Anita gadis berusia 18 tahun seorang pelajar yang terbangun dari tidur lelapnya. Namun hal tak terduga telah mengejutkannya hari itu.
Ia terbangun dan berada disebuah tempat yang asing dan tidak ia kenali. Dimana tempat itu juga adalah tempat yang dia inginkan.
Dunia tempat dimana seseorang dapat hidup kembali setelah mengalami kematian, dengan syarat ia mati karena tragedi bunuh diri.
Anita pun bertekad untuk mempelajari berbagai pengetahuan yang ada di dunia ini demi dapat kembali ke tempat asalnya.
Berbagai macam masalah terus datang kepadanya, tanpa di duga Anita mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, masuk kedalam ras berkemampuan yang sangat berbahaya.
Dirinya pun banyak diincar dan dicari-cari oleh orang-orang yang memang membutuhkan kemampuan langka tersebut.
Sehingga Anita harus pergi menuju tempat penghapusan kekuatan yang letaknya sangat jauh.
Petualangan Anita pun dimulai!
.
.
Lanjut sampai season duanya, happy reading☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Yang Datang Di Waktu Yang Tepat
Tak disangka Kino memiliki hati yang baik mau membantu orang lain tanpa pamrih secara sembunyi-sembunyi. Dengan kemampuannya ia gunakan untuk kebaikan.
Aku pun baru sadar setelah mendengar pengakuan darinya.
Lega rasanya dapat melihat Kino lagi, apalagi saat ini dia dalam kondisi baik-baik saja. Mau bagaimanapun aku sangat tertekan ketika melihat nya tewas bersimbah darah akibat serangan pria itu. Ya, namun terjadi pada pandangan masa depanku.
Jleb!
"Huh?"
Dar!!!
Tiba-tiba saja ada serangan mendadak dari arah yang berlawanan.
"Uhuk! Uhuk!"
Asap ledakan tadi terlalu tebal sampai menutupi pandanganku seketika, dan juga membuatku batuk.
"Hiyaa!!"
"Suara Kino? Jangan-jangan ada yang menyerangnya?"
Dengan sigap aku langsung kabur dari tempatku sekarang ini. Melihat kesana kemari pun hanya ada kabut tebal yang menutupi pandangan, jadi. Aku tidak tahu keberadaan Kino sekarang.
Suara angin bergemuruh sedang berhembus kencang melewati ku, karenanya. Asap tebal tersebut menghilang seketika terbawa oleh angin.
Dan tepat didepan mataku Kino sudah ada didekat orang asing yang memakai penutup wajah.
"Kenapa selalu saja datang bahaya setiap kali aku dalam perjalanan bersama seseorang?"
"Kita bertemu lagi Putri!"
"Dia..!?"
Kini tuan Mizu sedang ada dihadapan ku terakhir kali aku melihatnya saat aku masuk kedalam portal yang dibuat olehnya, namun sayangnya dia tertinggal disana.
"Tuan Mizu.. tuan selamat dan berhasil kabur?"
"Ya, aku lolos dari kejaran mereka sebelumnya!"
"Lalu serangan tadi, apa tuan hendak..."
Omongan ku tertahan saat tuan Mizu buka suara lagi.
"Ada orang yang hendak menyerangnya mu secara mendadak, Putri! Bahkan serangannya hampir saja membunuh pemuda yang tak bersalah ini, untungnya aku berhasil menolongnya."
"Tunggu dulu. Bukannya tuan Mizu tidak..."
"Kemarilah Putri, kelihatannya dia terkena serangan tadi!"
"Aah.. biar aku lihat!"
"Hey.. Hey... Sedang apa kalian disini?"
"Em?"
Terdengar suara seseorang yang entah darimana asalnya.
"Wah wah... ternyata cewek yang aku cari ada disini juga ya."
"Bolehkah aku ikut bersenang-senang?"
"Siapa kamu? Keluar kalau berani, jangan bersembunyi?" ucap tuan Mizu meninggikan suaranya sambil melihat sekeliling.
Dab!
Setelah aku menoleh kebelakang ternyata orang itu adalah pria si pembawa sabit. Kedatangannya secara tiba-tiba dan mengejutkanku dari belakang.
"Hai, cewek. Kita bertemu lagi."
Sebenarnya aku sudah tahu bahwa tuan Mizu didepan ku bukan dia yang asli malahan orang yang sedang berkedok menyerupai nya. Aku mengetahuinya saat dia berkata "dia yang menolong Kino" padahal yang aku tahu tuan Mizu bukan tipe bertarung.
Biasanya dia akan menggunakan ilusi dalam menjebak lawannya dari jarak jauh, tapi sekarang ini berbalik dengan kemampuan yang dimilikinya.
Mungkin bisa saja tuan Mizu memiliki dua kemampuan atau lebih. Sekalipun ada pasti ia gunakan dalam kondisi tertentu.
Karena saat aku mengobrol dengannya, tuan Mizu bilang dia hanya memiliki satu jenis kemampuan yaitu ilusi.
Kedatangan pria pembawa sabit jelas sudah mengubah sebagian rencana ku. Karena itu aku terpaksa menggunakan cara madu.
"Kamu. Kalau bisa mengalahkan orang yang disana aku mau jadi pacarmu!"
"Heh, serius?"
"Apa maksudnya itu, Putri. Aku ini benar-benar tuan Mizu, bukan seorang penipu!"
"Iya... aku serius. Terus selamatkan juga ya pria itu!"
"Siapa dia, kamu perhatian sekali?"
"Mmm dia cuma temanku, aku menganggapnya seperti adik."
"Baiklah, aku akan menyelamatkan nya juga. Jadi tepati omonganku setelah aku selesai, aku tidak mau di tipu lagi oleh seorang wanita."
"Iya aku janji, eh.."
Tanpa berpikir panjang pria pembawa sabit itu langsung menyerang tuan Mizu palsu. Serangan demi serangan ia lontarkan dengan sabitnya yang tajam itu, memburu ke bagian vital lawannya.
Setelah menahan beberapa serangan dari pria pembawa sabit, tuan Mizu mundur lalu mengunakan kemampuan miliknya.
Dengan mengerakan satu tangannya ke arah pria pembawa sabit terciptakan serangan yang mematikan.
Bush! Bush! Bush!
Drak! draks! draks!
Kemungkinan kemampuan miliknya adalah angin jadi dia bisa menggunakan angin tersebut untuk menyerang lawannya.
"Pohon saja sampai bolong!?
Ucapku saat melihat bekas serangan tuan Mizu.
Bush! Bush Bush!
Namun serangannya itu tak ada satupun yang mengenai pria pembawa sabit, dia hanya menghindar dan kelihatannya sedang mencari celah.
Serta serangan tuan Mizu tidak ada satupun yang mengarah kepadaku meski pria pembawa sabit itu sengaja di posisi membelakangi ku.
Kini sabit dan pria itu terpisah sambil menuju ke arah tuan Mizu, yang keliatannya mereka hendak melakukan serangan di kedua sisi. Dan ketika sudah dekat dengan tubuh tuan Mizu, angin berbentuk tangan menerkam pria pembawa sabit itu dari arah samping.
Sedangkan sabitnya terhenti di udara akibat tekanan angin, dari jauh aku melihatnya dengan jelas.
"Cih, ternyata kamu jago juga ya pak tua."
"Sudah, sekarang kamu kalah anak muda. Lalu untuk Putri, kamu sudah salah sangka!"
"....."
Aku pun terdiam, setelah tuan Mizu mengatakannya seraya melihat ke arahku. Lalu ku tundukkan kepalaku sedikit agak kebawah.
Aku tidak menyangka pria pembawa sabit itu akan dikalahkan dengan mudahnya oleh tuan Mizu. Yang mengharuskan aku untuk tunduk pada perintah tuan Mizu kedepanya.
Kemungkinannya dia akan membawaku kembali ke kastil, karena dia bukan tuan Mizu yang asli. Aku masih mengingat pada saat arah angin itu akan menghilangkan kabut, arahnya berlawanan setelah aku melihat tuan Mizu yang sudah di depanku.
"Kemarilah Putri, aku mau menyampaikan sesuatu!"
"Iya..."
"Hey.. jangan mudah menurut kepadanya, aku masih bisa mengubah keadaan!"
"Hah, apa masih bisa?"
"Hmm?" tuan Mizu hanya berdehem sambil memperhatikan.
"Sekarang senjatamu akan aku pegang sementara, untuk berjaga-jaga!"
Sabit itu pun melayang dan menuju ke arah tuan Mizu.
Bug!
lanjut kak Wii, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻