cut Balqis nabillah gadis cantik berhijab berasal dari Aceh...melanjutkan kuliahnya ke Jakarta untuk menuntut ilmu dan juga mencari tahu tentang siapa ayah kandungnya...karna dari kecil ibunya selalu menutupi siapa ayah kandungnya...
hingga suatu hari iya tak sengaja menjatuhkan foto yang ada dalam diary ibunya...seorang pria tampan yang sangat mirip dengannya...
apakah ini ayah...itulah yang dipikirkannya...
dan juga terdapat beberapa konflik percintaan...
Kevin Wijaya Malik...kakak sepupu Balqis yang jatuh cinta pada kepribadian nya yang sulit di tebak...
Balqis adalah gadis cantik,,berani dan juga sedikit mata keranjang...tak lupa juga penyakit narsisnya yang turun dari sang ayah...
devian kakak senior Balqis memiliki sifat ramah dan baik ia menyukai Balqis..
axxelo Abraham Rahman pria dingin dari keluarga kaya...memiliki kepribadian yang misterius...
siapakah di antara mereka yang dapat membuat Balqis jatuh hati...dan apakah Balqis berhasil bertemu dengan ayah nya...
ikutin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terkejut
"siapa yang berani membully kamu"tanya Zia menatap tajam Balqis
glekk
aku kelepasan bicara batin Balqis
"emm tidak apa apa kak...toh Balqis bisa menghadapi nya"ucap Balqis menenangkan Zia
"kakak tanya siapa yang membully kamu..jawab"ucap Zia menekan kata kata
"maksud Balqis bukan Balqis yang di bully tapi teman Balqis jadi Balqis lawan tadi tukang bully nya"ucap Balqis berbohong
ya Allah maafkan hamba karna telah berbohong...batin Balqis
"tapi kamu tidak terluka kan dek"ucap Zia khawatir
"hehe Balqis kan kuat macam wonder woman"ucap Balqis sombong membusung kan dada
"haha iyaiya adik kecil ku memang hebat...tapi nanti kalo ada yang ngebully kamu bilang aja sama kakak yah...biar kakak penjarakan dia dan akan kakak hancurkan seluruh keluarga nya"ucap Zein serius
"emang bisa kak"tanya Balqis penasaran
"ya bisalah....apa yang tidak bisa dilakukan oleh keluarga Malik...mereka semua hanya abu di mata keluarga kita ..sekali hancur tetap akan hancur"ucap Zia sombong
Balqis menelan ludah kasar mendengar ucapan Zia...dia baru sadar kalo keluarga ayah nya dijuluki super sultan hampir seluruh Indonesia tahu siapa dan seperti apa keluarga Malik..
Zia langsung mengemudikan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang..seperti biasa mereka bercanda ria namun di tengah perjalanan Zia melihat Balqis tertidur..ia tersenyum senang melihat adik kecilnya ia mengelus kepala Balqis dengan penuh kasih sayang
satu jam berlalu dan mereka telah sampai dirumah namun Zia melihat sebuah mobil yang tak asing...siapa lagi kalo bukan mobil paman nya Salman Wijaya Malik...ayah nya Kevin...
Zia menepikan mobilnya ia melihat adik kecilnya yang tertidur pulas karna tak ingin mengganggu tidur sang adik ia pun mengendong dengan hati hati
saat masuk kedalam Mension dia melihat paman dan bibinya tak lupa juga Kevin ada disana ...Kevin merasa cemburu melihat Zia menggendong Balqis...apa lagi saat dia melihat begitu mesra nya Zia mencium Balqis di video yang tersebar
"Balqis kenapa Zia"tanya Zein khawatir
"sssttt Balqis ketiduran ayah...Zia mau antar Balqis ke kamar dulu yah"bisik Zia pelan karna takut membangun kan Balqis
Zein menganggukkan kepalanya..Zia melihat ke arah Kevin tersenyum...namun dibalas datar oleh Kevin ..Zia pun heran namun dia acuh dan melanjutkan jalan membawa Balqis ke kamarnya
Kevin menatap punggung Zia yang sudah jauh
huff untung kakaknya kalo bukan udah gue geprek jadi ayam batin Kevin
"apa itu gadis kecil yang selama ini kau cari kak"tanya Salman
"iya kami sudah lama mengenal namun baru beberapa hari yang lalu aku mengetahuinya"ucap Zein tersenyum di kala mengingat wajah Balqis
"lalu kapan kau akan mengumumkan nya di depan publik"tanya Salman
"aku sih mau secepatnya namun Balqis tidak mau sebelum aku membawa humairah kesini"
"apa kau masih mencintai Humairah kak"
"apa maksudmu"ucap Zein terkejut menatap tajam kearah Salman...namun dibalas senyuman oleh nya
"aku tahu dulu kau sempat tertarik dengan Humairah saat dia bekerja di kantor mu kak...namun karna kau sangat mencintai kakak ipar makanya kau mengabaikan perasaan mu padanya...
Zein terdiam mendengar ucapan Salman dia mengingat zaman dulu dia pernah menaruh hati pada Humairah namun karna dia tak ingin menyakiti putri dia mengubur perasaannya
"hahahaha kau sangat beruntung kak...kau dapatkan Humairah sekaligus anaknya"ucap Salman tertawa mengejek
"kurang asam kau..Balqis juga anak ku"ucap Zein melempar bantal ke arah Salman
sedangkan Kevin mendengar dengan cermat pembicaraan Zein dan Salman..
sedangkan di kamar Balqis
"eughttt kakak"ucap Balqis serak mengerjab kan matanya
"tidurlah girl nanti saat makan malam kakak bangun kan yah"ucap Zia menarik selimut sebatas dada Balqis
cup
Zia pun langsung turun menuju ke ruang keluarga dan dia melihat Kevin disitu lalu ia mengajak Kevin pergi ke belakang Mension
"apa kabar Lo Vin"tanya Zia
"baik bang"ucap Kevin datar
"kapan Lo akan mimpin perusahaan paman"
"gue kagak tahu bang gue lebih suka merintis usaha gue dari nol ketimbang langsung ke perusahaan papa"
"yah Lo bener Vin karna gue juga gitu dulu...namun sekarang berbeda Vin gue sudah sadar...kasian ayah sudah tua masih ngurus perusahaan makanya gue ngambil alih perusahaan ayah"
"Lo sih iya bang...pasti ngalah kan selama ini paman selalu ngedukung Lo..dia selalu ada dari kecil untuk Lo...lah gue jangan kan perhatian..ngelirik pun tidak...nah sekarang giliran gue udah besar gini..dia yang mau ngatur hidup gue"keluh Kevin pada Zia
Zia mengerti keadaan Kevin karna dari dulu Kevin lebih milih tinggal dirumahnya ketimbang rumah sendiri...ia pun tahu bagaimana gilanya paman Salman yang seorang cassanova dan juga mama nya Kevin yang gilanya shopping...untung ada Zein yang mengambil sikap atas tingkah laku Salman dan istrinya karna kakek nya Kevin sudah meninggal...walaupun Zein dan Salman saudara tanpa ikatan darah mereka berdua saling menyayangi
"baik buruknya dia tetap bokap Lo Vin..Lo tahukan tentang ayah gue yang ngejahatin ibunya Balqis bagaimana parah nya bahkan dulu dia menghina ibunya Balqis dan Balqis yang masih dalam kandungannya...tapi kau lihat kan gimana lapangnya hati Balqis dia memaafkan kesalahan bokap gue...bahkan lebih parahnya lagi dia sama sekali tidak membenci bokap gue setelah dia tahu semuanya..."
Kevin terdiam mencerna semua perkataan Zia...ia pun membenarkan semua ucapan Zia...dia membayangkan bagaimana hidupnya Balqis tanpa seorang ayah...dibandingkan dengan dirinya..Balqis lah yang paling menderita
aku semakin salut pada mu qiss...semoga saja kita bisa bersatu batin Kevin
"bang gue mau bilang sesuatu sama Lo"ucap Kevin serius
"apa"
"gue suka sama Balqis"
"APA" ucap Zia terkejut..
"gue suka sama Balqis sudah sejak lama kak...gue suka kepribadian nya gue suka senyum nya gue suka semua yang ada pada dia yang terlebih lagi gue merasa nyaman sama dia kak"ucap Kevin serius
"Lo gila Vin...Balqis itu adek sepupu Lo...dia itu adek gue..mana bisa Lo suka sama dia"
"bisa kak pasti bisa...kan ayah kita tidak sedarah kak...jadi dalam agama dan hukum kalo aku nikah sama Balqis sah sah aja"jawab Kevin enteng
"terserah Lo deh vin gue gak tahu mau haru bilang apa lagi...lalu apa Balqis tahu bagaimana perasaan Lo sama dia"
"tidak kak...Balqis tidak tahu...saingan gue banyak kak..gue harus bisa cepat dapatin hati Balqis..."
"hahaha itu pastilah kan adek gue cantik dan baik jadi wajar banyak saingan"
"itu sebabnya gue butuh bantuan Lo kak...
*bersambung*
halo kakak kakak jangan lupa like vote dan beri rating yah...biar author bisa setiap hari update dan juga makin semangat nulis nya