NovelToon NovelToon
Magic Love

Magic Love

Status: tamat
Genre:Romansa Modern / Cintapertama / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:127k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Bagaimana jadinya jika seorang perempuan yang berpenampilan tidak menarik bisa membuat seorang CEO tampan jatuh cinta? Yang awalnya membenci jadi cinta, seolah ada kekuatan magic yang membutakan matanya. Kemampuan gadis itu sungguh membuat sang pria terpedaya.

"Jadilah kekasihku! Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau." Itulah tawaran yang diberikan oleh Juno kepada Aruna Rhea. Gadis yang berpenampilan kampungan, tetapi berhasil membuat Juno mabuk kepayang.

Siapa sangka ada rahasia di balik penampilan Aruna, yang membuat Juno kesulitan mendapatkan cintanya.

#Sequel dari novel 'My Lovely Idiot Husband'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syarat Lagi?

...***...

Aruna meninggalkan Kezia yang masih termangu di tempatnya. Walaupun sikapnya seolah tidak peduli dengan perasaan Kezia terhadap Juno, hati Aruna tetaplah tidak tenang. Kalau memang ada perempuan seperti Kezia yang mencintai Juno, ia harus lebih tegas pada lelaki itu. Juno tidak boleh terus menunggu cintanya yang tidak pasti.

Ketika Aruna melangkah keluar dari area toilet wanita, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Juno yang juga baru keluar dari area toilet pria yang berada di sebelahnya. Hampir saja tubuh mereka bertabrakan, jika saja kaki Aruna tidak bisa berhenti mendadak tepat di depan tubuh lelaki itu. Sejenak keduanya terlibat adu pandang. Aruna yang pertama sadar langsung beralih dan memundurkan langkahnya.

"Hai," sapa Juno sembari melontarkan senyuman.

"Hai juga." Aruna membalasnya datar.

"Kita memang selalu ditakdirkan untuk bertemu di tempat ini, ya. Itu artinya kita ini sudah berjodoh," ujar Juno dengan senyuman yang semakin mengembang.

Aruna melirik ke arah Juno, lalu menoleh ke arah pintu toilet wanita. Dia ingat kalau Kezia masih berada di sana, pun dengan kata-kata perempuan itu yang menyuruhnya untuk tidak mendekati Juno, masih teringat jelas di kepalanya. "Aku harus pergi, permisi." Aruna menerobos tubuh Juno yang menghalanginya.

"Kamu udah nggak butuh rekaman CCTV ini?"

Langkah Aruna terhenti mendengar itu. Tubuhnya pun berbalik lagi. "Mana?" pintanya sambil menadahkan sebelah tangannya.

Juno mengulurkan tangannya yang memegang memory card. Aruna pun meraih benda tersebut dari tangan Juno, tetapi tangan Juno dengan cepat menghindar. Aruna mendelik menatap Juno. Tangan mereka masih menggantung di udara.

"Ambillah!" titah Juno lagi dengan senyum jahilnya. Lelaki itu sepertinya ingin mempermainkan Aruna. Setiap kali perempuan itu hendak mengambil card-nya, tangan Juno selalu berhasil menghindarinya.

"Niat ngasih, nggak, si?" Akhirnya batas kesabaran Aruna habis juga. Ia menarik mundur tangannya dengan kesal.

"Dengan satu syarat," seru Juno.

"Syarat lagi?" Aruna memekik terkejut, tetapi kemudian melemaskan kedua bahunya seiring embusan napas kasar yang terlontar ke udara. Ia tahu jika Juno pasti tidak akan semudah itu membantu dirinya. Lelaki itu pasti mengajukan syaratnya. "Apa syaratnya?" tanya Aruna.

"Antarkan aku pulang!"

Aruna mengernyit. "Bukannya kamu bawa mobil? Lagipula aku nggak bisa ninggalin perusahaan di jam kerja." Aruna menolak permintaan Juno.

Juno menengok jam tangan miliknya. Alat penunjuk waktu itu menunjukkan pukul 16.30 WIB. Itu artinya setengah jam lagi waktu kerja Aruna akan selesai. "Tinggal setengah jam lagi. Aku akan setia menunggumu. Soal mobilku, itu bisa diatur," tutur Juno dengan kerlingan mata genitnya.

"Jun." Suara Kezia yang baru keluar dari toilet wanita mengalihkan atensi keduanya. Perempuan itu mendekati mereka berdua.

"Nah, Zee. Kebetulan kamu di sini." Juno merogoh saku jasnya, lalu mengeluarkan kunci mobil dari sana. Lantas memberikannya pada Kezia. "Kamu pulang sendiri bawa mobil aku, ya! Aku mau pulang bareng Aruna." Dengan seenaknya Juno memerintah.

"Aku belum setuju, Pak Juno." Aruna menyergah ucapan Juno. Kedua matanya melirik ke arah Kezia.

"Kamu mau ini, kan?" Juno menunjukkan kartu memorinya, dan Aruna mengangguk mengiyakan. "So, nggak ada penolakan," lanjut Juno sambil mengedikkan bahu.

Kezia masih bergeming sambil memegang erat kunci mobil yang sudah diterimanya. Hatinya begitu nyeri dengan rasa cemburu yang menusuk relung hatinya saat ini. Kedua matanya menatap tajam Aruna, seolah memberikan peringatan. Aruna yang sadar akan itu pun lantas menghela napas kasar, tetapi ia butuh dengan rekaman CCTV itu. Oleh karenanya, dia harus mengabaikan permintaan Kezia kali ini.

"Baiklah, aku antar kamu pulang." Aruna pun menyetujuinya. Hal itu membuat Kezia semakin berang. Kedua matanya semakin nyalang, menatap Aruna penuh kebencian. Aruna tidak peduli itu. Selama ini dia sudah terbiasa berselisih paham dengan Kezia. Walaupun kini ia sudah tahu alasan dari kebencian Kezia kepadanya, Aruna tidak peduli. Baginya, Kezia dan ibunya hanyalah orang ketiga yang merusak kebahagiaan keluarganya. Sampai sekarang pun keadaan itu masih tetap sama. "Aku mau lanjut kerja lagi. Permisi." Setelah berkata seperti itu, Aruna pun pergi.

"Zee, titipkan aja mobilku di kantor! Setelah itu kamu boleh pulang," ucap Juno setelah Aruna pergi, lalu lelaki itu juga pergi meninggalkan Kezia seorang diri. Kezia hanya mengangguk patuh. Ia masih berdiri sambil menatap punggung Juno dengan tatapan sendu. Rasa sesak langsung menerjang dadanya ketika mengingat Juno berkata akan menunggu Aruna dengan setia. Hal yang paling tidak disukai oleh Juno adalah menunggu. Namun, ia lakukan hal itu untuk seorang Aruna, dan Kezia tidak punya hak melarangnya.

***

Setengah jam bukanlah waktu yang lama. Aruna yang sudah selesai dengan pekerjaannya tengah bersiap-siap untuk pulang. Membereskan semua berkas yang menumpuk dan peralatan kerjanya. Bersamaan dengan itu, ponsel milik Aruna pun berdering. Aruna menilik ponsel yang tergeletak di atas meja, dan tertera nama Juno di sana. Ia lantas menekan tombol terima pada layar ponselnya.

"Aku menunggumu di kafe seberang kantormu. Jemput aku ke sini!" Kalimat perintah yang pertama kali Aruna dengar di balik ponselnya.

Perempuan itu menghela napasnya sebelum ia menjawab, "Iya." Lalu mengakhiri panggilan itu secara sepihak tanpa basa-basi lagi pada lawan bicaranya. Lantas meraih tas selempangnya untuk dia bawa pulang.

"Aku pulang duluan, ya." Aruna berpamitan kepada semua rekan kerjanya yang berada di ruangan itu, lalu berjalan keluar dengan langkah gontai.

***

Cukup dengan waktu lima menit Aruna sudah menemukan Juno yang berdiri di depan kafe. Lelaki itu sengaja menunggu di sana agar Aruna bisa cepat menemukannya.

"Kita ke rumah orang tuaku, ya. Sekarang aku tinggal di sana," seru Juno setelah dirinya sudah duduk manis di samping Aruna.

"Simpan ponselmu di sana, lalu setting GPS-nya menuju ke sana!" titah Aruna. Ia tidak mau banyak bertanya untuk menanyakan di mana alamatnya saat di perjalanan.

Juno menoleh dan menatap Aruna. "Jalan saja! Nanti aku yang menunjukkan jalannya," seru Juno kemudian.

"Biar cepet." Aruna membantah lagi.

"Kalau begitu jangan harap aku berikan rekaman CCTV-nya."

Aruna mendengkus kesal. Mau tidak mau ia mengikuti keinginan Juno lagi. Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang, karena Aruna memang tidak pernah ngebut di jalanan.

"Ini mobil baru, ya?" Juno bertanya setelah keheningan tercipta beberapa saat di antara mereka.

"Iya." Aruna menjawab singkat.

"Hadiah dari perusahaan?"

"Iya."

"Itu pasti karena perusahaanmu berhasil mendapatkan tander besar dari aku. Aku bilang pada Pak Surya, jika aku suka kinerja manajer keuangan mereka. Makanya aku percaya menanamkan saham begitu banyak di perusahaan dia."

"Narsis banget, si!" Aruna menggerutu pelan, sehingga terdengar samar oleh telinga Juno.

"Kamu ngomong apa?" tanya Juno kemudian.

"Nggak ngomong apa-apa. Salah denger kali, mungkin suara mesin mobil," Aruna berdalih. "Kita ke mana ini?" tanya Aruna mengalihkan pembicaraan, ketika dia dihadapkan dengan pertigaan di depannya.

"Belok kanan!" jawab Juno. Aruna memutar kemudinya ke arah sana. Baru beberapa meter mobil itu melaju, Juno berkata lagi, "Berhenti di depan gedung itu!" Juno menunjuk sebuah gedung bertingkat dua di sebelah kiri jalan mereka.

Tanpa berpikir panjang, Aruna menurut saja. Melajukan mobilnya ke arah sana. Dia pikir di sanalah tempat tinggal Juno. "Ini butik. Ngapain kita ke sini?" Setelah berada di depan gedung tersebut Aruna bertanya sambil mengernyit bingung.

"Beli baju, lah. Masa mau berenang." Juno berkata seperti itu sembari membuka pintu mobil, lalu keluar dari sana. Namun, sebelum dirinya menutup pintu mobil, ia melihat Aruna masih setia berdiam diri di belakang kemudi mobil. "Ayo, ikut!" ajak Juno dengan nada memerintah. Tubuhnya sedikit membungkuk agar bisa melihat perempuan itu dari luar.

"Aku tunggu di sini saja. Silakan kamu beli baju sesukamu!" tolak Aruna, lalu bersandar dengan santai di sandaran kursi mobilnya.

...***...

Kira-kira kenapa Juno mengajak Aruna ke butik, ya, Readers? Mau beliin baju buat Aruna? Apa beliin baju buat othornya. Mungkin Juno tahu kalau lebaran kemarin othornya nggak beli baju 😅

1
Rini Resman
Aruna mau dipamerin ke ortu Juna dg penampilannya yg asli, cantiik
Rini Resman
Ternyata Aruna sangat cantiiiik...
Rini Resman
Yg liat bos Juno dong..
Ros Yusmiasih
siapa lagi kl bukan kezia 😂😂😋
Fitri Riyani
Luar biasa
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak. 🙏😍
Jika berkenan mampir di karyaku yang lain, ya 🥰
total 1 replies
bunda syifa
si Juno ini polos apa bodoh sih, apa cuma mau negesin k Kezia klo dia beneran suka sama Aruna dan gc pernah tertarik sama Kezia
bunda syifa
bukan nya situ yg ngambil kasih sayang bapaknya si Aruna
bunda syifa
Luar biasa
Ran Aulia
terimakasih author , ceritanya bagus, romantis , saya suka tutur bahasa di cerita ini 😍😍😍😍

semangat ya author 👍👍👍👍
ditunggu karya selanjutnya 💪💪💪💪
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih, Kak 🥰
total 1 replies
murniati cls
minta bantuan aja sm juno
murniati cls
dia udah ada rasa sm Juno tp Krn egonya itu loh
murniati cls
mgkn mrka udah nikah punya ank,n papanya dijodohin SM mamanya Aruna,mknya mama Aruna LBH baik mglah
murniati cls
syg Juno,dia orgnya baik,
Murniyati: namanya hampir sama🤭
total 2 replies
Smiling 🙆
Juno
istri nya suga
asal bukan melamar aja c😊😊😊
istri nya suga
yang jdi juno nya sapa
spil pemeran juno nya 😊😊
istri nya suga: udah di follback dek 🥰🥰🥰🥰🥰🥰 idola ku💜💜💜💜💜
total 4 replies
istri nya suga
manusia munafik
istri nya suga
biasa manuasia² yang selalu merasa diri nya lebih dari manusia lain nya
manusia kaya dena ini banyak di dunia nyata
istri nya suga
sensi amat bu 😂😂😂
istri nya suga
betty lapea kaya nya penampilan aruna kaya gitu😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!