Aku bisa menjadi seorang racing dadakan kalau sedang telat ternyata.

Suasana kantor sudah ramai, mengingat jam kerja hampir tiba. Setelah memarkir mobilku, aku berjalan ke ruang kerjaku yang berada di lantai atas.

Sampainya disana, rekan-rekanku sudah berkerumun. Entah akan ada pengumuman apa. Mereka membentuk lingkaran di sisi depan ruang kerja yang kosong.

"Hei Nike," Ujarku memanggil sahabatku yang sedang berdiri.

"Fanni kamu kesiangan ya?" Tanyanya.

"Emm, semalem begadang gak jelas."

"Hmm... Ngapain aja coba?"

"Tauklah, ada apaan nih?"

"Nggak tau disuruh kumpul sama bu Mita, untung kamu enggak sampe telat beneran."

"Kalo sampe telat jadi bulan-bulanan dia gue."

"Yang sabar ya."

"Udah abis Ke."

"Aihh, gak bolehlah."

Sebelum aku dan Nike melanjutkan obrolan lagi, seorang Mita tampak berlenggak-lenggok melangkah memasuki ruangan kami berada. Ia membawa selebaran yang mungkin berisi pengumuman.

"Selamat pagi semua," Ucap Mita.

"Pagiiiiiii," Jawab kami serentak.

"Ada sedikit info, bukan info soal pekerjaan sih. Info ini malah akan membuat kalian senang. Diantaranya, pertama akan diberikan bonus tambahan bagi siapapun yang ikut mengiklankan unit apartemen atau perumahan dan berhasil menjualnya. Kedua, hari sabtu akan diliburkan dengan catatan tambahan setiap satu jam kerja dilain hari. Ketiga, weekend depan akan diadakan tour perusahan untuk semua karyawan di kota hujan. Kita bisa memakai hotel dan makan malam bersama disana yang merupakan milik Bapak Ruddy."

Semua karyawan bersorak. Hebat sekali Celvin merubah kebijakan. Ada yang menguntungkan dan tentunya bisa menambah penjualan bagi perusahaan.

"Ada satu lagi..." Ujar Mita, ia tampak melirikku dengan sinis. Tentu saja, aku aku bergidik ngeri dengan info terakhir yang akan ia ucapkan.

"Ada teman kita yang akan naik jabatan secara drastis. Saya sih tidak habis fikir, mengapa orang seperti dia bisa terpilih. Yah, kita dukung aja lah ya. Ibu Fanni akan menjadi sekretaris dari Bapak Celvin yang tampan mulai minggu depan. Heeh!" Ujarnya kemudian dengan nada sindiran, kebencian, dan juga rasa iri.

Secara spontan semua orang langsung memandangku. Diantara beberapa dari mereka, ada yang saling berbisik. Mungkin tidak habis pikir atau merasa aku tidak pantas. Ada juga yang menyalamiku dengan ucapan selamat dan berlalu dengan kata-kata jahatnya.

"Cihh!!!" Begitulah salah satu ungkapan kesal dari mereka.

Semua yang kupikirkan menjadi kenyataan. Keirian dari semua orang kini telah timbul. Aku hanya menunduk lesu tanpa bisa berkata-kata. Rasanya ingin menangis.

"Aku tau apa yang kamu rasain Fanni," Celetuk Nike.

"Yeah, gue emang nggak seharusnya nerima posisi itu Ke," Jawabku.

"Jangan gitu, ini rejeki kamu. Jangan pernah dengerin orang-orang yang iri dengki sama kamu. Aku yakin Pak Celvin memilih kamu bukan karena penampilan tapi kecerdasan kamu selama ini. Semangat dan selamat ya Fanni, aku bakalan ada disamping kamu buat support kamu, dan kamu juga harus bertanggung jawab dengan posisi baru kamu mulai minggu depan."

"Thanks Ke."

Semua ucapan Nike memang benar. Namun bagiku sangat sulit untuk menjalaninya. Aku sedang dipermalukan semua orang saat ini. Bayangan masa laluku pun tiba-tiba datang dalam benakku. Aku takut, aku khawatir tidak bisa menjalani semuanya dengan tenang.

Bersambung...

Hayyy gimana nih????

Apa nasehat kalian buat Fanni??

Hihi, sedih yaa???

Ada yang punya ide nggak soal visual Mita? Siapa ya yang cocok jadi Mita?? 😊😊😊

1
Sri
baru mau baca thor, koq sudah dihapus??
Nisa Mulyani
Calvin sama Arlan orang yang sama kah? kenya mirip deh beda style aja.
I'm your.hero
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Amalia Khaer
anaknya Pak Nur KLO GK salah
Amalia Khaer
🤭🤭🤭🤭🤭
Amalia Khaer
part Fanny menjengkelkan.
Amalia Khaer
lucu bnget sih kmu, Sella 💞💞
Amalia Khaer
yaa aq ngerti sih di posisinya Fanny.
Amalia Khaer
wahhh banyak ini mah hadiah giveaway nya
VhyDheavy: udah lama Kak. Kalo ada novel yg rame lagi, pen bikin, tapi sayang, novel2ku yg udah gak terlalu rame 😄
total 1 replies
Amalia Khaer
uhuyyyy Mamas Arlan pulang 👏👏👏👏
Amalia Khaer
ceritanya mengalir, banyak pembelajaran hidup,
Amalia Khaer
tdi pas BCA judul, otakku bkrja keras untk mengingat siapa yg bisa jdi pelaku teror, TPI GK dpt2. pas tau Riska yg ngalamin teror, yakin Ivan pelakunya.
Amalia Khaer
ikut mataku berkaca2 juga
Amalia Khaer
lucu juga Mas Arlan 🤭🤭
Amalia Khaer
Selly berjalan dengan gemulai centilnya. ya Allah jdi gemeshh sndiri.
Amalia Khaer
melihat perjuangan mereka, seharusnya sih bisa akad dlu aja. resepsinya belakangan smpe si Nyonya Dahlia baikan.
Amalia Khaer
lahh terus knpa dibawa ibunya? playing victim aja nih si Nia
Amalia Khaer
ya Allahh.. Anorexia. harus bnget gitu ya Mas Arlan 🤣🤣🤣
Amalia Khaer
🤣🤣🤣🤣
Amalia Khaer
💔💔💔💔💔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!