Brenda Zalora Erlanggia, Putri Bungsu keluarga Erlanggia, pasangan dari Alex Erlanggia dan Alice Marquez. Memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Brian Zalora Erlanggia yang kini berstatus sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Brenda yang yang selama satu tahun setengah sekolah di Jerman pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah miliknya sendiri atas permintaan kedua orang tuanya. Brenda di kenal bad girl sejak kecil. Keluarga Erlanggia merupakan keluarga terkaya nomor 1 di dunia.
Betran Putra Bagaskara dikenal Bad boy, king mafia dari Black Devil, anak tunggal dari keluarga Panji Bagaskara dan Eva Monica, orang kaya nomor 2 setelah keluarga Erlanggia.
Gimana ceritanya yuk guys simak ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Looo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OBAT PENAWAR
Alice dan Sherlina terus berusaha membuat obat untuk Brenda, bahkan mereka sampai lupa waktu kalau tidak ada Eva yang selalu mengingatkan makan, istirahat dan sebagainya. Ya eva ditugaskan untuk bersama Alice dan Sherlina karena mereka kalau sudah dalam laboratorium sudah lupa waktu apalagi ini menyangkut nyawa Brenda.
"Sher, coba tambahkan dua tetes cairan iituke dalam ramuan ini! " ucap Alice.
Sherlina memberikan dua tetes cairan yang ia buat dan meneteskan ke ramuan yang Alice buat. Mereka berdua menunggu hasilnya.
"Lic, Sepertinya ini berhasil, lihatlah! " ucap Sherlina tersenyum.
"Ya kamu benar, coba ku uji dengan racun yang sama! " ucap Alice dan menguji dengan racun ya h sama.
"Ini berhasil! " ucap Sherlina bahagia.
"Kita berhasil! " ucap Alice memeluk Sherlina.
"Aku akan siapkan ke dalam botol itu dan akan ku buat beberapa lagi untuk berjaga-jaga! " ucap Sherlina.
"Iya aku akan bawa ini kepada dokter china itu agar segera memberikan obat ini! " ucap Alice.
"Ya, setelah itu aku akan kabari yang lain! " ucap Sherlina.
"Baiklah, aku pergi dulu! " pamit Alice.
"Ya! " jawab Sherlina.
Setelah Alice pergi, Sherlina membuat beberapa botol ramuan untuk berjaga-jaga bahkan membuat lebih banyak karena mumpung bahannya masih ada karena bahan yang digunakan sangat langka apalagi ini campuran antara cairan yang di buat secara modern dan ramuan yang di buat secara tradisional.
Alice kini menuju ruang rawat Brenda dengan keadaan bahagia dan meneteskan air mata kebahagiaannya. "Sebentar lagi kamu akan sembuh sayang! " ucap Alice.
Sampai di depan pintu Alice langsung membuka pintu dengan kasar dan membuat dokter yang sedang memeriksa keadaan Brenda kaget dan Betran yang berjaga juga kaget.
"Ada apa, tante? " tanya Betran.
"Obatnya sudah siap, Bren akan sembuh! " ucap Alice bahagia.
"Benarkah?" tanya Betran memastikan.
"Benar sayang! " jawab Alice. "Dokter berikan obat ini kepada anak saya! " ucap Alice sambil memberikan obat itu.
"Baiklah! " jawab dokter china itu dan langsung memberikan obat itu kepada Brenda yang sampai sekarang terbaring lemas.
"Aku akan menghubungi yang lain tan! " ucap Betran.
"Tidak perlu, aku sudah menghubungi yang lain, mereka akan segera sampai! " jawab Sherlina yang tiba-tiba datang.
"Baiklah aunty! " jawab Betran.
"Obat yang sungguh luar biasa, racunnya bisa sembuh dengan cepat, namun keadaan nona masih lemah, masih butuh istirahat! " ucap dokter china.
"Iya dokter, terimakasih selalu merawat anak saya selagi saya membuat penawar nya! " ucap Alice.
"Tentu saja nyonya, sudah tugas saya sebagai seorang dokter! " jawab dokter china.
"Kapan Bren akan sadar? " tanya Betran.
"Besok pagi bisa sadar karena efek dari ramuan itu! " jawab dokter China.
"Alice! " panggil Alex yang baru saja datang.
"Anak kita akan sembuh! " ucap Alice memeluk Alex.
"Iya sayang! " jawab Alex.
"Sherlina! " panggil Dominico yang baru saja datang.
"Bren, akan sembuh! " ucap Sherlina memeluk Dominico.
"Iya! " Jawab Dominico.
"Kenapa kalian menangis, apa yang terjadi? " tanya Eva yang baru saja datang.
"Ada apa ini? " tanya Panji.
"Mom, dad. Bren akan sembuh! " ucap Betran memeluk kedua orang tuanya.
"Benarkah sayang! " tanya Eva memastikan.
"Iya mom! " jawab Betran.
"Tapi kenapa Bren belum sadar? " tanya Eva.
"Itu efek dari ramuannya, selama berkerja Bren akan tertidur! " jawab Alice.
"Alice, Sherlina, kalian berhasil! " ucap Eva.
"Iya, kami berhasil! " jawab Alice dan Sherlina bersamaan.
"Sebaiknya sekarang kita istirahat, biarkan Bren juga istirahat! " ucap Alex.
"Dimana Reno dan Revan? " tanya Sherlina.
"Mereka sedang ke markas karena ada tikus kecil yang menyerang! " jawab Betran.
"Apa? " ucap para orang tua bersamaan dan kaget.
"Iya, tapi tenang saja, semua sudah aman mereka akan segera kembali! " ucap Betran.
"Syukurlah! " ucap Sherlina.
"Dimana Brian? " tanya Alice.
"Bang Brian sedang ada misi dari grandpa dan bang Dhika juga ikut bersamanya! " jawab Betran.
"Misi apa? " tanya Alex.
"Tidak tau, katanya misi rahasia! " jawab Betran.
"Ya sudah kita istirahat sekarang! " ucap Dominico.
"Betran disini saja! " ucap Betran.
"Baiklah, jaga Bren! " ucap Alex.
"Kami keluar dulu! " pamit para orang tua.
"Iya! " jawab Betran.
Setelah para orang tua dan dokter china itu keluar, kini tinggal Betran yang menjaga Brenda bahkan Betran enggan meninggalkan Brenda sendiri walaupun sudah ada bodyguard yang menjaga dari luar.
Betran duduk di samping rajang Brenda dan memegang tangan Brenda yang masih lemah. "Akhirnya kamu akan sembuh, sayang. Aku sudah rindu! " ucap Betran.
Betran mengambil ponselnya dan memberi pesan kepada Reno, Revan dan Brian.
💬BANG BRIAN
Bang, Bren sudah mendapatkan penawar nya, segeralah kembali jika sudah selesai misimu.
💬Benarkah, gue akan segera balik.
Begitulah isi pesan Betran dan Brian, dan Betran menghubungi Reno dan memberi kabar.
💬RENO
Bren sudah mendapatkan penawar nya, segera balik.
💬Oke, habis ini gue otw bareng bang Revan.
Setelah memberi pesan kepada Reno dan Brian, Betran kembali menatap Brenda yang masih dalam alam mimpinya yang entah kemana.
"Bren, Setelah ini aku akan memajukan pernikahan kita, aku nggak mau lagi jauh dari kamu, aku ingin jaga kamu dua puluh empat jam." lirih Betran menatap Brenda.
Betran membelai wajah Brenda. "Sayang, aku sangat merindukan mu, aku berjanji akan membalas ini semua dengan lebih kejam! Aku nggak Terima kamu terluka seperti ini! " ucap Betran.
Tak lama kemudian Revan dan Reno datang dan langsung masuk ke ruangan Brenda.
"Gimana keadaan Bren? " tanya Reno.
"Bren akan sadar besok pagi karena efek dari ramuan! " jawab Betran.
"Kita udah nemuin beberapa orang suruhan orang itu! " ucap Revan.
"Bagus, dengan begitu kita akan segera menemukan dimana orang itu! " ucap Betran tersenyum smirk.
"Tapi kita belum sempet interogasi karena dapet pesan dari lo tadi dan kita langsung kesini! " ucap Reno.
"Tak apa, perlahan namun pasti! " jawab Betran.
"Lalu apa rencana lo selanjutnya? " tanya Revan.
"Untuk sementara gue akan fokus ke Bren dulu! " ucap Betran.
"Baiklah, gue sama bang Revan akan fokus mencari orang itu dengan bantuan orang-orang nya! " ucap Reno.
"Kalian perlu strategi lain buat menemukan orang itu, karena dengan tertangkap nya suruhannya, pasti orang itu akan berpikir bahwa suruhannya pasti akan membocorkan tentang orang itu! " ucap Betran.
"Ya, lo bener. Kita perlu rencana tak terduga untuk ini! " ucap Revan menyetujui ucapan Betran.
"Lalu apa lo ada rencana? " tanya Reno kepada Betran.
"Besok akan gue jelasin, sekarang kalian istirahat! " ucap Betran.
"Ya, lo bener. Rasanya remuk semua badan gue! " ucap Reno sambil merenggang kan ototnya.
"Emang lo ngapain? " tanya Revan mengejek
"Gue mata-matain lah sebelum lo nangkep mereka! " jawab Reno tak mau kalah.
"sudahlah gue balik duluan! " pamit Revan.
"Gue juga! " ucap Reno.
"Ya! " jawab Betran.