Karena sebuah kesalah pahaman memisahkan mereka tapi di pertemukan kembali di saat yang tak terduga.
Delia dan Leon kisah mereka yang belum terselesaikan kan akhir nya di pertemukan kembali lewat seorang anak kecil.
Apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia ? atau menemukan pasangan hidup masing-masing !.
Cerita ini cuma halu semata ya, untuk menghilangkan jenuh othor jadi semoga suka😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Dy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Tak Terduga
Tak terasa hari ini adalah kepulangan kami ke kota setelah dua hari menghabiskan acara di villa pribadi ku.semua nya sudah memasuki bus masing-masing para sahabat ku pun sudah di satu mobil bersama pengasuh chacha sedangkan aku dan Icha akan satu mobil bersama ketiga trio tampan.
sebelum meninggalkan villa aku lebih dulu berpesan dan pamit pada para pekerja villa dan memberikan sedikit bonus pada mereka karena telah di repotkan oleh kami.
setelah itu aku menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tengah bersama bang ryan sedangkan bang satria di kursi depan dengan memangku Icha sedangkan bang bryan yang bertugas menyetir mobil.
entah kenapa icha bisa langsung lengket dengan semua abang ku padahal mereka baru pertama kali bertemu,tapi itu membuat ku senang setidak nya itu membuat Icha mau berinteraksi dengan orang banyak.
di tengah perjalanan aku baru ingat bahwa belum mengabarkan keluarga Icha. "ehh bentar aku belum telpon oma nya icha buat minta izin icha aku bawa pulang ke rumah kita." ucap ku
"ya udah kamu telepon aja oma nya icha..." ucap bang ryan
"kita langsung pulang atau mau mampir dulu." ujar bang bryan
setelah selesai menelpon dan mendapatkan izin dari oma nya aku pun menutup telpon. " mampir ke mini market ya bang buat beli susu sama cemilan icha oma nya udah izinin dia nginep di rumah kita nanti ada yang anterin baju nya." ucap ku menyela
tak lupa aku mengirim pesan pada reyna untuk mengantar pengasuh chacha ke rumah oma nya Icha lebih dulu karena kami akan langsung pulang ke rumah.
bang bryan pun memarkirkan mobil di depan mini market. "icha mau ikut mami apa tunggu di mobil...?" tanya ku sambil melihat yang bergelayut manja pada bang satria
"Icha sama daddy satria aja mami..tapi titip jajan yang banyak ya."ucap Icha malu-malu
"wah icha udah punya panggilan baru ya buat abang nya mami."
"hihihi iya icha jadi punya tiga daddy sama satu papi terus punya mami juga...Icha seneng banget." ucap nya sambil menghitung jari menampilkan senyum di wajah imutnya
"bagus lah kalo icha bahagia,yaudah mami turun bentar ya baik-baik sama daddy." ucap ku setelah itu memasuki mini market
setelah semua keperluan dan pesanan icha dapat aku pun segera bergegas menuju kasir untuk membayar,setelah itu aku pun keluar dan memasuki mobil...kami pun melanjutkan lagi perjalanan menuju rumah agar bisa beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah kami pun turun dengan icha yang sudah ada di gendongan bang bryan sedangkan belanjaan ku di bawa oleh bang ryan dan bang satria.
"assalamualaikum bik..." ucap ku setelah pintu utama terbuka
"wa'alaikumsalam non silahkan." ucap bik Sumi
"bik tolong buatin puding ya semua bahan nya udah ada di kantong yang ini." ucap ku setelah memberikan salah satu kantong tersebut
"baik non kalo gitu saya permisi ke belakang."
"dek abang ke atas ya mau istirahat kamu sama Icha juga ya." ucap bang satria sedangkan bang ryan sudah lebih dulu memasuki kamar nya
"ya udah ayok abang anter kalian ke atas." ucap bang bryan setelah itu aku hanya menjadi nyamuk di antara mereka karena bang bryan yang asik meladeni pertanyaan icha
sesampainya di kamar ku bang bryan langsung mendudukkan Icha di ranjang king size ku. "icha istirahat ya sama mami delia daddy mau istirahat dulu nanti sore kita main lagi oke." ucap bang bryan yang sesaat membuat ku terpesona dengan kelembutan yang di tunjukkan nya pada Icha.
"oke daddy icha bakalan nurut." ucap nya sambil memamerkan senyum nya
setelah bang bryan keluar...aku pun mengajak icha untuk mandi terlebih dulu dan berganti baju agar tidur nya lebih nyaman.setelah itu aku pun mengajak nya berbaring untuk tidur siang sambil membacakan dogeng.
tanpa terasa hari pun sudah sore dan icha sekarang sedang bermain dengan bang bryan sedangkan bang satria dan ryan tadi berpamitan pada kami harus keluar kota lagi karena proyek yang mereka kerjakan ada sedikit masalah jadi sekarang tinggal bang bryan yang di rumah menjaga kami.
sambil membawa puding yang telah di buat bik Sumi tadi aku menghampiri mereka di halaman belakang. "icha seneng banget ya nak main sama daddy Bryan." ucap ku sesampainya di depan mereka
"mami peliharaan nya banyak banget punya siapa aja...Icha suka sama kelinci nya." ucap Icha yang asik dengan mainan baru nya
"kalo kelinci punya mami tapi yang lain nya peliharaan kakek." jawab ku
"sini Icha makan dulu puding nya nanti main lagi." ucap ku sambil menyuapinya
"abang sini minum dulu kopi nya,nih cicipin puding nya buatan bik sumi hehe.." ucap ku lagi
"makasih sayang nya abang,kamu senang dek ada Icha disini...?" tanya bang bryan setelah menyeruput kopi nya
"entah kenapa delia merasa dekat dengan icha bang,saat pertama kali melihat tatapan icha membuat hati ini terketuk untuk menjaga nya." ujar ku sambil memandang icha yang asik dengan makanan nya
"bagus lah setidak nya kamu punya temen dek dan Icha gak kesepian, abang juga seneng sama Icha apalagi abang mu yang lain."
saat kami masih berbincang tiba-tiba bel rumah berbunyi seperti ada orang yang datang.
"bikk tolong bukain pintu nya..." ucap ku berteriak
"hihihi mami jerit-jerit kayak daddy satria kemarin." ucap Icha cekikikan sambil menutup mulut nya
"bener mami kamu gak malu tuh Icha teriak-teriak."
di saat aku ingin membalas tiba-tiba. " maaf non di depan ada tamu katanya keluarga dari non Icha nganterin baju." ucap bik sumi
"owhh ya udah biar aku yang ke depan bik, makasih ya...bang aku kedepan dulu." setelah itu aku pun meninggalkan bang bryan bersama Icha
dari jauh aku melihat postur tubuh tegap dan gagah... sepertinya keluarga Icha yang mengantarkan perlengkapan nya adalah laki-laki.
"maaf lama saya delia guru nya chacha." ucap ku sesaat akan duduk
"akhirnya kita bertemu lagi..."
"astaga...gak mungkin kamu." ucap ku terbata karena terkejut akan seseorang yang sedang duduk di hadapan ku
"kamu masih ingat dengan ku lia...awal nya aku ragu kalo itu kamu saat kita di mall waktu itu,tapi setelah pertemuan ke dua ini aku yakin kamu adalah delia yang selama ini aku kenal." ucap nya sambil memberikan senyum dengan lesung pipi yang selama ini ku rindukan
"gak..gak mungkin kamu pasti salah orang.silahkan kamu pergi." ucap ku sambil berdiri meninggalkan nya
"bagaimana aku bisa pergi kalau anak ku disini." ucap nya dan itu membuatku membatu mendengar nya
di saat aku terpaku bang bryan datang. "sayang kamu kenapa lama dimana tamu nya...?" ucap bang bryan menghampiri ku
"hey sayang kamu kenapa diem,itu di tungguin Icha di belakang." ucap nya lagi sambil menyentuh pipiku
"ehh maaf bang bisa tolong delia buat bujuk Icha supaya mau pulang sama orang yang menjemput nya." ucap ku lirih
aku tak ingin berbalik ke arah nya,aku belum siap dengan semua ini...aku sama sekali tak membenci Icha atau pun orang itu tapi aku belum siap menerima kenyataan ini.
laki-laki tersebut pun yang tak lain adalah Leon masih diam di tempat semua melihat interaksi Delia dan laki-laki yang di ingat juga bersama Delia waktu di mall tersebut.
"oke abang ngerti kamu langsung ke atas aja buat istirahat ya sayang." sambil mencium kening ku
sesampainya aku di kamar aku hanya bisa menangis karena keterkejutan ini...kenapa dia harus datang di saat aku akan melupakan nya.
kenapa harus dia orang tua icha semua pikiran ku kacau aku tak bisa fokus lagi,yang terdengar oleh ku hanya tangisan icha yang tak mau pulang dan sayup-sayup suara kendaraan keluar dari pekarangan rumah.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀