Pesona yang ditawarkan seorang Rindu terkadang membuat para laki laki tidak dapat menahan perasaannya.
Bahkan adik kandung Papanya sendiri begitu menggilainya hingga mengklaim bahwa Rindu adalah wanitanya.
"Rindu.. sayang.."
Dirga menatap dalam wajah cantik yang selalu membuat hatinya berdenyut.
"Uncle aku takut"
Jawab Rindu dengan bola mata berkaca kaca.
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia atau bahkan sebaliknya?!.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YAA MAKKKK...
LIKE, KOMENT, VOTE DAN JUGA FAVORITKAN MAKKK 🙏🙏🙏🙏
Happy reading dan untuk para readers 💙💙💙💙💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahyuma_Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
D&R 29
Flashback on
Setelah menyeselaikan obrolanya, Rian dengan cepat membawa Ninda untuk bergerak merubah keadaan,
Laki laki itu berjalan dengan terburu buru dengan tangan kanan nya menggenggam erat tangan Ninda.
"Apa kamu yakin dengan ini?"
Tanya Ninda pada Rian, saat mereka berdua tiba disatu lorong dimana ada beberapa pintu disisi kanan dan kirinya.
"Cukup yakin, hanya tinggal bermain cantik semua akan sesuai dengan rencana kita.
aku akan menahan Lenna dan Revan terlebih dahulu, kamu tetap lah disini dan jalankan tugas kamu, oke"
Ninda hanya menganggukan kepalanya dengan cepat.
"Baiklah.. aku pergi dulu kamu cari tempat bersembunyi jangan sampai terlihat oleh mereka"
"Hmmm iya"
Rian mengulas tipis senyumnya saat mendengar jawab Ninda,
baginya perempuan ini sejak awal selalu menurut dengan perkataanya tanpa sanggahan
laki laki itu mengusap lembut pipi Ninda untuk beberapa waktu setelahnya Rian menyeret langkahnya kearah depan.
Selang beberapa saat handphone milik Ninda bergetar, satu tanda pesan masuk didalam benda pipi tersebut.
*Dirga sudah mulai bergerak, lakukan sekarang*
Begitu isi pesan tersebut!
dengan cepat Ninda menukar nomor pintu kamar milik Dirga dengan nomor kamar milik Rindu.
Dan tidak berselang lama Dirga mulai terlihat berjalan dengan sangat tergesa gesa masuk kedalam kamar Rindu yang dikira kamar laki laki itu.
Ninda tersenyum puas saat rencananya sesuai dengan keinginan.
Setelah Dirga hilang dibalik pintu, Ninda menukar kembali nomor kamar meraka.
tapi saat dirinya ingin memasang nomor pintu kamar milik Dirga,
Ninda nampak membelalakan matanya saat pandangan nya menatap Lenna berjalan dari kejauhan dengan sedikit sempoyongan menuju kearah dirinya.
Hah.!
Alamaaakkk....
kenapa keong racun betina itu cepat sekali kesininya,
Ah sial !!!..
bagaimana ini, aduhh
Tanpa pikir panjang Ninda kembali menarik nomor kamar Dirga menggantinya dengan nomor lain yang dia bawah,
berlarian begitu panik dan tergopo gopo membawa nomor tersebut menuju salah satu kamar yang sudah Ninda dan Rian pilihkan.
Dasar laki laki sialan.. katanya mau mengalihkan perhatian mereka huh.. huh.. huh..
umpat Ninda lagi dengan nafas terengah engah.
Begitu tiba disatu pintu kamar yang dimaksud, Ninda dengan gerakan cepat menukar nomor kamar tersebut
setelah nya dia bergegas pergi bersembunyi disalah satu persimpangaan sudut lorong jalan.
Haah, hampir saja ketahuan
emang breng.sek si Rian, bisa bisanya dia kecolongan begini
awas saja nanti..
Lagi, Ninda mengumpat dalam hatinya setelah memastikan Lenna masuk kedalam kamar.
belum sempat Ninda mengatur deruh nafasnya, lagi lagi dia harus dibuat syok saat melihat kedatangan Revan.
Oh god..
kenapa harus bersamaan seperti ini sih, dimana juga laki laki sialan itu
Haiisss bagaimana lagi ini bisa ketahuan semua rencananya
Dan lagi, satu kepanikan menghantam diri perempuan tersebut
sebab dia tidak bisa bergerak untuk menukar nomor pintu untuk yang terakhir kalinya.
Dan bayangkan bagaimana kalau sampai laki laki itu mengetahuinya?
Aaaaaaaaa tidak.. tidak.. tidak.. jangan sampai ketahuan,
Ayo Ninda berfikir berfikir...
Dengan wajah panik, Ninda mulai mencoba beranjak dari persembunyian nya
berniat untuk mengalihkan perhatian Revan yang nampak sudah mulai mendekat kearah kamarnya itu.
Tapi saat baru dua langkah Ninda kembali memutar tubuhnya saat melihat Rian telah datang,
yang langsung mengalihkan perhatian Revan.
Cih, baru datang..
untung tepat waktu, kalau terlambat sedikit kan alamat jadinya.
Setelah beberapa waktu menunggu, Ninda mempunyai kesempatan bergerak menukar nomor pintu kamar untuk yang terakhir,
begitu berhasil terpasang secepat kilat Ninda beranjak dari sana.
Flashback off....
...----------------...
"Cih malah tertawa.. sesenang itukah melihat aku merasa panik begitu"
Ninda berbicara sedikit kesal kearah Rian.
"Oh sayang maafkan aku, maaf hmmm"
Rian bergerak memeluk tubuh Ninda begitu erat.
Keduanya masih berbaring diatas ranjang, bersama pagi yang sudah menyapa sepasang anak manusia itu, tapi keduanya masih nampak menikmati kemesraan dan enggan beranjak dari posisinya.
Tadi malam saat Rian dan Ninda berhasil melaksanakan misinya, Rian lansung menarik Ninda untuk bermalam dikamarnya.
Walau diawali drama Ninda yang sedikit marah lantaran Rian yang kurang cepat saat bergerak, tapi pada akhirnya Rian berhasil membawa Ninda menghabiskan malam bersama.
"Apa ini masih sakit?"
Tanya Rian dengan satu tangan menyentu lembut bagian bawah Ninda.
Mendengar ucapan laki laki itu, Ninda menggigit cukup keras dibagian dada Rian.
"Aawwww.. sayang"
"Singkirkan tangan kamu, jangan coba coba lagi melakukan nya.
kamu cukup gila untuk tadi malam"
Walau sedikit keras saat berbicara, tapi Ninda cukup malu menjawab pertanyaan Rian hingga menenggelamkan wajahnya didada bidang laki laki tersebut.
Rian tampak terkekeh mendengar jawaban Ninda apalagi saat melihat tingkah laku Ninda saat ini yang terlihat begitu menggemaskan baginya,
Rian semakin mempererat pelukanya.
"Kamu tahu sayang.. aku selalu lepas kendali saat bersama kamu hingga aku terus bersemangat untuk melakukanya tadi malam"
Tangan Rian bergerak meraih tangan Ninda dan menautkan nya untuk beberapa saat.
Tidak akan aku biarkan kamu lepas lagi kali ini, dan aku juga yakin kamu juga tidak akan bisa lagi lari dari aku
sebab aku membuang seluruh benihKu lagi kedalam sana
Ninda mengangkat wajahnya menatap Rian, seolah mencerna ucapan dari laki laki tersebut.
kata kata Rian jelas menggambarkan hal lain dalam fikiran perempuan itu.
Saat bersama kamu.. ??
Apa ada perempuan lain yang selalu menemani malam malam panjang kamu,
yang selalu menghangatkan tempat tidur kamu?
Rian menarik ujung alisnya saat melihat tatapan berbeda dari Ninda,
sorot mata sendu menandakan ada satu rasa kecewa didalam sana.
Cup
"Apa kamu berfikir aku laki laki baji.ngan yang selalu meminta dihangatkan saat menjelang tidur hmmm"
"Ya.. apa?"
Mata indah itu menatap tak percaya kalau ucapan Rian begitu tepat seperti difikiranya.
Cup
Ciuman kedua Rian berikan lagi dibibir Ninda saat perempuan itu tidak kembali dari rasa keterkejutan nya.
"Besuk kita pulang ke Jakarta bersama, Mama ingin sekali berkenalan dengan calon manantunya"
Ucap Rian kemudian.
"Ya.. bagaimana maksudnya?"
Belum sempat menguasai diri dari rasa ke terkejutan nya Ninda kembali dibuat syok dengan ucapan Rian lagi.
Tapi alih alih perduli dengan ucapan Ninda yang telihat kurang paham akan maksudnya, Rian bergerak mengukung kembali tubuh Ninda
dan langsung menyapu bagian sensitif perempuan itu dengan bibirnya.
"No Rian.. jelaskan dulu ucapakan kamu tadi.. aaaakkhh.."
Kedua tangan Ninda sudah meremas kuat saat bibir Rian mengulum niplenya dan menye.sapnya dengan kuat.
"Nanti saja, saat kita sudah selesai menidurkan adik kecilKu"
"Tapi Rian aku.. aaakkhhh"
Ninda terpekik saat bagian bawahnya kembali dimasuki benda keras milik Rian.
"Sayang.. dia sudah masuk, jadi biarkan aku melakukanya dulu, setelah itu akan aku jelaskan.
Lagi pula aku ingin mendengar suara indah kamu sekali lagi hmmm"
Dengan suara tertahan, Rian berbicara seraya dibawah sana mulai bergerak memompa keluar masuk secara perlahan.
"Aaaakhhh.. sayang.. "
"Yes honey.. kamu menyukainya bukan"
Ninda hanya menganggukan kepalanya
dengan tubuh yang naik turun karena gerakan Rian yang membawahnya pada kenikmatan kembali.
"Sayang aaakkhh... lebih dalam lagi"
"Hmmm yes honey.. sesuai permintaan kamu"
Rian mempercepat hentakan nya, memberi kepusan untuk perempuan yang begitu Ia cintai saat ini.
Suara des.ahan dan erang.ngan jelas menggema dan mendominasi didalam kamar tersebut.
percikan hasrat dan gelombang gai.rah menggulung kedua insan yang menunggu titik pucak akhir yang harus mereka keluar bersama sama.
"Aaaakkhh sayang.. aku.. mau keluar"
"Aaaakkhh.. hmmm bersama"
Dan beberapa saat kemuadian keduanya bersama sama merasakan ledakan dalam tubuhnya,
begitu lega dan puas akan rasa nikmatnya.
Rian kembali merengkuh tubuh Ninda, melesatkan beberapa ciuman disuluruh wajah Ninda yang terlihat masih mengatur deruh nafasnya sembari memejamkan kedua bola matanya.
"Will you merry me.. because I Love you?"
Seketika Ninda membuka kedua bola matanya dengan tatapan tidak percaya.
Perempuan itu terdiam, cukup bingung dengan ucapan Rian saat ini hingga laki laki itu kembali bersuara.
"And our little baby hmmm"
Ninda hanya mengerjabkan mata sembari merasakan tangan Rian menyentu perutnya.
Iya, dia hampir lupa kalau apa yang dia lakukan bersama Rian tadi malam sampai pagi ini bisa menghadirkan seorang bayi.
Mungkin waktu pertama kali melakukan nya dulu dia masih beruntung tidak sampai hamil walau dirinya cukup merasa ketakutan saat itu,
tapi kali ini kemungkinan itu jelas bisa terjadi dan ketakutannya akan kembali datang.
Kalau dia tidak segera menikah, lantas bagaimana dengan nasibnya,
Ninda menggigit bibir bawahnya, kembali menatap wajah tampan yang masih setia memeluk dirinya.
Hingga beberapa waktu kemudian dengan mata yang berkaca kaca Ninda menganggukan kepalanya sembari menyembunyikan wajahnya didada Rian.
Rian tersenyum senang sambil mencium pucuk kepala Ninda.
"Oh sayang.. terimah kasih"
"Cih, apa tidak ada tempat yang lebih romantis untuk melamar seorang perempuan"
Rian nampak tegelak mendengar ucapan Ninda yang bernada sindir itu.
tapi dia seolah tidak perduli, rasa bahagia yang akan mempersunting perempuan yang telah mencuri hatinya itu telah menyelimuti hatinya.
"Bukan masalah, nanti akan aku buatkan sesuai keinginan kamu"
"Ish, dasar"
Dan keduanya bersama sama menikmati suasana bahagia berharap hubungannya selalu indah kedepan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aaaaaaaa.. terimah kasih atas dukungan nya pecinta karya author..
Maaf yaa mak.. author telat up.. sebab mak author lagi gak enak body habis pulang mudik..
Ditambah langsung dihantam pekerjaan sampai pulang larut jadi gak bisa nulis keburu lelah..
Tapi janji author tiap minggu pasti up.. aaaaa pokok jangan bosan nungguin kisah Rindu dan Dirga ya mak....
Cerita Rian dan Ninda dibuat tipis tipis aja yaa mak... siapa tahu besuk besuk author bikin sequil cerita mereka...
💙💙💙💙💙💙 untuk kalian