Andi sudah menyukai Viona sejak Viona masih duduk di bangku SD kelas 5, sedangkan Andi duduk di bangku SMP kelas 1.
Tapi Andi hanya berani menyukai Viona secara diam-diam, dan menjadi pengagum rahasia, yang hanya berani memperhatikan Viona dari jarak jauh secara diam-diam.
Sebagai seorang gadis yang berperasaan lebih halus, dan lebih cepat dewasa ketimbang pria dalam hal perasaan.
Tentu saja Viona menyadari hal itu, dia juga cukup tertarik dengan Andi, cuma di tunggu hingga mereka berpisah sekolah
Viona tetap tidak pernah menerima pernyataan dari Andi bahwa dia menyukai Viona.
Baik itu lewat Surat, SMS, maupun pernyataan langsung secara romantis.
Semua nya pun terlewatkan begitu saja, hingga akhirnya mereka kembali bertemu di kampus yang sama.
Akankah Viona dan Andi akan bersama kembali, melanjutkan perasaan mereka yang sempat terputus.
Bagaimana mereka menikmati kisah percintaan mereka selama masa kuliah, hingga terjun ke dunia kerja dalam kehidupan yang lebih nyata.
Menghadapi berbagai ujian hidup yang lebih berat.
Akankah mereka berdua bisa terus bersama hingga jenjang pernikahan, menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dalam bahtera rumah tangga.
Akankah mereka terus bisa melewati segala macam ujian hidup dan bisa tetap bersama-sama menghadapi nya hingga maut memisahkan mereka.
Silahkan ikuti kelanjutannya, bagi teman-teman yang suka dengan cerita romantis, suka duka percintaan, dan realita kehidupan, anda boleh coba baca dan mengikuti cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENJEMPUT ANDI
Setelah bayangan punggung Andi menghilang dari pandangannya, Santi menghela nafas panjang,
"Sudah tahu cinta adalah derita, apalagi cinta bertepuk sebelah tangan ."
"Mengapa kamu begitu bodoh dan terus berkeras kepala, masih tidak bersedia melepaskan nya.."
"Lepaskan lah... lepaskan lah Santi jangan bodoh lagi, meski sakit kamu harus merelakan nya."
gumam Santi seorang diri.
Santi berjalan kearah kasurnya, dia mengambil headset memasangnya Kemudian mendengar kan lagu yang di kirimkan orang lewat radio.
"Malam ini salah seorang teman kita mengirimkan lagu ini, untuk menemani para pendengar setia yang tengah kesepian menghadapi malam yang dingin."
"Silahkan di nikmati lagu ini berjudul Wo Te Cun Wen Pu Tau Wo Ai Te Jen (Bibir ku tidak bisa menyentuh bibir orang yang kucintai )."
ucap penyiar radio tersebut.
Kemudian lagu sendu tersebut pun mulai mengalun indah.
Santi memejamkan matanya sambil memeluk gulingnya erat-erat, menutupi suara tangisan pilu, yang menghiasi suasana kamarnya yang sepi dan hening.
Air bening jatuh menetes dari sudut matanya, yang tertutup, membasahi bantalnya.
Santi ingin turut merasa bahagia buat Andi dan Viona.
Tapi tidak tahu kenapa, hati kecilnya merasa sangat perih dan sedih, sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis pilu.
Apalagi setelah mendengar lagu di radio itu, hatinya semakin sedih dan pilu.
Sementara itu Viona sehabis mandi berganti pakaian tidur, dia berbaring di kasur sambil tersenyum gembira.
Dia teringat dengan kebersamaan nya bersama Andi, hatinya terasa sangat nyaman dan bahagia.
Viona memejamkan matanya sambil tersenyum membayangkan besok, dia dan Andi akan kembali bersama-sama jalan-jalan ke toko The One Sports Station, pasti akan sangat menyenangkan.
Karena kenyang lelah dan hatinya sedang senang, Viona pun tertidur pulas dengan bibir tersenyum.
Andi juga sudah kembali ke kamar kostnya,.Andi saking senang dan bahagia nya mengingat kedekatannya bersama Viona.
Dia sampai kesulitan tidur, bolak balik di kasur tetap susah tidur, karena sulit tidur, Andi jadi merasa haus dan banyak minum.
Alhasil dia semakin sulit tidur, karena harus bolak balik turun ke lantai dasar, yang sepi buat pipis.
Sampai akhirnya jam 3 pagi, Andi baru tertidur, jam 6 Andi terbangun oleh bunyi suara wekernya yang keras.
Andi buru-buru ke balkon membereskan jemurannya, yang tergantung di balkon, sebelum kena omel sama mantu ibu kost.
Setelah mengangkat jemuran, karena hari ini hari Minggu tidak ada perkuliahan, Andi yang masih ngantuk melanjutkan tidurnya.
Saking asyiknya tertidur, Andi sampai lupa dengan janjinya kemaren, di mana dia sudah janji jam 9 akan menemani Viona jalan-jalan ke toko.sport.
Sedangkan Viona dari pagi, dengan penuh semangat sudah siap dengan pakaian santai, kaos dan celana jeans sepatu sport warna putih.
Melihat jam sudah menunjukkan pukul 8.30, Viona pun langsung berangkat ke kost Andi dengan motor Scoopy nya.
Viona sedikit bersyukur saat pergi dari kost, dia tidak bertemu dengan Santi.
Sebenarnya Santi sudah bangun, tapi dia malas keluar dari kamar, karena sepasang matanya sedikit bengkak sehabis menangis semalam.
Jadi dia memilih diam di kamar, sarapan dengan roti dan sereal, yang rutin di kirim orang tuanya untuk dia.
Viona tiba di kost Andi sedikit heran melihat suasana kost, yang masih sepi padahal sudah jam 8.35.
Viona dengan heran melangkah masuk kedalam kost, yang pintunya tidak terkunci tapi terlihat sepi.
Dia naik ke lantai dua mengetuk pintu kamar Andi beberapa kali.
Andi yang sedang asyik tidur, bermimpi duduk di atas dahan pohon sambil merangkul Viona, yang duduk di sebelahnya dengan mesra.
Karena terkejut oleh suara ketukan pintu, Andi pun terbangun dari tidurnya.
Andi melihat jam sudah menunjukkan pukul 8.40, dia pun langsung teringat janji dengan Viona.
Andi buru-buru membuka pintu, benar saja di depan pintu sudah berdiri Viona, yang sedang menatap tubuh Andi yang tidak berbaju, hanya mengenakan celana pendek.
Viona terpesona dengan bentuk tubuh Andi yang sangat proporsional dan berotot, otot perutnya yang Six pack sangat menarik.
Tapi saat tersadar, Viona cepat-cepat memalingkan wajahnya, seluruh wajah sampai ke leher menjadi merah padam menahan malu.
Viona diam-diam mengutuk dirinya sendiri yang begitu tidak tahu malu.
Melihat sikap Viona yang canggung, Andi pun tersadar apa yang sedang terjadi.
Andi segera menyambar handuk menutupi tubuh bagian atas nya, kemudian berkata cepat.
"Vi kamu tunggu dulu ya sebentar, aku mandi dulu."
"Maaf Vi aku terlambat bangun..kamu tunggu bentar ya ."
ucap Andi buru-buru, sambil mengambil perlengkapan mandi dan pakaian gantinya.
Tanpa menunggu jawaban Viona, yang terlihat masih canggung.
Andi pun buru-buru berlalu dari kamarnya, agar Viona bisa lebih tenang dan tidak canggung.
Setelah Andi pergi mandi, Viona langsung bereaksi memukul-mukul kepalanya sendiri, sambil mengutuk sikapnya sendiri yang memalukan.
Viona berjalan masuk kedalam kamar Andi, dia memilih duduk di kursi yang menghadap ke meja belajar Andi.
Melihat meja belajar Andi yang rapi bersih, tidak terlihat ada buku sama sekali.
Viona dengan penasaran membuka laci meja Andi yang tak terkunci.
Di laci tersebut Viona melihat ada sebuah buku catatan.
Viona mengambilnya dan melihat nya, ternyata setelah dibuka buku itu kosong, tapi di bagian tengah buku ada beberapa lembar foto .
Dengan penasaran Viona melihat nya satu persatu, ternyata semua itu adalah foto dirinya, mulai dari dia SD SMP dan SMA.
Viona tersenyum melihat hal itu, Viona membalik foto itu, di belakang foto ada tulisan To Santi.
Yang berarti foto-foto ini Andi dapatkan lewat Santi.
Sambil tersenyum Viona mengambil pulpen dan menulis dipojok lain To Andi.
Viona membuka dompetnya mengeluarkan sebuah foto terbaru dirinya saat ini.
Di balik foto Viona menambahkan kata to Andi.
Kemudian dia menyimpan kembali semua foto ketempat semula.
Saat ingin menaruh foto-foto itu Viona melihat ada dua helai rambut di sana.
Viona mengambil dan menelitinya, kedua rambut ini,? Viona dalam hati bertanya tanya siapa pemilik rambut tersebut ?
Rambut Andi, tidak mungkin, karena rambut ini agak panjang dan halus, rambutnya rasanya bukan, karena rambutnya lurus.
Sedangkan kedua rambut ini bergelombang, saat Viona sedang berpikir, Andi melangkah masuk ke kamar dan berkata,
"Ayuk Vi aku sudah siap..."
Viona sedikit terkejut dan merasa tidak enak hati karena dia telah berani membongkar laci meja Andi tanpa ijin.
dengan suara terbata-bata dia berkata,
"Ini di.. maaf aku.. aku..."
Andi tersenyum lembut dan berkata,
"Untuk orang lain, tentu aku akan marah, tapi untuk mu aku tidak bisa marah."
"Malah aku yang seharusnya minta maaf, karena telah mengumpulkan milik mu tanpa ijin.."
ucap Andi sambil menatap Viona dengan perasaan tidak enak dan sedikit merasa bersalah.
aku sekalian ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN. yuk mampir teman2 jangan lupa like dan commen yah ☺️😄😁