NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29: Aldo Di Pangkuannya

"Apakah itu hinaan bagimu, Alma?"

"Seorang wanita cantik menolak dikatai cantik, malah balik menyuruh lelaki itu membandingkannya ke jutaan wanita di luar sana?"

"Aneh," Aldo tertawa di pangkuan Alma. "Aneh 'kan? Malah terdengar lucu, loh."

Alma membuang muka.

"Pangkuanmu hangat, tempat yang bagus untuk menangis." Aldo berbisik, lalu meraih tangan Alma. "Tanganmu halus, cocok untuk digandeng dan ... wajahmu cantik," Aldo mendongak. Matanya menatap Alma lurus, "dan wanita secantik ini tidak senang dipuji."

"Suamiku akan pulang, Aldo. Jadi menyingkirlah."

Aldo tertawa, "lihat, aku benar-benar seperti selingkuhanmu sekarang."

Alma meringis, entah mengapa kalimat itu menyinggung.

Di pangkuan Alma, mendadak Aldo meluapkan kesedihannya. Alma terperanjat, refleks mengelus rambut Aldo untuk menenangkannya. Kepala Aldo turun, lalu mendekap kedua tungkai kaki Alma. Masih menangis, lelaki itu membuat Alma ikut turun ke lantai lalu mengangkat wajah Aldo. Kedua tangan Alma membungkus kepalanya, "berhenti menangis, Aldo." Mata Alma berkaca-kaca, "please ...."

Alma memohon, Aldo mengiakan. Tangis Aldo langsung berhenti, kepalanya mengangguk perlahan. "Matamu seperti berat, kamu tidak tidur semalam?" Aldo melirik Alma, lelaki itu mengangguk. "Tidurlah," Alma menarik selimut dan memperlihatkan ruang lenggang di sana. "Aku akan membangunkanmu jika Mas Adli pulang. Tidurlah sampai sepuasmu, sepertinya suamiku lama pulang." Alma meringis, benar kata Aldo. Alma seperti memiliki lelaki rahasia di belakang suaminya.

Aldo benar-benar membaringinya, Alma menyelimutinya. Alma berbaring di sebelah Aldo, memerhatikan lelaki itu yang menatapnya balik. Alma mengibaskan tangan di depan mata Aldo, "tidurlah, Aldo." Usapan pelan Alma di pipinya, Aldo menganggukkan kepala. Mata lelaki itu merapat dan terlihat nyenyak beberapa menit kemudian. Aldo benar-benar mengantuk, Alma bingung kenapa Aldo senang sekali memaksakan diri.

Alma mendekatkan bibirnya ke telinga Aldo, mengetes, apakah Aldo benar-benar sudah tidur. "Kamu sudah makan?"

Aldo langsung membuka matanya, dia yang awalnya berniat pura-pura tidur menoleh kembali ke Alma. Dia menjawab, "belum."

"Ingin makan sesuatu?"

Aldo mengangguk.

"Setelah kubawakan makanan, tidurlah."

Alma keluar dari ruangannya, dari luar dikunci olehnya. Alma ke dapur, melirik sekitar, berharap Yura tidak ada dan memergokinya. Alma memasak sesuatu. Setelah itu membawa nasi goreng dan buah-buahan ke kamarnya. Kembali membuka pintu, masuk dan menguncinya lagi dari dalam. Aldo menunggui Alma di atas ranjang, wanita itu meletakkan piring dan buah-buahan ke pangkuannya. Aldo melirik pangkuan Alma. Seperti tergiur oleh nasi goreng tersebut.

"Mau kusuapi?"

Aldo mengangguk. Perhatian Alma membuatnya senang. Alma menyendok nasi goreng dan menyuapkannya ke mulut Aldo yang terbuka. Aldo mengunyah. Enak. Senang sekali nampaknya, senyum di bibirnya terbit. "Lagi," Aldo membujuk. Diarahkannya bibir agar Alma kembali menyuapinya. Alma kembali menyuapinya, Aldo nampak riang.

Setelah suapan ke sekian kalinya, Alma turun dari ranjang untuk pergi ke keran wastafel yang ada di kamar mandi, hendak mencuci buah-buahan yang dia bawa. Setelah bersih, Alma menggunakan pakaiannya untuk mengelap buah tersebut. Perutnya sedikit tersingkap karena pakaian atasnya ditarik ke atas. Aldo menunggu dengan sabar, langsung menerima sodoran buah dari Alma saat wanita itu menghampiri ranjang. Saat Alma menggigit apelnya sendiri, Aldo malah merebut apel Alma yang sudah digigit dan menukarnya dengan apelnya yang masih belum dikoyak.

Alma hanya tersenyum. Daripada yang utuh, Aldo memang lebih senang memakan atau memakai yang bekas Alma. Seperti saat mereka SMA, Aldo membeli ponsel baru yang lebih mahal lalu menukarkannya dengan ponsel lama Alma yang sudah wanita itu pakai sejak SMP. Bukan hanya ponsel, tas, sepatu dan sejenisnya. Aldo selalu membeli yang baru dan menukarnya dengan barang lama Alma. Bahkan Aldo tidak keberatan memakai sepatu pink bekas Alma, hanya karena ingin memakai sepatu Alma yang sudah wanita itu gunakan sejak kelas 3 SMP, Aldo memaksanya untuk muat di kaki besarnya.

"Kamu tidak pernah berubah, ya Aldo ...." Alma tersenyum.

Aldo menatapnya, tatapan lelaki itu sendu. "Kamu yang berubah, Alma."

Alma terkejut. Aldo membaringkan diri ke ranjang, menarik selimut ke bahu atas lalu bersiap hendak tidur. Alma duduk di sebelah tubuh Aldo yang terbaring. Lalu ikut berbaring di sebelah Aldo, sedikit merapat dan Alma memejamkan mata. Aldo tidak pernah berubah, karena Alma pernah bilang, Alma hanya mencintai Aldo yang 'seperti itu'. Sehingga itulah, Aldo tidak pernah berubah. Masih Aldo yang dulu, tidak ada perubahan. Sedangkan Alma berubah karena Aldo pernah bilang, seperti apapun Alma, fisik maupun sifatnya berubah sekalipun, Aldo tetap mencintai Alma. Karena Aldo mencintai 'Alma'-nya, bukan sifat dan fisiknya.

Dua jam tertidur, Alma terbangun. Didapatinya ruang di sebelahnya kosong. Entah kemana Aldo. Alma meringis, mengecek pintu dan setiap jendela. Semuanya terkunci. Aldo itu nyata tapi seakan tidak nyata. Seperti hantu, karena Alma sudah menganggapnya sebagai hantu. Sebenarnya Alma takut kalau Aldo itu halusinasi.

>><<

"Rumah baru Anda sudah siap, Tuan."

Dex menyampaikan dengan wajah cemberut. Sean meliriknya dan hanya ... ber-oh.

"Oh."

Oh?

Oh?

Oh!?

OH!!?

Dex meringis sakit hati. Hanya oh, tanpa ungkapan terimakasih dan ungkapan maaf. Mana rasa kasihanmu, wahai Tuan Muda!? Anda biarkan saya banting tulang, tapi hanya 'oh' jawaban Anda. Kenapa tidak sekalian; ah, ih, eh, uh. Agar lengkap sudah. Kenapa bicara saja Anda terlalu berhemat.

Dex berdeham, "Tuan ...." Tatapannya penuh kode. Tidak bermaksud lain. Mana kalimat terimakasihnya, wahai!?

Sean meliriknya tajam, lalu mendesah. "20 juta akan kukirim ke rekeningmu, dasar bawahan mata duitan." Penyerahan cuma-cuma yang diakhiri dengan makian. Dex sakit hati, kakinya sudah beku. Padahal dia hanya mengharapkan ungkapan terimakasih! Bukan uang! Lalu apa katanya tadi, Dex bawahan mata duitan!? Padahal Dex setulus ini!

"Bukan begitu Tuan Muda—"

"Jika hasilnya memuaskan, akan kutambahi 10 juta. Jangan kebanyakan ngode, aku paham. Uang 'kan maumu?"

Dex segera menyingkir. Tidak, dia tidak sanggup. Ini penghinaan. Sungguh sakit hati mendengarnya.

Sean berhenti sejenak dari laptop yang asyik dia otak-atik. Mata lelaki itu menyipit, "Dex, kamu uang tambahan? Jika disebut uang, kamu pasti mau 'kan?"

Apa-apaan itu? Emangnya Dex semata-duitan itu di mata Sean? Begitu!? Bahkan tanpa digaji selama dua tahun asal diberi makan dan dibiarkan ibadah dan mandi, Dex sanggup! Nah, ini disebut mata duitan oleh Tuan yang sudah memberinya makan.

"Tanpa diembel-embeli uang, aku tetap mau, kok Tuan."

"Alah," Sean mengibaskan tangan. "Jangan modus, aku tahu apa yang kamu mau. Bukan cinta, tapi uang."

Dex hanya bisa meringis. Tak perlu pencitraan, Dex menyambung kalimat. "Apa maumu, Tuan?"

"Nah 'kan," Sean berseru senang. "Jika disebut uang kamu pasti mau."

Nyut, sakitnya itu sungguh berbekas.

"Kemari dulu kamu," Sean menggerakkan tangannya. Dex mendekat. Sean mengeluarkan sebuah kamera, "kamu mantan fotografer abal-abal 'kan?"

"Darimana Anda mengarang hal itu? Saya lulusan S2 di Singapura, andai jika tidak terikat batin oleh Anda, daripada melayani Anda di sini lebih baik saya melanjutkan studi—"

Sean berdecak, "diam dan dengarkan aku, Master."

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!