Pertemuan yang tidak disangka antara Fatur dan Anggita menjadikan mereka yang awalnya saling membenci menjadi saling cinta. Anggita yang niatnya pergi ke Batam untuk liburan karena sedang patah hati karena kekasihnya dan bertemu dengan Fatur mahasiswa jurusan arsitektur.
Awalnya Anggita hanya menganggap Fatur sebagai teman namun lama-kelamaan mereka saling mencintai dan menjalin hubungan. Anggita yang sudah putus dengan Damar, kini harus menikah dengan Damar karena kedua orang tuanya yang sudah dekat. Anggita terpaksa harus berbohong kepada Fatur dan meninggalkannya tanpa kabar. Dan membuat Fatur trauma serta patah hati hebat.
Setelah perpisahan mereka selama 4 tahun akhirnya Fatur kembali bertemu dengan Anggita. Mereka bertemu saat Anggita mencari seorang arsitek untuk membuat sebuah rumah setelah pernikahannya. Luka dan trauma yang ditinggalkan Anggita masih Fatur rasakan tapi anehnya Fatur kembali jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Anggita Dan Rudi
Anggita tidak menyangka jika akan bertemu kembali dengan lelaki setengah baya yang sudah beberapa kali dihindarinya bersama Fatur, siapa lagi jika bukan papanya. Entah apa yang akan terjadi kepadanya saat ini, papanya Fatur berada di depan matanya duduk berhadapan dengannya.
Apa yang akan ditanyakan olehnya membuat Anggita begitu gugup dan ketakutan, sepertinya dirinya akan mendapatkan masalah yang sangat besar. Kedua bola mata Rudi terus menatap Anggita dengan lekat tak berkedip, begitu dengan Anggita yang hanya menundukkan kepalanya sambil kedua telapak tangannya saling menggenggam satu sama lain.
Tidak ada yang akan menyelamatkannya saat ini karena Fatur sedang berada di kamar dan tidur, tapi Anggita berharap jika Fatur akan datang menyelamatkannya kembali membawanya pergi dari hadapan papanya.
"Apa kamu dengan Fatur sudah lama saling kenal?" Rudi mulai bertanya saat beberapa saat mereka berdua saling terdiam tidak banyak bicara.
Deg, tatapan mata Anggita yang tadinya menatap ke sembarang arah kini tiba-tiba terpaku menatap papanya Fatur yaitu Rudi. Baru kali ini Anggita menatap kedua bola mata papanya Fatur begitu dekat, ada rasa takut saat menatapnya. Tatapan mata Rudi sangat tajam dan sedikit menakutkan, berbeda dengan tatapan mata Fatur yang begitu sangat teduh dan menenangkan dirinya.
Ingin rasanya Anggita menjawab pertanyaan papanya Fatur dengan cepat, namun lidahnya begitu sangat kelu dan kaku. Degup jantungnya berdetak semakin kencang, rasanya seperti sedang di interograsi.
"Em..." Anggita terlihat kebingungan harus mulai dari mana, kedua bola matanya terus melirik ke kiri dan ke kanan.
"Hubungan kalian berdua sejauh mana?" tambah Rudi bertanya lagi saat Anggita belum juga menjawab akan pertanyaannya yang pertama.
Sungguh Anggita tidak tahu apa yang harus dijawab dan dijelaskan kepada papanya Fatur. Sebenarnya bukan Anggita tidak mau bercerita, tapi mimik wajah dan ekspresi wajah Rudi membuat nyali Anggita ciut untuk menceritakan semuanya.
"Aku lihat Fatur sangat senang berada di sampingmu, dia terlihat sangat bahagia." Rudi terus menerus berbicara tanpa menunggu akan jawaban dari Anggita yang masih terlihat kebingungan.
Ucapan Rudi mulai membuat Anggita semakin kebingungan, mengapa Rudi bisa berbicara seperti itu? Tidak mungkin jika Fatur bahagia berada di sampingnya, yang ada mereka berdua saling bertengkar satu dengan lainnya.
"Sepertinya Anda salah paham. Aku dan Fatur nggak mempunyai hubungan spesial." Anggita memberanikan diri mulai bercerita meskipun hatinya dilanda rasa gugup luar biasa.
"Aku kenal Fatur. Dia bukan tipe lelaki yang mudah dekat dengan perempuan, apalagi dia selalu ingin menjaga dan melindungi mu," balas Rudi yang berhasil membuat Anggita terdiam lagi.
Apa yang dimaksud dengan ucapan Rudi membuat Anggita semakin tidak mengerti, apa Rudi menganggap jika ada hubungan spesial antara putranya dengan dirinya? Jika memang itu yang dimaksud oleh Rudi tentu saja tidak benar, karena mereka baru saja bertemu.
"Aku nggak mengerti akan ucapan Anda, Pak." Anggita mencoba pura-pura tidak tahu.
Rudi tidak mungkin bisa percaya begitu saja jika Anggita tidak tahu tentang perasaan Fatur. Semua terlihat sangat jelas dari sikap Fatur memperlakukan dirinya.
"Putraku menyukaimu," jelas Rudi dengan nada begitu sangat enteng tapi membuat Anggita sangat terkejut.
Apa yang Anggita dengar dari Rudi sepertinya salah paham, bukan itu yang terjadi sebenarnya. Tidak mungkin jika Fatur menyukainya seperti yang diucapkan oleh papanya Fatur.
"Apa? Apa yang Anda bilang? Fatur menyukaiku?" Anggita tidak percaya dan terlihat begitu terkejut.
"Iya," jawab Rudi enteng.
"Nggak mungkin, Pak. Anda benar-benar salah paham. Aku dan Fatur nggak seperti itu, yang ada kami selalu berdebat." Anggita berusaha untuk menjauhkan pikiran Rudi dari pikirannya.
"Tapi itu kenyataan dan aku bisa melihatnya," timpal Rudi dengan nada yakin jika Fatur sangat menyukai Anggita.
Seolah-olah Rudi bisa memahami dan mengerti tentang perasan Fatur, padahal Rudi lupa jika dirinya sudah mencampakkan putranya sejak lama. Belum sempat Anggita membalas ucapan Rudi, seseorang menghampiri mereka berdua. Seseorang yang diharapkan kehadirannya oleh Anggita sejak tadi, yaitu Fatur.
"Jangan sok tahu bisa memahami ku!" sela seseorang dengan nada terdengar sinis dan tegas membalas ucapan Rudi.
Secara bersamaan Anggita dan Rudi menoleh dan betapa terkejutnya mereka berdua saat tahu itu adalah Fatur.
Erik gagal menahan Fatur untuk tetap berada di kamarnya saat Fatur mengetahui jika Anggita sedang bersama papanya. Tanpa izin dari perawat secepat kilat Fatur meninggalkan kamarnya menuju Kantin, dengan tangan sebelah kananya mendorong infus stand.
Melihat rasa kesal dan amarah Fatur membuat Erik tidak bisa berbuat apa-apa selain mengawasinya dari belakang. Mengingat saat ini Fatur masih mengalami pusing. Tatapan Fatur sangat sinis menatap papanya seakan tidak suka akan keberadaannya sampai kapanpun juga.
"Apa Anda tidak mendengar kalau aku nggak mau bertemu denganmu lagi!" tegas Fatur yang berdiri di samping Anggita.
Melihat kedatang Fatur membuat Anggita senang sekaligus ketakutan karena pasti kedua lelaki itu akan bertengkar hebat, mengingat keduanya tidak pernah akur. Erik merasakan hal yang sama dengan Anggita, yang Erik takutkan adalah jika Fatur kembali pingsan dan akan membuat keadaannya kembali memburuk.
"Tur. Sekarang lo balik lagi ke kamar," pinta Erik mencoba menenangkan Fatur yang sudah emosi.
Sayang Fatur tidak menggubris akan ucapan sahabatnya Erik, tatapan matanya begitu sangat sinis menatap papanya yang sangat Fatur benci. Anggita hanya terdiam dan berharap jika Erik mampu mengendalikan amarah Fatur dan membawanya kembali ke kamar.
"Sekarang lebih baik lo kembali ke kamar." Anggita bangkit dari duduknya dan mendekati Fatur.
Jujur Anggita sangat ketakutan saat melihat kedua bola mata Fatur yang begitu tajam menatap sinis papanya. Apa begitu benci Fatur kepada papanya? Sebesar apa rasa benci Fatur kepada papanya sampai seperti ini? Luka apa yang sudah dibuat papanya kepada lelaki yang sangat baik kepada Anggita?
Fatur masih terdiam tidak menghiraukan ucapkan ucapan Anggita, tatapan matanya hanya menatap papanya seakan ingin menghajar lelaki itu habis-habisan untuk melampiaskan rasa sakit hati dan lukanya.
"Kamu tahu apa yang aku inginkan sekarang?" tanya Fatur berbicara kepada papanya Rudi.
"Apa?" Rudi balik tanya yang masih duduk menatap Fatur dengan sikap sangat tenang.
Mungkin dari sikap Rudi lebih bisa tenang dan mengontrol emosi sejak dulu, berbeda dengan Fatur.
"Ingin sekali aku menghajar mu habis-habisan," jawab Fatur singkat dan berhasil membuat Anggita dan Erik kaget bukan main.
Apa Anggita dan Erik tidak salah dengar jika Fatur berbicara sangat berani kepada papanya?
"Kata maaf saja nggak cukup buat menebus semuanya, bahkan nyawamu juga nggak cukup buat menghapus luka yang sudah kamu tinggalkan bagiku, Mili dan Mama!"
Perkataan Fatur membuat Anggita sedih dan kini Anggita paham perasan Fatur, luka seperti apa yang dirasakannya saat ini sehingga dirinya membenci papanya. Anggita tahu jika papanya sudah meninggalkan luka besar bagi Fatur sampai dirinya tidak bisa melupakannya begitu saja.
awas dingin ka
semangat Thor 😘
Hanya sebatas komen no like..
Hadir berdasarkan rekomendasi 🥰
jangan lupa mampir juga ya