Menjadi menantu yang tak di anggap sangatlah menyakitkan, dihina dan dicela, menjadi santapan setiap hari, selalu dianggap seperti sampah yang layak untuk dibuang.
"Cukup, jangan terus menerus menghina ku dan pekerjaanku, apa salahnya aku sebagai OB, apa karena seperti seorang pelayan? tapi itu lebih terhormat daripada menjadi pelayan di rumah mertuanya sediri, melayani mertua dan juga ipar tanpa ada rasa menghargai. Aku ini hanya manusia biasa, ada batasnya untuk menerima hinaan dan cacian kalian semua, kalian sudah kelewatan menginjak-injak harga diriku. Aku pastikan kalian akan merasakan seperti apa rasanya menjadi aku." ( Joni)
Sebuah kecelakaan, membuat Kelvin Casandro mengalami koma, setelah terbangun ia mengalami amnesia yang membuatnya melupakan identitasnya. Kelvin menghilang dari rumah sakit.
Setelah enam tahu berlalu, ingatan Kelvin kembali dan secara perlahan jati dirinya terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan 2
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesawat komersial yang di tumpangi kakek Casandro landing.
Kelvin dengan gelisah menunggu kedatangan kakeknya dan ingin memastikan apakah kakeknya tersebut sudah berubah. Setelah menunggu akhirnya laki-laki yang sudah tua tapi penampilannya tidak mau kalah dengan yang muda, datang bersama bodyguardnya.
Kakek Kelvin datang untuk berlibur dan sengaja datang jauh-jauh untuk menemui cucunya tersebut, namun selama tinggal bersama cucunya tersebut, Casandro minta di carikan wanita untuk di jadikan asisten pribadi selama dirinya ada di indonesia.
Kelvin meminta Sonia, untuk menjadi asisten sementara kakeknya, yang akan mengurus dan mengatur jadwal kakeknya itu.
Awalnya Sonia menolak, namun setelah beberapa kali di bujuk, akhirnya dia menerimanya namun dengan perjanjian gajinya akan di naikkan dua kali lipat.
Berbeda dengan Akas, yang sangat antusias untuk menyambut kedatangan Casandro, kakek yang usianya sudah tujuh puluh sembilan tahun itu sudah di anggap seperti kakeknya sendiri.
Tapi bagi Kelvin kedatangan Casandro, adalah sebuah musibah yang harus ia hadapi, bagaimana tidak, tujuan Casandro datang adalah untuk bertemu dengan calon istri Kelvin sesuai janji yang di ucapkan Kelvin bahwa enam tahun lagi, ia akan memiliki seorang pendamping.
Dengan langkah lebar, laki-laki yang memiliki postur tinggi dan gagah walaupun rambutnya sudah di penuhi uban, namun penampilannya mampu memikat gadis-gadis belia.
"Pak, yang mana kakek anda?" tanya Sonia yang masih celingak celinguk mencari keberadaan kakeknya Kelvin, yang sudah membuatnya penasaran.
Tak seberapa Casandro menghampiri.
"Kek ..." Kelvin langsung memeluk kakeknya itu. Sonia terkejut dengan mata membulat, lalu memperhatikan Casandro dari atas sampai bawah.
"Oooohhhh my good." ucap Sonia dengan spontan, sehingga Kelvin dan Casandro sama-sama menatap kearah Sonia.
"Ada apa Sonia?" tanya Kelvin.
"Kenapa sayang? apa kamu kagum dengan kakek?" tanya Casandro, dengan senyum menggoda.
Kelvin menaikan alisnya sebelah, saat mengetahui kakeknya tak berubah dan masih suka menggoda wanita.
"Kek, jangan mulai lagi, jangan jadi aki-aki ganjen, ingat umur, kakek itu sudah bau tanah, sekitar lima atau sepuluh tahun lagi mungkin kakek akan jadi tanah." ucap Kelvin tanpa perasaan.
"Kau keterlaluan kelvin, mendoakan kakek cepat mati." ucap Casandro sambil mengacak pinggang.
"Kakek ..." dari kejauhan, Akas memanggil Casandro, "aku merindukanmu kek, bawa oleh-oleh gak kek?" tanya Akas sambil cengengesan. Secepat kilat tangan kakek Casandra menjitak kepala Akas dengan keras.
Sepanjang perjalanan, Casandro terus saja bercerita kepada Sonia, Sedangkan Kelvin sangat bosan dengan cerita-cerita yang bisa di bilang rayuan. Benar saja, sesampainya di villa Sonia terlihat sudah mulai akrab dengan Casandro.
Perjalan panjang membuat Casandro merasa kelemahan, ia pun memilih untuk langsung istirahat.
"Aku sangat lelah, perjalan kemari membuat sendi-sendi terasa sakit. Ternyata usia tidak bisa di tutupi dengan penampilan." Casandro masih saja membuat lelucon yang menyindir dirinya sendiri.
"Baru sadar kek? kalau usia kakek sudah tidak muda lagi." dengan kesal Kelvin menjawab.
"Selamat istirahat kek, akan aku buatkan sup hangat saat kakek bangun." ucap Sonia.
"Baiklah sayang, aku tunggu, kakek harus istirahat dulu." Casandro pun pergi ke kamar untuk istirahat.
Kelvin menghempaskan pantatnya di sofa, melonggarkan dasi yang membuatnya gerah.
"Kau bisa lihat, bagaimana kelakuan kakek kandungku, dia itu sudah tua bangka tapi masih memiliki jiwa muda yang menggelora."
"Eeemmm, aku pikir, Kakek Casandro itu baik, humoris dan bisa menempatkan posisi dengan siapa dia bicara." Nilai Sofia.
Selama Kakeknya ada bersamanya, Kelvin memutuskan untuk menemani kakeknya berlibur, menghabiskan waktu bersama.
Ditemani sebotol diva vodka, Kelvin dan Casandro, berbagi kisah yang masa lalu saat bersama, dengan momen-momen yang tak terlupakan.
"Kelvin, kamu harus tepati janjimu, memperkenalkan dia pada kakek." ucap kakek sambil meneguk satu sloki vodka.
"Kenapa harus buru-buru kek, masih banyak waktu yang perlu kita habiskan bersama, sebelum memperkenalkan si dia."
"Omong kosong apa, jangan bilang kamu belum punya pasangan. Kamu sendiri sudah mendoakan kakek biar cepat mati, setidaknya sebelum itu terjadi kakek harus melihat kamu punya pendamping, seperti pesan mamamu pada kakek untuk menjagamu."
"Aku bukan anak kecil kek, aku tahu kapan waktunya aku harus mencari teman hidup, tapi untuk saat ini aku belum siap untuk ke arah sana, masih banyak yang harus aku selesaikan, terutama mengambil kembali semua milikku yang ditinggalkan mama."
"Baik-baiklah karena kamu sibuk dengan masalahmu, biar kakek yang akan buatkan kompetisi mencari jodoh, hitung-hitung siapa tahu kakek juga kepincut salah satu." ucap Casandro sambil terkekeh lalu meneguk satu sloki lagi diva vodka yang sangat mahal itu.
Sonia yang sedari tadi memperhatikan kakek dan cucu saling ngobrol membuatnya merasa iri.
"Andai aku masih bisa memiliki keluarga yang hangat seperti mereka, aku pasti bahagia sekali" gumam Sonia dan terasa ikut tersenyum saat keduanya saling mengejek.
Akas yang ikut tinggal di villa menghampiri Sonia yang sedang memperhatikan Kelvin dan kakeknya.
"Terlihat bahagia kan mereka, walaupun Kelvin terlihat dingin dan kejam, dibalik itu dia sosok yang hangat dengan keluarga, aku dan Andra sudah merasakan betapa Kelvin sangat menyayangi kami, bahkan Kelvin rela berkorban untuk kami, membela kami, walaupun dia tahu bahwa itu memang kesalahan kami, baginya keluarga adalah nomor satu." ucap Akas, sambil bersandar dinding menatap Sonia.
"Kau sangat kenal betul dengan pak Kelvin, apa kalian berteman sejak kecil?" tanya Sonia yang mulai penasaran dengan masa lalu Kelvin.
"Iya, aku sudah berteman dengan Kelvin dari kecil, bahkan waktu kami selalu di habiskan bersama."
"Lalu dengan Andra?"
"Dia? eeemmm, dia Sebenarnya anak kepala pelayan yang di percaya mamanya Kelvin, karena usia kami sama, akhirnya kami berteman, dan sekolah Andra di biayai keluarga Kelvin."
"Siapa sangka, kalau Andra akan menusuk dari belakang dan menginginkan apa yang dimiliki Kelvin dengan menggunakan cara yang licik, seperti menjebaknya. Apa kamu tahu, hukuman apa yang diberikan Kelvin pada Andra?"
"Bukankah dia di penjara? menurutku itu hukuman yang setimpal dengan pembuatannya."
"Iya memang dia dipenjara, tapi Kelvin masih memberikan kesempatan padanya untuk berubah, walaupun ia pernah di hianati berkali-kali, namun kelvin masih mau memaafkannya, bukankah itu sama saja melemparkan kotoran ke wajahnya sendiri." Akas ku pun menceritakan mengenai persahabatan mereka.
_TBC
jangan lupa tinggalkan jejak.