menceritakan kisah cinta anak bram sanjaya
putra Bram sanjaya dan putri Bram sanjaya adalah anak kembar dari pasangan Wina wijaya dan Bram sanjaya, mereka terlahir kembar namun mempunyai karakter yang berbeda, putra yang dingin dan spontan, tidak memikirkan perasaan lawan bicara nya ketika mengutarakan sesuatu. tegas dalam sikap, dan bertanggung jawab sedangkan putri adalah gadis periang, suka memasak seperti mamanya, Abimanyu sang adik juga tak kalah keren, manja dengan sang mama jika tidak ada kakak dan adik nya, suka bercanda, dan spontan. dan Bianca, adalah gadis yang ceria, spontan, keras kepala, cerdas, dewasa walau usia nya masih sangat muda, dan tegas,. serta tidak mau di bantah.
siapakah yang bisa mendapatkan cinta anak anak Bram sanjaya
yuk ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
" kak farhan..! " panggil Utari saat sampai di depan toko,
" Utari.. ? katanya kamu membawa kue, ? " tanya farhan
" udah di ambil yang punya kak, tadi janjian di parkiran dan pesanan toko kue bu siwi di antar sama abi, dan ini untuk kakak, " jelas Utari sembari duduk dan memberikan kue dan makan siang untuk farhan
" suami mu kaya tapi kamu masih saja berjualan kue seperti ini " ucap farhan
" sudah kak jangan membahas kekayaan abi dan keluarga nya, jari tangan dan jari kaki ku tidak cukup untuk menghitung aset keluarga abi " ucap Utari diiringi tawa.
" kamu memang tidak berubah Utari, tidak silau dengan harta orang lain, meski harta suami mu sendiri , padahal harta suami mu itu tidak akan habis 7 turunan, dan 7 tanjakan " ucap farhan di iringi gelak tawa keduanya
" mungkin jika ayah tidak mempunyai hutang, kita pasti masih merasakan hidup layak kak, dan kakak tidak harus putus kuliah, dan ibu tidak akan berjualan sayur, dan aku pasti bisa mewujudkan impian ku " ucap Utari mengenang ayah nya
"sudahlah.. jangan mengingat nya, kakak bahagia menjalankan ini semua, terlebih kamu adik kakak satu satunya sudah mempunyai kehidupan yang layak, jadi kakak tidak khawatir " ujar farhan, dan mencubit hidung Utari. Utari hanya tersenyum
" tapi Utari khawatir kak dengan kehidupan kakak, Utari akan melakukan apa saja,untuk membantu kakak, walaupun dengan cara berjualan kue, tapi tidak mengurangi waktu ku untuk suami dan keluarga baru ku " ucap Utari dalam hati sembari menahan air mata nya dan menatap kakak nya yang sedang makan kue buatan nya.
" Utari.. " panggil abi
" yah.. " jawab Utari singkat
" ini hasil kue mu dari bu siwi " ucap abi sembari memberikan uang hasil penjualan yang ia titipkan pada bu siwi
" oh.. iya.. " jawab Utari singkat
" em.. lumayan.. dan bahan di rumah masih ada " ucap Utari setelah menghitung jumlah uang hasil penjualan kue nya lalu tersenyum, abi yang melihat Utari tersenyum pun mengacak lemut rambut Utari.
" kak.. Utari pulang ya.. ? " ucap Utari, " oh ya, kotak makanan yang kemarin mana kak " ucap nya lagi
" ada itu di dekat kotak uang penjualan " jawab farhan santai, Utari pun mengambilnya, namun sebelum itu ia memasukkan beberapa lembar uang kedalam kotak penjualan sayur farhan. abi pun mengetahui nya namun ia pura pura tidak melihat kemudian Utari mengambil kotak makanan nya
" maaf kak, aku tau cara ku ini salah, tapi jika aku memberikan nya langsung pasti kamu tidak mau menerima nya, semoga membantu kak " ucap Utari dalam hati dan langsung ber pamitan dengan farhan
" abi.. aku mau makan bakso pak kumis itu " ucap Utari sembari menunjuk warung pak kumis
" ayo.. " ucap abi dan tersenyum lalu mereka masuk ke warung bakso pak kumis
" Toni.. bakso dua " ucap abi sembari duduk di bangku
" abi mama minta bakso, mama bilang minta 17 porsi " ucap Utari sembari membaca dari Wina dari pesan dari ponsel nya
" banyak sekali sayang..? " tanya abi heran
" kamu lupa, kakak kakak ada rumah, dan juga buat mbok Yati dan yang lain ya "
" baiklah, kita makan terlebih dahulu disini sembari menunggu pesanan " ucap abi sembari minum teh botol
' Toni.. bungkuskan 17 porsi bakso, kuah dan bakso serta mie nya terpisah " pinta abi pada Toni
" baik tuan abi.. " jawab Toni sembari meletakkan dua mangkuk bakso di depan Utari dan abi, abi dan Utari mulai memakan bakso nya.
🔸
" mama.. " panggil Utari pada Wina yang berada di ruang makan sedang menyiapkan mangkuk untuk bakso nya
"mana pesanan mama sayang.. " ucap Wina menanyakan bakso nya
" ada ma abi yang membawanya, " sembari duduk di kursi meja makan dan menghitung uang hasil penjualan kuenya, dan mencatat nya.
" bagaimana hasil penjualan nya kue mu sayang " ucap bram tiba tiba datang bersama, putra, lisa, putri dan Damian dan mereka duduk di kursi mading masing
" ah.. papa eum.. hari ini lumayan pa.. dan keuntungan juga lumayan, begini rasanya bisa menghasilkan uang sendiri " ucap Utari di iringi senyum bahagia nya.
" mau untuk apa uang nya " tanya ram sembari tersenyum
" entah pa.. Utari juga bingung untuk apa, kebutuhan Utari semua sudah di penuhi abi, Utari ingin merasakan mempunyai penghasilan sendiri pa, seperti kak putri, tapi tidak mengurangi waktu Utari untuk abi, mama dan papa " jelas Utari panjang lebar, sembari memasukkan uangnya ke dalam tas nya bram dan Wina saling memandang dan tersenyum
" ma.. ini bakso nya " ucap abi tiba tiba dan meletakkan boks besar bekas kue Utari, karena bakso nya ia letakan di dalam boks, Wina hanya mengangguk dan membuka boks tersebut
" astaga.. kenapa sebanyak ini sayang.. " ucap Wina pada Utari
" mama anggota di rumah ini banyak ma, dan yang ini untuk mbok Yati dan para asisten lainnya, " jelas Utari sembari mengambil bagian mbok Yati dan yang lainnya
" sayang.. biar aku saja yang mengantarkan bakso mbok Yati ke belakang , kamu ke kamar dan istirahat nanti aku menyusul " ucap abi sembari berlalu ke belakang
" iya.. ma Utari ke kamar, Utari sudah makan bakso tadi di pasar " ucap Utari lembut pada Wina
" iya istirahat lah.. " jawab Wina dan tersenyum
" permisi pa.. kak " pamit Utari dan langsung naik ke atas menuju kamar nya
" pas sekali hujan begini makan bakso " ucap putri yang memang suka dengan bakso pak kumis.
" ma.. abi mau menyusul Utari ke kamar.. " ucap abi tiba tiba yang baru saja datang dari belakang dan langsung menuju anak tangga
" abi..hujan begini berdua dengan istri mu di kamar, ngapain? " celetuk Damian
" membuat anak " ucap abi santai
" mesum.. " teriak putri, di iringi gelak tawa semuanya.
" bodo ! " jawab abi santai dari lantai atas
" sudah.. ayo makan, biarkan mereka berdua istirahat " ucap Wina yang masih tertawa mendengar ucapan konyol abi
🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
gak lanjut lagi nich thor?