NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pihak Ketiga / Beda Usia
Popularitas:42.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alana Xaviera merasa seperti sosok yang terasing ketika pacarnya, Zergan Alexander, selalu terjebak dalam kesibukan pekerjaan.

‎Kecewa dan lapar akan perhatian, dia membuat keputusan nekad yang akan mengubah segalanya - menjadikan Zen Regantara, pria berusia tiga tahun lebih muda yang dia temui karena insiden tidak sengaja sebagai pacar cadangan.

‎"Jadi, statusku ini apa?" tanya Zen.

‎"Pacar cadangan." jawab Alana, tegas.

‎Awalnya semua berjalan normal, hingga ketika konflik antara hati dan pikiran Alana memuncak, dia harus membuat pilihan sulit.


‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 : TCB

Jihan yang terpaksa harus meninggalkan acara lebih awal setelah Antoni menyuruh para penjaga untuk membubarkan pesta kini tengah berjalan mondar-mandir di dalam rumahnya. Dia khawatir putranya ikut terseret dalam masalah yang terjadi antara Alana dan Zergan.

"Biarkan saja lah, Ma. Namanya juga anak laki-laki ya harus berani bertindak dan bertanggungjawab. Zen pasti punya alasan kenapa dia bisa datang kesana bersama dengan Alana." ditempatnya duduk, Bram masih tampak santai. Bukan tidak khawatir, tapi dia yakin putranya bisa mengatasi masalahnya.

"Kalau Zen yang disalahkan atas gagalnya pertunangan mereka gimana? Apa Papa nggak khawatir kalau putra kita dapat masalah karenanya?" tanya Jihan.

"Sekali lagi Papa tegaskan, anak kita itu sudah dewasa, Ma, bukan anak kecil lagi." terang Bram.

Meskipun yang dikatakan oleh suaminya adalah benar, tapi bagi Jihan Zen masih seperti anak kecil yang harus dia jaga dan dia lindungi. Apalagi Zen adalah satu-satunya anak laki-lakinya, kebanggaannya.

"Pokoknya Mama tidak mau tahu, Mama tidak akan mengijinkan Zen untuk bertemu dengan Alana lagi, titik!"

Suara mesin mobil yang memasuki halaman rumah membuat Jihan dan Bram saling menatap, tak lama setelahnya Zen masuk dan langsung menyapa kedua orang tuanya.

"Ma, Pa." sapa Zen.

Jihan melangkahkan kakinya mendekat dan langsung menjewer telinga putranya. "Darimana saja kamu, hah?! Semalaman nggak pulang. Nggak tahu apa kalau Mama khawatir!"

Zen berpura-pura meringis kesakitan, padahal jeweran mamanya tidak terlalu keras.

"Kamu pasti pergi sama Alana. Dia nggak ngapa-ngapain dan macam-macam sama kamu kan?" todong Jihan dengan banyak pertanyaan.

Zen menghela napas setelah mamanya menurunkan tangannya dari telinganya, "Jangan gitu, Ma. Alana itu calon menantu Mama." ujarnya.

"Mama belum memberikan restu, Zen!" sahut Jihan. "Tidak bisa apa kamu mencari pasangan yang seumuran atau yang usianya lebih muda dari kamu saja? Mama belum rela melepaskan kamu untuk segera menikah."

Usia Alana yang jauh lebih tua dari Zen membuat Jihan yakin jika Alana pasti mengharapkan hubungan yang lebih serius dari sekedar pacaran. Sementara Jihan masih ingin melihat Zen mengejar mimpinya dulu sebelum nantinya menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita. Apalagi Zen baru lulus kuliah dan baru mulai bekerja, dia khawatir Zen tidak siap untuk menjalani biduk rumah tangga jika menikah diusia sekarang.

"Ma, aku serius dengan Alana dan aku akan menikahinya," tekan Zen. "Setelah masalah ini mereda, aku akan datang menemui orang tuanya dan melamarnya."

"Kamu pikir menjalani kehidupan pernikahan itu mudah? Kamu akan menyesal jika mengambil keputusan tanpa mempertimbangkannya dulu secara matang, Zen." Jihan mengungkapkan kekhawatirannya.

"Tapi ya terserah kamu, jika kamu tetap kekeuh mau menjalin hubungan dengan Alana. Alana harus mau menunggu kamu tiga tahun lagi sebelum kalian memutuskan untuk menikah, Mama hanya tidak mau kamu sampai menyesal, Zen." tegas Jihan, kemudian berlalu meninggalkan ruangan tersebut dan masuk kedalam kamarnya.

Bram hanya mengangkat kedua bahunya saat Zen menatap ke arahnya, dia yakin Zen punya seribu satu cara untuk meluluhkan hati mamanya.

-

-

-

Amara duduk terdiam di sofa, matanya menatap lantai. Suara Alana yang tengah menyampaikan segalanya bergema di telinganya. Dia masih ingat jelas adegan di pesta tadi, bagaimana seorang anak perempuan berusia sekitar enam tahunan berlari ke arah Zergan, memeluk lututnya, dan memanggilnya dengan panggilan 'Papa'.

"Maafkan Mama, Mama tidak akan memaksa kamu lagi untuk tetap melanjutkan hubungan dengan Zergan. Semua keputusan ada ditangan kamu, Alana." ungkap Amara. Meskipun dia selalu mengharapkan Zergan menjadi menantunya, tapi dia tidak ingin memaksa putrinya untuk terus menjalin hubungan dengan pria yang sudah memiliki anak dari wanita lain.

"Tapi... Apa kamu benar-benar mencintai dan menjalin hubungan dengan Zen? Zen masih muda dan baru lulus kuliah, Mama khawatir kamu hanya akan dibuat menunggu dengan sesuatu yang belum tentu pasti. Bahkan Zergan sudah membuat kamu menunggu selama lima tahun, tapi pada akhirnya seperti ini," Amara menunjukkan kekhawatirannya.

"Aku akui aku memang sedang dekat dengan Zen," sahut Alana. "Tapi untuk saat ini aku belum berfikir sejauh itu, Ma. Aku ingin menenangkan diri dulu sementara, kenyataan tentang Zergan cukup membuatku terpukul."

"Aku lelah, aku naik ke kamar dulu ya, Ma, Pa." Alana berdiri, meninggalkan ruang tengah dan naik ke kamarnya.

Beberapa pesan masuk dari Zergan dia buka begitu sudah sampai didalam kamar. Barisan kalimat permintaan maaf terpampang dipesan itu, bahkan Zergan juga mengajaknya untuk bertemu berdua saja.

Alana menghela napas panjang, dia memilih untuk mengabaikan pesan-pesan itu dan meletakkan handphonenya diatas nakas. Antara dirinya dan Zergan, sudah tidak ada lagi yang perlu untuk dibicarakan. Mereka sudah berakhir.

-

Keesokan harinya Alana bangun sedikit lebih siang, dia bahkan lupa semalam tidur jam berapa. Kejadian dipesta terus menganggu pikirannya dan membuatnya hampir tidak bisa tidur.

Selesai membersihkan diri, Alana turun ke lantai bawah dengan wajah yang sedikit lebih segar. Mulai sekarang dia harus terbiasa tanpa Zergan dan harus belajar untuk melupakannya meskipun itu pasti tidak akan mudah. Dia harus merelakan Zergan bahagia bersama Karina dan Kayla.

"Mbak, Mama kemana? Kok sepi?" tanya Alana pada salah satu asisten rumah tangganya.

"Nyonya sedang pergi ke supermarket, Non. Katanya mau belanja buat nenangin pikiran," jawab wanita itu.

Alana mengangguk, dia mulai memakan makanan yang sudah disiapkan untuknya di meja makan. Perutnya terasa sangat lapar karena sejak semalam dia tidak memakan apapun.

Suara bel pintu membuat Alana menghentikan makannya, dia menoleh pada asisten rumah tangganya yang hendak pergi untuk membuka pintu.

"Biar saya saja yang buka, Mbak. Mbak lanjutin aja beres-beresnya." ucap Alana, seketika pelayan wanita itu pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu dan menganggukkan kepalanya.

"Baik, Non."

Alana meninggalkan meja makan dan bergegas pergi keruang depan. Begitu dia membuka pintu, wajahnya terkejut saat melihat Karina sudah berdiri dihadapannya dengan mata memerah menahan tangis sekaligus marah dan kecewa.

Plakkkk...

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Alana. Keputusan Zergan dan orang tuanya semalam membuat Karina tidak terima dan akhirnya dia mendatangi Alana untuk menuntut pertanggungjawaban.

"Ini semua gara-gara kamu! Jika kamu tidak memutuskan Zergan dan membatalkan pertunangan, mungkin sekarang Kayla masih bersamaku!"

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
yg kamu lewatkan banyak Zergan. karena kamu hanya fokus pada dirimu sendiri🤧
Zuri
mantanmu itu lohh Lana🤧
Zuri
oohhh kok udahann /Grin//Grin/
Zuri
tangan sakit tak menghalangi untuk raba meraba, remas meremas🤣
Zuri
akhirnya ketemuuu🥹
Zuri
yg kamu sebut rendahan itu udah kamu coblos berkal kali loh🤧
D_wiwied
tebakanmu bener Al, zergan biang keroknya
Khusnul Khotimah
aduhh kenapa mbak Mina bilang KLO diajak kakaknya Zen.
s moga zergan tidak cari keberadaan zen
markona
ini jg mulut nya mba mina GK bisa semua sekali menyembunyikan sesuatu mulutnya rombeng bgt jangan jangan mba mina ini naksir bgt ke zergan, pecat aj Alana itu pembantu mu mulut GK bisa dijaga, heran dan km Alana pura pura aj GK tau masalah ini ke zergan apa lg NT klu zergan ingin cari tau tentang Zen ke km, disitu lah bisa km curiga,
lia juliati
biarin aja orng jahat kerna karna trus d bayar tunai
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
mana suasana nya mendukung lagi ya zen.berduan,hujan pula.hemmmmmm....
POV setan 😈"lanjutkan, jangan berhenti"


Emang ada yang kamu lewatkan gan degan alias zergan.yaitu tentang kemungkinan terkecil dari setiap kejadian.harusnya,kamu pastiin mayat nya zen.kalo blm lihat dengan mata,kepala,pundak dan kaki.jangan lgsg menyimpulkan Zen udah end.
Resa05
wah ngga sabar nih tungguin cerita selanjutnya
Bunda HB
ART ember mulut e apa2 bilang sama zearga .bilang aja gk tau.art nya pecat aja gk guna. 🤭🤭
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
ingat zergan! siapa menanam, bakal memanenn, jika kamu menanam bunga lateng, jangan harap akan memanen mawar. jadi jangan salahkan zen sama Alana, jika akan mengirimmu masuk hotel prodeo wkwkw
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Awalnya aku cium-ciuman
Akhirnya aku peluk-pelukan
Tak sadar aku dirayu setan
Tak sadar aku ku kebablasan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Dangdutann dulu gaes..Ben tambah semangat goyangnya 💃🤣
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
yaeelahhh zen zen, sudah macam orang kelaparan saja 🤣 Tangan sakit tak menghalangi kegiatan jamah, menyesap dan meremat 🤦‍♀️ yang sakit tangannya penting itunya tak sakit, gass lahhh wkwkw
Khusnul Khotimah
baca bab ini q baca pelan pelan ikut berdebar jantungku....🤭
🔥Violetta🔥: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Pertemuan yang kuimpikan
Kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan
Ternyata bukan khayalan
Sakit karena perpisahan
Kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang
Kini kembali lagi...nyanyi sek Ben nggak oleng wkwkwkwk
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™: kita mah anak buahnya Mr crab yang mata duitan 🤣🤣
total 6 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
wah wah wah kamu meremehkan karina..zergan! demi anak, seorang ibu bisa melakukan apa saja. meskipun nyawa taruhannya..jadi jangan main2 dengan sosok yang di panggil ibu.
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Mereka yang ketemu, aku yang deg-deg serrrrrr. Lana, cerita juga ya, kalo kamu positip.serius dech, doi pasti seneng banget.


Di episode ini aku hawatir sama Karina well.serius, zergan kek psikopat.halalin semua cara buat dapetin keinginannya.
🔥Violetta🔥: Minta didemo si Ntoon 😅😅
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!