Apa yang ada dipikiranmu saat mendengar kata ALIEN?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MGA - Sisi Lain
Kalau saja tubuhnya tidak mati rasa rasanya saat ini Naku ingin memeluk dan menghujani ciuman pada Blue. Tapi Naku langsung tersadar jika dirinya dijadikan umpan oleh karena itu dia harus mengusir Blue dengan cara apapun. Dia tidak ingin Blue menjadi bahan eksperimen lagi.
“Pergilah Blue! Disini sangat berbahaya!“ ucap Naku kemudian.
Tapi Blue tidak peduli, dia justru memindai tubuh Naku dan mencoba menghilangkan efek obat bius dari tubuh pacarnya.
“Blue__“ panggil Naku yang merasa tubuhnya bisa digerakkan kembali.
“Ayo Ayang kita keluar dari sini!“ ajak Blue dengan meraih tangan pacarnya.
Tapi tangannya ditarik yang mana membuatnya jatuh kepelukan Naku. Disana Naku mengeratkan pelukannya.
“Maafkan aku jika aku tidak menahanmu disini pasti kau tidak mengalami semua ini, Ay!“ ucapnya.
Blue memejamkan matanya. “Ternyata banyak manusia jahat di Bumi dan sekarang aku jadi salah satunya!“
“Kau tidak jahat Blue!“
“Aku bahkan membuatmu berdarah, Ayang! Aku mempunyai penyakit aneh sekarang, apa kita bisa menemui Dewi Fortuna?“
“Oh Blue, dapat darimana nama itu?“
“Emily yang mengatakannya, dia dewi keberuntungan yang membantu Emily! Aku ingin dibantu menyembuhkan penyakitku!“
“Siapa Emily? Apa dia yang membantumu berganti pakaian?“
“Dia memberiku pakaian dan juga makanan!“
Naku langsung mengurai pelukannya dan menatap wajah polos Blue disana. “Kita akan kembali ke California! Aku pasti bisa menyembuhkanmu!“
“Suara-suara itu sangat menyakitkan, Ayang. Aku seperti merasakan penderitaan mereka, mereka minta tolong dan aku tidak bisa membantunya!“ keluh Blue.
“Sejauh apa kemampuanmu, Blue? Katakan padaku!“
Belum sempat Blue menjawab suara tepuk tangan dari Profesor Langdon dan ada Max di belakangnya.
“Aku juga ingin tahu sejauh apa kemampuannya? Sepertinya kemampuanmu mulai meningkat, Alien mungil!“ ucapnya penuh kemenangan.
“Kau yang memberiku penyakit ini!“ sahut Blue mulai emosi.
“Ck, bodoh! Dia memberimu anugerah supaya kau berguna!“ timpal Max disana.
Emosi Blue mulai tidak stabil, rasanya dia ingin menghancuran Lab itu. Dan benar saja semua benda disana mulai bergerak dengan tanah yang bergetar.
“Lihat Max, aku berhasil!“ ucap Profesor Langdon kemenangan karena serumnya berhasil. “Serum ini akan memberimu kemampuan tapi juga ada efek sampingnya, serum itu akan menggerogoti tubuhmu perlahan!“
Mendengar itu, Naku tanpa basa basi langsung mencengkram kerah baju Profesor Langdon. “Apa katamu, hah? Itu artinya kau membunuhnya secara perlahan! Lantas apa tujuanmu!“
“Tentu saja keberhasilan! Aku berhasil membuat manusia telekinesis pertama!“ jawabnya.
“Jika kau berhasil maka tidak ada efek sampingnya!“ geram Naku.
Merasa keadaan Lab itu akan runtuh, Max memberi pukulan pada Naku supaya Profesor Langdon lepas dari cengkramannya.
“Ayo kita pergi!“ Max menarik Profesor Langdon untuk keluar.
Sementara Blue semakin tidak bisa mengontrol kemampuannya sendiri. Dan Naku yang menyadari itu mencoba menenangkan Blue supaya berhenti.
“Kau pasti sembuh, Blue. Jangan dengarkan mereka!“ bujuknya.
Tanpa Naku duga tiba-tiba tangannya dicekal oleh Blue dengan merapatkan tubuhnya. Tubuhnya tersentak keatas membuatnya melambung keatas melewati celah atap yang saat itu runtuh.
BRUK!
Mereka berdua terjatuh ketanah dengan bangunan Lab yang hancur.
“Aku menghancurkannya!“ geram Blue yang tidak suka dengan dunia yang Naku jalani.
“Blue kita tidak tahu di dalam sudah kosong atau belum! Bagaimana jika ada orang yang tertimpa reruntuhan bangunan itu?“ protes Naku.
Tapi Blue menatap Naku dengan tatapan tidak suka dan itu membuat Naku jadi bergidik ngeri. Tatapan itu begitu tajam dan tanpa ekspresi.
“Ay__“ panggil Naku lembut.
Tapi Blue bergeming, dia masih dalam posisinya lalu dia berdiri tanpa mengalihkan pandangannya dari Naku.
“Aku tidak suka menjadi manusia!“ ucap Blue kemudian.
“Ay__ apa yang kau pikirkan?“